
Bukankah dunia terlalu sempit, bagiku? Mengapa aku seolah selalu ditakdirkan untuk selalu terhubung dengan Kimberly Tan?
Ketika sekolah dulu, kemudian ketika masih berstatus sebagai istri Young Joon, bahkan kami bertemu kembali saat aku melanjutkan hidupku di Jerman.
"Mari kita jujur! Apa yang membuatmu kesini?" Kim bertanya dengan nada angkuh seperti yang biasa dia lakukan.
"Huh! Apa pedulimu!" Aku menjawab dengan nada sedikit mengejek kepadanya
"Apa peduliku? Jelas saja aku peduli!" Kim meninggikan suaranya sekarang!
"Apa maksudmu?" Aku heran dengan cara kerja otak wanita yang sebenarnya cantik sekali ini.
"Dengar, calon suamiku memaksa agar dia dipindah tugaskan disini! Bukankah itu kebetulan sekali, Nona Jennifer Lie?" Ujarnya.
Aku benar-benar tidak habis pikir dengan cara berpikir gadis yang sebenarnya terlihat cukup pintar ini.
"Lalu apa hubungannya denganku! Mengapa kau mengatakan seolah-olah, akulah yang menyebabkan calon suamimu pindah ke..."
"Sepertinya begitu!" Kim menyela kata-kataku, kemudian menatap wajahku dalam.
"Dengar, nona Kimberly Tan! Aku tidak memiliki waktu untuk membahas hal gila seperti ini!" Ucapku, kemudian bangun dari tempat dudukku.
"Park Young Joon!" Kim menghentikan langkahku, ketika dia menyebutkan nama itu.
Aku menoleh ke arahnya, hingga segera tersadar akan suatu hal, kemudian tersenyum miris
"Apa urusannya denganku? Kami sudah lama sekali bercerai! Jangan buat ini seolah-olah..."
"Tidakkah kau ingin mendengarkan fakta sebenarnya, tentang laki-laki yang semalam tidur denganmu?" Ucapan Kim kali ini benar-benar menghujam jantungku.
Ini terasa sesak sekali! Sangat sesak!
"Duduklah, Jen! Aku akan memberitahumu banyak hal, agar kau memikirkan kembali tentang recana kalian untuk rujuk kembali." Suara Kim terdengar sedikit bergetar
"Tidak ada yang perlu ku ketahui. Kami tidak akan pernah rujuk. Baiklah, aku..."
"Jika kau tidak akan rujuk, maka menghilanglah!"
Aku menatap wajah Kim tak percaya.
"Tolong dengarkan aku dulu, kemudian menghilanglah..." Ucapnya lagi.
Aku tidak pernah melihat wajah Kim seperti ini! Bukankah tadi dia tampak seperti memohon padaku?
Matanya berkaca-kaca saat berkata seperti tadi. Dia berhasil membuatku luluh, hingga aku kembali duduk.
"Katakanlah, apa yang ingin kau katakan!" Aku berkata sedikit tegas kepadanya
"Seperti yang kau ketahui, aku dan Young Joon oppa saling terhubung. Bahkan beberapa kali kau melihat kebersamaan kami, bukan?" Kim tampak hendak menyampaikan sesuatu.
"Langsung pada intinya saja! Aku tidak punya banyak waktu untuk hal seperti ini." Aku sudah sangat muak melihatnya yang begitu bertele-tele!
"Kami memiliki hubungan khusus! Bahkan jauh sebelum kalian menikah! Bahkan hubungan itu masih tetap kami jaga sampai kalian menikah, hingga saat ini." Ejeknya.
Hatiku bergemuruh mendengar pengakuan Kim. Namun sekuat hati, aku tidak menunjukkan perasaanku.
Sebisa mungkin, aku memasang ekspresi sedatar mungkin.
"Kami selalu bertemu, bahkan hampir setiap hari, dan kau mungkin sudah mendengar tentang label 'klien penting' terhadapku, bukan?" Efeknya lagi.
Entah mengapa, aku ingin terus mendengarkan cerita Kim.
Semakin dia bercerita, semakin aku penasaran.
"Aku memberinya waktu, ketika dia berkata kepadaku, bahwa dia ingin menikahimu karena perjodohan, bukankah itu kuno sekali!" Kim nampak kesal saat mengatakan hal tadi.
"Bukankah aku sungguh sangat toleran terhadapnya?" Kim kini menatap wajahku yang terlihat biasa-biasa saja, namun menyimpan luka yang teramat.
Aku sendiri bingung, mengapa aku merasa nyeri setiap mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut Kim.
Bukankah harusnya tidak?
Young Joon adalah bagian dari masa laluku, kan?
Namun kejadian semalam...
"Kami tetap menjalin hubungan selama pernikahannya denganmu. Dan apakah kau tahu, bahkan kami tidur bersama saat malam sebelum pernikahan kalian?" Ucapnya sambil menyeringai!
Aku tidak bisa menahannya lagi kali ini.
Aku menghela nafasku, dan tersenyum getir mendengar pengakuan Kim kali ini.
Bukankah dia pernah bilang, bahwa dia hanya ingin melakukannya dengan orang yang mencintainya, dan dicintai olehnya?!
Pantas saja, dia seperti berpengalaman sekali, ketika kami melakukannya untuk pertama kali di Brooklyn.
"Bahkan kami melakukannya beberapa kali saat kalian tinggal di Indonesia. Ah, bahkan saat kau koma sekalipun!" Kim terlihat puas sekali!
Aku menatap wajahnya.
"Dan juga... Saat kau pergi meninggalkan kami waktu itu... Ya, saat kalian melakukan hal menjijikkan waktu itu... Kau tahu, kami berciuman panas setelahnya! Waaawww! Itu menggairahkan sekali! Ku rasa pada akhirnya kau paham, maksud Young Joon oppa membawamu ke kantornya waktu itu, dan melakukan hal menjijikkan itu, kan? Yeaaahh! Dia mau membuatku cemburu, tahu!" Mata Kim tampak berbinar ketika mengatakan itu.
Wajahku terasa panas sekali! Dan hatiku? Jangan ditanya bagaimana sakitnya!
"Yeaaahh... Sebenarnya aku memang sedikit cemburu, namun... Aku mengerti maksudnya, dia hanya ingin melihat, seberapa besar cintaku kepadanya." Kim lagi-lagi mengejekku.
"Dan kemudian, dia melakukan hal konyol beberapa hari kemudian!" Kim tampak kesal ketika mengatakan hal yang 1 ini.
"Dia menghilang begitu saja, dan menghindariku! Kau tahu! Berapa banyak kontribusi ku dalam hidupnya?" Kim tampak emosional sekali kali ini.
"Akulah yang membuatnya berada di posisinya saat ini di perusahaan nya!" Dia benar-benar terlihat seperti orang yang kehilangan akal!
"Dan kemudian, tiba-tiba dia meminta pindah begitu saja, tanpa memberitahuku." Dia terlihat benar-benar kesal.
"Awalnya ku pikir karena dia memang benar-benar ingin mengasah kemampuannya, namun ternyata, itu semua karena kau!" Dia menunjuk ke arah wajahku dengan sangat emosi!
"Apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian? Bukankah kalian harusnya tidak saling bertemu lagi?" Kim mengatakan hal itu, seolah-olah, akulah yang mengejar Young Joon kesini!
"Mengapa tidak kau tanyakan itu kepada calon suamimu, saja? Mengapa kau menanyakan itu kepadaku, seolah akulah yang mengejarnya sampai kesini?" Aku mencibirnya
"Baiklah, aku akan menanyakan ini kepadanya saat dia tiba disini nanti." Ucapnya santai.
Aku terkejut mendengar Kim mengatakan hal tadi!
"Maksudmu?" Ucapku, dan itu membuat Kim terlihat puas sekali saat ini!
"Dia berjanji akan menjemputku sekarang." Kim benar-benar puas melihat ekspresi wajahku.
Kau tahu, selama mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari mulut Kim, aku sempat memikirkan akan suatu hal, Young Joon pernah berkata kepadaku, bahwa Kim akan mengatakan hal yang tidak benar, agar kami bertengkar, namun entah mengapa, hatiku kini seakan berdebat hebat!
Di satu sisi, aku mempercayai ucapan Kim, namun di sisi lain, aku masih memikirkan tentang kata-kata Young Joon, bahwa Kim dapat mengatakan hal yang tidak benar, agar kami bertengkar!
Aku benar-benar bingung!
Dan dia berkata, bahwa Young Joon akan menjemputnya. Jika dia benar datang...
"Ayo kita pulang sekarang." Suara itu membuyarkan lamunanku