
Winter berbalik badan dan terhenti karena melihat cassy di hadapannya sedang duduk di kursi roda lengkap dengan infusnya dan lys yang mendorongnya. Winter terdiam karena arah mata cassy tertuju kepada Keen yang sedang berpelukan dengan wanita lain.
Winter mendekat kepadanya lalu ia berjongkok "Apa yang anda lakukan disini Nona cassy?" tanya winter, lalu Keen menoleh ke belakang karena mendengar namanya disebut.
"Lepaskan aku dulu Ivana" ucapnya seraya mendorong wanita yang menempel padanya.
"Aaahh.. tidak mau, aku kangen banget sama Kakak" wanita itu malah semakin kuat memeluknya.
"Hai Tuan Winter kita bertemu lagi, Lys dan sekretaris lux mengajak saya menghirup udara segar sesekali, kami sedang menuju ketaman, mau ikut?"
"Tentu saja jika anda tidak keberatan, Nona Lys biar saya yang mendorongnya" namun kedua pengawal dibelakang segera menghadang winter dan memintanya menjauh dari istri bosnya.
"Bos kalian sudah mengijinkan loh, lihatlah dia diam saja kan?" ucap cassy lirih kepada penjaga di hadapannya, lalu penjaga itu saling menatap kemudian mereka membuka jalan dan kembali kebelakang.
Mereka berjalan melewati Keen dan ivana begitu saja, Keen hanya terdiam melihat winter mendrong kursi roda istrinya.
"Sudah kubilang lepaskan aku kan!! banyak orang yang memperhatikan apa kau sadar apa yang kau lakukan??" ucap keen marah seraya mendorongnya.
"Ihhh biasa aja deh, kenapa semarah itu sih, aku kan senang karena kebetulan bertemu kakak disini"
"Apa yang kau lakukan disini? bukankah kau seharusnya diluar negri"
"Saya menjenguk teman disini dan saya juga baru kembali hari ini, soalnya saya kangen dengan kakak"
Keen mundur selangkah "Mulai sekarang kau harus menjaga jarak denganku"
"Mengapa harus begitu?"
"Bukankah kau tahu aku sudah menikah?"
"Ciiihhh kalau itu aku juga sudah tahu, tapi wanita itu bukan selera kakak kan?"
"Sudahlah pokoknya jangan muncul dihadapanku lagi!!"
"Apa kakak masih marah padaku karena tiba tiba aku minta putus?"
"Tidak tuh, pergilah kau bilang mau menemui temanmu.." ia melangkah pergi.
"Aku akan menemuimu lagi nanti kak" teriaknya.
******
SEMINGGU KEMUDIAN
Kesehatan cassy sudah jauh membaik dan akhirnya dokter mengijinkannya meninggalkan rumah sakit.
Keen membuka pintu ia membawa sebuah papper bag di tangannya. Ia mendekati cassy lalu memberikan apa yang dibawanya.
"Gantilah pakaianmu"
"Ya, terimakasih" cassy pun bangun berjalan ke ruang ganti, ia sungguh tak menyangka pria itu membawakan pakaiannya lengkap beserta ********** dan itu semua baru. "Pasti ia minta staff perempuannya untuk membeli ini kan? ya pasti begitu" gumamnya pelan.
Setelah ia selesai ia menghampiri keen, "Aku sudah selesai, ayo pulang"
Keen menoleh ke arahnya "Mari, aku sudah menyelesaikan administrasi"
"Baiklah, terimakasih"
"Kau tak perlu berterimakasih dengan suamimu sendiri"
"Oke Tuan suami" keen pun tersenyum dan mengelus kepala istrinya itu.
Setelah hari itu hubungan keen dan cassy semakin membaik karena cassy telah membuat keputusan untuk membuka hatinya kepada Keen dengan mengajukan beberapa syarat yang harus dilakukan oleh keen, mengingat selama ia berada dirumah sakit keen selalu datang untuk mengurusnya dan memperlakukannya dengan berharga.
Keen pun menjelaskan dengan tenang hubungan antara dirinya dengan ivana agar istrinya tak salah paham, dan cassy mengerti dan memberikan toleransi tentang itu.
Sedangkan pada hari mereka pergi ketaman rumah sakit ia telah berbicara dari hati ke hati dengan Winter, dan ia mengatakan kepadanya bahwa hubungan mereka tidak bisa lebih dari teman, "Saya yakin bahwa anda akan menemukan wanita yang lebih baik dari saya, anda adalah orang yang baik, maaf karena selama ini saya terkesan menggantungkan perasaan anda" begitu ucapnya saat itu dan winter pun menerima keputusan cassy dengan lapang dada, setelah hari itu winter tak pernah lagi menemuinya dirumah sakit.
"Maafkan aku karena tak berhasil mengusir pembeli rumahmu"
"Sudahlah, aku tidak apa apa, kau berhasil mengambil semua barang barang orang tuaku saja aku sudah sangat bersyukur, aku masih memiliki sebuah apartmen"
"Hemmm.. jangan bilang yang sebelahan dengan winter?"
"Memangnya kenapa?"
"Tidak" Keen hanya bisa memendam kecemburuannya setiap terlintas nama pria itu karena dilarang cemburu dengan winter adalah salah satu syarat cassy menerimanya.
Mobil mereka berhenti didepan rumah keen, Keen pun turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk istrinya, jujur saja cassy perlahan mulai luluh karena tindakan tindakan kecilnya yang seperti ini, dan sejauh ini pria itu selalu menerima syarat syarat yang diajukan olehnya dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi sesuai keinginan istrinya.
Mereka pun berjalan berdampingan dengan bergandengan tangan, Keen meraih gagang pintu lalu membukanya, betapa terkejutnya mereka berdua karena Ivana telah berada di ruang tamu, wanita cantik itu duduk dengan menyilangkan kakinya, ia nampak **** dengan rok mini yang dikenakannya.
Keen merasa tidak enak dengan istrinya karena wanita lain yang adalah mantan kekasihnya itu berada dirumah sebelum mereka datang, ia mengerutkan alisnya "Apa yang kau lakukan disini? bagaimana kau bisa masuk kesini"
Ivana menghampiri keen, lalu keen melepaskan tangan cassy, cassy menoleh ke tangannya.
"Surpriiseee!!!!" ucap senang wanita itu seraya mendekat dan mengaitkan kedua tangannya di pundak keen.
"Lepas!!!" keen segera menepis tangannya.
Ivana menoleh ke arah cassy "Ahhhh, kakak pasti merasa tidak enak kan karena ada istri kakak disini?" ivana berjalan memutari cassy, ia tengah menilai penampilan wanita itu.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya cassy dengan nada yang dingin.
"Tidak, sebenarnya anda itu lumayan cantik tapi penampilan anda bukan selera kak keenan" ucapnya seraya melihat cassy dari atas ke bawah.
"Cukup ivana pergilah" ucap keen marah lalu ia meraih tangan wanita itu dan menyeretnya keluar.
"Aku sangat membenci situasi seperti ini" gumamnya lalu ia masuk ke kamarnya.
Setelah beberapa saat keen akhirnya berhasil mengusir wanita itu dari rumahnya, lalu ia mengetuk pintu kamar cassy "Tok tok tok"
Cassy membukakan pintu lalu keluar "Sudah selesai mengurusi MANTAN KEKASIHMU?" ia menekankan ucapannya dengan raut wajah yang sedikit kesal.
"Maafkan aku, dia bisa masuk kesini karena saat itu dia mengambil kunci cadangan...." ucapnya dengan ekspresi muram.
"Sudahlah, aku juga sudah tahu masalalumu tidak perlu menjelaskan lagi"
"Apa kau marah?"
"Tidak"
"Kenapa kau tak marah? apa kau tak cemburu?"
"Haruskah aku cemburu?"
"Yahhh.. bisa dimengerti mengapa kau tidak cemburu padanya, wajar saja karena kau tak benar benar mencintaiku seperti aku yang sangat mencintaimu" gerutunya.
"Aku sedang berusaha sekarang, maaf jika kau tak puas dengan diriku yang seperti ini"
"Tidak! Aku puas, aku sangat puas!" ucapnya seraya menggeleng gelengkan kepalanya.
Keen pun mengajak cassy ke sebuah ruangan bawah tanah tempat keluarga pamannya disekap, mereka menuruni tangga bawah tanah satu persatu perlahan,ketika melihat cahaya lampu menyala setelah satu minggu hidup dengan kegelapan kecuali saat mereka diberi makan mereka saling menatap.
Cassy sangat terkejut melihat hal seperti itu dihadapannya "Apa yang kau lakukan kepada mereka?"
"Tentu saja membalaskan perlakuan mereka terhadapmu"
Bukannya senang atau merasa puas cassy malah merasa ingin muntah melihat pemandangan mengerikan yang pernah dialaminya, wajahnya memucat, ia terus memegangi dadanya, sontak hal itu membuat keen panik "Ada apa denganmu?" cassy menggeleng geleng dan menutup mulutnya dengan tangannya, lalu keen menggendong dan membawanya keluar dari ruangan itu, mereka duduk beristirahat di ruangan tengah, lalu keen mengambilkan segelas air putih dan memberikannya kepada cassy yang terus memegangi dahinya.
Bersambung....................................