SECOND LIFE

SECOND LIFE
Second Life Bab 9



Tok… Tok… Tok…


"Ma, Asha masuk ya? Pak Ghibran udah pamit pulang duluan tadi"


"Iya, masuk aja Sha" balas Alma dari dalam kamarnya. Niat awalnya ingin mengambil beberapa lembar kertas kosong agar Ghibran lebih leluasa menjelaskannya malah berakhir kesal dengan sebuah pesan yang datang ke dalam ponselnya berisikan spam chat.


Ceklek!


Pintu kamar Alma dibuka oleh Shasha. Alma yang sedang memegang beberapa alat tulis itu menghampiri sahabatnya. "Kenapa Bang Ghibran udah pulang? Cepet banget, biasanya lama kalau datang kesini" tanya Alma seraya meletakkan kembali alat tulis yang ia pegang di atas meja belajarnya.


"Emm… Kalau gak salah tadi Pak Ghibran bilang mau ke rumah temennya" balas Shasha mengingat-ingat apa yang dikatakan Ghibran kepadanya sebelum pergi meninggalkannya seorang diri di ruang tamu.


"Temen?"


"Iya, yang tadi itu loh… Yang ada di kampus waktu mau pulang. Tadi kan dia ganggu Alma. Kalau gak salah namanya Ren!" Ucap Shasha mengingat kejadian beberapa jam yang lalu kepada Alma. Saat sahabat dan bodyguard sahabatnya itu menjadi tontonan banyak mahasiswa.


"Iya-iya, Alma inget. Nih, orangnya kirim chat gak jelas ke Alma" tangan Alma terulur memberikan ponselnya kepada Shasha.


"Baca ya?" Izin Shasha, ia sangat ingin tau apa yang ingin dilakukan oleh pria bernama Ren itu. Anggukan pelan Alma berikan sebagai jawaban dari ucapan izin Shasha.


Detik berikutnya tawa Shasha menggelegar kencang. Menurutnya pesan yang Renaldi kirimkan untuk Alma sangat menggelitik perutnya. Terlalu alay dan sedikit humoris, membuatnya tergelitik membaca isi pesan tersebut.


"Gimana caranya biar dia gak bisa ngechat Alma lagi?" Shasha mendongak menatap Alma yang bertanya kepadanya.


"Gampang… Di block aja orangnya. Eh tapi jangan deh, kayaknya lucu orangnya"


"Block aja Sha,"


"Gak usah Alma. Tunggu aja sebentar, minimal sebulan biarin dia ngechat Alma. Alma juga harus bales, tapi seperlunya aja." Akhirnya Alma mengangguk menuruti. Seluruh sahabat pria nya saja selalu ia abaikan akhir-akhir ini, tapi sekarang datang lagi orang baru yang berusaha mendekatinya.


__________


Pukul empat sore hari, Shasha baru pulang dari kediaman Alma. Seperti biasa, selalu saja ada yang memintanya untuk segera datang, padahal niatnya ingin lebih lama lagi berada di tempat sahabatnya itu. Siapa lagi kalau bukan Ayahnya yang selalu saja memintanya untuk datang secara tiba-tiba.


Bukan di kantor, melainkan makan malam mendadak yang Ayah dan kliennya siapkan. Shasha harus segera bergegas langsung menuju rumahnya.


Sampai di depan gerbang rumahnya, Shasha menekan klakson mobilnya agar gerbangnya dibukakan dari dalam. Tak lama setelah itu satpam yang bekerja menjaga rumahnya membuka gerbang selebar mungkin. Langsung saja Shasha masuk ke dalamnya, tanpa kata-kata yang biasanya selalu ia ucapkan kepada satpam rumahnya 'terima kasih, pak' membuat satpam itu merasa ada yang salah dengan anak majikannya itu.


Sampai di garasi, mobil milik Shasha pun tidak diparkirkan dengan benar. Ia langsung berlari keluar dari mobilnya memasuki rumahnya. Karena jalanan sore penuh, Shasha baru bisa sampai ke rumahnya pukul setengah enam sore. Waktunya untuk bersiap tinggal sedikit sekali.


"Kak jangan lari-lari!!" Teriak Kania yang melihat anaknya berlari sangat cepat menuju kamarnya.


"Shasha gak punya banyak waktu, Bun. Maaf" balas Shasha ikut berteriak. Dalam hatinya ia merutuki Ayahnya yang menurutnya kadang suka semena-mena pada dirinya.


Sampai di dalam kamarnya, Shasha menatap pantulan dirinya dari dalam cermin. Mungkin karena sudah sore hari, Shasha terlihat sedikit lebih kucel dari biasanya. Kalau seperti ini ia membutuhkan waktu yang lama untuk bersiap.


Beberapa menit sudah berlalu, Shasha baru keluar dari dalam kamar mandinya dengan menatap lemari pakaiannya. Ia tak tau ingin mengenakan apa nanti. Apalagi rambutnya saat ini belum keringkan.


Tok… Tok… Tok…


"Kakak, Bunda masuk ya?" Suara Kania terdengar dari luar kamar Shasha.


"Iya Bun, masuk aja. Tadi Kakak lupa ngunci" balas Shasha. Tatapannya masih terfokuskan pada lemari pakaiannya.


"Nih, Kak. Kamu pake ini aja ya?" Shasha menoleh. Ternyata Ibunya itu membawakannya sebuah pakaian yang harus ia kenakan nantinya.


"Gamis, Bun? Emang mau pengajian?" Tanya Shasha. Ia sangat menghindari pakaian gamis itu. Pernah sesekali Shasha pakai, dan itu yang membuatnya terjatuh beberapa kali karena gamis yang ia kenakan sangat panjang.


"Nggak. Kamu pake aja, aurat kamu keliatan sama orang-orang!" Peringat Kania kepada anak sulungnya. Ia sendiri heran mengapa anaknya yang satu ini sangat berbeda dari anak-anaknya yang lain. Jika Shasha tak suka mengenakan pakaian yang tertutup, lain halnya dengan Cyra dan Nadhira yang selalu mengenakan pakaian tersebut.


Yang Kania inginkan adalah, Shasha menutup auratnya. Setidaknya ia ingin anaknya itu lebih tertutup pakaiannya.


"Bun… Kakak gak cocok pake baju itu. Susah geraknya, Bunda…" ucap Shasha merengek manja.


Kania menggeleng. "Kita cuma makan malam, gak kemana-mana. Duduk aja di atas bangku" ucap Kania membuat Shasha terdiam tak berkutik. Detik berikutnya Shasha mengangguk lemah karena perkataan Ibunya itu ada benarnya juga.


Kania kembali keluar dari kamar anak sulungnya. Ia berhasil meminta Shasha untuk mengenakan pakaian gamis yang biasa dirinya dan kedua anak perempuannya pakai.


Pintu kamar kembali ditutup oleh Kania dari luar. Menyisakan Shasha yang masih setia berdiri di dalam kamarnya. Masih menatap sebuah gamis yang Ibunya taruh di atas ranjang tidurnya. Akhirnya Shasha meraih gamis tersebut dan kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan gamis.


__________


Huaa T_T maafin aku karena lama ga update2


Readers: Thor, ini sebenernya cerita Shasha atau Alma sih?


Me: Dua-duanya.


Jadi, cerita ini tuh aku gabung dari dua novel yg beda. Pertama "Pernikahan Dini Dengan Musuhku" (Daffa sama Kania) yang kedua "My Love Defense" (Ghifari sama Lunara) jadi ini cerita anak2 mereka pas dewasa. Tapi sekarang aku fokus ke cerita Shasha dulu deh, Alma nanti


Makasih ya masih setia nunggu cerita ini xD


Spam komen sebanyak-banyaknya biar aku update lebih banyak cerita ini…