Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
Fakta Baru!



"Oppa, kau telah tiba..." Kim begitu bersemangat melihat kedatangan orang itu


"Ayolah, Jenny..." Ucap pria itu lagi.


Wajah Kim menegang, aku menatap wajah laki-laki yang sejak tadi kami bicarakan.


Dia tampak tidak hirau terhadap Kim, hingga akhirnya Kim bangun, dan menghampiri laki-laki itu, kemudian merengkuh tangan laki-laki tersebut.


"Bukankah kau mau menjemputku?" Kim tampak bersemangat sekali.


Laki-laki itu menatap Kim dengan tatapan yang sangat tajam, hingga membuat Kim melepaskan tangannya.


Aku segera bangun, dan berniat langsung pergi untuk meninggalkan mereka.


"Baiklah, kalian... Selesaikanlah urusan kalian." Kataku kemudian melangkah.


Namun langkahku terhenti, karena tanganku di raih oleh laki-laki itu.


Young Joon... Dia masih menatap tajam ke arah Kim!


Wajah Kim sungguh terlihat ketakutan!


"Apa yang telah kau katakan kepada calon istriku!" Young Joon mengatakannya dengan tenang, namun tegas.


Aku menatap wajah Young Joon, sedangkan Kim terlihat sangat ketakutan!


"APA YANG TELAH KAU KATAKAN KEPADA CALON ISTRIKU!!!" Young Joon berteriak kepada Kim, hingga membuat pengunjung yang ada di kafe, serta orang yang berlalu lalang di sekitar kafe ini menatap ke arah kami.


Kim ketakutan setengah mati! Matanya kini berkaca-kaca, bahkan dapat ku lihat sekilas, tubuhnya agak bergetar!


"A-aku... Aku..." Kim gelagapan! Dia terlihat bingung akan berkata apa.


"Racun apa lagi yang kau berikan kepadanya UNTUK MEMISAHKAN KAMIII!!!" Young Joon kembali berteriak kepada Kim!


Kim menangis, lalu...


"AKU MENGATAKAN SEMUA KEPADANYA!!! YA!!! SEMUA!!!" Kim terlihat emosional sekali kali ini!


"AKU BAHKAN MENGATAKAN KEPADANYA BAHWA KITA PERNAH TIDUR BERSAMA!" Kim terlihat menyeringai dalam tangisnya!


Young Joon terbelalak, dia langsung menatapku! Demi apapun, dadaku terasa sesak!


"Kalian..." Saat aku akan mengucapkan sesuatu...


"Jenny, apa yang kau lakukan disini? Aku mencarimu di ruanganmu, namun kau tidak ada?"


Aoyama!


Aku langsung menatapnya, begitupun dengan Young Joon dan Kim!


Aku segera melepaskan tangan Young Joon, dan langsung mencium bibir Aoyama...


Aoyama tampak bingung dengan perlakuanku padanya, dan akhirnya sadar akan sesuatu.


Aku dapat melihat dengan jelas, mata Young Joon memerah melihat adegan panasku dengan Aoyama...


"Oooh... Aku sungguh sangat merindukanmu, sayang... Apa kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu?" Ucapku, lalu memeluk Aoyama


"Aaah... Aku sudah menyelesaikan semua berkasnya, kemudian..."


"Aku permisi dulu." Ucapku, kemudian menarik tangan Aoyama, untuk segera meninggalkan tempat itu. Diikuti oleh tatapan penuh kemarahan dari Young Joon...


****************************


Aku dan Aoyama telah duduk di sebuah taman.


Sepanjang perjalanan menuju taman ini, aku hanya termenung.


Ucapan Kimberly, serta ekspresi wajah Young Joon, ketika Kimberly membalas ucapan Young Joon!


Huuufffttt... Itu selalu saja terngiang di telinga, serta pikiranku...


"Kau mau pesan apa?" Ucapan Aoyama membuyarkan lamunanku.


"Eh?"


Aoyama tersenyum, lalu mengusap punggung tanganku.


"Sudahlah... Jangan terlalu di pikirkan! Kau hanya membebani dirimu sendiri, tahu!"


Aku tersenyum, mendengar ucapan Aoyama, lalu membelai punggung tangannya, yang kini masih membelai punggung tanganku.


"Tentang tadi..."


"Aku mengerti maksud dari sikapmu tadi, Jenny!" Aoyama menyela ucapanku, membuatku tersipu malu.


"Maafkan aku..." Ucapku tersipu.


"Itu adalah hal yang wajar, ketika kau ingin menghindari keadaan yang rumit." Jawabnya.


"Lagi pula... Untung saja, aku yang tadi datang! Bagaimana jika itu adalah Frank, atau Mr. Marshall!"


Aku langsung menepuk keras punggung tangannya!


"Kau ini! Justeru karena itu adalah kau, makanya aku melakukan itu!" Kesalku padanya.


"Benarkah?" Sumringah sekali Aoyama, membuatku gugup setengah mati!


"Eh... I-itu... Itu..."


"Ayolah, Jenny! Santai saja!" Ucap Aoyama, sambil tersenyum, lalu memesan minuman.


*********************


"Tentang Young Joon..."


"Eh?" Aku sungguh terkejut, ketika menyesap minumanku!


Bagaimana Aoyama bisa mengetahui nama Young Joon?!


Apakah mereka saling mengenal?!


Atau jangan-jangan...


"Ng... I-itu... Itu... Aoyama!"


"Hmmmm?"


"Apa kalian saling mengenal?" Ucapku agak mengintimidasi.


Aoyama menatap wajahku dalam, alih-alih langsung menjawab pertanyaanku.


"Apa itu begitu penting bagimu?" Dia malah balik bertanya.


"Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku tadi!"


"Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku!"


Aku terhenyak, mendengar jawaban darinya!


Aoyama memperhatikan ekspresi wajahku dengan saksama, kemudian... Tersenyum...


"Yeah! Dia adalah teman kuliahku sewaktu di Australia dulu!" Ucapnya kemudian menyesap minumannya.


Aku menghela nafas kasar, sambil tersenyum miris!


Entah fakta apalagi, yang akan ku ketahui selanjutnya!


"Ummm... Dan 'teman' yang ku ceritakan kepadamu, sewaktu pertma kali kita bertemu dulu... Sssshhhh... Teman yang ku temui, satu hari seblum kita bertemu..."


"Hmmmm..."


"Itu adalah Young Joon... Park Young Joon!"


Wow... Woooww... Woooowwww!!!


Ini semakin menarik!


Kecuali Clarence, mengapa hidupku harus selalu di kelilingi oleh orang yang terhubung satu sama lain?!


Tidakkah itu terasa aneh?!


****************************


Seminggu setelah pengakuan Kimberly tentang Young Joon yang pernah tidur dengannya, aku tidak lagi bertemu dengan Young Joon.


Dan tidak seperti biasanya, kali ini Young Joon tidak berusaha untuk menghubungiku.


Bukankah itu bagus?


Dan tentang pengakuan Aoyama, yang ternyata teman satu kampus Young Joon, ketika mereka kuliah di Australia dulu, itu cukup mengejutkanku!


"Mengapa kau tidak mengatakannya dari awal?" Selidikku kepada Aoyama yang saat ini tengah meneguk wine.


Aoyama menaruh gelasnya, kemudian menatapku.


"Apakah itu penting? Ayolah Jenny, kau telah menanyakan ini, minggu lalu!" Aoyama tersenyum.


Harus ku akui, senyum Aoyama tidak kalah menawan dengan senyum Young Joon!


Aku tertegun sejenak, memikirkan kata-kata Aoyama tadi.


"Ummmm.... "


"Kami cukup akrab! Bahkan kami berbagi kamar bersama. Aku, Young Joon, dan satu teman Indonesia." Aoyama memutar kursinya ke arahku.


"Dan wanita yang kau temui itu..."


"Kimberly!" Ketusku


"Yaaaa... Awalnya kupikir dia adalah kekasih Young Joon, namun ternyata bukan!" Aoyama tertawa


"Maksudmu?" Aku menatapnya heran


"Wanita itu sedikit gila! Dia senang mengada-ada." Aoyama menggaruk pelipisnya dengan telunjuk.


"Ku pikir dia terobsesi dengan Young Joon." Ucapnya kemudian kembali memutar kursi menghadap meja bar.


Aku kembali mengingat kata-kata Kimberly!


Jika dia memang orang yang suka mengada-ada, apa mungkin, dia telah berbohong tentang tidur bersama?


Tapi Young Joon terlihat tercengang ketika Kim berkata demikian!


Entahlah!


Aku sedang tidak ingin memikirkan itu!


"Apa kau tidak tertarik kepadanya?" Selidikku.


Aoyama tertawa terbahak-bahak! Bahkan sampai menepuk-nepuk meja!


"Aku ini masih normal! Aku tidak mengencani wanita yang tidak waras!" Aoyama kembali tertawa terbahak-bahak, dan aku tersenyum melihatnya.


"Kau tahu, Kimberly pikir, apa yang saat ini Young Joon raih, adalah berkat usahanya!" Aoyama kembali meneguk wine nya.


"Maksudmu?" Kataku, kemudian meneguk wine ku.


"Aku mengenal pemilik perusahaan tempat Young Joon mengirimkan CV. Laki-laki cabul itu, memanfaatkan Kimberly, dan..."


"Siapa laki-laki cabul itu?" Aku menyela perkataan Aoyama


"Siapa lagi! Tentu saja pemilik perusahaan itu! Kau pikir, Young Joon!" Aoyama kembali meneguk wine nya, dia terlihat sedikit mabuk sekarang.


"Young Joon, aku, dan Bayu adalah 3 idiots! Kami selalu menolak ajakan pesta sex! Kami bahkan menolak ajakan gadis sexy! Kami sangat kuno! Hahahaha!" Ucapnya lagi.


Entah mengapa, aku sangat tertarik mendengar cerita Aoyama.


"Lalu?" Aku kembali meneguk wine


"Kimberly menyerahkan kesuciannya kepada laki-laki itu, agar Young Joon dapat diterima di perusahaan itu... Padahal, Young Joon sudah diterima, sebelum Kimberly menyerahkan dirinya! Hahahaha! Betapa bodohnya gadis itu!" Aoyama kembali meneguk wine nya.


Aku tertawa, kemudian meneguk wine ku juga.


"Apa Young Joon mengetahui hal itu?" Selidikku lagi