
"Maaf Nona Lys, saat ini saya tidak sedang berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita, sekali lagi saya minta maaf"
Hatinya merasa ngilu "Ahh, saya bisa menunggu sampai anda siap"
Lux pun kembali terdiam, beberapa detik kemudian ia menjawab kembali "Maaf, karena ini sudah sangat larut saya harus mengakhiri panggilan, selamat malam nona lys" setelah mengatakan itu ia langsung mematikan sambungan telepon dengan nada suara yang tak berubah.
Sekretaris lux terdiam di atas tempat tidurnya, lalu ia bangun berjalan keluar dari kamar dengan cahaya redup kekuningan, lalu ia membuka pintu di samping kamarnya, disana tampak seorang gadis tengah tertidur nyenyak, ia mendekatinya, duduk di sampingnya, ia menatap wajah gadis cantik yang tubuhnya lebih kecil dari gadis seusianya itu dengan tatapan sedih, ia kembali merapikan selimutnya lalu beranjak keluar dari kamar tersebut.
Sekretaris lux menaiki tangga besi yang menuju ke roftop rumahnya, ia duduk di kursi kayu panjang yang telah ada disana, malam itu langit dipenuhi bintang, ia bisa melihat dengan jelas cahaya cahaya dari bintang serta cahaya lampu dari gedung gedung pencakar langit, ia kerap menghabiskan waktu disana ketika pikirannya tengah kalut, ia duduk terdiam.
Di kepalanya teringat memori memori masa lalu saat ia masih menempuh pendidikan di salah satu universitas terkemuka di kota itu, ia adalah mahasiswa yang cukup pintar sehingga tidak sulit baginya untuk mengejar beasiswa, ia memiliki kepribadian yang ramah, satu lagi keunggulannya adalah wajah dan penampilannya diatas rata rata,tak heran jika ia menjadi salah satu mahasiswa yang cukup populer.
Tak sedikit gadis gadis yang tertarik dengannya, hingga ia bertemu dengan seorang mahasiswi di satu jurusannya itu, saat itu ia merasa telah menemukan cinta pertamanya, merekapun saling menyukai, dia gadis baik hati dan ramah yang berasal dari keluarga kaya, bisa dibilang dialah dewi kampus, setelah beberapa bulan hubungan mereka semakin baik dan harmonis, mereka sering menghabiskan waktu bersama dalam hal yang positif.
Sampai pada akhirnya ia mengajak gadis itu berkunjung ke rumahnya untuk dikenalkan kepada adik perempuan satu satunya, namun begitu kekasihnya melihat rumah yang ditinggali dan adiknya yang memiliki keterbelakangan mental sekaligus cacat lahir ia langsung meninggalkannya dan meminta putus keesokan harinya.
Ia pikir yang sudah berlalu biarlah berlalu, ia kembali mengencani seorang gadis lain, dan ia percaya bahwa tidak semua gadis yang dipacarinya memiliki sifat yang sama, seakan ingin membuktikan bahwa pikiran buruknya salah ia kembali mengenalkan kekasihnya kepada adiknya, namun reaksinya tak jauh berbeda,Kejadian seperti itu terus terulang beberapa kali hingga ia merasa bersalah kepada adiknya yang bahkan tidak bisa berbicara denga jelas, namun dari sorot matanya ia menyadari bahwa ia telah membuat adiknya semakin sedih dan kesulitan karena egonya sendiri,ia mulai mematri pikiran di kepalanya bahwa hanya dirinyalah yang bisa menerima kekurangan adiknya, ia tidak membutuhkan pendamping hidup, ia hanya akan hidup berdua dengan adiknya yang malang.
*************
Keesokan harinya, lys bangun dari tidurnya, ia mengusap matanya, kepalanya terasa nyeri, matanya bengkak dan hitam karena menangis semalaman sampai tertidur, dari pada merasa sakit hati karena ditolak ia lebih merasa malu jika harus bertemu dengan pria itu, rasanya harga dirinya sudah habis tergadaikan.
Ia melihat jam di ponselnya, matanya membelalak "Hah, yang benar saja sudah jam sembilan??" ia segera bangun dari kasurnya, ia berpikir seharusnya ia tak nekat mengungkapkan perasaannya tadi malam, karena sekarang ia benar benar melupakan hari pentingnya yaitu pembukaan kembali cafe yang baru saja direnovasi setelah dimundurkan beberapa hari.
Setelah terburu buru bersiap ia naik taxi dan merhenti di depan cafe, di sana sudah banyak karangan bunga ucapan selamat berjejer dari rekan rekan pemilik cafe, "Wahh ini nuansanya seperti pembukaan perdana cafe, luar biasa hebat memang bosku" gumamnya seraya memperhatikan satu persatu pengirim, lalu ia masuk dan membantu persiapan bersama para staff yang sebelumnya diliburkan, tentu saja tanpa samuel, karena ia tidak mau kembali bekerja karena perasaan bersalahnya.
Tak lama seorang pria berkacamata bening turun dari mobilnya membawa sebuah pot bunga begonia di kedua tangannya berjalan masuk ke dalam cafe, semua mata para staff tertuju padanya, mereka serasa melihat seseorang pangeran yang hendak melamar kekasihnya, ketika semua orang terkesima lys barulah menyadari apa yang membuat rekannya bereaksi seperti itu, saat pria itu sampai di depan pintu Lys refleks melarikan diri dan bersembunyi, pria itu dapat melihat dengan jelas apa yang dilakukan wanita itu.
Pria itu yang tak lain adalah sekretaris Lux yang secara langsung mengantarkan kiriman dari atasannya yang juga suami pemilik cafe, Setelah meletakkan pot di meja kasir ia segera pergi, setelah pria itu pergi barulah lys keluar dari persembunyiannya, ia melihat apa yang diantarkannya, ia memegang sehelai daunnya "Ini asli?" itulah yang muncul di pikirannya.
Ia melangkah kembali menuju ruangannya "Mengapa? mengapa aku bersembunyi? apa aku telah melakukan kesalahan? apa aku seorang kriminal karena menyatakan cinta kepada seorang pria? aku tahu ini bukan kejahatan atau kesalahan tapi intinya ini sungguh memalukan!!!" gumamnya seraya bertanya tanya kepada dirinya sendiri.
Tak lama kemudian Daniel datang ia dengan sigap membantu lys di ruangannya, kemudian Jordan pun datang "Hai Ladys" ia menyapa para staff wanita dengan berlaga seperti casanova lalu ia pun pergi menuju ruang office di lantai dua.
Semua telah siap dan akhirnya cafe dibuka dan mulai melayani pengunjung,satu persatu pengunjung pun berdatangan, cafe menjadi ramai dalam sekejap,.Cassy datang sendiri dengan mobilnya, ia masuk dan para staff mulai menyapanya, ia menghampiri lys, daniel dan jordan yang tengah berbincang bincang di meja pelanggan.
"Hai semua, maaf ya saya terlambat" ucap Cassy sembari menarik kursi dan duduk bersama mereka.
"Itu sudah pasti, makasih karena kalian menggantikanku mengurusnya, seandainya kalian tidak ada pasti terpaksa saya harus menutup cafe"
"Santai saja kak" jawab daniel.
"Daniel apa kau bolos kerja?"
"Tidak, aku menggunakan cuti tahunanku"
"Baguslah, aku akan merasa bersalah kalau kau sampai bols masuk kerja karena membantuku"
"Kau tidak bertanya padaku Kak?" ucap Jordan dengan wajah masam.
"Kau ya? kau bilang ingin membuka cafe apa masih belum?'
"Aku sedang menyiapkannya perlahan"
"Semoga berjalan lancar yaa"
"Sepertinya kakak tambah cantik saja setelah menikah, membuatku ingin menjadi perebut istri orang saja" ucap jordan lagi.
"Jangan bicara omong kosong! Kau akan mendapat masalah jika sampai terdengar orang lain"
"Aku suka kok terlibat skandal dengan istri ceo J group construction"
"Jordan!!!" cassy menatapnya tajam dan jordan hanya memberinya senyuman. Casy hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya.
'Wajahmu tampak pucat lys? apa kau sangat kelelahan karena mengurus cafe?" cassy tampak kawatir karena lys terlihat berbeda.
"Tidaklah, saya sangat semangat bekerja, hanya saja semalam saya kesulitan tidur" ucapnya sembari tersenyum.
"Begitu? bilanglah pada saya jika kau mengalami kesulitan" lys menjawab dengan mengangguk beberapa kali.
Bersambung..........................