Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
Kimberly Tan!



Aku terhenyak...


Duniaku seolah berhenti, melihat laki-laki yang seminggu lalu mendaratkan ciuman hangatnya di bibirku, kini berjalan gontai dan di rangkul oleh seorang wanita...


Suara bell, menyadarkanku!


Aku segera bergegas untuk berjalan ke arah pintu masuk rumahku.


"Ya... Sebentar..." Kataku sesaat sebelum membuka pintu.


Dan ketika pintu telah terbuka...


"Selamat malam..."


Wanita itu...


Entah mengapa, wajahnya tampak tidak asing untukku. Cantik!


Dan senyumnya, sungguh menawan!


Walau sejenak, aku sempat terpaku menatap wajahnya, hingga...


"Kim... Ini istriku... Jennifer..." Young Joon menunjuk ke arahku dengan suara khas orang mabuk.


Wanita itu tersenyum.


"Baiklah, kemana aku harus membawanya?" Ucap wanita itu sedikit meringis, karena ku rasa berat badan Young Joon cukup membebaninya.


"Eh... I-itu... Kemarilah!" Ucapku hendak membantunya untuk membawa tubuh Young Joon.


"Tidak apa, aku bisa membawanya bersamaku." Ucapnya sambil tersenyum.


'Membawanya bersamaku'


Entah mengapa, mendengar kalimat itu, hatiku terusik!


"Ba-baiklah!" Kataku kemudian mengarahkannya ke lantai atas.


Dan ketika aku membuka pintu kamar Young Joon, agak ragu rasanya untuk masuk ke dalamnya, karena... Baik di apartemen kami di Indonesia, ataupun rumah kami disini, aku belum pernah sekalipun memasuki kamar Young Joon.


"Jenny sayang... Ayo... Masuklah... Temani aku..." Young Joon kembali bergumam.


"Disini... Bawalah dia ke dalam sini..." Kataku mengarahkan wanita itu untuk masuk ke dalam.


Tidak! Aku tetap tidak memiliki nyali untuk ikut bersama mereka, dan lebih memilih untuk menunggu di depan pintu.


Ketika wanita itu merebahkan tubuh Young Joon, Young Joon tiba-tiba meraih tubuh wanita itu, kemudian mendekapnya...


Aku segera membalikkan tubuhku ke arah lain! Sakit... Entahlah!


Aku bahkan tidak mengetahui secara pasti, seperti apa rasanya hatiku saat ini!


Terlebih ketika wanita itu berkata...


"Oppa... Hentikan!"


Aku tercengang!


Entah bagaimana rasanya...


Air mataku bahkan, mengalir begitu saja, dan aku segera menghapusnya.


5 menit kemudian, wanita itu menghampiriku.


"Ummmm... Jenny?" Katanya sambil tersenyum.


Aku segera menoleh ke arahnya, dan berusaha sekuat hati untuk tersenyum.


"Eh, ya?"


"Jika aku tidak salah, sepertinya kita sudah saling mengenal." Katanya dengan senyum yang tampak di buat se-menawan mungkin.


"Maaf?" Kataku memastikan.


"Kau, Jennifer Lie, kan?"


Bagaimana dia bisa tahu?


Aku menatap heran kepadanya.


"Y-ya.. Bagaimana kau bisa..."


"Aaaahhhh!" Dia menepukkan kedua telapak tangannya pelan, kemudian mengulurkan tangannya.


"Aku, Kimberly! Kimberly Tan! Kakak kelasmu ketika di Guangzhou dulu!"


'Deeeeggghhhh!'


Kimberly Tan...


Gadis itu... Gadis cantik yang menyebalkan itu... Putri dari seorang walikota!


Pantas saja, wajahnya terasa tak asing bagiku!


Aku tersenyum getir, kemudian menyambut tangannya.


"Yeah... Bagaimana kabarmu?"


"Aku sangat baik, senang bertemu kembali denganmu, Jen!"


Senyum itu... Huuufffttt!!!


Bukankah dia begitu sempurna?


Jika dibandingkan dengan diriku, tidakkah aku terlihat begitu rendah?


Wajah yang sempurna, bentuk tubuh yang indah, serta... Senyum yang menawan!


Cantik, pintar, dan kaya!


Kesempurnaan seolah hanyalah miliknya seorang!


"Dia terlihat sangat kacau, ketika aku menemuinya di bar tadi." Katanya ketika kami telah berada di pintu masuk rumah ini.


"Eh?"


"Yeah! Sepertinya dia sedang memiliki masalah yang cukup berat."


"Eh, itu... Oh ya, Kim... Tidakkah kau ingin bermalam disini, sudah pukul..." Aku segera meraih ponsel dari saku piyamaku.


"Tidak usah." Dia segera menyela ucapanku.


"Eh?"


"Young Joon oppa akan terkejut jika melihatku berada di rumah ini esok pagi."


Young Joon oppa...


Mendengarnya mengucapkan kata itu, dadaku terasa sesak dan nyeri secara bersamaan...


"Baiklah, Jen! Aku pergi sekarang, ya... Sampai jumpa!" Ucapnya sesaat setelah mengecup pipi kananku, kemudian berlalu.


Aku masih terpaku disini, menatap kosong ke arah dimana mobil Kimberly terparkir tadi, walau bahkan telah beberapa menit yang lalu telah pergi.


Setiap kata yang keluar dari mulutnya, seolah membuat luka baru di dalam hatiku.


Air mataku kembali menetes, ketika mengingat kejadian tadi.


Aku langsung menutup pintu, kemudian melangkah ke lantai atas, hendak langsung menuju kamarku, toh, Young Joon sudah pulang, tidak ada lagi yang harus ku khawatirkan!


Dan ketika melewati kamar Young Joon, samar ku dengar Young Joon bergumam...


"Tuangkan wine-nya lagi, Kim..."


'Deeeggghhh!'


Aku segera menghentikan langkahku, dan menatap nanar pintu kamar Young Joon...


Air mataku, kini mengalir dengan bebas!


Selama 8 bulan menjalani rumah tangga dengan Park Young Joon, aku tidak pernah merasa se-sakit ini!


Melihatnya pulang dalam keadaan mabuk berat saja, adalah hal baru untukku! Apalagi pulang dalam keadaan mabuk, lalu diantar oleh seorang wanita, itu adalah hal yang paling buruk!


Young Joon, tahukah kau bahwa aku sungguh sangat terluka, kali ini?


**********************


Keesokan harinya, seperti biasa aku menyiapkan sarapan untuk kami makan bersama.


Saat semua telah siap, aku segera duduk dan menyesap susu, kemudian mengotak-atik ponselku.


Tidak lama kemudian, Young Joon datang, dan langsung duduk di hadapanku.


"Uummm... Jenny." Ucapnya ragu.


Aku langsung menoleh ke arahnya.


"Hmmmm..."


Young Joon menatap wajahku ragu, seolah berpikir hendak berkata apa.


"Uummm... Tentang semalam..."


Aku segera meletakan ponselku, dan menyela ucapannya.


"Yeah! Kimberly sudah menjelaskannya padaku, semalam, ummm... Maksudku, dini hari tadi." Jawabku se-normal mungkin.


Young Joon terhenyak menatapku.


Dia seolah merasa bersalah atas kejadian semalam.


Wajahnya memerah, dan matanya berkaca-kaca.


"Jenny..."


Aku segera meraih ponselku, dan menoleh ke arah layar, berlagak seolah seseorang mengirimiku pesan.


"Baiklah! Aku pergi sekarang! Sampai jumpa!" Kataku kemudian berlalu, meninggalkan Young Joon, yang sepertinya hendak menjelaskan kejadian semalam.


Tidak perlu, Young Joon! Tidak perlu sama sekali!


Semakin aku mendengar penjelasan darimu, itu akan membuat hatiku semakin terluka!


Sepanjang perjalanan menuju kampus, air mataku tidak henti-hentinya mengalir!


Aku membenci diriku sendiri yang tidak dapat memahami suamiku!


Aku membenci diriku sendiri, yang membiarkan wanita lain, lebih mengerti suamiku!


Aku membenci diriku sendiri, yang enggan untuk mendengar penjelasan dari suamiku!


Young Joon berkata kepadaku, bahwa aku tidak boleh melewati batas! Tetapi bukankah, kelakuannya semalam, sudah begitu melewati batas?!


Ada apa dengannya?! Lalu, ada apa denganku?!


**************


Ketika di kampus, sikapku yang tidak biasa, mengusik ketiga temanku, terutama Shierly.


"Ada apa denganmu hari ini, huh?!" Ujar Mark.


Aku menoleh ke arahnya, dengan senyum seadanya.


"Entahlah... Mungkin sebentar lagi masa period-ku akan datang." Jawabku


Shierly memperhatikanku dengan saksama. Dan aku tersenyum kepadanya.


"Huuuh! Wanita itu, terlalu rumit!" Sahut Mike


"Baiklah, Jen! Bagaimana kalau siang nanti kita pergi ke rumah Rob?" Ajak Mark


"Hari ini Jenny akan ke rumahku!" Ketus Shierly.


Aku menoleh ke arahnya.


Pukul 15.45, dan aku telah berbaring di atas ranjang Shierly.


"Apa ada masalah?" Shierly yang saat ini tengah berbaring di sebelahku, kini menoleh ke arahku.


Aku menggeleng samar, kemudian menoleh ke arahnya.


"Apa kau sedang bermain teka-teki denganku?" Sinisnya, dan akupun tersenyum!


"Tidak ada yang dapat di sembunyikan dari seorang Shierly Abigail Benson!" Ucapku, kemudian kami tertawa.


*******************


Pukul 10 malam, dan aku sudah berbaring di atas ranjangku.


Masih! Aku masih menanti suamiku pulang...


Beberapa menit kemudian, aku mendengar suara mesin mobilnya mendekat ke rumahku, dan membuatku bergegas pergi ke arah jendela kamarku.


Itu mobil Young Joon!


Beberapa saat kemudian, Young Joon keluar dari dalam mobilnya.


Dia tidak langsung masuk ke dalam rumah, dan tampak sedang menghubungi seseorang di seberang sana.


Wajahnya menegang, hingga beberapa saat kemudian, dia menatap layar ponsel dengan tatapan frustasi!


Young Joon mengusap wajah dengan kedua tangannya, tidak lama kemudian, akhirnya dia memasuki rumah kami.


Ada apa dengannya? Apakah dia tengah memiliki masalah di kantornya? Atau ada hal lain yang mengusik hidupnya?


Entahlah!


Beberapa menit kemudian, aku mendengar langkah kakinya, mendekat ke arah kamarku, lalu...


'Tok... Tok... Tok!'


"Jenny? Apa kau sudah tidur?"


Aku tidak menjawabnya, hingga akhirnya samar ku dengar langkah kakinya menjauh dari kamarku.


Entahlah... Segan rasanya untuk bertemu bertemu dengannya...


Karena, tiap kali menatap wajahnya, aku kembali teringat akan kejadian semalam...