Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
First Kiss!



"Jenny..."


Young Joon menghampiriku, ketika pintu kamarku telah terbuka.


"Hmmmmm?" Aku menatap wajahnya


Tampak keraguan terpancar di wajah tampan suamiku. Dia tampak ragu hendak berkata apa.


"Uummm... Te-terima kasih untuk hari ini."


Walaupun agak terbata-bata, namun ucapannya begitu tulus! Aku tersenyum.


"Ya... Tidak masalah." Kataku, kemudian berlalu namun...


"Jenny..."


Aku kembali menoleh kepadanya.


"Ya, ada apa lagi, Joon?"


Wajahnya memerah, dia bahkan tersipu malu.


"Ka-kau..."


"Hmmmmm???"


"Kau sungguh sangat cantik, hari ini..."


Ucapannya membuatku memudarkan senyuman... Aku dapat merasakan degup jantungku begitu hebat saat ini!


Young Joon mendekat, namun aku tidak melangkah mundur!


Aku seolah menantinya...


"Jenny..."


Young Joon membelai lembut pipiku... Matanya menatap dalam ke arah mataku, seolah meminta persetujuanku untuk...


Aku terpejam... Aku seolah pasrah, tentang apa yang akan dia lakukan dan, benar saja...


Young Joon mengecup lembut bibirku...


Pada akhirnya, ciuman pertamaku, ku berikan kepada suamiku...


Nafas kami saling memburu saat ini... Kedua tangan Young Joon, membelai lembut kedua pipiku, sedangkan tanganku kini, telah terkalung di lehernya...


Ciuman ini terhenti ketika aku merasakan benda keras menyentuh perut bagian bawahku!


Aku segera membuka mata, dan menghentikan ciuman yang ku rasa sudah tidak lagi wajar ini.


"Jenny..."


Young Joon meraih daguku, namun aku berpaling...


"Young Joon aku..." Aku menatap wajahnya yang tampak memerah


"Aku belum siap untuk hal yang lebih jauh dari ini..."


Young Joon terlihat kecewa, namun pada akhirnya tersenyum.


"Maafkan aku..." Aku mengecup bibirnya, kemudian segera menutup pintu kamarku.


Aku segera membanting tubuhku di atas ranjang! Aku bahkan mengembangkan senyum, sambil terus menyentuh bibirku...


Seperti itukah, rasanya ciuman pertama? Ini membuatku tersipu sendiri...


Arrrggghhh... Tadi itu... Ya Tuhan... Aku...


Aku menenggelamkan wajahku di atas ranjang.


Bahagia?! Sudah pasti! Entahlah! Hanya saja... Benda keras tadi?!


Aaaahhhh... Aku tidak ingin berfantasi liar lagi!


Kejadian tadi masih terus terbayang di pikiranku...


Namun, apakah tadi adalah fantasiku lagi?


Aku segera bangkit dari ranjangku, kemudian menyentuh bibirku.


"Tadi itu..."


Aku segera berlari kecil ke arah meja rias, dan menatap, betapa kacaunya diriku saat ini!!!


Lipstik yang memudar, rambut yang acak-acakan, serta...


Sungguh sangat cantik apanya!


Apakah Young Joon memiliki masalah dengan matanya!


Haaahh!!! Ya Tuhan!


Jelas saja rambutku berantakan, bukankah tadi kami pulang dengan mengendarai sepeda motor!


Namun lipstikku?


Angin tidak akan membuat warnanya menjadi seperti ini!


Aku bahkan tadi sempat memulas ulang lipstikku, di kamar kecil rumah Edward Liem!


Itu tandanya...


Haaaahhh!!!


Aku terbelalak!


Ciuman tadi, bukanlah fantasiku!


Ciuman tadi, adalah kejadian nyata!!!


Jadi tadi, aku dan Young Joon benar-benar berciuman!


Aku bahkan sempat mengecup bibirnya!


Aaahhhh...


Dan benda keras tadi?!


"Jenny, please! Jangan ngeres, jangan bego, apalagi tolol!" Umpatku kepada diriku sendiri.


Aku segera mengganti pakaianku dengan piyama, kemudian mencuci wajah, serta menggosok gigiku.


Walaupun aku belum mengantuk, bahkan ketika waktu telah menunjukkan pukul 3 dini hari, setidaknya, aku akan berusaha untuk terpejam, walau itu akan sangat sulit, karena kejadian tadi.


Setelah beres dengan kegiatan malamku, entah mengapa, aku merasa sangat haus.


Ketika baru saja menyentuh kenop pintu kamarku, seketika aku mengurungkan niat!


Bagaimana jika aku berpapasan dengan Young Joon?


Bagaimana jika Young Joon ternyata belum tidur?


Bagaimana jika...


Aahh! Masa bodoh!


Aku segera membuka pintu kamarku, dan...


Mematung...


Young Joon juga baru saja keluar dari dalam kamarnya...


Masih dengan pakaian yang sama, dan...


Bibir serta daerah sekitar bibirnya yang terdapat noda lipstikku!


Aku segera tersadar, dan buru-buru masuk ke dalam kamarku, ketika dia hendak menyapaku!


Siiaaallll!!! Ternyata kejadian tadi benar-benar nyata!!!!


Aaahhh... Bagaimana aku dapat bertemu dengannya besok...


Aaahhh... Ya Tuhan...


**************************


Seminggu setelah kejadian malam itu... Ummm... Maksudku, ehem... Setelah ciuman pertama kami, aku akhirnya dapat menguatkan mentalku, untuk bertemu dengan Young Joon.


Kau tahu, seminggu ini, aku selalu menghindari pertemuan dengannya!


Pergi ke kampus pagi-pagi sekali, dan pulang dari kampus, lebih awal dari biasanya!


Dan itu cukup mengganggu beberapa mata kuliahku!


Dan pagi ini, ketika akhirnya kami kembali bertatap muka, setelah seminggu aku menghindarinya...


Rasanya sangat sangat sangat sangat sangaaaaaatttt aneh!


Aku sungguh sangat canggung, ketika Young Joon menghampiriku!


Bahkan hanya mendengar suaranya memanggil namaku saja, jantungku berdegup sangat kencang!


Seperti saat ini...


"Jenny..."


Aku menelan ludah samar!


Rasanya, suara degup jantungku, sama besarnya dengan suara langkah kakinya, yang mendekat ke arahku...


Wajahku menegang, aku bahkan tidak dapat merasakan gagang gelas yang saat ini tengah ku genggam.


Aku dapat merasakan, Young Joon kini telah berada di belakang punggungku.


"Jenny..."


"Ya!" Aku segera berbalik ke arahnya, namun segan untuk menatap wajahnya!


"Ummm... Aku mungkin akan pulang terlambat malam ini, jadi..."


"Baiklah!" Kataku kemudian yang entah bagaimana, akhirnya memiliki nyali untuk menatap wajahnya!


Menatap wajahnya seperti ini, kembali mengingatkanku akan kejadian seminggu yang lalu!


Entah mengapa, apakah ini hanya perasaanku saja, atau memang Young Joon semakin tampan?!


Dia kembali mendekatkan wajahnya, lagi...


Namun aku dengan sigap langsung menghindarkan wajahku darinya!


Dan ternyata...


Young Joon meraih kunci mobilnya, yang berada di atas meja makan, yang terletak di belakangku!


Dia menunjukkan kunci mobilnya kepadaku, sambil tersenyum!


Dan itu membuatku terbelalak!


Aku merasa malu terhadap diriku sendiri, dan juga... Young Joon...


Young Joon mengusap puncak kepalaku, seraya tersenyum.


"Hahahaaa... Ada apa denganmu, huh?"


Pipiku terasa panas! Bahkan aku tersenyum konyol karena sikap anehku ini!


"Hehehehe... I-itu..."


KECUPAN KILAT MENDARAT DI KENINGKU!!!


Aku membisu, sedangkan Young Joon, dia berlalu dengan santainya, sesaat setelah berkata...


"Aku pergi dulu, ya..."


Sesak! Hanya itu...


Butuh beberapa menit, hingga akhirnya aku dapat kembali bernafas secara normal!


Aaahhhh... Ada apa ini!!!


******************


Pukul 11 malam...


Young Joon benar, dia pulang terlambat!


Mengapa aku masih tetap menunggunya, padahal...


Aaahhh...


Ingin rasanya untuk menghubunginya hanya untuk sekedar menanyakan kapan dia akan pulang, namun...


Aku masih tetap mempertahankan harga diriku disini!


Rasa gelisah masih terus menggangguku!


Aku bahkan belum juga dapat terlelap, walaupun waktu telah menunjukkan pukul 1 malam!


Huuufffttt!!! Kemana perginya laki-laki itu!


Aku masih terus sesekali menatap ke arah carport, melalui jendela kamarku, hingga tiba-tiba... Sebuah mobil berhenti di carport rumah kami!


Bukan! Itu bukan mobil Young Joon!


Itu adalah sebuah sedan!


Siapa disana?!


Mobil siapa itu?!


Belum habis rasa terkejutku, melihat mobil sedan yang baru saja terparkir di carport rumahku, aku kembali dibuat terkejut dengan penampakan seorang wanita, yang keluar dari dalam mobil itu!!!


Wanita itu kini berjalan ke arah pintu penumpang yang berada di sebelah kursi kemudi, lalu membuka pintunya.


Jantungku hampir saja terlepas, melihat sosok yang berada di kursi penumpang, yang kini tengah di rangkul oleh wanita itu!!!


Park Young Joon, suamiku!!!