Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
Patung Mc Donald



"Jenny tolol!!! Kenapa otak lu harus kotor lagi, sih!!! Aaaarrrrggghhhh!"


Aku tidak henti-hentinya mengutuk diriku sendiri yang saat ini tengah tertelungkup menenggelamkan wajah di atas ranjang.


Menatap wajah serta mencium aroma tubuhnya tadi, entah mengapa ada sensasi aneh dalam diriku!


Andai tadi...


"Aaaarrrrggghhhh!!!" Aku semakin menenggelamkan wajahku disana!


Hey!


Aku segera terduduk! Harusnya aku bersiap sekarang! Bukankah tadi Young Joon mengajakku untuk makan malam?!


Jenny bodoh!


Aku segera beranjak dari atas ranjang, menuju lemari, untuk memilah pakaian apa yang akan ku kenakan.


Aku meraih sebuah dress, tidak! Terlalu berlebihan rasanya!


Tapi, inikan makan malam pertama kami, semenjak kami menikah!


Ok, ini memang bukan makan malam pertama sesungguhnya, karena toh kami pernah juga makan malam sebelumnya, tapi kan... Itu sebelum menikah!


"Huuufffttt..."


Aku kembali merasa dilema hanya karena pakaian!


Pada akhirnya aku memutuskan untuk mengenakan skinny jeans berwarna navy, serta blous berwarna senada.


Ah, ya! Aku segera berjalan ke arah meja rias, dan aku kembali merasa dilema...


"Lipstik warna apa, ya?" Ucapku seraya memilah 5 buah lipstik yang berada disana, hingga akhirnya aku meletakkan kelimanya, dan lebih memilih untuk memulaskan lip gloss berwarna pink cherry di bibirku.


Ku pikir, aku hanya akan memulaskan lip gloss dan bedak di wajahku seperti biasa, karena toh, ini bukanlah acara formal!


Dan ketika aku sedang memulaskan 'compact powder' di wajahku...


'Tok... Tok... Tok...!'


"Jenny, apa kau telah siap?"


Aku segera menghentikan kegiatanku! Bahkan walau hanya mendengar suaranya dari balik pintu, itu sudah cukup membuat darahku berdesir!


"I-i-iya... Se-sebentar lagi..." Jawabku, kemudian memulas bedakku dengan cepat.


POV Young Joon


Setengah berlari aku menuju kamarku! Dan setelah berada disana, aku berusaha keras untuk menenangkan diriku.


"Jenny... Jenny... Jenny..." Ucapku yang saat ini terduduk di bibir ranjang, sambil menutup wajahku dengan kedua tangan.


Jenny tidak memaki! Tidak sama sekali! Persis seperti kejadian pagi tadi! Apakah...


"Aaarrrgghhh!!!"


Aku harus bersiap, karena Jenny tadi meng-iya-kan ajakan makan malamku!


Saat ini aku telah berada di bawah pancuran, sambil terus membayangkan rentetan kejadian hari ini.


Jenny, tidak seperti biasanya!


Jangankan membelai lembut wajahnya, bahkan ketika ketika aku mendekatkan wajahku ke wajahnya saja, dia akan mengumpat, atau menunjukkan sikap tidak sukanya!


Tapi hari ini...


Membayangkan kejadian tadi saja, sudah membuat 'senjataku' kembali mengeras!


"Tidak! Tidak sekarang! Ku mohon! Aku akan kencan malam ini!" Ucapku kepada 'senjata' yang seolah mengerti perintahku.


Kini aku telah berdiri di depan lemari, memilah pakaian apa yang akan ku kenakan untuk makan malam pertama, maksudku makan malam pertama setelah pernikahan kami!


Yeah! Selama 5 bulan ini, ku pikir ini adalah awal dari babak baru perjalanan rumah tangga kami.


Firasatku berkata, akan ada kemajuan besar setelah ini!


Aku telah siap! Hahahaaa! Bukankah aku terlihat seperti 'oppa' K-Drama yang Jenny suka?


Celana jeans, dengan kaos polos, dan jas casual!


Aku segera mengetuk pintu kamarnya, begitu tiba di sana.


'Tok... Tok... Tok...!'


"Jenny, apa kau telah siap?"


Jenny tidak langsung menjawab, hingga...


"I-i-iya... Se-sebentar lagi..."


Darahku berdesir ketika mendengar suaranya! Aku bahkan menyentuh bagian dadaku karena terasa nyeri disana.


"Ya..."


Lututku melemas seketika, begitu dia membuka pintu kamarnya.


Kami saling terperangah saat ini...


Dan bagian yang paling ku suka dari keseluruhan penampilannya saat ini adalah... Rambut kemerahan se-punggung bagian atasnya, dibiarkan teruai...


Aku tersenyum, kemudian mengusap tengkuk lalu memalingkan wajahku darinya.


"Ummm... A-ayo..." Ucapnya, memecahkan kecanggungan ini.


************************************


POV Jenny


Young Joon telah melajukan mobilnya, sesekali aku mencuri pandang darinya.


Tampan!!! Ya Tuhan!!! Dia benar-benar tampan dengan setelan jas casual itu!!!


Aku tersenyum kecil, ketika teringat akan ucapan Clara, waktu itu...


"Jen, si Young Joon mirip sama si Song Joongki, ya! Hahahahaaa!"


Benar apa yang di ucapkan Clara... Young Joon bagaikan replika Song Joongki! Aku bahkan tersenyum lebar saat ini, bahkan bisa dibilang, aku tertawa kecil, hingga menarik perhatian Young Joon.


"Ka-kau kenapa?" Young Joon terlihat cemas


Itu membuatku buru-buru menghilangkan senyum di bibirku.


"Aaahh... I-itu... Tadi aku..." Aku melihat ke arah luar, berusaha mencari objek yang dapat ku gunakan sebagai alasan.


Patung Mc Donald! Yeah!


"A-aku hanya sedang berpikir tentang patung Mc Donald, mengapa itu sangat lucu?" Kataku kemudian menoleh ke arahnya yang saat itu menatap aneh kepadaku


"Apa setiap melihat patung itu, kau akan bertingkah aneh seperti ini?" Gerutunya, kemudian kembali fokus mengemudi.


"Saat pertama kali melihatnya, justeru aku menangis histeris!" Ketusku


"Lalu mengapa sekarang tersenyum?!" Ucapnya tak kalah ketus


"Aku bahkan pernah tertawa terbahak-bahak begitu menyadari betapa bodohnya aku, menangis hanya karena patung Mc Donald!" Suaraku agak meninggi sekarang.


Young Joon terdiam sejenak, kemudian tertawa terbahak-bahak!


"Hahahahahahaaaaaaaahahahahahaaaaaaa!!!!!" Dia tertawa bahkan sampai mengeluarkan air mata


"Ka-kau... A-ada apa denganmu?" Kataku menatap heran kepadanya.


Young Joon menatap sekilas ke arahku, sambil tertawa.


"Hahahaa... Itu... Itu... Hahahahaaa!!!"


Aku meringis melihatnya seperti itu.


"Itu.... Hahahahaaaa...."


Seketika tawanya terhenti, ketika mobilnya berhenti di depan sebuah restoran yang telah tutup.


"Bagaimana ini..." Ucapnya dengan raut wajah kecewa.


Aku menoleh ke arah restoran yang cukup mewah itu.


"Ada apa?" kataku kemudian menoleh ke arahnya.


Young Joon menoleh ke arahku.


"Beberapa bulan yang lalu, salah satu karyawan di kantorku merekomendasikan restoran ini, jadi ku pikir aku akan mengajakmu kesini." Katanya, masih dengan raut wajah kecewa.


Aku tersenyum, kemudian mengelus bahu kirinya.


"Tidak apa-apa... Kita dapat kesini lain kali." Ucapku menenangkannya.


Young Joon menoleh ke arah tanganku yang saat ini masih membelai bahunya, dan aku dengan sigap menarik tanganku dari sana, lalu menatap ke arah restoran tersebut.


"Mengapa kau lepas?" Ucapnya, dan itu membuatku kembali menoleh ke arahnya


"Eh?"


"Aku menyukainya..." Ucapnya sambil tersenyum


Aku terdiam... Senyum itu...


"Hey..." Ucapnya sambil melambaikan tangannya di depan wajahku


"Eh... I-itu..." Ucapku sambil menyelipkan rambutku di balik daun telinga.


Young Joon terdiam menatapku, hingga...


"Lu gila yah! Lu pikir lu itu orok, kudu gw elus-elus segala!" Umpatku kepadanya, yang saat ini terlihat keheranan.


"Ka-kau ini kenapa?" Ucapnya sambil meringis


Aku kembali merasa salah tingkah saat ini...


"Yo-Young Joon, aku..." Ucapku sambil meringis menatap wajahnya.


Young Joon tersenyum, kemudian menenggelamkan wajahnya di roda kemudi, lalu menoleh ke arahku, sambil tersenyum.


"Aku menyukainya..." Katanya, kemudian kembali menegakkan tubuhnya, masih terus menatapku...