Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
What Happened With Me



Ada rasa sesak di hatiku saat ini... Huuuffftt...


Pakaian itu... Aroma parfum itu...


Ya Tuhan...


Young Joon pernah mengenakan pakaian itu, ketika menjemputku pulang dari rumah sakit, dan aku bahkan sempat memuji penampilannya saat itu!


Dia terlihat keren, walau hanya mengenakan kaos polos berwana abu-abu, serta celana jogger berwarna hijau lumut!


Lalu parfumnya... Aku memuji aroma parfumnya yang merupakan salah satu ciri khasnya selama ini!


Bahkan aku bertanya kepadanya, merk apa yang dia gunakan, dan dia hanya tersenyum bangga, lalu berkata.


"Itu rahasia!" Ucapnya dengan senyum lebar


Namun ucapannya tadi...


Entah mengapa, ada rasa sakit di dalam hatiku, ketika Young Joon berkata, bahwa dia ingin bertemu seseorang ...


Dan entah mengapa, rasa sakitnya bertambah ketika dia meng-iyakan pertanyaanku tentang orang yang akan dia temui...


Spesial... Young Joon meng-iyakan nya... Orang spesial...


Bahkan akhirnya mereka bertemu...


Aku menutup wajahku dengan bantal, kemudian menekannya dengan kuat, agar pekikanku tidak terdengar sampai keluar!


"Aaaarrrrgggghhh!!!"


Ada apa denganku?!


Mengapa aku semakin penasaran dengan laki-laki yang saat ini telah menjadi suamiku itu?!


Aku segera melempar bantal yang semenjak beberapa detik lalu menutupi seluruh wajahku, kemudian duduk di bibir ranjang.


Young Joon belum menjawab pertanyaanku waktu itu!


Apakah dia memiliki seorang kekasih??


Apakah orang spesial yang dia maksud itu adalah kekasihnya?!


Ya Tuhan! Ada apa ini!


Mengapa hatiku menjadi sangat gelisah begini?!


Ku pikir, aku harus mencurahkan kegundahanku ini kepada seseorang!


Arjuna! Ya!


Hanya dia sosok yang dapat ku percaya!


Aku segera meraih ponselku, dan langsung menyentuh ikon pesan, begitu media sosialku terbuka.


Jenny Lie : Jun, lu dah tidur?


Arjuna tidak langsung membalas pesanku!


Itu membuatku semakin merasa gelisah!


Aaaarrrrgggghhh!


'Tiiiinnng'


Ponselku berdering dan bergetar secara bersamaan!


Aku segera meraih ponselku, dan melihat notifikasi disana... Arjuna membalas! Yes!


Arjuna : ooii Jen, ada apa?


Jenny Lie : yaaasss! Akhirnyaaa...


Arjuna : Lu kenapa?


Jenny Lie : Gw lagi galau, Jun... 😭😭😭


Arjuna : Galau kenapa lu?


Jenny Lie : gapaham 😖


Arjuna : Laaaahhhhhhh


Jenny Lie : iya... Gw bingung jelasinnya


Arjuna : ya terus?


Jenny Lie : gw bingung, jelasin dari mana


Arjuna : dari awal perasaan itu muncul aja deh!


Aku berpikir, kemudian kembali mengingat kejadian tadi.


Rasa tidak nyaman itu bermula ketika Young Joon berkata bahwa dia ingin menemui seseorang, dan itu spesial!


Ah baiklah!


Jenny Lie : Jadi gini, hari ini gatau kenapa, gw sebel aja sama laki gw!


Arjuna : sebel kenapa?


Jenny Lie : hari ini penampilannya gk biasa gitu, intinya kece lah!


Arjuna : Nah terus, kenapa lu sebel?


Jenny Lie : Ya gimana gk mo sebel! Orang dia berpenampilan macamtu untuk nemuin seseorang, dah gitu, spesial pula!


Jujur saja, aku mengetik huruf demi huruf tadi, dengan perasaan yang menggebu-gebu!


Nafasku bahkan memburu!


Arjuna tidak langsung membalas pesanku selama beberapa menit, hingga...


Arjuna : Jangan² lu cemburu gk, Jen?


Aku tercengang melihat pesannya yang satu ini!


Jantungku berdegup hebat!


Butuh beberapa waktu, untuk mengendalikan perasaanku saat ini, sebelum membalas pesan dari Arjuna tadi.


Jenny Lie: gk paham! Gw gangerti juga sebenarnya! Cuma, pas Young Joon bilang klu dia nemuin seseorang, dan pas gw tanya spesial apa gk, dada gw sesak aja! Gw rasa itu cuma ganyaman aja sih! Bukan cemburu.


Arjuna : Gw rasa, itu salah satu gejala cemburu, Jen!


'Deeeggghh!'


Tapi, apa mungkin?!


Aaarrrggghhhh!!!!


Aku menjerit dalam hati, sambil mengacak-acak rambutku!


Apa-apaan ini?!


Aku segera menyudahi obrolan kami, karena ku pikir, kegelisahanku semakin bertambah karenanya!


Aku kembali memikirkan kata-kata Arjuna tadi!


Dan jika Young Joon berpikiran sama seperti Arjuna, itu tandanya dia menganggap sikapku tadi adalah wujud dari rasa cemburuku!


Tidak! Aku tidak boleh membiarkan itu terjadi!


Lalu, apa yang harus ku lakukan esok?


****************************


Pagi ini seperti biasa, aku bangun pukul 6 pagi, mencuci wajah, sikat gigi, dan bersiap untuk membuat sarapan.


Ya! Ku pikir, membuat sarapan akan menjadi agenda rutin baruku! Hahahahaa!


Oh ya! Mengenai semalam...


Pada akhirnya aku memutuskan untuk sebisa mungkin, bersikap biasa saja, seolah tidak terjadi apa-apa dengan hatiku!


Aku segera keluar dari kamar, dan berjalan menuju kulkas dan meraih kotak susu cair yang terletak di dalam pintu kulkas, kemudian meneguknya.


Ketika sedang meneguk susu, mataku menangkap sosok Young Joon yang terlihat begitu terburu-buru.


Aku sungguh terkejut melihat sikapnya yang tidak biasa hari ini, dan itu membuatku tidak melepaskan pengelihatanku kepadanya!


Penampilannya sungguh sangat kacau!


Bahkan ketika meneguk air, dia tampak tidak tenang!


"Sepertinya ada hal penting hari ini, hingga membuatmu begitu tergesa-gesa." Selidikku seraya menatapnya, yang kini menaruh botol beserta gelas di atas meja


"Yeah... Aku harus sampai ke kantor pukul 8." Jawabnya singkat.


"Aku pergi dulu, ya!" Katanya, kemudian berlalu


"Tunggu dulu!" Kataku, kemudian menghampirinya, yang saat ini sudah memegang kenop pintu.


Young Joon menoleh ke arahku, dan aku berdiri di hadapannya, kemudian memperbaiki dasinya, lalu memeriksa bagian mana lagi yang harus ku perbaiki.


"Selesai! Pergilah! Maaf jika tidak sempat menyiapkan sarapan untukmu." Kataku setelah memastikan bahwa semua telah rapi, lalu melihat ke arah dasinya sambil tersenyum.


Young Joon terpaku, namun beberapa detik kemudian...


YOUNG JOON MENGECUP KENINGKU!!!


Dia berlalu setelahnya, tanpa menoleh ke arahku yang saat ini, hampir pingsan...


Butuh beberapa menit untuk membuatku kembali 'siuman'.


Tidak! Aku bahkan tidak berteriak, atau mengumpatnya!


Ada apa denganku!


Aku bahkan menyentuh keningku yang tadi Young Joon kecup!


Ini adalah kali ke-dua, Young Joon mengecupku keningku, dan ini adalah hal terjauh yang pernah kami lakukan semenjak awal pertemuan kami, serta selama 5 bulan pernikahan kami!


Bahkan saat pesta ulang tahunku, yang diadakan beberapa hari setelah kepulangan kami dari Lombok, Young Joon hanya memelukku!


Percaya atau tidak, aku bahkan belum pernah sekalipun masuk ke dalam kamar Young Joon!


Baiklah, kami memang tidak memiliki asisten rumah tangga.


Aku yang meminta kepada Young Joon, ketika dia hendak menggunakan jasa asisten rumah tangga.


Aku berkata kepadanya bahwa aku dapat mengerjakan semua sendiri.


Aku juga berkata kepadanya, jika kami memiliki asisten rumah tangga, cepat atau lambat, keluarga kami akan mengetahui bagaimana kehidupan rumah tangga kami sebenarnya!


Orang tua kami, terutama orang tuaku, mereka adalah orang yang selalu ingin tahu!


Tidak menutup kemungkinan jika mereka bertanya tentang kehidupan rumah tangga kami kepada asisten rumah tangga kami!


Apartemen kami memang besar, namun ku pikir aku dapat membereskan semua ini, kecuali kamarnya.


Dan sebelum dia protes akan hal itu, aku berkata kepadanya, bahwa sama sepertiku, ku pikir Young Joon juga ingin memiliki privasi, namun saat itu Young Joon berkata...


"Apakah suami-isteri harus memiliki privasi?"


Kata-katanya masih terngiang di telingaku hingga detik ini!


Aku berbalik, dan menatap pintu kamar Young Joon.


"Kau adalah istriku, jadi kau dapat masuk dan memeriksa apa yang ada di dalam sana jika kau mau."


Aku tersenyum, ketika mengingat ucapannya waktu itu.


Namun entah mengapa, bahkan setelah 5 bulan kami menikah, aku tidak juga memiliki nyali untuk memasuki ruangan itu.


***************************


POV Young Joon


"Tuan Park, setelah kehadiran anda selama 6 bulan ini, dapat saya akui, telah banyak progres di perusahaan ini." Tuan Prasetyo membuka percakapan kami.


"Terima kasih banyak, Pak!" Jawabku


"Tidak dapatkah anda pikirkan lagi, mengenai rencana kepindahan anda ke Amerika?" Tuan Prasetyo seolah meyakinkanku


"Bagaimana tentang kenaikan gaji? Kita bisa..."


"Saya rasa, selama 6 bulan saya disini, saya sudah dapat melihat beberapa karyawan lokal yang cukup berpotensi untuk menggantikan posisi saya." Aku segera menyela ucapannya.


Tuan Prasetyo tampak berpikir, seraya menatapku.


"Baiklah, saya sangat menghargai keputusan anda, hanya saja, beri kami waktu untuk menyelesaikan project anda, dan tolong bimbing karyawan yang akan menggantikan posisi anda, saya pikir, anda sudah mengetahui siapa orang yang cocok!" Ujar Tuan Prasetyo


"Baik, pak! Saya akan menyelesaikan secepatnya, saya permisi dulu." Kataku, kemudian berlalu dari ruangannya.


Yeah... Aku kembali ke ruanganku, dan lagi-lagi memikirkan tentang kejadian pagi tadi.


Jennifer... Mengapa dia selalu cantik dalam setiap momen? Mengapa dia selalu memberikan kejutan yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya?


Jennifer... Hanya nama dan wajah itu yang saat ini ada dalam hati dan pikiranku!