Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
Who are You?!



Kau tahu, terkadang aku tidak memahami isi kepala Young Joon. Kadang dia terlihat bodoh, namun kadang terlihat menyebalkan! Bahkan saat dia memutuskan dimana kami akan tinggal.


"Pergilah... Aku sungguh sangat memahami perasaanmu. Ini tidak mudah bagimu, juga bagiku." Dia tampak begitu bersemangat, membuatku menatap wajahnya.


Kau tahu, setelah 6 bulan kami menikah, aku mulai berpikir tentang suamiku ini.


Siapa dia? Orang seperti apa dia? Apakah dia punya kekasih?


Yeah... Walaupun sebenarnya dia adalah cinta pertamaku, namun entah mengapa, semua menjadi terasa asing saat pertama kali kami bertemu kembali setelah 15 tahun kami berpisah.


Tapi kejadian semalam...


"Heeeyy, mengapa menatapku seperti itu! Jangan bilang kalau kau mulai ja..."


"Joon, boleh aku bertanya kepadamu?" Aku tidak pernah sesopan ini kepadanya, hingga membuatnya terheran-heran


"Heeeyy, ada apa denganmu? Apa kau salah makan? Aahhh... Jangan-jang..."


"Tidakkah kau memiliki seorang kekasih?" Aku menatap wajahnya dalam.


Young Joon terdiam, lalu tersenyum


"Tentu saja aku punya.." ujarnya tersenyum ramah


"Apa dia tau kalau kau sudah menikah?" Selidikku, dan dia mengangguk


"Lalu? Apa yang terjadi kepadanya?" Aku semakin penasaran.


Young Joon tidak langsung menjawab. Dia terlihat berpikir, lalu menarik nafas dalam, kemudian menghelanya sebelum menjawab


"Awalnya, ini pasti sangat menyakitkan untuknya. Dia selalu menangis meratapi nasibnya setiap hari, membenciku, bahkan bersumpah untuk kematianku, namun aku percaya, dia akan kembali kepadaku." Ujarnya percaya diri, lalu membuka pintu kulkas dan mengambil sebuah apel


"Issshhh, bagaimana bisa kau begitu sepercaya diri itu? Apa dia pernah menghubungimu lagi setelah pernikahan ini?" Ejekku


"Ya, dia sudah mulai bersikap baik kepadaku akhir-akhir ini."


Entahlah, mendengar kata-katanya tadi, membuatku merasa sedikit tidak nyaman


"Kau sudah bertemu dengannya?" Selidikku


"Tentu saja!" Senyumnya sumringah kali ini, membuatku semakin tidak nyaman


"Kapan?" Nada suaraku agak tinggi


"Setiap hari, mengapa?" Tanyanya heran, lalu menggigit apel yang sedari tadi dipegangnya


"Di rumah ini?!" Demi tuhan, rasanya lebih dari tidak nyaman, dan dia mengangguk santai seraya mengunyah apel


"Apa dia melihat foto pernikahan kita?" Tanyaku seraya tersenyum konyol


"Tentu saja! Itu mudah terlihat!"


Dia tampak senang, seraya menunjuk foto pernikahan kami dengan matanya. Ini membuatku semakin mendidih!


"Kau mau tau, dia cemburu atau tidak? Ya..." Ujarnya menggodaku


"Aaaahhhhh!!! Sudah-sudah, jangan bicara lagi, kumohon!" Ujarku seraya menutup telinga


"Ada apa denganmu? Apa kau..."


"Dengar, Mike mungkin sudah menjadi jamur sekarang karena menungguku. Sedangkan aku disini harus mendengarkan gurauanmu yang tidak penting sama sekali!" Aku berlalu meninggalkan keparat sialan itu.


Aku terus menerus mengumpat mereka! Bahkan ketika hendak membuka pintu mobil


"Dasar perempuan nggak bener! Dia pikir dia siapa! Berani-beraninya dia dateng ke rumah cowok yang udah punya istri! Haaahhh, bahkan dia ngeliat foto pernikahan kita! Tapi masih nggak tahu malu datang setiap hari kesi..."


"Gadisku adalah wanita baik-baik."


Siaall!!! Young Joon mendengar umpatanku dari balkon rumah kami, membuatku salah tingkah


"Dia gadis tercantik yang pernah kutemui di belahan bumi ini."


Aku benar-benar sudah muak mendengar segala cerita tentang gadis sialan itu. Dan, heyyy! Aku mengumpat dengan menggunakan bahasa Indonesia, tadi! Apa dia mengerti? Dia hanya 6 bulan tinggal di Indonesia


"Aku ngelti apa yang dali tadi kamu omongin!"


What!!! Joon bisa bahasa Indonesia?!!


"Keparat sialan, kalau emang dia wanita tercantik, kenapa lu nggak nikah sama dia aja! Kenapa lu nikah sama...!!!" Aku berteriak padanya dari bawah sini, dan dia langsung menyela


"Dia ka mau, tapi suatu saat nanti, dia pasti mau..."


Kemudian berlalu meninggalkanku!


Semua yang keluar dari mulutnya tadi, benar-benar mengguncangkan hatiku...


Entah yang mana... Ini membuatku tidak konsentrasi saat menyetir. Dan beberapa kali pengemudi di belakangku memperingatiku dengan klakson berulang-ulang ketika lampu lalu lintas sudah hijau, namun aku belum juga melakukan mobilku.


**************************


Di kelas, aku kembali memikirkan kejadian ulang selama pernikahan kami, dan beberapa kata yang kuucapkan dengan bahasa Indonesia, namun dia tetap menjawab dengan bahasa Inggris


"Kenapa lu nggak mati aja sih, supaya perjodohan ini gugur." Itu adalah kalimat yang ku ucapkan ketika kami di Lombok, saat kami akan pergi tidur


"Ah, ok! Aku tidur di sofa, dan kau tidur di ranjang, aku mengerti kau pasti belum siap." Jawabnya, kemudian berjalan ke arah sofa


"Tidurlah... Aku lelah sekali hari ini." Ujarnya santai


"Nggak usah mikir yang aneh-aneh, ya! Lu pikir gw mau..."


"Sssssttt... Jangan berisik, !"


Dan aku menangis... Semalaman.. meratapi nasibku... Menikahi cinta pertamaku yang telah lama ku kubur dalam. Dan...


"Aaaahhhhhh...." Aku memukul-mukul meja kantin kampus saat aku mengingat saat aku mengatakan


"Joon, gini... Gw emang pernah cinta, aahh... Suka, iya oke, tapi itu dulu... Duluuu banget! Ya tuhan, itu sebelum gw ketemu sama Mike! Joon, cinta gw yang sekarang itu, Mike. Bukan lu lagi. Lu itu cuma masa lalu gw..." Aku berkata seraya terisak, kupikir Joon sudah tidur, namun dia terbangun dan menjawab


"Kau ingin membeli anak anjing, dan memberinya nama Mike? Ah, oke. Besok kita akan cari" Lalu kembali berbaring, dan aku melemparnya dengan bantal, lalu menghampirinya


"Aaawwww." Young Joon mengerang, lalu aku duduk di tempatnya berbaring


"Lalu, apa? Anak serigala?" Dia masih santai lalu kembali memejamkan matanya


"Kedua, Mike adalah kekasihku!" Ujarku menekankan, dan ini membuatnya terbangun


"Maaf?" Dia memastikan bahwa dia tidak salah dengar


"Aaaahhhhhh...!!!" Aku kembali merengek, dan membuat Mike menegurku, karena khawatir


"Ada apa denganmu, Jen?" Mike benar-benar khawatir


"Lu nggak bakalan paham sama posisi gw sekarang, Mike! Ini rumit! Ini..." Mike menatapku heran, karena aku merengek dengan menggunakan bahasa Indonesia


"Kau baru 7 bulan di Indonesia, apa secepat itu kau lupa bahasa Inggris?" Mike terlihat kecewa. Ini membuatku salah tingkah


"A-aku..."


"Sudahlah, lanjutkan makanmu. Aku ingin mendengar cerita tentang suamimu." Mike terdengar sangat kecewa saat dia mengucapkan kata-kata barusan


"Hey, jam berapa sekarang?" Tanyaku kepada Mike


"Bukankan kah kau bisa melihat ponselmu?" Tanya Mike sebal, kemudian melihat ke arah ponsel.


"Aaahhh... 13.38." Ucapnya


Aku langsung menyesap sodaku dan bergegas


"Aku akan kembali lagi, sebentar, ya!" Ucapku terburu-buru pergi


"Heeeyy, kau mau kemana? Sebentar lagi kelasmu akan dimulai!" Mike berteriak mengingatkanku


"Aku akan kembali 2 jam lagi." Sahutku sambil melambaikan tangan kepadanya


****************************


Di perjalanan, aku terus menerus memikirkan tentang gadis yang di ceritakan oleh Young Joon.


Seperti apa rupanya? Bagaimana penampilannya? Berapa usianya? Apa dia benar-benar cantik?


"Aaaaarrrggghhh!"


Setelah sampai di carport kami, aku melihat mobil Young Joon ada disana, ku lihat layar ponselku, pukul 14.37! Apakah ini jam makan siangnya? Entahlah!


Aku keluar dari mobilku, dan saat berada di dekat mobilnya, aku berhenti sejenak sepertinya Young Joon baru saja tiba, karena hawa panas dari mesinnya dapat kurasakan.


Aku langsung berhambur masuk ke dalam rumah, dan melihat Young Joon tengah menghubungi seseorang, aahhh... Terlihat bahagia sekali dia, dan saat menyadari kehadiranku, dia buru-buru mengakhiri panggilannya, dengan berkata


"Nanti ku hubungi lagi, ya... Aku mencintaimu..."


Lagi... Sambil menatapku, lalu menghampiriku


"Hey, kau sudah pulang?" Dia bertanya seperti itu, seperti tidak ada dosa! Tanpa tahu, betapa sakitnya hatiku mendengar kata-kata itu, dan aku mungkin hampir menangis saat ini


"Ada masalah?" Young Joon memegang kedua bahuku, terlihat sangat khawatir


"Menurutmu apa!!!" Aku melepaskan tubuhku sambil berteriak kepadanya


"Ada apa denganmu?" Young Joon kembali memegang kedua bahuku


"Ada yang menyakitimu? Atau jangan-jangan, pacarmu itu..."


"Lu yang udah nyakitin gw, dasar sialan!" Kemudian menghempas seluruh tangannya dan berlalu.


"Nggak peduli lu ngerti atau nggak sama kata-kata yang gw omongin, tapi se nggaknya, lu harusnya bisa ngehargain perasaan gw! Lu harusnya nggak ngomong cinta ke orang lain saat ada istri lu di depan lu, dasar brengsek!" Aku berjalan sambil terus mengumpat menahan tangis.


"Maaf..." Aku menghentikan langkahku, dan tiba-tiba aku tersadar, apa yang baru saja kuucapkan!!!


Aaarrrgghhh!!! Ada apa denganku!!! Aaahhh, bagaimana kalau dia tahu apa yang baru saja kuucapkan! Aaarrgghh, aku benar-benar mengutuk diriku! Aku mendengar suara langkah kaki Young Joon berjalan ke arahku, aku benar-benar menjadi salah tingkah! Dan ya, kini ia berada tepat di hadapanku, lalu memegang kedua bahuku lagi, serta menatap wajahku dalam


"이것이 정말로 당신을 다치게한다면 미안...  날 믿어, 여기 다른 사람은 없어 (Maaf jika ini benar-benar menyakitimu ... Percayalah, tidak ada orang lain di sini)"


Dia berbicara bahasa Korea seraya menunjuk ke arah dadanya dan menatap mataku dalam.


Apa dia sedang membalasku?


Haaahh, lucu sekali! Dia bisa menjawab dengan bahasa Indonesia saat aku mengumpatnya tadi pagi, dan kini, dia benar-benar membalasku, dan aku tidak bisa menjawabnya


"Apa maksudmu?"


"Saat aku menelpon seseorang barusan, 전혀 나는 아무에게도 연락하지 않습니다, 네가 집에 있다는 걸 알기 때문에 기분 전환 일 뿐이야. 무엇을해야할지 말해야할지 모르겠습니다. 내가 말할 때, 나는 당신을 사랑합니다나를 믿어 라. 그래, 그게 진실이야 사랑해(Sebenarnya aku tidak sedang menghubungi siapapun, itu hanyalah pengalihan, karena aku tau, kau sudah pulang, dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan atau aku katakan. Dan saat aku berkata, aku mencintaimu, percayalah, aku mengatakan itu untukmu. Ya, itulah kebenarannya... aku mencintaimu... Sangat mencintaimu...)" Young Joon mengatakan itu dengan mata yang berkaca-kaca, air mataku menetes.


Dan, heeeyy... Walaupun aku tidak mengerti bahasa Korea, aku seperti tidak asing dengan kalimat terakhir yang dia katakan! Jangan-jangan....


"Haaahhh!" Aku menutup mulutku tidak percaya, jantungku berdegup kencang sekali...


Ya tuhan... Lututku benar-benar terasa lemas, air mataku kembali menetes.


Jika memang itu yang dia katakan, dan artinya adalah apa yang kupikirkan, berarti...


"Apa menurutmu, dia akan terkesima saat aku berkata seperti itu kepadanya?"


Demi tuhan, jantungku benar-benar hampir terlepas, saat dia mengucapkan kata-kata tadi! Ku kira dia mengatakan itu untukku! Dan...


"Aaaarrrgghh!!!!" Aku berteriak, lalu menginjak kakinya


"Aaawwww!" Young Joon mengerang kesakitan, lalu melepaskan tangannya dari bahuku, dan menggibas-gibas kakinya yang baru saja kuinjak!


"Apa peduliku!" Kemudian berlalu meninggalkannya


"Heeeyy, apa yang kau lakukan? Ini sakit sekali! Aku butuh dokter! Arrghhh... Aku harus dibawa ke UGD!"


Aku tertawa kecil melihat tingkahnya, dan saat hendak membuka pintu, aku bertanya kepadanya


"Apa kau telah menemui gadismu?" Tanyaku tanpa melihat ke arahnya.


Hening sejenak, hingga...


"Sudah..." Dia menjawabnya, dan akupun pergi meninggalkannya, dengan perasaan yang sungguh menyesakkan.