
Keesokan harinya..
Sekretaris lux mengantarkan ivana masuk ke dalam ruang kerja atasannya, ketika melihat ivana mata keen mengernyit seakan tak suka dengan kehadirannya "apa yang membawamu kesini?" tanyanya dengan suara dingin.
Ivana berjalan menghampirinya, ia duduk di hadapannya, sementara sekretaris lux meninggalkan ruangan.
Ivana meletakkan potret usg dihadapannya "Kak, aku hamil" ucapnya dengan wajah tersenyum.
Deg. jantung keen serasa ditusuk mendengar ucapan wanita didepannya, ia sama sekali tidak tertarik dengan apa yang ditunjukannya "jadi apa urusannya denganku?" ia yakin wanita itu hanya sedang menarik simpatinya.
Seketika wanita itu kehilangan senyumannya "aku hamil anak kamu!!" ia menekankan ucapannya.
"apa buktinya?"
Ivana merasa tertohok "apaah??"
"Jika kau ingin aku bertanggung jawab kau harus membawakan bukti, siapa yang tahu kau tidur dengan berapa banyak laki laki diluar sana"
Tidak semudah itu kau bermain trik denganku, sudah jelas apa tujuanmu.
"Wah.. bukankah kau sudah keterlaluan kak? aku hanya tidur denganmu!"
"Apa buktinya? jika kau hanya ingin menggertakku dengan kehamilanmu itu kau takkan berhasil, tentu saja aku akan bertanggung jawab jika memang kau benar mengandung anakku"
"Bagaimana caranya aku membuktikan padamu? apa aku harus mengandungnya sendirian selama sepuluh bulan lalu setelah aku melahirkan kau baru bisa mencocokkan dna mu? kau sungguh keterlaluan kak, apa yang kita lakukan semuanya adalah salahku?"
"Tentu saja semua kesalahanmu, seharusnya kau mengantarkanku kepada istriku, tapi dengan sengaja kau membawaku ke kamar hotel, bukankah itu bukan kesalahanku, sepenuhnya adalah salahmu! camkan itu kau tak bisa menuntut pertanggung jawaban dariku" keen terus bertingkah menyebalkan untuk melampiaskan amarahnya.
"Kau kan tahu mengapa aku melakukan itu, jangan bilang sekarang kakak sudah tak memiliki sedikitpun perasaan padaku? itu tidak mungkin kan?" ia memejamkan matanya berharap jawaban darinya sesuai keinginannya.
Kumohon jawab tidak kumohon pasti masih ada sedikit perasaan yang tersisa kepadaku kan.
"Sejak awal kau tak pernah ada dihatiku!!"
"Apa kakak sengaja mendekatiku benar benar hanya untuk melampiaskan perasaan kakak yang tidak terbalas? kau membuatku melakukan hal sejauh ini hanya karena perempuan itu???"
"Seharusnya kau tak melakukan hal yang nekat jika sudah tahu bagaimana perasaanku kan, pergilah aku sibuk"
"Baiklah, lihat saja apa yang akan aku lakukan kepada perempuan sial itu"
Mata keen membelalak menoleh kearahnya "jangan pernah libatkan dia dalam urusan kita!!" jawabnya kesal.
"Hahhhh... ternyata wanita itu benar benar sumber permasalahan, apa kau pikir kau ada dihatinya? jangan bermimpi kak, aku bahkan bisa membuat kalian bercerai dengan mudahnya, aku pasti akan membuatmu menikahiku sebelum perutku membesar, tak peduli siapa yang kau cintai, kau takkan bisa melarikan diri dariku"
"Kauu!!!!" keen menunjuknya seraya membuka matanya lebar. Wanita itu berani mengancamnya sehingga membuat amarahnya memuncak, ia pun merasakan kekawatiran dengan ancamannya, karena ivana adalah wanita yang memiliki sifat yang hampir sama dengan dirinya. Terlebih asal usul wanita itu yang tak biasa.
Ivana pergi tanpa memperdulikan apa yang akan dikatakan oleh keen, ia merasa amat sangat kesal dengan pria itu. Ia pikir dengan mengandung anaknya pria itu akan segera luluh dan kembali menerimanya, tapi kenyataannya ia harus menerima penghinaan ini hanya karena pria itu masih mencintai mantan istri yang sama sekali tak memperdulikannya, ia benar benar meradang.
***
Seseorang tiba tiba berteriak dari tengah tengah kursi pelanggan, semua pelanggan berbisik bisik dengan tingkah wanita itu yang berlebihan, wanita berusia empat puluhan itu bahkan menampar seorang staff yang baru saja menghampirinya.
"Panggil pemilik cafe ini!!" teriaknya kepada staff wanita yang baru saja ia tampar.
"Saya bilang panggil pemilik cafe kan, saya tidak membutuhkan karyawan biasa sepertimu!"
Karena mendengar kegaduhan cassy segera turun dari ruang office dan menghampirinya dengan cepat "Mohon maaf nyonya, apa yang terjadi?"
Wanita itu segera menunjuk cassy didepan wajahnya "Kamu ya, bagaimana kamu mengurus produk yang kamu jual disini, apa kalian mau membunuh saya?"
Cassy tampak bingung, namun ia berusaha tetap tenang "bisa tolong jelaskan terlebih dahulu apa yang terjadi?"
"Lihat ini, saya menemukan paku di dalam roti kismis yang saya makan, bagaimana jika sampai ini tertelan?" para pelanggan lain langsung ribut begitu mendengarnya, mereka mengecek roti dan makanan lain dihadapan mereka, beberapa ada yang melepehkannya. mata cassy mengelilingi para pelanggan.
"Kami mohon maaf tapi kebersihan bahan dan alat yang kami gunakan sangat terjamin, tidak mungkin ada paku di dalam roti nyonya----"
Wanita itu memotong ucapannya "jadi kau mau bilang saya bohong? atau lebih baik saya akan posting dimedia sosial?" mata wanita itu semakin membelalak dan tak terima.
"Tolong jangan lakukan itu nyonya, kami sungguh minta maaf yang sebesar besarnya atas kelalaian kami, kedepannya kami akan lebih berhati hati, ahh dan makanan anda hari ini gratis" meski tak yakin dan mencurigainya cassy tetap menundukakan kepalanya di depan wanita itu.
"Hahhhh.. dasar kamu kira saya begini untuk minta digratiskan? saya akan tetap memposting di media sosial saya agar orang orang tahu!!!"
Cassy menyilangkan tangannya di dada "baiklah, lakukan sesuai keinginan anda, karena saya bisa mengetahui kebenaran dari keributan anda dan bukankah barusan anda menampar karyawan saya? saya bisa melaporkan kekerasan anda dengan bukti cctv yang dipasang disana, bagaimana?"
Wanita itu menoleh ke arah cctv dan dahinya mengerut\, "dasarr wanila j*****!!" ia mengumpat lalu pergi begitu saja seakan melarikan diri.
Lys menghadang wanita itu "bayar dulu dong!!!" seketika orang orang disana tertawa riuh dan menyoraki wanita yang melemparkan beberapa lembar uang kepada lys itu.
"Kak!! saya melihatnya mengambil paku dari tasnya" ucap seorang siswi berseragam yang duduk di depan wanita tadi.
"Benarkah? jadi saya tidak perlu menunjukkan bukti cctv kan?"
"Tidak perlu nona casandra, anda cantik!!!" ucap para pelanggan bersamaan.
"Baiklah, maaf atas keributan tadi, silahkan makan dengan nyaman"
Ketika cassy tengah berjalan masuk seorang kurir dari toko bunga datang membawa sebuah buket besar mawar merah muda, cassy menoleh karena lys yang menerima paket tersebut, ia melanjutkan langkahnya.
"Untuk nona cassy, tolong tanda tangan disini" ucap kurir itu sembari menyerahkan bunga dan tanda penerima,
Lys kaget "cassy? bukan alyssa? serius?" ia kira kekasihnya yang mengirimkan untuknya.
Cassy segera menghampiri lys dan mengambil buket bunga dari tangannya dengan panik.
Untunglah, lys belum membuka kartu ucapannya.
"Siapa? dari siapa nih?" godanya sembari menyikut lengan cassy.
Cassy membuka kartu ucapan "semoga harimu menyenangkan dari pengagum rahasia" cassy tersenyum tipis membacanya.
"Tidak ada nama pengirimnya" ucapnya berlaga bingung. kemudian menciumi bunga ditangannya.
Sementara lys menerka nerka, cassy membawa buket itu dan berjalan kembali ke ruang office.
Bersambung.................................