
POV AUTHOR
"Katakan, apa keperluanmu datang kesini, dan mengusik ketenanganku dengan istriku? Huh... Kami baru saja akan mulai..." Kesal Young Joon.
"Sudahlah Oppa! Sampai kapan kau akan terus bermain-main seperti ini?" Ketus Kimberly dengan senyum mengejek.
"Apa maksudmu?" Young Joon merasa sangat terganggu dengan kata-kata Kimberly.
"Harus ku akui, aku sedikit cemburu tadi. Dan kau berhasil hari ini!" Ujar Kimberly, seraya memainkan rambut panjang bergelombangnya sambil menatap wajah Young Joon.
"Apa peduliku jika kau cemburu! Aku berhak melakukannya dengan istriku, kapanpun, dan di..."
"Aku sudah cukup memberimu waktu!" Ujar Kimberly kemudian berdiri, lalu memukul meja dengan cukup keras, hingga membuat karyawan yang berada di luar ruangan Young Joon, menatap ke arah ruangan Young Joon.
"Apa maksudmu!" Young Joon kembali meninggikan suaranya
"Ingatlah perjanjian kita, sesaat setelah kau merenggut kesucianku!" Ujar Kimberly,dengan sorot mata yang tajam!
Young Joon terbelalak mendengar kata-kata Kimberly.
Dia masih mengingat kejadian yang sebenarnya ingin dia kubur dalam-dalam!
Kejadian di saat dia mabuk berat, sehari sebelum pernikahannya dengan Jennifer.
Young Joon dalam keadaan mabuk, dan tidak sadar atas apa yang dia perbuat malam itu!
Semuanya terlihat jelas, ketika Kimberly tertidur di sebelahnya, dalam keadaan tubuh yang polos, dan hanya di tutupi selimut yang menutupi mereka berdua!
Tapi Joon tidak pernah menjanjikan apapun kepada Kimberly waktu itu!
Mata Young Joon berkaca-kaca, menahan amarah! Sedangkan Kimberly terlihat puas!
Kimberly menghampiri Young Joon, lalu memeluk Young Joon yang kini membeku.
"Katakanlah jika kau sudah siap. Aku akan selalu menantimu." Ucap Kimberly di pelukan Young Joon.
'Tok... Tok... Tok...!'
Suara ketukan sedikit melegakan Young Joon, dia berusaha melepaskan pelukan Kimberly.
"Masuklah!" Ujar Joon yang masih berusaha melepaskan pelukan Kimberly yang semakin kuat, bahkan saat orang yang mengetuk itu telah berada di dalam ruangannya.
Hellen!
Dia tampak terperangah melihat apa yang ada di depan matanya.
Kimberly menoleh ke arah Hellen sekilas, lalu tersenyum, kemudian melepaskan pelukannya.
"Ada apa, Hellen?" Tanya Young Joon.
"Ah, i- itu tuan..." Hellen tampak ragu untuk melanjutkan ucapannya.
Young Joon menghampiri Hellen, dan Kimberly mengikuti Young Joon dari belakang.
"Apa yang terjadi?" Young Joon tampak khawatir.
"Ny-nyonya Park.. dia pergi setelah aku mengatakan padanya, bahwa di-di ruanganmu ada ka-kamar kecil, dan..." Hellen tampak ragu, untuk melanjutkan kata-katanya, namun Young Joon segera berlari dari dalam ruangannya menuju ke arah lift!
Saat pintu lift terbuka, Young Joon sesegera mungkin masuk ke dalamnya, dan menekan tombol angka satu berkali-kali!
Saat lift hampir tertutup, tiba-tiba Kimberly segera masuk, dan berdiri di samping Young Joon dengan tenang.
Lift segera turun setelahnya
Pikirannya benar-benar kacau!
Young Joon takut kejadian beberapa waktu yang lalu kembali terulang!
Pintu lift segera terbuka, Young Joon langsung berhambur keluar, diikuti oleh Kimberly.
Saat berada di depan meja resepsionis, resepsionis yang tadi dia temui bersama Jennifer sebelumnya, menghampirinya
"Maaf, tuan Park! Apa Hellen sudah memberitahumu?" Resepsionis itu tampak membawa sesuatu, dan langsung menyerahkannya kepada Young Joon.
"Nyonya Park meninggalkan ini, setelah menghubungi seseorang."
Young Joon terbelalak menatap ponsel Jennifer!
"Kemana istriku pergi?" Tanya Young Joon memastikan.
"Dia bilang, dia mau ke kamar kecil, namun sepertinya, dia menuju pintu keluar." Joon langsung berlari menuju pintu keluar.
*********************
POV JENNIFER
Aku telah melakukan penarikan tunai di mesin ATM, menggunakan kartu ATM yang Young Joon berikan.
Dan membeli beberapa pakaian, dengan kartu kredit yang juga Young Joon berikan.
Aku membawa bekal yang cukup, setidaknya ini adalah terakhir kali aku menggunakan semua kartu ini.
Aku telah mengganti pakaianku, dan membeli beberapa pakaian.
Aku bahkan menggunting rambutku di salon, dan membayarnya dengan uang cash.
Pada akhirnya,aku menghubungi seorang teman, melalui sambungan telepon umum.
"Hi Clarence, ini aku, Elle."
****************************
Aku telah menemui Clarence, dia bersedia membantuku untuk menyewa sebuah mobil menggunakan namanya.
"Terima kasih banyak, Clarence! Aku banyak berhutang kepadamu." Ujarku kepadanya
"Santai saja, Elle! Kau dapat meminta bantuanku kapanpun!"
Kini aku kembali meninggalkan DC, dan entah kemana tujuanku kali ini, yang jelas, sejauh mungkin dari Young Joon.
Sepanjang perjalanan, aku terus mengingat serangkaian peristiwa hari ini.
Young Joon yang begitu memaksaku untuk datang bersama ke kantornya...
Young Joon memilihkan gaun untuk ku kenakan ke kantornya...
Young Joon yang tetap menciumku walaupun dia menyadari, ada seseorang yang memperhatikan kami...
Dan, Young Joon yang membiarkanku meninggalkan ruangannya, ketika aku menjelaskan bahwa aku ingin buang air, dan tidak memberi tahuku, bahwa di ruangannya pun ada kamar kecil...
Ya tuhan... Ini bukanlah kebetulan!
Young Joon sudah merencanakan semua ini! Aku tertawa miris menyadari itu semua! Aku tertawa miris, kemudian menangis histeris mengenang betapa bodohnya aku mempercayai laki-laki yang ku pikir benar-benar mencintaiku. Aku terus menangis histeris di sepanjang perjalananku.