Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
Beruang yang Lapar!



Kehadiran kedua orang tua kami, membuatku dan Young Joon harus kembali tidur di dalam ruangan yang sama!


Jelas saja ini berbeda dengan sebelumnya!


Sebelumnya, aku belumlah ternoda!


Dan sekarang... Aaaarrrrggghhhh!!!


Aku segera memejamkan mataku, begitu Young Joon memasuki kamar.


Dia merebahkan tubuhnya tepat di sampingku, dan memelukku dari belakang.


Tidak hanya memeluk, Young Joon bahkan mengecup tiap inci tengkukku.


"Sayang... Apa kau sudah tidur, hmmmm?"


Dapat ku rasakan, hangat nafasnya berhembus di belakang daun telingaku.


Ada sensasi aneh ku rasakan, namun aku tak sedikitpun bergeming!


Namun saat tangan Young Joon menelusup ke dalam piyamaku, aku segera membuka mataku, dan berdiri, untuk menjauhinya!


"Kau! Apa yang kau inginkan!" Kataku memekik


Young Joon segera bangkit, dan memasang wajah memelas.


"Sayang... Aku mau..."


"Tetap disana!" Perintahku, ketika dia hendak menghampiriku


"Ayolah, Jenny... Kita..."


"Aaaarrrrggghhhh!!!" Aku berteriak, seraya menutup telingaku dengan kedua tanganku!


"Ssssssttttt!!! Jangan berteriak! Nanti mereka mendengar..." Young Joon terlihat gugup


Aku menatapnya ngeri! Terasa aneh bagiku, melihat sikapnya saat ini!


"Apa yang kau inginkan?!" Kataku masih menjaga jarak darinya.


Young Joon meringis, menahan sesuatu.


"A-aku..." Dia mengusap belakang kepalanya


"Kau, tidurlah disana!" Kataku sambil menunjuk ke arah sofa.


Young Joon membelalakkan matanya.


"Hey! Apa maksudmu!" Protesnya


"Aku selalu merasa tidak aman jika berada di dekatmu!" Kataku


"Ayolah, Jenny... Kita ini suami-istri!"


"Lalu?!"


Young Joon terlihat berpikir, sebelum...


"Se-sebenarnya, aku ingin meminta tolong kepadamu." Katanya sambil memijat tengkuknya.


Aku yang sebelumnya bersikukuh, kini mulai melunak.


"Meminta tolong apa?" Selidikku


Young Joon tiba-tiba membuka kaosnya, dan itu membuatku memekik!


"Hey! Apa yang kau..."


"Dapatkah kau mengoleskan minyak yang biasa kau gunakan ketika merasa pusing? Kepalaku terasa berat sekali." Katanya sambil meringis


"Memangnya kau tidak bisa menggunakannya sendiri!"


"Aku tidak..."


"Baiklah!" Kataku kemudian berjalan ke arah meja rias, lalu meraih minyak kayu putih.


Aku berjalan ke arahnya.


"Duduklah! Aku akan..."


Young Joon tiba-tiba menyergap tubuhku, dan ketika aku hendak berteriak, dia buru-buru mengunci bibirku, dengan bibirnya!


Mataku terbelalak dibuatnya!


Mata sayunya menatap ke dalam mataku... Ini membuatku merasa gugup! Sangat!


Young Joon melepas ciumannya, kemudian tersenyum sambil menempelkan dahinya di dahiku!


Jantungku... Entahlah! Aku bahkan hampir tidak dapat merasakan detakannya! Namun aku seolah dapat merasakan aliran darahku!


Young Joon kini memelukku, lalu menciumi tengkukku, bahkan dia sedikit menghisap kulit di belakang daun telingaku!


"Sayang... Mmmphhh..." Hembusan nafasnya kembali membuatku merasakan perasaan aneh!


Aku memejamkan mata, seolah menikmati setiap tindakannya, bahkan aku pasrah, ketika Young Joon membopong tubuhku ke atas ranjang, sambil ******* lembut bibirku.


Aku membuka mataku, ketika Young Joon lagi-lagi melepas ciumannya!


Young Joon tersenyum... Oh Tuhan! Dia begitu tampan! Dan dia adalah suamiku!


Aku tersenyum menatapnya yang masih tersenyum menatapku...


Dada bidangnya, serta kulit seputih salju...


Sejujurnya, aku sungguh malu berada di posisi saat ini, namun hasratku...


"Aku mencintaimu, Jennifer..." Ucapnya lembut


Mataku berkaca-kaca dibuatnya! Aku segera memeluknya! Dan mengecup sela diantara leher dan bahunya, kemudian menguraikan pelukanku.


"Aku juga..."


Ciuman hangat mendarat di bibirku, sebelum aku melanjutkan kata-kataku...


Young Joon tampak sangat menikmati ciuman ini... Matanya terpejam!


Dia melepas ciumannya, dan meraih wajahku...


"Jenny-ya, aku ingin... Ku mohon..." Ucapnya dengan nafas memburu.


Kalian tahu, ekspresi wajah Young Joon ketika mengatakan hal tadi, persis seperti seorang anak kecil, yang ingin dibelikan sesuatu oleh ibunya! Hahahahaaa!!!


Young Joon kembali menempelkan keningnya di keningku, dia terpejam. Raut wajahnya menunjukkan ekspresi seperti orang yang sedang frustasi!


"Ku mohon, sayang... Aku ingin..."


Young Joon kembali mencium bibirku. Dia masih terpejam, hingga akhirnya aku menyambut ciumannya! Matanya terbuka, dan dia kembali tersenyum, sambil terus ******* lembut bibirku! Dia seolah mengerti arti dari gesture ku, dan dengan penuh semangat, dia melucuti seluruh pakaiannya, juga pakaianku...


Walaupun ini bukannya kali pertama kami melakukannya, namun aku selalu merasa gugup, tiap kali Young Joon berusaha untuk 'menyatukan' kami...


Rasanya sesak, namun nyaman...


"Jenny-ya... Aaaahhhhhhhhhhh..."


Aku selalu mendengar kata itu, di sela pergumulan kami... Dia tampak sangat menikmati permainan ini.


Dia selalu tersenyum bangga, tiap aku berkata...


"Young Joon... Mmmmppphhh..."


"Tidak apa-apa... Keluarkan saja suaramu... Aku menyukainya..." Ucapnya, sambil terus bergerak di atasku...


Aku menatapnya, yang saat ini bergerak di atasku sambil tersenyum, sesekali menggigit bibir bawahnya...


"Sayaaaaang... Aaaahhhhh..." Young Joon meringis, seolah menahan sesuatu...


Dia mendekap erat tubuhku, yang saat ini berada di bawahnya, kemudian ******* bibirku...


Lumatannya semakin buas, bahkan dia menggigit kecil bibirku disertai erangan panjang....


"Mmmmmmpppphhhhh... Ahhhhhhhhh..."


Pergerakannya melemah, hingga akhirnya dia menenggelamkan wajahnya di sela antara leher dan bahuku.


"Jenny-ya..." Suaranya terdengar lemah


Aku dapat merasakan degup jantungnya...


"Hhhmmmm..." Aku mengecup pelipisnya.


Young Joon mengecup keningku, lalu mentap wajahku.


"Aku mau lagi..."


Aku membelalakkan mata tak percaya!


*********************


Pagi ini, entah mengapa, ada sesuatu yang tidak beres dengan diriku.


Aku tidak dapat merasakan tubuhku sendiri!


Mati rasa! Yeah! Hanya itu!


Bahkan hanya sekedar untuk membuka mata, rasanya sulit sekali!


Namun aku dapat mendengar serta merasakan, ketika Young Joon berkata...


"Sayang, aku pergi sekarang, ya... Aku mencintaimu..." Ucapnya kemudian mengecup kening, serta bibirku.


Ya Tuhaaannn...


Bagaimana aku tidak mati rasa begini?!


Young Joon bagaikan beruang yang lapar semalam!


Kami melakukan 'itu' berkali-kali, hingga aku benar-benar kehabisan tenaga!


Bahkan jika aku tidak mengeluh kelelahan, mungkin kami akan tetap melakukannya hingga saat ini!


Beberapa menit kemudian, eomma menghampiriku, yang saat ini masih terbaring di atas ranjang, hanya berbalut selimut.


"Jenny, sayang... Ada apa denganmu? Apa kau sedang tidak enak badan?" Ucapnya seraya menyentuh keningku dengan punggung tangannya.


Dan ketika beliau membuka selimutku sebatas dada...


"APAAAA!!! APAKAH AKU TELAH MELAHIRKAN SESOSOK VAMPIRE!!!" Eomma berteriak, hingga membuatku membelalakkan mata, serta membuat kedua orang tuaku dan juga appa, berhambur masuk ke kamarku!


"Ada apa ini???!!!" Ucap yang lainnya secara bersamaan.


"Ti-tidak apa-apa... Kalian, pergilah... Aku hanya merasa sedikit kelelahan..." Ucapku dengan suara parau.


"Jenny..."


"Eomma..." Aku segera menyela ucapan eomma.


Eomma sepertinya mengerti akan maksud dari ucapanku, kemudian beliau menghela nafas, dan mengangguk.


"Dapatkah kalian meninggalkanku dan Jenny disini?" Ucap eomma kepada kedua orang tua, serta Appa.


Mereka bertiga segera mengangguk, kemudian berlalu.


Eomma segera membantuku, yang hendak duduk dan bersandar di sandaran ranjang, ketika mereka bertiga telah berlalu.


"Apa yang telah anak kurang ajar itu lakukan kepadamu, huh?!" Ucap eomma dengan tatapan tajam.


"Eomma... Ini tidak seperti yang..."


"Apa dia telah menghisap darahmu?!" Ucapnya sedikit meringis, seraya menatap ngeri tanda merah, yang entah berapa jumlahnya di bagian dada, serta leherku.


"Eomma..."


Eomma tiba-tiba meraih ponselnya. Dia tampak menghubungi seseorang, dan sesaat setelah eomma menempelkan ponselnya di telinga...


"YOUNG JOON-AH!" Eomma memekik di seberang sini


Aku terbelalak!!!