SECOND LIFE

SECOND LIFE
Second Life Bab 18



Seminggu sudah terhitung sejak meninggalnya sang Kakek. Namun sampai hari ini Shasha serta seluruh keluarganya masih berkumpul di kediaman Kakek dan Neneknya.


Di dalam kamar, Shasha sedang berbaring di atas ranjang dengan kepalanya yang berada di dalam pangkuan sang Nenek. Dengan penuh kasih sayang Kirana-Neneknya itu mengelus puncak kepalanya disertai cerita yang ia ucapkan.


"Caca tau nggak, kenapa Kakek sayang banget sama Caca?" Tanya Neneknya menatap cucu pertamanya yang sedang berada dalam pangkuannya. Memanggil Shasha dengan panggilan sewaktu ia kecil.


Di malam hari yang sunyi ni Shasha memutuskan untuk tidur bersama Neneknya. Ia kesepian di dalam kamarnya. Akhirnya keluar dari dalam kamarnya dan menuju dapur untuk mengambil air mineral. Saat sampai di dapur, kebetulan sang Nenek juga berada di dapur. Meminta Shasha untuk tidur bersamanya.


Perlahan Shasha mendengak menatap sang Nenek yang tersenyum kepadanya. Ia menggeleng tak tau. Tapi selama ini, Shasha rasa dirinya dan Rayyan lah yang sangat dekat dengan Kakek dan Nenek mereka.


"Karena Shasha cucu Kakek Nenek" balas Shasha yang sangat masuk akal.


Neneknya terus mengusap lembut rambut panjang Shasha yang terurai. Memberikan senyum pada Shasha sebelum menjawab yang sebenarnya.


"Dulu, Kakek sempat misahin orang tua kamu," ucap Neneknya memberi jeda sebentar. Shasha terkejut mendengar hal itu. Baru pertama kali ia mengetahuinya. Kedua orang tuanya tak pernah sekalipun bercerita padanya tentang itu.


Karena ia sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi hingga kedua orang tuanya dipisahkan oleh sang Kakek, Shasha bangkit dari tidurnya. Menatap Neneknya dengan bertanya-tanya, meminta untuk melanjutkan ceritanya.


"Kok Shasha baru tau?!" Tanyanya sedikit heboh.


"Itu semua berawal dari warisan,"


"Warisan?" Tanya Shasha kembali. Seolah ada rahasia yang selama ini tak pernah ia ketahui dari kedua orang tuanya.


Kirana mengangguk membenarkan. Melanjutkan kembali ceritanya yang membuat Shasha terkejut, "Dulu orang tua Kakek bilang kalau dia gak bakal kasih harta warisan untuk Kakek kalau tidak menikahkan kedua orang tua kamu. Akhirnya segala cara Kakek lakukan hingga membuat rencana perjodohan Daffa dan Kania" lanjut Kirana.


"Perjodohan? Siapa? Ayah sama Bunda dulu dijodohin? Shasha baru tau," ucap Shasha terkejut. Banyak pertanyaan Shasha lontarkan pada sang Nenek yang membuatnya sangat penasaran.


"Dulu Shasha selalu mikir kalau Ayah sama Bunda itu cuma temen satu sekolah semasa SMA yang disatukan karena mereka berdua saling suka." Lanjut Shasha menceritakan apa yang ia ketahui.


Kirana menatap cucu pertamanya. Sepertinya ada banyak sekali kejadian-kejadian di masa lampau yang tidak diceritakan pada Shasha. Terbukti saat melihat wajah Shasha yang terkejut sekaligus heboh saat mendengar awal cerita dari Neneknya.


Karena banyak hal yang Shasha tak ketahui, Kirana menceritakan semua yang ia ketahui. Dari mulai Ayahnya yang dulu pernah membenci Ibunya sampai akhirnya keduanya saling suka. Semua itu juga baru Kirana ketahui ketika beberapa tahun kemudian setelah kejadian itu.


Saat itu Kirana terkejut sekaligus marah ketika mengetahui Daffa-anaknya sering memanfaatkan para penggemarnya untuk mencelakai orang-orang. Karena setaunya Daffa memiliki predikat nilai yang baik sehingga tak memantau lebih jauh sikap Daffa yang kadang suka semena-mena pada orang lain. Padahal bisa saja Kirana terus memantau anaknya dari jauh karena sekolah itu miliknya, tapi hal itu tidak dilakukan olehnya.


Semua hal yang Kirana tau ia ceritakan pada Shasha. Hingga Kirana terhenti ketika sedang menceritakan tentang luka yang Kania dapatkan karena tubuhnya hampir hancur saat mengenai baling-baling kapal yang ia naiki. Untung saja saat itu mesin kapal segera dimatikan agar tidak terjadi hal yang melebihi dari itu. Tapi tetap saja, tubuh Kania penuh dengan luka parah hingga membuatnya koma beberapa bulan.


Shasha meringis ketika mendengar cerita dari Neneknya. Ia seperti merasakan apa yang saat itu Ibunya rasakan. Hatinya pun ikut sakit ketika mendengar bahwa Ayahnya adalah dalang dari semua kejadian yang menimpa Ibunya. Jika saja dari awal Daffa tidak memerintahkan para penggemarnya untuk melukai Kania, mungkin hingga saat itu Kania tak akan mengalami hal itu. Ada sedikit rasa kecewa yang terbesit dalam hati Shasha pada sang Ayah saat itu juga.


Cerita berlanjut sampai Kirana terhenti pada kenyataan yang sebenarnya. Tentang perjodohan yang dengan segala upaya dilakukan oleh Fahriz agar bisa mendapatkan warisan keluarga. Juga tentang niatnya yang ingin memisahkan Daffa dan Kania setelah mereka telah memiliki keturunan diketahui oleh Husain-Ayah Kania.


Saat itu juga Kania dibawa pergi oleh seluruh keluarganya menuju negeri lain. Yang pada saat itu juga Kania tengah mengandung Shasha. Juga di sisi Daffa yang kondisinya sangat memprihatinkan karena ditinggal oleh Kania. Selama tujuh bulan tak ada yang mengurusnya karena kecewa dengan sang Ayah dan pergi dari keluarganya.


Juga pada akhirnya mereka kembali dipertemukan. Namun masalah tak kunjung selasai karena berita tentang kematian sementara Shasha membuat kedua pasangan muda saat itu menangisi takdir yang terjadi pada mereka.


Shasha kembali mengeluarkan air matanya ketika mendengar hal itu. Begitu banyak sekali rintangan untuk kedua orang tuanya. Dari mulai pertama kali bertemu hingga mereka berdua dipisahkan oleh keadaan yang tak memungkinkan mereka untuk bersama.


Entah apa tujuan utama kedua orang tuanya menyembunyikan hal ini darinya. Tak pernah sedikitpun mereka bercerita mengenai masa lalu yang amat menyakitkan. Shasha yang hanya mendengar ceritanya saja sampai menangis deras mendengar hal tersebut.


"Kakek sangat sayang sama Caca karena merasa sangat bersalah. Kakek pernah bilang, mungkin dengan membahagiakan kalian semua, khususnya Caca bisa menghapus sedikit dosanya. Walaupun hingga saat ini seluruh keluarga gak ada lagi yang bajas tentang itu." Ucap Kirana mengakhiri ceritanya.


Kini Shasha tau, mengapa Kakeknya selalu memanjakannya. Tiap minggu selalu meminta Shasha untuk datang kepadanya. Setidaknya seminggu sekali Kakeknya itu selalu memintanya untuk datang.


Tapi lagi-lagi hal itulah yang membuat Shasha menyesal, permintaan terakhir Kakeknya yang memintanya untuk datang menemuinya tak bisa Shasha kabulkan. Dengan alasan kuliah Shasha menolak permintaan dari Kakeknya yang ternyata itulah permintaan terakhir yang sangat sederhana untuk dijalankan. Seharusnya ia mengesampingkan urusan pribadinya di atas urusan keluarganya. Tapi itulah yang sudah terjadi, kini menyesal pun tak ada gunanya.


__________