SECOND LIFE

SECOND LIFE
Episode 73



Keesokan harinya, Cassy yang masih terbaring di ranjang rumah sakit terbangun karena mendengar deringan ponselnya, ia mengusap matanya lalu mengambil ponsel di meja sebelahnya, ia mengangkat televonnya dan memalingkan tubuhnya ke arah jendela yang berembun.


"Halo Tuan Winter" ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Selamat pagi, apa saya membangunkan anda?"


"Tidak apa apa, anda membangunkan saya diwaktu yang tepat sudah waktunya saya sarapan dan minum obat"


"Syukurlah jika seperti itu, andai saya bisa leluasa mengunjungi anda pasti saya akan membawakan bubur hangat buatan saya yang tidak enak itu, ahh sayang sekali" ucapnya tersenyum sembari menyeruput secangkir kopi hangat dihadapannya.


"Anda tidak perlu repot repot melakukan itu, saya akan merasa sangat bersalah jika Tuan Keen melakukan sesuatu kepada anda, dan bubur buatan anda lumayan lezat kok"


"Syukurlah, tapi anda tidak menganggap saya takut dengan ancaman laki laki itu kan? Saya tidak menemui anda karena saya takut jika anda akan semakin kesulitan karena saya"


"Tentu saja tidak, dia bisa melakukan apapun kepada anda jika anda terus menemui saya, saya mengkhawatirkan anda"


"Terimakasih karena sudah menghawatirkan saya" ia tersenyum dan menjauhkan hpnya sesaat, "Apa anda akan baik baik saja bersama orang sepertinya?"


"Saya tidak apa apa dan yang terpenting untuk saat ini hanya kesehatan, saya akan segera memulihkan diri"


"Ya, anda harus fokus memulihkan diri anda, apa masih sakit sekali?"


"Sejauh ini sudah semakin membaik, karena ini akhir pekan apa yang sedang anda lakukan?" Tiba tiba Cassy memalingkan tubuhnya karena merasa ada seseorang di belakangnya,lalu ia melihat mata tajam yang tengah menatapnya.


"Saya sedang------"


"Saya akan hubungi anda lain kali" ucap cassy lalu segera mematikan teleponnya.


.


"Sejak kapan kau berdiri disana?" ucapnya menatap Keen yang berdiri terdiam, pria itu tampak tampan dengan pakaian kasualnya dengan menenteng sebuah box makanan ditangannya.


"Sejak kau bilang dia bisa melakukan apapun kepada anda jika anda terus menemui saya saya menghawatirkan anda" ucapnya seraya menirukan ucapan cassy. "Karena aku melarangmu bertemu dengannya jadi kalian bertelepon yaa, tapi tidak apa apa karena ini kesalahanku yang tidak melarangmu dari awal"


"Jadi?" ucapnya yang tampak tak peduli, ia kembali menoleh kearah jendela, melihat rintik rintik air hujan yang membasahi kaca.


Keen mengambil meja untuk makan di ranjang pasien, ia meletakkan kotak makan disana lalu membukanya "Makanlah terlebih dahulu" cassy menoleh kembali melihat apa yang telah disiapkan pria itu dihadapannya.


"Apa ini?" tanyanya seraya menatap keen curiga.


"Bubur, makanlah apa yang mudah dicerna terlebih dahulu, tenang saja ini tidak beracun aku membelinya di tempat bersih dan bagus, maaf ya aku tak bisa membuatkanmu bubur seperti yang laki laki itu lakukan, karena aku terlalu sibuk untuk itu"


"Ya ya terimakasih, aku juga tidak pernah berharap" cassy meletakkan hp nya di meja makan.


Keen membuka kotak bubur itu dan membuka kemasan sendok "Haruskah aku menyuapimu seperti yang seseorang lakukan kemarin?" tanyanya seraya meledek dengan wajah kesalnya.


"Aku akan makan sendiri, terimakasih atas perhatiannya!!!" ucapnya dengan wajah datar, lalu ia menyendok dan menyuapi mulutnya, perlahan ia menelannya.


Sementara itu pria dihadapannya terus menatapnya, hingga membuat orang yang sedang makan merasa terbebani sekaligus risih, cassy menyeka mulutnya "Berhenti menatapku!"


"Kenapa? tidak bisakah kau memperlakukanku seperti kau memperlakukan bocah itu?"


"Kenapa aku harus begitu? aku memperlakukan orang sama dengan apa yang orang itu lakukan kepadaku!"


"Jadi maksudmu sikapku kepadamu sangat dingin? sehingga kau memperlakukanku balik dengan dingin?" cassy melanjutkan makannya dan tak menghiraukan ucapan pria itu "Kau mendengarku?"


"Apa yang kulakukan? aku sudah sebaik mungkin bersikap kepadamu karena aku mencintaimu!! aku sungguh kecewa dengan kata katamu dan perlakuanmu kepadaku"


"Cinta ya... apa karena kau mencintai aku jadi kau berhak atas diriku dan merasa bahwa aku adalah milikmu? kau serius menganggapku seperti barang?"


"Memangnya apa yang salah? apa kau sebegitu tidak sukanya dicintai oleh orang sepertiku? dan aku tidak pernah menganggapmu barang!!"


"Ya! Saya tidak suka! saya tidak suka dengan cara anda"


"Cukup!! aku tak mau dengar lagi" ucap keen tegas.


"Jadi bisakah kau menandatangani surat perceraian sekarang juga??"


Deg, Keen mulai mengerutkan alisnya matanya menatap tajam wanita di hadapannya, emosinya kembali memuncak setiap ia mendengar kata kata perceraian dari mulut itu "Berhenti mengatakan hal seperti itu" lirihnya seraya menahan amarah.


"Drrrtttttt" hp cassy bergetar, Keen melihat layar ponselnya, panggilan masuk dari winter, cassy segera meraihnya namun keen terlebih dahulu mengambil ponselnya, ia berdiri lalu mengangkat telepon "bukankah sudah kubilang kau tidak boleh berhubungan lagi dengan istriku apa kau tak paham kau sialan!!!!!" ucapnya keras lalu ia langsung mematikannya.


Cassy menatapnya dengan kesal "Kembalikan hp ku" ia berusaha meraih hp nya di tangan keen.


"Tidak, kau dilarang untuk berhubungan dengannya melalui apapun!"


"Kembalikan aku tak peduli dengan aturan tak masuk akalmu!!!!" jawabnya keras.


Keen dan cassy saling menarik ponsel itu, namun keen tak mengalah sama sekali.


PRANGGGG!!! Klotak!!! hp nya terjatuh dan box makanan pun ikut terjatuh dilantai sehingga bubur itu berserakan, cassy melihat hpnya yang retak tergeletak dilantai kemudian keen mengambilnya lalu memasukkannya disaku celananya. "Aku akan menggantinya dengan yang baru" ucapnya santai.


Cassy menatap tajam keen dengan penuh amarah, lalu seseorang mengetuk pintu dan membukanya. Keen dan cassy menoleh ke arah pintu dan melihat lys yang datang dengan membawa sekeranjang buah buahan, lys pun terkejut melihat bubur yang berserakan di lantai. "Apa yang sedang terjadi?" lys tampak bingung sekaligus canggung. lalu seseorang kembali mengetuk pintu dan masuklah sekretaris lux, reaksinya hampir sama dengan lys hanya saja sekretaris lux terlihat lebih tenang.


Lux menatap ke arah lys dan menyapanya dengan menundukan kepala seadanya, lalu menghampiri keen dan berbisik kepadanya "Mereka sudah tertangkap,saya membawanya ke gudang rumah anda" bisiknya. Lalu keen pun segera pergi dari ruangan tersebut dengan langkah cepat, dan sekretarisnya mengikutinya.


Lys menaruh keranjang buahnya di atas meja lalu ia mendekat ke ranjang cassy "Anda baik baik saja? apa kalian sedang bertengkar?" cassy mengangguk, lalu ia memanggil petugas kebersihan untuk membersihkan makanan yang berserakan dilantai, petugaspun segera datang dan membersihkannya dengan cepat.


"Ada apa dengan bodyguard didepan? apa yang mereka lakukan?" tanya lys penasaran.


"Entahlah, saya juga sangat frustasi dibuatnya"


"Apa Tuan keen yang mempekerjakan mereka?"


"Tentu saja siapa lagi orang gila yang akan berbuat demikian selain orang itu!" jawabnya kesal.


"Bukankah itu sangat romantis?demi anda Tuan keen mempekerjakan pengawal bertubuh besar seperti itu untuk melindungi anda seorang"


"Hahhh... bukan melindungi tapi mengawasi dan mengekang agar burung peliharaannya tidak terbang bersama burung jantan bernama winter!!!!"


"Apakah benar begitu?"


"Dia bahkan menyita ponselku"


"Mengapa tuan sangat keterlaluan?"


"Iya, lihat saja aku akan benar benar menghajarnya kalau tubuhku sudah pulih" gumam cassy, lalu perawat datang dan memberinya beberapa obat dan mengecek infusnya.


Bersambung..........................