
Siang harinya kurir kembali mengantar buket bunga ke cafe, meskipun ragu ragu untuk menerimanya tapi ia cukup penasaran dengan si pengirim. Cassy membuka kartu ucapan yang menempel di buket.
Kamu sangat cantik hari ini, dari pengagum rahasia, ps. tolong jangan dibuang T T.
Cassy terkejut membaca tulisan singkat itu, ia meremas kertas ditangannya, matanya menelusuri sekitarnya mencari cari orang yang mencurigakan. Alisnya menyerut tak nyaman, kemudian ia kembali masuk ke dalam cafe, langkahnya terhenti, ia menatap bunga di tangannya.
Seharusnya langsung kubuang..
"Wahhh.. anda mendapat kiriman bunga lagi? cocok sekali dipegang anda, kemarin mawar pink dan anda memakai baju pink, sekarang anda memakai baju biru mawarnya pun biru, romantis sekali..." ucap lys sembari berjalan menghampiri.
Cassy tertegun mendengar ucapan lys, apa yang dikatakannya benar, kini ia yakin itu bukanlah suatu kebetulan, ia menggigit bibir bawahnya cemas.
"Kenapa reaksi anda seperti itu" ucap lys yang ikut cemas.
"Saya yakin sepertinya pengirim bunga ini seorang penguntit, kemarin saya membuang buket itu dan sekarang kartu ucapannya tertulis seperti ini" cassy memberikan kertas ucapan yang telah ia remas.
Lys mengambilnya lalu matanya membelalak "anda benar, mulai sekarang anda harus berhati hati, apa kita lapor ke polisi saja?"
"Tidak bisa, buktinya belum cukup, ngomong ngmng kau mau kemana?" cassy melihat lys membawa tasnya.
"Saya mau makan siang dengan Lucas, anda mau ikut?"
"Saya tidak tertarik menjadi nyamuk"
"Hehe, baiklah, mari kita bicarakan soal penguntit setelah saya pulang"
"Baiklah, anu lys bisakah kau bertanya kepada sekretaris lux apa kira kira Keenan yang mengirim buket ini"
"Ya, akan saya tanyakan"
"Baiklah, berhati hatilah" Lys mengangguk dan melambaikan tangannya.
Cassy kembali ke depan, ia melemparkan buket dan kartu ucapan ditangannya ke tong sampah lalu segera masuk kembali, tiba tiba hp nya berdering, ia melihat layar hp panggilan dari Tuan musim dingin, ia tersenyum dan mengangkat panggilan tersebut.
"Halo?"
"Sepertinya hari ini kita tidak bisa makan siang bersama, apa tidak apa apa?" ucapnya dengan nada penuh sesal.
"Tentu tidak apa apa, apa anda sibuk?"
"Ya, tiba tiba saja saya harus mengurus sesuatu yang mendesak"
"Apa masalahnya serius? anda tidak apa apa?"
"Anda tidak perlu khawatir"
"Baiklah, jangan melupakan makan siang anda"
"Anda juga"
Setelah sambungan terputus cassy menatap ponselnya, pikiran pikiran buruk terlintas dibenaknya, namun ia segera menepisnya dan mencba tetap berfikir positif.
***
Winter tengah menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya, alisnya mengerut seakan dikepalanya dipenuhi segudang pikiran, benar saja, baru saja ia mendapat kabar yang tak mengenakan dari sekretarisnya.
Dasar pria pendendam.
Winter mengambil ponselnya menghubungi orang yang menyebabkan permasalahannya.
"Halo.." winter mengernyit mendengar suara yang tampak senang itu.
"Apa maumu?" ucapnya dingin.
"Seharusnya kau sudah tahu kemauanku kan?" jawab keenan dengan seringai di wajahnya.
"Tidak bisakah kau lebih bersikap profesional, bukankah ini hanya akan merugikan Lian Foods"
"Kerugian yang tidak seberapa itu tidak akan menjadi masalah buatku, hanya begitu saja apa sudah membuatmu kesulitan temanku? hehe"
Mendengar suaranya membuat winter semakin marah, ia pun segera mematikan sambungan telepon. kemudian Winter menelepon sekretarisnya untuk menemuinya.
"Tok tok tok"
"Masuk"
Sekretaris Jenie membuka pintu "Bagaimana? apa kita bisa mendapat suplai produk dari perusahaan lain?" tanya winter dengan tergesa gesa.
"Belum Tuan, saya rasa perusahaan perusahaan besar telah diberi perintah kusus dari Lian foods untuk tidak menerima permintaan dari perusahaan kita"
"Apa tidak masalah jika perusahaannya masih berkembang?"
"Tidak masalah, asal mereka bisa mengisi kekosongan mini market dengan produk bagus segera"
"Saya kenal seseorang yang bekerja di perusahaan makanan kemasan yang masih berkembang, sepertinya saya akan menghubunginya, anda juga mengenal orangnya"
"Siapa?" tanya winter menerka nerka dipikirannya.
"Lili, dia bekerja di Karuna Foods"
"Saya belum pernah mendengar perusahaan itu"
"Iya, itu adalah perusahaan baru yang didirikan oleh ayahnya"
"Baiklah, mari kita temui nona Lily terlebih dahulu, buatlah janji"
"Baik, saya akan menghubungi anda secepatnya" sekretaris jenie keluar dari ruangan.
Tak lama sebuah artikel dengan judul 'Penarikan produk Lian Foods dari KM Mart secara serentak diseluruh kota ada apa??' mulai bertebaran, sehingga menimbulkan berbagai spekulasi dan tanggapan dari netizen memenuhi kolom komentar artikel dengan cepat. Seperti yang semua orang sudah ketahui Km Mart berdiri dengan mendapat banyak sekali bantuan dari Lian Foods pada awal masa pembukaannya, hampir lima puluh persen produknya adalah produk dari perusahaan tersebut hingga sampai sekarang, apa yang akan terjadi ketika pemilik barunya menarik produk dari minimarket itu?, setelah akhirnya mereka mengalami masa kejayaannya dan kestabilan dengan kerja keras dari pemiliknya dalam beberapa tahun belakangan ini, akhirnya perusahaan itu kembali goyah.
Cassy yang sedang sibuk dengan laptopnya tak sengaja membaca artikel tersebut. Deg. jantungnya berdebar karena sepertinya ia mengetahui siapa orang yang mencari masalah dengan kekasihnya, ia sungguh merasa bersalah atas apa yang kini menimpa winter karena menjalin hubungan dengan dirinya. Ia kembali melihat ponselnya berniat menghubunginya namun ia kembali meletakkan ponselnya di meja karena jika ia menghubunginya sekarang alih alih bisa membantu ia pasti hanya akan mengganggunya yang sedang sibuk.
Tuk tuk tuk.. cassy mengetukkan jarinya perlahan dimeja sedangkan pikirannya tak berada ditempatnya, tiba tiba Lys duduk dihadapannya "kenapa anda melamun?" bisiknya di depan wajah cassy.
Cassy kembali menyadarkan dirinya "Kau sudah kembali?"
"Ya, tentang Tuan Keen, menurut lucas bosnya tidak mungkin mengirimkan buket bunga, karena katanya dia bukanlah pria yang akan melakukan hal hal misterius, katanya bisa dipastikan bahwa pelakunya bukanlah tuan keenan"
Cassy mengangguk dan berfikir "begitu yaa"
"Apa anda tak bisa mengira ngira siapa orang itu?"
"Entahlah, sekarang kepalaku tak bisa berfikir"
Setelah itu mereka kembali melanjutkan pekerjaan di ruang office, tak terasa tahu tahu hari sudah sore, tiba tiba cassy bangun dari duduknya sehingga membuat lys yang duduk didepannya tengah fokus dengan pekerjaannya kaget bukat main.
Lys memegangi dadanya dan membulatkan matanya"kenapa?"
"Saya harus pergi ke suatu tempat, sepertinya hari ini saya tidak akan kembali kesini, mohon bantuannya nona alyssa" ucapnya seraya tersenyum tipis.
"Anda mau kemana????"
Cassy mengambil tasnya dan bergegas pergi tanpa mendengarkan perkataan asistennya itu. Ia merasa tak bisa hanya diam saja dan berpangku tangan atas apa yang sudah terjadi kepada kekasihnya.Ia merasa harus melakukan apa yang bisa ia lakukan meskipun tak sepenuhnya percaya diri bisa membantunya, Ia mengendarai mobilnya dengan cepat dan berhenti di depan bangunan tinggi bertuliskan J Group Construction di puncak tertingginya.
Ia menghampiri conter reseptionis, kemudian terlihat reseptionis menelfon terlebih dahulu kemudian setelah itu ia langsung diarahkan untuk langsung menemui pemilik perusahaan di ruang kerjanya. Ia berjalan cepat dengan menahan lirikan mata mata yang begitu penasaran dengan kehadirannya di tempat kerja mantan suaminya itu.
Setelah berjalan cukup lama akhirnya ia sampai di depan ruangannya "Tok tok tok" ia mengetuk pintu beberapa kali dan segera membuka pintunya meskipun tak mendapat respon. Didalam terlihat pria yang sedang duduk tersenyum seolah telah menunggu nunggu kedatangannya.
"Apa yang membawamu datang menemuiku mantan istriku?" ia bangun lalu berjalan menghampirinya, ia sama sekali tak goyah meski cassy memasang tatapan dingin kepadanya.
"Apa yang anda lakukan kepada perusahaan teman anda sendiri?"
"Wahhh, teman? apa kau tidak tahu bahwa pertemanan kami telah lama berakhir berkat seseorang?"
Cassy merasa tertohok, ucapannya memang benar adanya, karena dirinyalah hubungan antara keen dan winter berubah menjadi musuh bebuyutan.
"Saya pikir anda bukanlah orang yang sejahat itu sampai bisa mengacaukan bisnis orang lain hanya karena masalah pribadi anda sendiri"
"Bukankah kau tahu aku bisa melakukan semua hal asal keinginanku tercapai?"
"Saya pikir anda sudah berubah karena anda bisa melepaskan saya dengan mudah dari ikatan pernikahan, ternyata saya salah,saya terlalu tinggi menilai anda"
Keen mengernyit, rahangnya mengeras
Aku melakukannya karena kupikir akhirnya aku bisa menyerah akan dirimu, tapi pada akhirnya aku sangat menyesali keputusanku itu.
"Apa maumu datang kemari?" seketika ucapannya menjadi dingin.
"Tolong tarik kembali perintah anda dan kembalikan produk produk lian foods dari Km mart"
Keen tertawa hambar "Heehhh, sudah kubilang kan? aku akan memberikan perusahaan itu padamu lagi, setelah kau kembali padaku, setelah itu kau bisa melakukan apapun yang kau mau"
"Hahhh.. memang tidak ada gunanya aku datang kemari" gumamnya kesal. Cassy segera pergi dari ruangan tersebut tanpa menghiraukan keen yang memanggil manggilnya.
Bersambung...................