SECOND LIFE

SECOND LIFE
Episde 65



Ia masih saja memperhatikan pria itu dari dalam kamar, namun setelah diperhatikan cukup lama pria itu tak kunjung muncul setelah masuk ke dalam air, "tidak mungkin tenggelam kan?" ia berpikir sembari menggeleng gelengkan kepala "Arrrgggg siapa nanti yang akan disalahkan jika tiba tiba dia mengambang" gumamnya sembari berjalan menuju ke kolam renang dengan kaki yang pincang.


Sampai di pinggiran kolam ia menengok kesana dan kesini, namun pria itu benar benar tidak ada, ia lega setidaknya tidak ada yang tenggelam "Syukurlaahhhhh" gumamnya.


"Syukur kenapa?" tiba tiba muncul suara dari belakangnya.


"Huaaaaa" cassy merasa kaget karena tiba tiba orang yang ia cari ada di belakangnya tanpa mengeluarkan suara langkah kaki, saat ia hendak berbalik kakinya tidak imbang dan ia hampir tercebur jika keen tidak langsung menangkap tangannya.


"Hampir saja" ucapnya seraya memegang dadanya yang berdebar.


"Sepertinya kau memang butuh olahraga untuk keseimbangan tubuhmu" ucapnya pelan.


Cassy menoleh ke arah lain "Mengapa harus?"


"Sering banget aku melihatmu entah itu terjatuh, terkilir dan hampir saja tercebur"


Cassy merasa malu namun yang dia katakan adalah fakta. "Aku tidak selemah itu ya!" Ia mulai melirik pria dihadapannya yang hanya memakai jubah mandi "Pokoknya terimakasih, aww mataku lagi lagi melihat pemandangan vulgar" ia mengibas ngibaskan tangannya lalu berjalan hendak meninggalkan kolam.


Keen menyadari penampilannya, ia sedikit malu karena reaksi wanita itu sedikit berlebihan karena ia merasa jubah mandinya yang sepaha masih terbilang menutupi bagian yang seharusnya ditutupi "Kau harus mulai membiasakan dirimu melihat hal hal yang mungkin lebih dari ini" ia mengatakannya dengan gugup tanpa berpikir, kemudian langkah cassy terhenti "Dasar pria mesumm" ucapnya tanpa berbalik badan.


"Ap apaaaaa???" cassy tak menghiraukannya lagi, ia telah berjalan sampai depan pintu masuk dengan langkahnya yang pincang. "Issshhh.. apa yang telah ku katakan?" gumamnya menyadari perkataannya.


Saat Keen tengah duduk di depan kolam renang sembari menikmati jus jeruk di hadapannya ia mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya, ia pun segera menghabiskan jusnya dan bangun untuk menghampirinya karena ia tahu sekretarisnya yang datang.


Sekretaris lux turun dari mobilnya dan keen telah berada di teras rumah dengan tangan yang menyilang di dada.


"Selamat siang Pak ceo, saya datang membawa beberapa berkas yang harus ditandatangani sekarang"


"Ya, masuklah sekretaris lux, saya akan berganti baju, kau tunggulah di ruang tamu"


"Baik"


Setelah Keen kembali mereka duduk berhadapan di ruang tamu sekretaris lux segera mengeluarkan beberapa berkas dan pulpen, lalu keen mengambilnya dan membaca satu persatu dengan seksama.


"Tidak biasanya anda bekerja dari rumah pak" tanya lux sembari membetulkan kacamata beningnya.


"Ya, ingin saja, maaf ya jika kau merasa direpotkan" ia melirik sekretarisnya dengan sinis.


"Saya tidak repot sama sekali, anda tenang saja, saya bersedia bolak balik dari kantor ke sini hingga sepuluh kali"


"Baguslah, karena sepertinya akan seperti itu selama beberapa hari kedepan" ucapnya sembari menandatangani berkas di hadapannya,.


"Apaaa?? beberapa hari kedepan?"


"Kenapa? kau keberatan?"


"Tidak, tentu saja tidak" lux memaksakan senyumannya. ia terus memperhatikan atasannya itu "Apa yang sedang terjadi dengan orang ini sih" batinnya seraya menatapi atasannya dengan tajam di balik kacamatanya itu.


Cassy datang ke ruang tamu karena mendengar suara seseorang dari kamarnya "Hai sekretaris lux anda disini?"


"Haloo Bu casandra, karena bos saya mau bekerja dari rumah makannya saya datang kesini" ia menekankan ucapannya.Keen meliriknya dengan tatapan tajam, Lux pun segera mengalihhkan pandangannya ke arah cassy.


"Mengapa?" tanya cassy heran, ia menoleh ke arah keen dan lux secara bergantian.


Alih alih menjawab pertanyaan cassy lux melihat kakinya "Bu Cassandra apa kaki anda sedang terluka? dilihat dari cara anda berjalan dan sepertinya kaki anda membengkak?"


"Iyaaa, ini terkilir, seharusnya saya tidak boleh terlalu banyak berjalan, tapi saya merasa sangat suntuk hanya berdiam diri di kamar, dan seseorang sedang menuju kesini, bolehkah saya ikut duduk disini?"


"Ahhh, duduklah" ucap lux sembari menunjuk sofa di sebelah tempat keen duduk. "Perlu saya bantu?" lux bangun dan membantu cassy berjalan beberapa langkah dengan memegangi tangannya.


"Ahh iya baik" cassy duduk "Terimakasih, sekretaris lux ternyata sangat peka dan perhatian yaa"


"Hanya begini saja, ini bukan apa apa" ia menoleh ke arah keen "ehemmm" ia merasa ngeri dengan tatapan menusuk dari bosnya yang seakan memberikan isyarat jangan menyentuh istrinya, dan jangan banyak bicara. "Kini aku mengerti mengapa pak ceo ingin bekerja dari rumah" pikirnya dalam hati.


"Tok tok, permisi" suara ketukan pintu yang terlah terbuka.


"Lys, masuklah, saya di ruang tamu!!" teriak cassy di tempatnya.


"Baik, saya masuk permisi" ucap lys sembari melangkahkan kakinya masuk.


Deg. sampai di ruang tamu ia melihat seorang pria yang sangat ingin dihindarinya, tatapan mereka bertemu dan kemudian keduanya saling menoleh ke arah lain. "Sepertinya anda sedang sibuk yaa, saya akan kembali nanti" ia berbalik badan.


"Ehhh, tunggu lys, kau bisa bergabung, saya sudah menunggumu loohhh kau mau kemana?"


Lys tak memiliki pilihan lain selain menuruti keinginan atasannya, dengan berat ia kembali "Baik"


"Apa?? tidak bisakah saya duduk di samping anda?"


Keen dan cassy kompak menoleh ke wajahnya "Kau bisa duduk ditengah kami kalau mau" ucap cassy seraya tersenyum.


Karena tidak mungkin ia duduk nyempil diantara pasangan suami istri, akhirnya ia terpaksa duduk di sebelah sekretaris lux, ia duduk di ujung sofa sangat ujung hingga membuat sekretaris lux merasa tidak enak sendiri.


Cassy melihat tingkahnya yang sedikit aneh "Kau kenapa sih? apa kalian sedang bertengkar?"


"Tidak" Mereka menjawab dengan bersamaan, membuat kedua orang dihadapannya menjadi terkejut dan berfikir yang tidak tidak.


Keen kembali menoleh ke berkasnya "Tanggung jawablah sekretaris lux" ucapnya dengan santai.


Kedua orang itu tampak terkejut mendengar ucapan keen "Sa saya tidak mengerti maksud anda pak" ucap lux dengan suara bergetar.


"Kau sangat terlihat telah membuat kesalahan kepada lys" ucap keen lagi.


"Kalian sungguh bertengkar?" ucap cassy menatap keduanya dengan serius.


"Tidak" ucap lys tegas.


"Ahh, baiklah jika tidak" cassy hanya mencoba memahami lys yang tampak tak nyaman.


"Ck ck ck, kami seperti orang tua yang sedang menegur anaknya" gumam keen. cassy mendengar gumamannya dan menatap pria di sampingnya dengan sinis.


"Ini laporan penjualan sejak cafe kembali beroperasi, dan ini perkembangan pembangunan untuk cabang ke dua" ucap lys meletakannya bergantian di hadapan cassy.


"Baiklah, ini tidak mendesak saya akan membacanya nanti"


"Baik, apa kaki anda baik baik saja?"


"Iya, ini bukan apa apa hanya sedikit bengkak, beberapa hari lagi pasti akan segera membaik"


"Ya, saya harap kaki anda lekas sembuh, syukurlah Tuan Keen menemani anda hingga beliau rela bekerja dari rumah" ucapnya seraya tersenyum. Keen pun meliriknya, ia panik karena lys menyebutkan tepat ke intinya.


"Apaa??" Cassy menoleh ke keen "Benarkah kau bekerja dirumah karena aku?"


"Tidaklah, aku sudah berencana dari jauh jauh hari bekerja dirumah untuk beberapa hari, benarkan sekretaris lux?" matanya berkedip sebagai isyarat agar lux membantunya.


Lux tersenyum miring "Ya, benar yang dikatakan pak ceo bu cassandra"


"Ahh syukurlah, aku tidak suka menjadi beban suami kontrakku"


"Ya, aku juga tak suka hidup bersama istri kontrak yang seperti beban!" jawab keen yang tak mau kalah.


Kedua orang di hadapannya hanya menggeleng geleng tak percaya sembari menatap keen. Keen pun menaruh jari telunjuknya di bibir kepada orang yang tengah melihatnya.


Lux membereskan berkas yang telah diselesaikan keen, "Saya pamit kembali ke cafe bu bos dan pak bos" ucap Lys seraya menenteng tasnya.


"Bukankah sekretaris lux juga sudah mau kembali?" tanya cassy.


Lux mulai merasakan firasat tidak baik "Be benar" ia menjawab dengan ragu ragu.


Cassy tersenyum lega "Tolong antar lys ke cafe, apa anda tak keberatan?" ucapnya dengan wajah penuh harap.


"Tidak perlu, saya bisa naik taxi" tolak lys dengan tegas.


"Mari saya antar nona alyssa, kebetulan ada sesuatu yang ingin saya sampaikan" ucapnya sembari membetulkan kacamatanya.


"Ba baiklah" ia ragu ragu namun juga penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh pria yang telah menolak cintanya itu.


"Baguslah, hati hati dijalan" ucap cassy.


"Baik, saya permisi pak ceo" jawab lux, keen pun mengangguk, lalu mereka berdua pergi menaiki mobil yang sama.


Cassy tampak berpikir "Sepertinya terjadi sesuatu diantara mereka berdua" gumamnya.


"Tak usah memikirkan persoalan rang lain, urus saja kakimu yang sedang bengkak!!" ucapnya pelan namun menusuk.


"Hemmm"


Keen memperhatikan kakinya "Sepertinya bengkaknya makin besar, ayo kita ke rumah sakit" keen merasa sangat khawatir, tanpa persetujuannya ia segera menggendong cassy.


Bersambung.............................