
Seorang pria kulit putih, bertubuh tegap, serta mengenakan setelan jas, keluar dari dalam mobilku, kemudian menghampiriku.
"Selamat sore, apakah anda nyonya Park?" Sapanya ramah.
"Umm.. I-itu... Y-ya..." Ucapku heran
Pria itu tersenyum ramah, kemudian mengulurkan kunci mobilku.
"Ini kunci mobilmu, nyonya. Tuan Park tadi memintaku untuk mengantar mobilmu." Katanya, kemudian aku meraih kunci mobilku.
"Aah... Ooh... Terima kasih, tuan?"
"Steve!" Jawabnya sambil tersenyum, dan akupun mengangguk.
"Baiklah, nyonya Park! Tugasku telah selesai, aku permisi dulu, selamat sore!" Katanya kemudian berlalu, setelah ku persilahkan.
Tak selang berapa lama Steve melangkah, tiba-tiba dia berbalik arah, dan kembali menghampiriku.
"Ada apa?" Kataku.
"Uummm... Begini, nyonya... Tuan Park tadi berkata, bahwa mungkin dia akan pulang terlambat malam ini."
"Ah, baiklah..." Jawabku, kemudian Steve berlalu.
Aku masih berdiri disini, sampai punggung Steve benar-benar menghilang.
Sejenak aku berpikir, jika Young Joon harus lembur malam ini, mengapa dia tidak mengatakannya langsung kepadaku? Mengapa dia harus mengatakannya melalui orang lain?! Tidakkah itu terasa aneh?!
Masa bodoh!
Akhirnya aku memutuskan untuk segera masuk ke dalam rumah.
Ku pikir, aku akan berendam untuk merileksasikan tubuhku...
Selesai berendam, ku pikir aku akan memasak mie instan, untuk mengganjal perutku yang lapar, dan ketika aku tengah mengenakan pakaian, ponselku tiba-tiba berdering.
Aku segera berjalan ke arah ponsel, yang ku letakan di atas nakas yang berada di samping ranjang.
Ku lihat sekilas layar ponselku... Young Joon!
"Yeah, ada apa?" Sapaku di seberang sini.
"Jenny, aku tadi meminta salah satu..."
"Yeah! Dia telah mengantarnya." Ucapku, kemudian duduk di bibir ranjang.
"Apanya?"
"Apanya apa?! Mobilku, kan?" Ketusku
"Oohh... Hahahaha... Yeah! Jadi, mobilmu sudah sampai, ya?"
"Hmmmm... Apa hanya itu?"
"Maksudmu?"
"Uummm... Maksudku, apa dia tidak mengatakan hal lain?"
Aku terhenyak! Apa maksudnya berkata demikian!
"Ada!" Ketusku lagi.
"Apa itu?"
"Apa kau sedang memberiku teka teki?!" Aku memekik kepadanya!
"I-itu... Hahahahaaa!!! Bu-bukan itu maksudku..."
"Lalu apa?!"
Hening...
"Young Joon?!"
"Eh... Bagaimana?"
"Iiissshhh!!! Lu bener-bener, ya!" Aku benar-benar kesal setengah mati!
"Jenny, apa dia mengatakan sesuatu kepadamu?" Suara Young Joon terdengar ragu di seberang sana
"Dia hanya berkata bahwa..."
Aku tidak langsung melanjutkan ucapanku.
"Bahwa?" Young Joon terdengar semakin penasaran di seberang sana.
"Menurutmu apa!" Aku kembali memekik, kemudian menutup sambungan telepon.
Ada apa dengan laki-laki bodoh itu?!
Mengapa dia sungguh sangat menyebalkan!
Lagi-lagi ponselku berdering! Dan tentu saja, itu adalah Young Joon!
"Apa lagi?!" Sinisku si seberang sini.
"Jenny, katakan kepadaku, apa yang orang itu katakan kepadamu?" Young Joon terdengar seperti memohon di seberang sana.
Aku menarik nafas dalam, kemudian menghelanya secara kasar!
"Dia menyampaikan apa yang kau minta kepadanya!" Kesalku.
"Apa itu?"
"Young Joon, apa kau sedang menguji kesabaranku, kini?"
"Jenny..."
"Apa lagi?!"
"Apa saja yang dia katakan kepada..."
"Dia hanya mengatakan kepadaku, bahwa kau akan lembur malam ini!"
"Hanya itu?" Young Joon memastikan.
"Apa lagi? Ada berapa hal yang kau pinta kepadanya untuk di sampaikan kepada..."
"Istriku sangat cantik!"
'Deeeggghhh!'
Hening...
Apa!
Apa maksudnya! Aku terhenyak... Aku benar-benar kehabisan kata-kata!
"A-apa maksudmu?"
"Aku bilang kepadanya, bahwa istriku sangat cantik! Apa dia tidak mengatakan hal itu kepadamu?"
Aarrrggghhhh!!!
Apa-apan ini!!! Mengapa mendengar Young Joon berkata seperti itu, lututku melemas seketika?
"I-itu... Yo-Young Joon, aku..."
"Baiklah... Maafkan aku, malam ini aku akan pulang agak larut... Kau, tidurlah lebih dulu... Selamat malam, istriku... Mimpi indah..."
Young Joon segera menutup panggilan.
Jantungku... Aku bahkan tidak dapat mendengar itu berdetak! Aku bahkan seperti tidak memiliki tulang!
Ada apa ini?! Mengapa seperti ini?!
Aaarrrrggghhhhh!!!
*****************************
Paginya, ketika kami tengah sarapan...
"Ummm... Semalam..."
"Kau pulang jam berapa?" Aku segera menyela ucapan Young Joon.
Young Joon menatapku ragu.
"I-itu... Aku sampai rumah sekitar pukul 11 malam." Jawabnya kemudian kembali menyantap spaghetti yang ku buat.
"Ooowwhh... Young Joon..."
Young Joon segera menatap wajahku.
"Hmmm? Ada apa?" Katanya.
Menatapnya seperti ini, membuatku agak ragu untuk melanjutkan ucapanku.
Tentang rencanaku dan teman-temanku yang ingin mengadakan pesta kecil-kecilan di sebuah bar...
Apakah aku harus jujur, atau...
"Jenny... Ada apa?"
"I-itu..."
"Hhhmmmmm?" Young Joon menatapku dengan tatapan teduh itu lagi...
Hati kecilku seolah menolak untuk berbohong kepadanya, namun...
"Young Joon, aku akan pulang agak larut, malam ini!" Ucapku secara reflek.
Young Joon terlihat mengerutkan keningnya.
"Ada apa?" Young Joon terlihat seperti seorang penyidik, sekarang!
"A-aku... Aku ingin mengerjakan tugas di rumah Shierly!" Jawabku.
"Apa harus di rumah Shierly? Mengapa tidak di..."
"Young Joon..."
"Baiklah!" Katanya sambil mengangguk samar.
Huuuffttt... Aku segera mengelus dada!
*****************************
Agak aneh rasanya, jika lelaki yang selalu ingin tahu seperti Young Joon, tidak menyelidik lebih jauh tentang rencanaku.
Masa bodoh!
Yang penting, aku dapat bersenang-senang dengan teman-temanku malam ini! Hahahahaa!!!
Aku dan Shierly segera meluncurkan mobilku menuju rumah Shierly, setelah kelasku berakhir!
Begitu kami tiba, kami langsung berhambur menuju kamarnya, untuk memilih, pakaian apa yang akan kami kenakan!
Aku dan Shierly memiliki postur tubuh yang hampir sama, yang membedakan hanyalah, ukuran dada, serta bokong! Hahahaaa!!!
Oh, ya! Jangan lupakan tinggi badan kami!
Shierly 10cm lebih tinggi dariku!
Pada akhirnya, Shierly memilih untuk mengenakan dress ketat tanpa lengan berwarna peach, dan aku, aku memilih untuk mengenakan dress selutut dengan model backless, berwarna hitam.
Shierly merias wajahku dengan sempurna, seperti biasa! Tidak tebal, namun tidak tipis! Intinya, sempurna!
"Kau tahu, Jen! Terkadang aku ingin tahu, kapan kau terlihat jelek!" Sinisnya, seraya menyapu bedak padat di wajahnya.
Aku tertawa renyah!
"Hey! Begitupun dengan diriku!" Kataku, kemudian memeluk bahunya, dari belakang.
Kamipun tertawa!
"Hey, sudah pukul 7! Ayo kita pergi sekarang!" Katanya
"Ya Tuhan! Ayo!" Sahutku, kemudian kami berhambur ke arah mobilku.
Ketika di perjalanan, Mark menghubungi kami, melalui ponsel Shierly.
"Ya, Mark!" Ucap Shierly, sesaat setelah menekan tombol loudspeaker.
"Hey, gadis-gadis! Kami sedang dalam perjalanan menuju rumah Rob!" Jawab Mark di seberang sana.
"Aaahh... Ok!" Kataku
"Apa kalian telah sampai?"
"Sekitar 15 menit lagi, kami akan sampai!" Jawab kami bersamaan.
"Baiklah! Shierly, apa kau telah mempersiapkan gadisku secantik mungkin?!" Mike terdengar bersemangat di seberang sana.
Aku tersenyum, namun Shierly memasang tampang sinis!
"Menurutmu?" Sinisnya.
"Baiklah! Sampai jumpa disana, nanti! Bye!" Ucap Mark, kemudian menutup panggilan.
"Cisss! Anak itu!" Sinis Shierly lagi.
Aku menoleh sekilas ke arahnya.
"Ada apa?" Kataku.
"Entahlah, Jen! Semenjak aku bertemu dengan ibumu waktu itu, aku merasa seolah, Mike begitu menyebalkan!" Ucapnya kemudian melipat kedua tangan.
"Maksudmu?!"
"Entahlah!" Jawabnya singkat.
Akhirnya kami tiba di 'Alice bar'.
Sebelum 'three idiots' itu datang, kami memilih untuk duduk di depan meja bartender!
"Jen!" Ucap Shierly, sesaat setelah meneguk tequila.
"Hhmmmmm?" Sahutku, kemudian menyesap cocktail.
"Apa pak tua itu tahu, bahwa kau kesini?" Ucapnya, kemudian memutar kursi ke arahku.
"Tentu saja!" Jawabku.
"Wow!"
"Yeah! Tidak ada yang harus di sembunyikan, kan? Heeeyyy! Pukul berapa, sekarang?" Kataku kepada Shierly.
Shierly kemudian menoleh ke arah layar ponselnya.
"20.30 ada apa?"
"Mengapa 'three idiots' itu belum datang juga?" Sahutku heran!
"Entahlah!"
Ketika tengah menyesap cocktail, mataku terbelalak melihat sosok yang tengah menghampiri kami!
Aku bahkan tersedak, ketika sosok itu kini telah berdiri di hadapanku!
"Selamat malam..."