Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
Ada Apa dengan Kimberly?!



Keesokan harinya, seperti biasa, aku selalu meraih ponsel ketika membuka mata.


Pukul 7.30!


Tidak biasanya aku dapat bangun sepagi ini, mengingat, betapa lelahnya aku semalam!


Young Joon? Dia sudah tidak ada di sisiku!


Kemana dia?


Entahlah!


Aku segera membuka surel tugasku, dan...


Ya Tuhan!


Aku tidak dapat menunggu masa cutiku lebih lama lagi!


Aku segera bergegas ke turun dari ranjang, untuk mempersiapkan diriku, sebelum pergi ke kantor!


Setelah semua selesai, aku keluar dari kamar, dan melihat Young Joon tengah menyiapkan makanan di atas meja makan.


"Waaahhh! Kau sudah bangun!" Ucapnya, kemudian segera menghampiriku, begitu menyadari kehadiranku.


"Ummm... Yeah! Aku harus segera ke kantor secepatnya!" Jawabku.


"Sekarang?"


"Hmmmm..."


"Ummm... Aku telah menyiapkan sarapan untukmu..."


Aku segera menatap jam tanganku, pukul 08.15 masih ada waktu!


Aku langsung berjalan ke arah meja makan, di susul oleh Young Joon.


"Waaahh! Kau membuat sandwich?!" Kataku, kemudian melahap sandwich buatan Young Joon, sesaat setelah duduk.


"Hmmm... Yeah! Hanya ada beberapa bahan di sana, jadi hanya ini yang dapat ku buat!" Ucapnya.


Aku mengangguk samar.


"Ummm... Joon... Bagaimana kau dapat mengetahui tempat tinggalku?"


Yeah! Sebenarnya dari semalam aku ingin menanyakan ini kepadanya, hanya saja... Suasana hatiku membuatku melupakan itu! Hahahaa!


Young Joon terlihat bingung, hendak menjawab apa, namun...


"Ummm... Sebenarnya, aku mencari tahu semua tentangmu melalui media sosialmu..." Ucapnya sungkan.


Yeah! Aku lupa! Aku belum juga mengganti kata sandi media sosialku, walaupun ku tahu, Young Joon dapat mencari informasi tentangku, kapanpun dia mau, melalui itu!


Aku mengangguk samar.


"Apa kau sering membuka kotak pesanku?"


Young Joon terbelalak! Dia tampak gelagapan!


"Aahhh... I-itu... Itu..."


Aku tersenyum, lalu kembali menatap jam tanganku.


"Baiklah! Sudah pukul 08.45! Aku harus segera ke kantor sekarang!" Kataku kemudian bergegas.


Young Joon kemudian menghampiriku, ketika aku baru sajaa menyentuh kenop pintu.


"Kau, tidak ingin ku antar?" Ucapnya.


"Tidak perlu... Baiklah, aku pergi sekarang... Sampai jumpa nanti!" Kataku kemudian berlalu.


*********************


"Nona Lie, mengapa kau datang secepat ini?! Bukankah masih tersisa 2 hari lagi..."


"Tugas ini yang memaksaku untuk mempercepat masa cutiku, Lilly..." Ucapku seraya melirik ke arah berkas yang bertumpuk di meja kerjaku.


Lilly terlihat tidak enak kepadaku, dia sedikit meringis menatap ke arah tumpukan berkas itu.


"Ng.... Maafkan aku, nona Lie..."


"Ayolah, Lilly... Ini kan, memang tugasku!" Kataku sambil tersenyum.


"Baiklah, nona... Aku kembali ke tempatku sekarang, kau dapat memanggilku, kapanpun kau mau." Ucapnya kemudian berlalu, sesaat setelah aku mengangguk.


Dan tumpukan berkas ini... Ya... Tuhaaaan!!!


Kepalaku mendadak sakit melihatnya!


Aku memijat kepalaku seraya membayangkan, bagaimana jika aku masih berada di rumah!


Huuufffttt!!!


Tidak ada fokus lain di dalam pikiranku saat ini, selain tumpukan berkas ini!


Ketika aku tengah menyelesaikan tugasku satu persatu, seseorang masuk ke dalam ruangan, diikuti oleh aroma kopi yang menggoda...


"Selamat siang, nona Lie!" Ucap orang yang kini telah berdiri di seberang meja kerjaku, sambil memegang dua cangkir kopi.


Aku tersenyum lebar, dan... Yeah! Rasa penatku sedikit berkurang, melihatnya tersenyum, manis sekali!


"Aaahh... Kau! Duduklah!" Kataku.


Aoyama, dia kini duduk, kemudian meletakan kedua cangkir itu, di atas mejaku.


"Bagaimana keadaan kerabatmu itu?" Ucapnya, membuka percakapan.


Seketika wajahku murung, karena kembali teringat akan hari pemakaman Clarence.


"Itu..." Ucapku sedih.


Aoyama seolah mengerti, dia menggenggam tanganku.


"Maafkan aku, jika pertanyaanku begitu mengusikmu." Ucapnya.


Aku tersenyum, lalu melepas genggaman tangannya, dan meraih cangkir kopi, kemudian menyeruput kopi itu.


"Sebenarnya, ya! Namun, begitu ku buka surel, aku hampir saja mati melihat banyak sekali berkas yang harus ku selesaikan! Dan kau tahu, ketika aku tiba di ruanganku, berkas ini telah menyambutku!" Ucapku kesal!


Aoyama tertawa terbahak-bahak! Seolah mengejek penderitaanku!


"Mengapa tertawa?!" Sinisku


"Hahahaaaaa!!! Jadi, ini yang membuatmu menuntaskan liburanmu?"


"Aku tidak berlibur!" Kesalku


"Hahahahaahhaaa!!! Maaf... Maaf..." Ujarnya lagi.


"Baiklah, nona... Aku harus kembali bekerja, dan kau... Selamat menikmati kencanmu dengan tumpukan berkas ini..." Ucapnya kemudian berlalu, sesaat setelah menepuk-nepuk tumpukan berkas sialan itu.


Aku tersenyum, mendengar ucapan pria itu!


Yeah! Setidaknya, kehadirannya tadi, cukup menghiburku, di tengah kepenatanku saat ini!


Berkas ini, benar-benar tidak mengizinkanku untuk beranjak dari ruangan, hingga ketika makan siang, Aoyama mengantarkan makan siang untukku, dan kami menyantap makan siang bersama, di ruanganku.


Bahkan aku harus rela makan, sambil terus mengerjakan tugas ini!


Aoyama bahkan sempat menegurku, karena aku terlalu fokus terhadap tugas ini, namun aku tidak mengindahkan tegurannya.


Hingga ketika waktu telah menunjukkan pukul 3 sore, Lilly menghubungiku...


"Selamat siang, Nona Lie... Seseorang ingin menemui anda." Ucapnya di seberang sana.


"Siapa itu, Lilly?"


"Wanita itu berkata, bahwa dia adalah teman lama anda."


"Teman lamaku? Apakah dia menyebutkan nama?"


"Tidak, nona! Hanya saja, dia berkata ada hal penting yang ingin dia katakan."


Siapa? Teman lama? Seorang wanita?


"Baiklah Lilly, suruh dia ke ruanganku sekarang!" Kataku, kemudian menutup panggilan.


Beberapa menit kemudian, seseorang mengetuk pintu ruanganku.


"Masuklah!" Sahutku


Setelah pintu terbuka, Lilli lebih dahulu menampakkan dirinya.


"Nona, ini nona..."


Duniaku seolah berhenti, melihat apa yang ada di hadapanku kini!


Mataku terbeblalak!


Bagaimana mungkin, gadis itu bisa ada disini!


"Selamat sore, Jenny Lie..." Ucap gadis itu, dengan senyum yang paling ku benci.


"Baiklah nona, saya permisi..." Ucap Lilly, kemudian berlalu.


"Duduklah!" Ucapku, kepada gadis itu.


Gadis itu, Kimberly Tan!


Dia berjalan ke arahku, kemudian duduk di kursi seberang meja kerjaku.


"Ada keperluan apa..."


Kimberly menyodorkan sebuah catatan, sambil tersenyum.


"Temui aku disana, ketika kau pulang nanti! Aku tunggu! Baiklah, aku permisi sekarang!" Ucapnya kemudian berlalu, sesaat setelah melempar senyum menjijikkan andalannya!


Aku meraih kertas kecil yang bertuliskan alamat sebuah kafe, yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat kerjaku.


Apa maksudnya?!


Untuk apa aku menemuinya di kafe itu?!


Memikirkan ini saja, membuatku kehilangan fokus akan pekerjaanku!


Ooohhh Tuhan!


Apa yang harus ku lakukan?!


Apakah aku harus menemui wanita sialan itu?!


Tapi, untuk apa?!


Namun pada akhirnya, sesuatu terlintas di dalam benakku!


Bagaimana dia dapat menemukanku disini?!


Bagaimana dia bisa mengetahui dimana aku bekerja?!


Bagaimana mungkin!!!


Aku harus menemuinya!


Yeah! Aku harus menanyakan hal ini kepada wanita gila itu! Harus!


Dan Young Joon?!


Bukankah...


Ya Tuhan...


Apa jangan-jangan, mereka pergi kesini bersama-sama?!


Bukankah itu masuk akal?!


Bisa saja mereka pergi ke negara ini secara bersamaan?!


Namun, jika itu benar, apa maksud dari semua ini?!