Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
Hey?!



Pagi ini, untuk pertama kalinya aku menyiapkan sarapan pagi, walau hanya sekedar roti panggang dengan selai cokelat! Hahahaaa!


Ketika aku tengah menata meja makan, dapat ku saksikan, Young Joon yang telah bersiap hendak pergi kerja.


"Kau sudah ingin berangkat kerja?" Kataku seraya menata meja makan


"Ya, ada apa?" Young Joon menghentikan langkahnya


"Ummmm... A-aku membuat roti untuk..."


"Aaahhh... Kebetulan! Aku lapar sekali sebenarnya!" Katanya Kemudian berjalan ke arahku.


Young Joon menatap roti panggang yang baru saja ku letakan, kemudian duduk dan melahap roti itu. Aku menatapnya dengan tatapan heran, dan itu membuat Young Joon berhenti mengunyah, sambil menatapku bingung.


"A-ada apa? Mengapa kau menatapku seperti itu?" Ucapnya ragu.


"Apa kau tidak terlambat? Ini sudah jam 9." Jawabku dengan hati-hati.


Young Joon terlihat berpikir, hingga...


"Aaahh... Iya... Jenny..."


"Hmmm...?"


"Bisa tolong bawakan ini, aku akan memakannya di mobil." Katanya seraya menunjuk ke arah roti yang masih tersisa 5 potong lagi.


Sejujurnya aku merasakan agak bingung, hanya saja, entah mengapa, aku seolah patuh mendengar ucapannya.


"Ah, baiklah." Kataku kemudianberbalik dan berjalan menuju tempat penyimpanan kotak makan.


Aku segera memberikan kotak bekal yang telah ku isi dengan 5 potong roti panggang, dan Young Joon menerimanya dengan penuh semangat, kemudian segera berlalu, setelah berkata.


"Aku pergi sekarang, ya!" Ucapnya sambil tersenyum lebar.


Aku tersenyum, ya! Bahkan sampai beberapa menit setelah Young Joon berlalu!


Entahlah! Ada rasa nyaman di hatiku saat ini.


POV Young Joon


Kau tahu, hatiku benar-benar berbunga saat ini! Bagaimana tidak! Istriku membawakanku bekal!


Ini membuatku terus tersenyum dan tertawa sendiri, bahkan saat di ruang kerjaku saat ini!


Aku bahkan menatap kotak makan yang berisi 5 potong roti dengan selai coklat dengan senyum yang sangat sumringah!


Ponselku tiba-tiba berdering, saat ku tatap layar ponselku, Jennifer? Ini pertama kalinya Jennifer menghubungiku!


Aku merapikan rambut serta pakaianku, dan juga mengatur suaraku agar semerdu mungkin sebelum menjawab panggilan darinya.


"Mengapa lama sekali! Apa kau sedang sibuk?" Jennifer di seberang sana terdengar agak ragu


"Um... Itu... Um..."


"Kau pulang jam berapa, nanti?"


Aku sempat termenung mendengar kata-kata Jennifer barusan!


Apakah ini mimpi?


"Young Joon...? Kau masih mendengarkan ku?" Jennifer terdengar kesal di seberang sana


"Aahh... Itu... Itu... Begini, mungkin aku akan pulang agak malam, hari ini. Ada apa?" Aku berusaha mengatur nafasku saat ini, degup jantungku benar-benar tidak beraturan saat ini


"Ooohhh... Baiklah... Aku akan pergi bersama Clara pukul 3 nanti. Ku pikir aku akan pulang agak larut."


"Kau mau kemana?"


Bukankah Jennifer meminta izin kepadaku, barusan?


Hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya, selama pernikahan kami!


Dia selalu pulang dan pergi tanpa pernah meminta pendapatku


"Tentang saranmu untuk melanjutkan kuliahku... Aku akan mempersiapkannya hari ini." Lagi-lagi Jennifer terdengar ragu.


"Baiklah! Aku akan menghubungimu jika aku sampai ke rumah lebih dahulu."


"Baiklah... Semoga beruntung, dan jangan lupa untuk menghabiskan bekal yang tadi ku bawakan." Jennifer menutup panggilan.


Aku sempat merasa tak percaya atas apa yang baru saja terjadi, hingga saat sekertarisku, Delia masuk ke ruanganku, aku memintanya untuk menamparku, walaupun sebenarnya dia terlihat sangat sungkan.


"Ayo, tamparlah!" Kataku seraya memberikan pipiku.


"Aaaawwwww!!!"


Delia tampak pucat setelahnya!


Dan aku segera melompat bahagia!


Tampak seperti orang yang sudah kehilangan akal! Sedangkan Delia, semakin terlihat ketakutan karenanya.


************************


Aku tiba lebih dulu dibanding Jennifer, dan langsung mandi serta mempersiapkan diriku sebelum istriku tiba.


Bahkan aku menggunakan parfum! Lucu, bukan?!


Menggunakan pakaian seperti hendak pergi kencan, Oya! Jangan lupakan tatanan rambutku! Aku membuat itu sedikit berdiri.


Aku segera keluar dari kamar, setelah selesai dengan ritual ku, dan langsung menuju dapur, untuk minum agar aku tidak terlihat begitu gugup saat bertemu dengan istriku nanti.


Ketika baru saja meneguk air...


"Aku pulang..." Aku terbatuk melihat Jennifer tiba-tiba datang


"Uhuk... Uhuk... Uhuk...!" Jennifer menatapku khawatir, kemudian berlari ke arahku


"Kau kenapa?" Dia segera meraih gelas yg masih ada di tanganku, kemudian menuang air ke dalamnya, lalu memberikannya kepadaku.


"Minumlah!" Ujarnya seraya menepuk-nepuk punggungku pelan.


Aku lalu segera meneguk air yang Jennifer beri, dan batukku sudah sedikit reda.


"Ada apa denganmu?" Wajah Jennifer tampak khawatir


"Tidak apa-apa, aku hanya agak terkejut." Kataku kemudian meletakan gelas di atas meja.


Jennifer tampak mengendus sesuatu.


"Kau mau kemana?" Katanya, terlihat penasaran


"Eh?" Aku menjadi salah tingkah


"Malam-malam begini, memakai pakaian seperti ini, dan juga, wangi?" Selidik Jennifer.


Aku menjadi semakin salah tingkah dibuatnya! Tidak mungkin aku mengatakan kepadanya, bahwa aku seperti ini untuk menyambutnya, kan?


"Aku... Um... Ah! Itu! Aku ingin menemui seseorang, namun..."


"Apakah sespesial itu?" Jennifer tersenyum menatap wajahku, itu membuatku sedikit bingung untuk menjawabnya


"Itu... Iya..." Kataku kemudian menatap ke arah bawah, untuk menutupi rasa gugupku.


Jennifer kemudian berlalu


"Apa kau sudah menemuinya?" Jennifer tampak meletakkan barang bawaannya di atas meja makan, dan terlihat mengeluarkan isi di dalamnya


"Sudah..." Jawabku, kemudian menatap ke arahnya.


Jennifer segera menghentikan kegiatannya, dia terlihat diam, dan kemudian tersenyum. Aku segera menghampirinya.


"Apa yang kau bawa?" Kataku melihat ke arah meja, kemudian menatapnya


"Eh?" Jennifer menatapku, dapat ku lihat matanya berkaca-kaca


"Kau kenapa? Apa yang terjadi kepadamu?" Aku benar-benar mengkhawatirkannya


"Ah... Aku... Aku tidak suka aroma parfum mu, juga penampilanmu. Itu membuat mataku sakit, dan kepalaku pening." Katanya kemudian masukkan kembali barang-barang yang tadi dia keluarkan.


"Ah, aku akan segera..." Aku tidak melanjutkan ucapanku karenaJennifer tiba-tiba berlalu meninggalkanku, menuju ke kamarnya.


Ada apa dengan Jennifer?


Bukankah tadi...


Ku cium aroma parfumku, bukankah ini yang biasa ku pakai?


Dan dia pernah bertanya kepadaku apa merk parfum ini, karena dia menyukainya!


Aku segera pergi ke kamarku, kemudian melihat bayangan diriku saat ini, aku mengenakan pakaian ini ketika menjemputnya pulang dari rumah sakit, dan dia berkata, bahwa aku terlihat keren dengan pakaian ini!


Ada apa dengannya hari ini? Apakah dia sedang dalam masa periodnya? Entahlah!