SECOND LIFE

SECOND LIFE
Episode 92



Cassy terduduk dan kedua tangan winter mendarat di senderan sofa mengunci tubuh cassy, cassy spontan memejamkan kedua matanya dihadapan wajah pria yang kini tengah bertelanjang dada itu yang semakin mendekat.


Bibir winter tersenyum "apa yang sedang kau harapkan dengan memejamkan matamu?"


Sontak cassy segera membuka matanya karena merasa malu, dihadapannya terlihat wajah yang jelas jelas sedang berekspresi menjahilinya "aku tidak mengharapkan apa apa tuh" ucapnya sembari mengalihkan wajahnya.


Kedua tangan winter meraih pipi cassy lalu mencium bibirnya dengan perlahan namun pasti namun kali ini ciuman pria itu lebih berhasrat daripada sebelumnya, kedua mata mereka tertutup menikmati suasana romantis yang tercipta, bibir winter perlahan menuju ke bawah mencium lehernya, tangannya membuka jaket kulit yang melekat di tubuh cassy. Wanita itu begitu terhanyut dengan setiap sentuhan lembut yang membuat tubuhnya semakin memanas dan jantungnya semakin berdebar hebat.


Winter meraih tangan cassy dan membuat kedua tangan itu bersandar di bahu lebarnya, kemudian ia menggendongnya, ia berjalan dengan tetap mempertahankan ciuman mereka, lalu winter menurunkannya perlahan diatas tempat tidurnya, kemudian kembali menciumi keseluruhan lekuk tubuh kekasihnya itu, malam yang panjang dan panas masih belum berakhir..


.


Cip cip cip, nyanyian burung bersiul menandakan datangnya pagi dengan sinar matahari hangat yang menyelimuti, sinar itu menembus kedalam jendela besar yang berselimut tirai putih.


Didalam kamar itu terlihat pakaian yang berserakan dilantai, sedangkan kedua pemilik pakaian masih bergelayut di bawah satu selimut, berpelukan dan enggan kembali memisahkah tubuh satu sama lain.


Kring kring.. Terdengar suara alarm dari ponsel Winter menandakan sudah waktunya ia bangun, tangannya meraba ponsel diatas meja disamping tempat tidurnya,ia membuka matanya setelah tangannya berhasil menggapai ponsel, lalu ia mematikan alarm yang berisik itu.


Winter melihat wajah disampingnya yang tampak tak nyaman karena terkena sengatan sinar matahari, kemudian ia meletakkan tangannya di atas wajahnya untuk melindunginya dari sinar itu. "sudah waktunya kau bangun" bisik winter di telinga cassy.


Cassy perlahan membuka matanya, wajahnya tampak lesu dan letih mengingat aktifitas yang mereka berdua lakukan malam tadi, namun bibirnya tersenyum tipis menoleh ke wajah dihadapannya. "jam berapa? Apa kau tidak kerja? Hoammm" tangannya menutup mulutnya yang menguap.


"Sekarang hari minggu"


"Ahh benar, senangnyaaa tidak usah berangkat kerja, apa permasalahan perusahaanmu sudah teratasi?"


"Ya, itu bukan masalah besar"


"Jadi apa yang akan kau lakukan hari ini?"


"Entahlah, akhir akhir ini aku sangat sibuk dan terus lembur jadi aku ingin istirahat"


"Tentu kau harus istirahat, aku harus berangkat kerja sekarang" ia bangun dengan menutupi dadanya dengan selimut.


"Aku akan mengantarmu, bukankah kau kelelahan?"


Wajah cassy tersipu"Ehemmmm.. Kau mengatakan hal yang memalukan" winter hanya bereaksi dengan tersenyum.


Setelah itu Winter mengantarkan cassy ke cafenya, hari ini ia benar benar berangkat lebih terlambat dari jam biasa jika ia kesiangan.


Winter kembali mengendarai mobilnya setelah membaca pesan teks dari seseorang, ia berhenti di sebuah coffe shop x, ia turun dari mobilnya dan berjalan masuk, ia berjalan menghampiri wanita yang ditemuinya kemarin, padahal jelas jelas winter telah mengatakan bahwa dia sudah memiliki kekasih tapi wanita itu terus saja mengganggunya dengan mengirimkan pesan teks.


"Apa yang ingin anda bicarakan Nona Carissa?" ucapnya setelah duduk dihadapan wanita itu.


Wanita itu tersenyum "syukurlah anda datang, saya pikir anda akan menolak ajakan saya"


Mustahil pria manapun akan menolak pesonaku, tak terkecuali pria ini.


"Saya datang karena saya barusaja mengantar kekasih saya disekitar sini"


ahhh..masih saja jual mahal ternyata.


"Jika tidak ada yang ingin anda katakan saya permisi"


"Tunggu!" wanita itu memegang tangan winter untuk menghentikannya pergi, winterpun menatapnya tak suka.


"Waahhh...sahabatku apa yang sedang kau lakukan disini" ucap keen yang tiba tiba muncul menghampiri mereka dengan membawa cup kopi hangat ditangannya.


Winter segera menepis tangan Carissa, "Apa yang kau lakukan disini?"


Keen menatap ke arah carissa dan mengabaikan pertanyaan winter "hai, salam kenal saya keenan, sahabat lama tuan winter, maaf anda siapanya pria ini?" ia menunjuk ke winter.


"Halo, saya carissa senang berkenalan dengan anda, saya sedang mencoba mengakrabkan diri dengan tuan winter" ucapnya seraya wajahnya tersipu malu.


"Ahh.. jadi begitu? semoga berhasil" ucap keen tersenyum.


Keen mendekat ke arah winter "aku sudah memotret kalian dan sudah kukirimkan kepada wanita itu agar dia menyesal telah memilihmu" bisiknya lalu wajahnya menyeringai.


Wajah winter terlihat menahan amarahnya "lakukan saja apapun yang kau mau, dia hanya akan mempercayaiku!" balasnya dengan berbisik, wajahnya penuh dengan kemenangan sehingga membuat keen terlihat kesal. Padahal ia pun merasa tak yakin dengan apa yang barusan dikatakannya.


"Bukankah sebentar lagi kau akan menikah dengan si model itu? aku dan cassy akan dengan senang hati menerima undangan darimu" ucapnya lagi dengan keras.


Keen merasa tertohok karena membuatnya kembali mengingat akan fakta yang susah payah dilupakannya, "kau terlalu banyak bicara tak seperti kau biasanya ya" jawab keen sembari menepuk bahu winter dengan keras, ia telah kesulitan dengan menahan amarahnya, lalu segera pergi.


"Bukankah Pria tadi tuan keenan dari J group?" tanya carissa antusias.


"Kalian membicarakan pernikahannya? bukankah beliau belum lama bercerai?"


"Saya tidak ingin ikut terlibat dengan pembicaraan seperti ini, saya permisi dan tolong jangan pernah mengirimi saya pesan lagi, permisi" kemudian winter pergi meninggalkannya.


"Dasar pria menyebalkan" gumamnya sembari menggertakan gigi melihat punggung winter yang semakin menjauh.


Tadi winter mengatakan aku dan cassy? maksudnya cassy yang itu kan? mantan istri tuan keenan? jadi wanita itu sudah mencari pengganti secepat ini? sungguh murahan, menyebalkan diantara banyaknya rang didunia ini mengapa harus wanita itu yang menjadi sainganku!!


***


Cassy dan lys masuk ke dalam cafe setelah kembali dari makan siang mereka, tiba tiba lys terhenti setelah melewati pintu "hari ini tidak ada kiriman bunga?" mereka saling memandang.


"Benar, mengapa?"


"Kira kira kenapa?" mereka kembali berjalan.


"Entahlah, apa karena saya tidak berangkat dengan mobil sendiri dan dia tak melihatku?"


"Apa biasanya anda membuka mobil anda?"


Cassy mengangguk "benar, udara pagi kan sejuk" ia membuka ruangan office dan mereka duduk berhadapan.


"Ahhh.. pasti orang itu melihat anda berangkat dan melihat warna baju anda"


"Ahhh, sepertinya kau benar"


"Orang yang melihat anda berangkat dari apartemen sampai cafe, apa kira kira anda bisa menebak?"


"Entahlah, sepertinya akan banyak orang yang melihatku sepanjang jalan"


"Hahhh... susah juga"


"Seharusnya hari ini kau libur kan?"


"Iya, karena bosan akhirnya saya berangkat"


"Kau tidak berkencan dengan lucas?"


"Hahhh... orang itu selalu saja bilang sibuk meskipun akhir pekan banyak yang dikerjakannya untuk atasannya itu yang tak manusiawi, lihat saja aku akan memprotes tuan keenan"


"Yah, kau harus melakukan itu"


"Apa anda tak merasa sedih mendengar nama mantan suami anda?"


"Kenapa saya harus sedih? toh memang kami tidak memiliki hubungan yang spesial"


"Benar juga, apa anda sama sekali tak memiliki perasaan kepadanya meskipun anda sempat tinggal bersama dengannya?"


"Daripada perasaan suka saya lebih ke menghargai dan simpati kepadanya setiap dia memperlakukan saya dengan baik dan berharga"


"Andai tuan keenan tidak terlibat dengaan model itu apa sampai sekarang perasaan anda akan berubah menyukainya walau sedikit"


"Entahlah, tapi saya tidak bisa membantahnya juga"


"Yasudah anda tak perlu lagi mengingatnya karena sekarang anda sudah menyukai orang lain"


Cassy tersentak, matanya melebar "apa maksudmu aku sudah menyukai orang lain?"


Lys menutup mulutnya, ia benar benar keceplosan, ia melepaskan tangannya dan meringis "saya sudah tahu hubungan anda dan tuan winter"


"Serius?" cassy tersentak lagi.


"Mengapa anda sekaget itu? sebenarnya saya sedikit kecewa karena anda tak memberitahu saya huhu"


"Ahhh.. maaf, itu karena saya malu"


"Tak masalah, yang penting anda bahagia"


"Terimakasih" ia tersenyum sembari menggenggam tangan lys.


Bersambung...............