Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
I'm Sorry...



"Uhuk... Uhuk... Uhuk...!!!"


Pria itu segera menghampiriku, kemudian menepuk-nepuk punggungku.


Aku menatap ngeri kepadanya, yang saat ini terlihat sangat mengkhawatirkan keadaanku!


Shierly? Tentu saja dia terperangah melihat adegan yang ada di hadapannya!


Matanya terbelalak, serta mulutnya terbuka lebar!


"A-aku..."


"Ada apa denganmu?!" Pria itu menatap tajam ke arahku, sesaat setelah berhenti menepuk-nepuk punggungku.


"A-aku..."


Shierly tiba-tiba sudah berdiri di hadapan kami.


"Maaf, tuan! Kau ini..."


"Aku, Park Young Joon, suami Jennifer!" Ucap Young Joon, seraya mengulurkan tangannya, sesaat setelah berbalik ke arah Shierly!


Shierly luar biasa terkejut! Dia tampak seperti seseorang yang baru saja melihat hantu!


Sedangkan aku? Menelan ludah saja, rasanya sungguh teramat sulit!


Mati rasa! Namun aku dapat dengan jelas merasakan desiran darahku!


Ketika Shierly menyambut tangan Young Joon...


"Shier..."


Aku buru-buru membawa Young Joon bersamaku!


"Hey! Aku pulang sekarang, ya! Sampai jumpa besok di kampus! Bye!" Kataku sambil mendorong tubuh Young Joon, yang saat ini tampak seperti orang yang sedang kebingungan!


Sedangkan Shierly, dia masih terpaku menatap kami berdua!


Ketika telah berada di pintu masuk bar ini, aku menghentikan langkahku, begitupun dengan Young Joon.


"Siaaalll!!!" Kataku seraya memukul kening, dengan telapak tanganku


"Ada apa?" Young Joon terlihat heran.


"Kau, tunggulah disini!" Ucapku lalu kembali ke tempat dimana Shierly berada.


Shierly kini tengah termenung di kursinya, ketika aku menghampirinya, dia sungguh terkejut!


"Sayang, ini kunci mobilku! Kau, bawalah mobil ini untuk pulang!" Kataku kemudian bergegas pergi.


Aaahhh!!! Aku kembali berlari kecil ke arah Shierly yang saat ini masih terbelalak, hanya untuk mengatakan...


"Jangan sampai terlalu mabuk!" Ucapku kemudian mengecup pipinya, lalu kembali bergegas.


"Aku mencintaimu! Bye!" Ucapku sambil berlari.


Young Joon masih menungguku di pintu masuk bar ini.


"Ayo kita pergi sekarang!" Kataku, seraya meraih tangannya.


"Dimana kau parkir mobilmu?!" Kataku sambil melihat ke arah sekitar, lalu menatap wajahnya cemas.


Young Joon menghampiriku, lalu memakaikan jas kerjanya kepadaku. Setelahnya, dia memiringkan kepalanya, sambil menatap wajahku.


"Ada apa denganmu, huh?" Ucapnya heran.


"Joon... Aku... Aku..."


Aku sungguh telah kehabisan kata-kata!


Bagaimana dia bisa menemukanku disini?!


Bagaimana dia bisa tahu, jika aku berada disini?!


Bagaimana jika teman-temanku yang lain bertemu dengannya?!


Bagaimana, jika...


"Ayo!" Katanya mengarahkanku untuk ikut bersamanya.


Aku terpaku! Young Joon yang telah berada beberapa langkah dariku, kini menoleh ke arahku, kemudian menghampiriku.


"Tunggu apa lagi? Ayo!" Katanya lagi.


Akhirnya aku mengikutinya.


Dia memarkirkan mobilnya, tepat di sebelah mobilku.


Dan ketika aku hendak membuka pintu mobilku...


"Aaaahhhhhhh..." Aku kembali memukul keningku dengan telapak tangan.


"Ada apa?" Ucapnya sambil menoleh ke arahku, melalui pintu mobilnya.


"A-aku... Sepertinya aku meninggalkan kunci mobilku di..."


"Ku pikir kita akan pulang dengan mobilku?" Jawabnya.


Aku terpaku...


"A-aku..."


Young Joon menghampiriku, dan membawaku bersamanya, lalu membuka pintu mobilnya.


"Masuklah!" Katanya mempersilahkanku.


"Y-ya..." Ucapku, kemudian masuk ke dalamnya dengan ragu.


Kami berdua telah berada di dalam mobil Young Joon, dan ketika Young Joon mulai melajukan mobilnya, aku melihat mobil Mark melintas di hadapan kami!


Aku terbelalak! Bahkan aku berdoa dalam hati, semoga mereka tidak melihat kami!


Syukurlah! Mereka tidak menyadari kehadiran kami... Huuffftt...


Aku sempat menoleh ke arah mereka, ketika mereka bertiga kini tengah berjalan ke arah pintu masuk bar...


Mereka tampak sangat bersemangat...


Aku tersenyum...


Terbayang rasanya, jika saja aku bergabung dengan mereka malam ini...


"Apa kau mengenal orang-orang tadi?" Young Joon menoleh ke arahku sekilas.


Aku langsung menoleh ke arahnya.


"Eh...?"


"Tiga orang pria yang hendak masuk ke dalam bar tadi?" Katanya, kembali menoleh sekilas ke arahku.


"Maksudmu?" Aku mengerutkan kening


"Kau tak melepas pandangan dari ketiga pria tadi, apa jangan-jangan, salah satu dari mereka adalah Mike, kekasihmu?"


'Deeeggghhhh!'


Young Joon berkata demikian, seolah tanpa beban... Dia bahkan tersenyum!


Sedangkan aku?


Jangankan untuk menjawab ucapannya, untuk mengeluarkan sepatah katapun, aku seolah tak mampu!


Hening... Bahkan hingga kami tiba di depan rumah kami.


Young Joon, yang masih mengenakan stelan kerjanya, kecuali jas kerja, karena jas itu kini melekat di tubuhku, langsung menaiki tangga, begitu kami telah memasuki rumah. Entah dia ingin ke kamarnya, atau ke ruang kerjanya.


Aku segera mempercepat langkahku, agar dapat menghampirinya.


Ketika dia baru saja menyentuh kenop pintu kamarnya...


"Young Joon..." Kataku berjalan perlahan ke arahnya.


Young Joon berbalik, kemudian menatapku.


"Ya, ada apa?" Katanya dengan wajah datar.


Jujur saja, sebenarnya aku bingung, akan melakukan apa, hanya saja... Aku langsung MEMELUKNYA!


Nyaman... Hanya itu...


Young Joon tidak langsung membalas pelukanku, butuh beberapa saat sebelum akhirnya dia membalas pelukanku, dan mengecup puncak kepalaku...


"Maafkan aku..." Ucapku, dengan air mata yang mengalir begitu saja


"Maaf..."


Young Joon mengusap lembut punggungku.


"Sudahlah..." Katanya.


Suaranya sungguh menenangkan...


Aku segera mengurai pelukanku, namun tidak berani untuk menatap wajahnya.


Young Joon meraih daguku, dan menatap wajahku dalam, kemudian menghapus sisa air mata di pelupuk mataku.


"Jangan di ulangi lagi, ya..." Ucapnya lembut.


Aku mengangguk samar.


"Kau mau berjanji kepadaku?" Katanya, kemudian merengkuh wajahku.


Aku kembali mengangguk samar.


"Jenny..." Ucapnya lembut


"Hmmmmm...?" Jawabku.


"Aku tidak suka, jika istriku pergi ke bar." Katanya dengan tatapan lembut, namun suara yang tegas.


"Aku juga tidak suka, jika istriku berdandan seperti ini, jika tidak sedang pergi bersamaku." Katanya kemudian mengecup keningku...


Aku terpejam, sejenak...


Ada apa ini?


Mengapa aku menyukai ini?


Aku segera membuka mataku,


Tidakkah aku begitu...


Young Joon segera melepas kecupannya, lalu menatap ke dalam mataku.


"Jenny, aku..." Matanya berkaca-kaca ketika berkata demikian.


"Hmmmm..." Aku seolah menunggunya untuk melanjutkan ucapannya.


"Jenny, aku..." Dia tampak sangat ragu untuk melanjutkan ucapannya.


"Ada apa?"


"Jenny... Aku... Aku... Aku... Aku mau mandi..." Jawabnya dengan senyum seperti orang yang sedang salah tingkah!


Aku dengan segera, melepaskan kedua telapak tangannya dari wajahku, kemudian menghela nafas secara kasar!


"Gw pikir lu mau ngomong apa!" Ketusku, sambil menatap tajam ke arahnya.


Young Joon kembali memasang tampang naifnya!


"A-apa maksudmu?!" Ucapnya seperti tak terjadi apa-apa.


"Emang harus, ya! Tibang bilang mau mandi aja, muka lu ngeselin kaya gitu!" Aku memekik kepadanya.


"Jenny, apa yang kau katakan?!" Young Joon meringis.


"Bodo amat! Lu nggak harus tau apa yang gw omongin! Dasar setan!" Kataku kemudian berlalu menuju kamarku.


Dan saat aku menyentuh kenop pintu...


"Jenny..."


Aku segera berbalik kesal ke arahnya.


"Apa lagi?!" Sinisku.


"Kau sungguh teramat cantik." Katanya sambil tersenyum.


'Deeeggghhhh!'


Apa ini?


Mengapa dadaku terasa sesak!


Lututku, lagi-lagi melemas seketika.


"Selamat malam... Mimpi indah, istriku..." Ucapnya sambil tersenyum, kemudian masuk ke kamarnya, meninggalkanku disini, yang hampir saja pingsan!


Apa ini?


Mengapa seperti ini?!


Ada apa dengan diriku?!


Aaarrrgghhhh!!!


Aku buru-buru masuk ke dalam kamarku, dan berhambur ke arah ranjang, lalu membanting tubuhku ke atasnya.


Seketika aku menyadari akan suatu hal!


Jas kerja Young Joon!


Aku segera terduduk, dan meraih jas kerjanya yang masih melekat di tubuhku!


Bagaimana ini?


Apa aku harus mengembalikan ini sekarang, atau...


Aku segera berdiri, kemudian bergegas untuk menghampirinya!


Ketika berada di depan kamarnya, aku mengetuk pintu dengan agak ragu


'Tok... Tok... Tok...!'


"Joon... Apa kau sudah tidur?" Kataku ragu.


'Tok... Tok... Tok...!'


"Yaa... Sebentar!" Sayup ku dengar suaranya.


Entah mengapa, jantungku berdegup kencang, walau hanya mendengar suaranya dari sini.


Ini bahkan hampir saja terlepas, ketika akhirnya Young Joon membuka pintu kamarnya, hanya dengan MENGENAKAN HANDUK SEBATAS PINGGANG!!!!!!!!!!!!


"Ada apa?" Katanya sambil mengusap kepalanya dengan handuk.