
Mama dan papa telah kembali ke tanah air!
Ini lebih lambat dari perkiraan sebenarnya mengingat, papa seharusnya pensiun 3 bulan yang lalu!
Aku dan Young Joon kini tengah berbincang hangat dengan kedua orang tuaku, di ruang keluarga rumah peninggalan nenek.
"Papa kamu katanya masih mau nikmatin masa berduaan dulu sama mama di Amerika, kemarin... Makanya kita nggak langsung pulang ke indo, pas papa pensiun." Ucap mama
Papa mengusap bahu mama, yang ada di dalam rangkulannya.
"Oh ya, kapan kalian akan berangkat ke Amerika?" Tanya papa kepada Young Joon.
Aku terkejut mendengar papa mengucapkan itu, bagaimana dia bisa tahu? Aaahhhh! Young Joon.
"Pekan depan, pa!" Jawab Young Joon, kemudian menyeruput teh hangat.
"Ooohhh... Kau jadi membeli rumah di kawasan Georgetown?" Ucapan papa kali ini membuatku tersedak, ketika menyeruput teh manis
"Uhuuukkkk.... Uhuuukkkk!!!"
Young Joon dengan sigap menepuk-nepuk punggungku.
Aku menatapnya, sambil menepuk-nepuk dadaku.
"Jenny kenapa, nak?" Kata papa tampak mengkhawatirkanku
"Nggak kok pa." Jawabku
***************************
Saat di apartemen, aku mencecar Young Joon dengan banyak pertanyaan.
"Mengapa kau tidak memberitahuku tentang hal ini?!" Kataku mengintimidasi
"A-aku, hanya..."
"Bagaimana mereka bisa tahu tentang ini?!"
"I-itu..."
"Dan tentang di mana kita akan tinggal..."
"Jenny..."
Young Joon menatap wajahku, kemudian mendekat ke arahku.
"Mereka harus mengetahuinya..." Ucapnya dengan tatapan serius.
"Aku..."
"Tidurlah, sudah malam..." Katanya kemudian berlalu.
Aku menoleh ke arahnya, ketika di telah membuka pintu kamarnya.
"Young Joon..."
Aku seolah lupa hendak berkata apa, begitu Young Joon menatapku.
"Hmmmmmm?" Young Joon tersenyum.
Terkesima... Lagi... Mengapa wajahnya begitu tampan... Dia benar-benar mirip dengan Chul Soo (Song Joongki) dengan tatapan seperti itu.
Young Joon berjalan ke arahku, masih dengan tatapan yang sama...
"Ada apa, hmmmm?"
Aku menarik nafas dalam, dan mengalihkan pandanganku darinya.
"Aku..."
Young Joon mengecup keningku, ketika aku menoleh kepadanya.
"Selamat malam, mimpi indah..." Katanya kemudian berlalu, sesaat setelah mengusap puncak kepalaku.
******************************
"Inget, kalo lagi musim salju, jangan kelayaban terus!" Ucap mama
"Iyaaa... Enggak, mama... Aku kan mau belajar!" Kataku, kemudian memeluknya.
"Jenny..." Papa menghampiriku, dan akupun menguraikan pelukanku dari mama.
"Ya, pa..." Ucapku kemudian menghampirinya.
Papa merengkuh kedua wajahku.
"Jaga diri baik-baik disana, ya... Dan selalu ingat, sekarang kamu itu, sudah jadi istri orang... Selalu minta izin sama Young Joon, tiap kali ada keperluan." Papa mengecup kening, serta puncak kepalaku, sesaat setelah aku mengangguk.
"Young Joon, kami titip Jenny... Jaga dia baik-baik... Dan segera hubungi kami, jika kau tidak dapat mengatasi sikap kekanakannya."
"Ya, pa! Itu sudah pasti!" Young Joon tersenyum.
Kami melambaikan tangan begitu meninggalkan mereka... Sedih, sudah pasti! Baru seminggu ini aku dapat kembali bersama mama dan papaku... Tapi, tidak mengapa... Toh kami dapat tetap berkabar! Teknologi sudah semakin canggih, kan?
Ketika berada di kursi penumpang, aku mengeluarkan pemutar musik, serta earphone.
Ku cari lagu favoritku tiap kali naik pesawat.
Dapat! Aku segera memasang earphone ke telinga, dan...
"Kau menyukai lagu itu?" Young Joon melirik ke arah pemutar musikku.
Aku menoleh ke arahnya, dan mengangguk samar.
"Ini adalah lagu favoritku."
🎼In the arm of an angel is playing
Mengiringi perjalananku menuju Amerika... Negara dimana aku dapat sejenak mengalihkan perasaanku, terhadap cinta pertamaku...
******************************
"Sayaaaaang!!! Aku telah kembali!!!!!!!" Aku agak menjerit ketika berbicara melalui sambungan telepon, begitu memijakkan kakiku di Amerika!
Young Joon menatap tajam ke arahku!
"Ooohhh... Cintaku!!! Akhirnya!!! Aku ingin sekali bertemu denganmu!!!" Shierly begitu antusias di seberang sana!
"Aku akan menemui kalian, begitu aku meletakkan koper di rumah!" Sahutku dengan senyum mengembang!
Young Joon masih menatapku dengan tatapan tidak suka!
"Omong-omong, apa kau akan menempati rumah lamamu?"
"Shierly sayang... Tentu saja, tidak! Itu properti perusahaan!"
Ekspresi wajah Young Joon seketika berubah, begitu aku mengucap nama Shierly! Bahkan dapat ku lihat, dia tersenyum lega!
Aku langsung menutup panggilan.
"Siapa yang kau hubungi tadi?"
"Apa aku harus memberitahumu!" Sinisku kepadanya, seraya menyeret koperku
"Tentu saja! Kau lupa akan pesan papamu, ketika kita di In..."
"Dia kekasih Amerika-ku!" Jawabku lantas berjalan mendahuluinya!
Young Joon mempercepat langkahnya, agar bisa kembali berjalan sejajar denganku.
"Hey! Apa maksudmu!" Dia terlihat meringis
"Apanya!" Kataku masih terus berjalan tanpa menghiraukannya.
"Tadi kau menyebut nama Shierly! Apa dia seorang laki-laki? Mengapa ada laki-laki yang memiliki nama seperti itu?!"
Aku tertawa terbahak-bahak mendengarnya!
"Kau ini! Hahahahaaaaaa!!!"
"Tuan Park." Seorang pria kulit putih menghampiri kami.
Kami secara otomatis menghentikan langkah kami.
"Ya?" Jawab Young Joon
"Aku Bryan, dari LAND corp. " Ucap pria itu, kemudian mengulurkan tangannya.
Young Joon segera menyambut tangan pria tersebut.
"Aaahhh... Kau pria yang di ceritakan William itu, ya?!" Ucap Young Joon dengan senyum mengembang!
***********************
Kami telah tiba di depan sebuah rumah yang nampak tak asing untukku!
Bukankah, ini seperti rumah yang waktu itu gambarnya ku pilih, ketika Young Joon memintaku untuk memilih?
"Baiklah tuan, silakan atur ulang kode akses untuk membuka pintunya." Laki-laki itu mengarahkan Young Joon untuk melihat angka yang tertera di pintu masuk rumah tersebut.
"Sekali lagi, tuan. Dengan angka yang sama."
Young Joon kembali memijat angka.
"Selesai!" Katanya
"Baiklah tuan, ini surat-suratnya, dan... Ku rasa kau memiliki waktu satu minggu, untuk memulai tugasmu disini, dan... Selamat datang! Selamat bergabung di cabang kita di Amerika..." Ucapnya dengan senyum sumringah.
Mereka berpelukan setelahnya,
"Baiklah, nyonya Park. Saya permisi dulu, ku dengar kau cukup lama tinggal di Amerika, jadi ku pikir, kau akan segera terbiasa." Ucapnya dengan senyum ramah
"Tentu saja, Terima kasih, tuan Bryan." Sahutku ramah
Sepeninggal tuan Bryan, aku menatap tajam ke arah Young Joon!
"Kau!"
Young Joon mengusap belakang kepalanya.
"Be-begini..."
"Lupakan!" Kesalku
"Mengapa tidak meminta pendapatku, untuk menentukan angka kunci ini!" Aku sungguh kesal dengan sikap Young Joon ini! Dia seperti tidak menghargai keberadaanku!
"Jenny aku..."
"Apakah..."
"Jenny aku menggunakan tanggal pernikahan kita..."
Aku terperangah... Young Joon seolah ragu untuk melanjutkan ucapannya.
"Ku pikir, itu akan lebih mudah untuk diingat."
Hening, hingga...
"Ayo kita melihat ke dalam!" Young Joon menyeret kopernya ke dalam.
Ada dua lantai di rumah ini! Terdapat sebuah pantry di lantai bawah, yang letaknya tidak jauh dari pintu masuk.
Ruangannya cukup luas, namun hanya terdapat pantry, serta kamar kecil di lantai bawah, sisanya... Ini seperti ruang tamu yang sangat besar!
Sudah tersedia furniture disana, dan bisa dibilang, tata letaknya tidak berbeda jauh dengan rumah lamaku di Forks, rumahku yang dulu.
Begitu berada di lantai dua, ada 3 buah kamar disana, dan... Woooowwww!!! Sesuai gambar! Balkonnya cukup luas! Hahahahaa!!! Aku mengembangkan senyum!
"Jenny..." Young Joon tampak memintaku untuk menghampirinya yang kini berada di depan pintu sebuah ruangan.
Aku segera menghampirinya.
"Ya, ada apa?" Kataku
Dia membuka pintu ruangan itu, daaaannn...
Wow! Ini adalah kamar utama! Agak berbeda dengan dua kamarku di Indonesia, ataupun di Forks! Ini lebih luas, dan tata letak furniture nya, jauh berbeda!
Tidak ada sofa di depan kasur, karena akan terasa sesak sepertinya! Bahkan tidak terdapat sofa sama sekali disini!
Kamar ini juga memiliki balkon, dan kamar mandi di dalam kamar!
Aku menghampiri Young Joon...
"Young Joon, ini..."
"Ini kamarmu..."
Lega... Setidaknya, Young Joon tidak berkata 'kamar kita'.
"Terima kasih." Ucapku
"Baiklah, aku akan ke kamarku..."
"Young Joon..." Kataku, ketika Young Joon hendak berlalu.
"Hmmmmm?"
"Uuummm... A-aku ingin menemui teman-teman..."
"Aaahhh... Pergilah..." Katanya kemudian berlalu, namun ketika baru saja berada di depan pintu, Young Joon menghentikan langkahnya, dan menoleh ke arahku
"Apa kau ingin ku antar?"