Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
Gaun yang Sangat Cantik!



Keesokan harinya, ketika aku tengah menyiapakan sarapan, aku dapat mendengar langkah kaki Young Joon menuruni tangga. Sepertinya dia sedang menghubungi seseorang, karena samar ku dengar, dia sedang berbincang dengan seseorang di seberang sana.


Aku menolehnya sekilas, yang kini tengah meneguk susu, kemudian duduk.


"Aaahhh... Bagaimana mungkin aku dapat melupakan itu!" Ucapnya kepada seseorang di seberang sana.


Dia tersenyum lebar, bahkan seolah tidak mempedulikan eksistensiku disini.


"Tentu saja aku akan datang! Baiklah, sampai jumpa nanti, ya!" Katanya kemudian menutup panggilan, lalu meletakkan ponselnya di atas meja makan.


"Ummm... Jenny..." Ucapnya, sambil menatapku yang saat ini telah duduk di hadapannya.


"Ya, ada apa?" Jawabku, kemudian menyesap susu.


"Uuummmm... Bersediakah kau pergi bersamaku, ke pesta ulang tahun pernikahan temanku, malam ini?" Ucapnya ragu, namun penuh dengan harap.


Aku menatap wajahnya...


Seketika aku terhenyak, dan mengingat kejadian semalam...


Bisa saja aku menolak permintaannya, namun... Bukankah aku sungguh melewati batas, jika aku menolak permintaannya?


Bukankah Young Joon telah memaafkanku atas kejadian semalam?


Mengapa aku tidak dapat menyetujui permintaannya untuk membalas pemberian maafnya padaku, jadi...


"Baiklah! Jam berapa acaranya?" Kataku kemudian melahap roti panggang.


Young Joon tersenyum lebar, bahkan jika ku lihat dari raut wajahnya, dia tampak sangat bahagia!


"Aahh... I-itu... Pukul 19.30!" Jawabnya masih tersenyum, kemudian melahap roti panggang.


Aku mengangguk samar, sambil mengunyah roti panggang.


"Uumm... Jenny..." Ucapnya ragu.


Aku menoleh kepadanya.


"Apa lagi, kau ingin meminjam mobilku lagi?" Ketusku


Young Joon tersenyum, sambil mengusap belakang kepalanya.


"Aahh... Bu-bukan itu..." Jawabnya.


"Lalu?"


"Apa kau pergi ke kampus, hari ini?"


Ucapannya kali ini, membuatku kembali terhenyak...


Shierly, Mike, Mark, serta Robb semalam mengirimiku pesan.


Dan mereka, kecuali Shierly membahas tentang ketidak hadiranku disana, semalam.


Lalu Shierly, dia bahkan memberiku pesan berisi ancaman...


Shierly : Kau harus menjelaskan semuanya, besok!


"Aaaahhhh..." Lenguhku, kemudian menenggelamkan wajahku di atas meja makan.


"K-kau kenapa?" Young Joon tampak sangat mencemaskanku.


"Joon, sebenernya gw tuh bingung, hari ini mau ngampus, apa nggak!" Kataku kemudian menatap wajahnya.


Young Joon tampak heran, menatapku.


"Hey, apa maksudmu?" Ucapnya dengan sebelah alis yang terangkat.


Seketika aku tersadar!


Aku lupa, Young Joon tidak mengerti bahasa Indonesia! Namun, bukankah waktu itu...


"Lupakan! Aku akan bersiap sekarang!" Kataku kemudian beranjak dari meja makan, meninggalkan Young Joon yang saat ini tengah menatapku heran.


*******************


Ketika aku berjalan ke arah kelasku, dapat ku saksikan ketiga temanku kini tengah menantiku dengan tatapan mengintimidasi, di depan pintu kelas!


Lututku melemas seketika, hingga membuat langkahku gontai...


Mark segera menghampiriku, dan berkata...


"Yo, Jen! Apakah kami harus mendatangi Mr. Abraham, untuk memberitahunya agar dia tidak harus memberimu tugas dadakan?!" Ujar Mark dengan kening berkerut, seraya meninju telapak tangannya.


Aku terhenyak...


Shierly bahkan tidak mengatakan yang sebenarnya kepada mereka... Aku menoleh ke arahnya sekilas. Dia seolah memintaku untuk mengikuti permainannya!


"Jen, apakah aku harus menghajarnya, agar..."


Shierly segera menyergah mereka, kemudian mendorong tubuh mereka berdua...


"Hey! Sudah! Kelas kita akan segera dimulai sebentar lagi!" Katanya


"Tapi kita belum selesai!" Mark terlihat protes.


Mark dan Mike yang kini tengah di 'giring' oleh Shierly agar sesegera mungkin meninggalkanku, sesekali menoleh ke arahku...


Lega... Hanya itu... Aku mengusap dada, serta menghela nafas lega, hingga tiba-tiba Shierly menghampiriku, yang seketika terbelalak karena kehadirannya yang begitu tiba-tiba!


"Kau harus menjelaskannya nanti!" Ancamnya, kemudian bergegas meninggalkanku lagi.


Lututku lagi-lagi melemas seketika...


Aaaaaahhh....


******************


Shierly kini menatap tajam ke arahku, seraya melipat kedua tangannya.


Sedangkan aku yang kini berada di balik roda kemudi, begitu merasa sangat tertekan!


"Uuummm... Ummm... Shier..."


"Apa-apaan ini, Jen!" Shierly mulai mengintimidasi.


"Shierly, begini..."


"Dia adalah pria tua yang gendut dan jelek! Huh!" Tatapannya begitu tajam ke arahku.


Aku terhenyak, kehabisan kata-kata!


"Bagaimana jika malam itu dia tidak datang?!"


"Shier..."


"Bagaimana jika sampai kapanpun, aku tidak pernah mengetahui seperti apa rupanya?!"


"Shierly, ku mohon..."


Aku terbelalak!


Ucapan Shierly kali ini, menghujam jantungku!


Dadaku terasa sesak dan nyeri secara bersamaan!


Mataku bahkan terasa amat perih, menahan air mata yang kapanpun dapat mengalir begitu saja...


Mengapa itu tidak pernah terpikir olehku?!


"Jika dari awal aku mengetahui seperti apa dia, aku pasti akan membuat wanita yang sedang berkencan dengannya, menyesal seumur hidup, karena telah berani berkencan dengan suami sahabatku!" Shierly sungguh emosional kini! Matanya memerah, dan berkaca-kaca!


Dia menahan tangis, begitupun denganku...


"Bukankah menyakitkan, jika aku tidak mengetahui sama sekali..."


Aku langsung memeluknya, dan menangis...


Begitupun dengan Shierly!


"Shierly... Maafkan aku..." Ucapku dalam tangis.


Tidak ada suara lain, selain suara isakan kami.


Shierly kemudian menguraikan pelukannya, lalu menatap wajahku dalam.


"Jen, ini Amerika! Semuanya bebas disini!" Ucapnya seraya menghapus sisa air mata di pelupuk mataku.


"Suamimu adalah pria yang tampan, juga mapan. Tidak menutup kemungkinan, jika banyak gadis yang mengejarnya..." Ucapnya lirih.


Aku kembali memeluknya.


"Maafkan aku, Shierly..."


Shierly menepuk-nepuk punggungku.


"Sudahlah..." Katanya, kemudian menguraikan pelukannya, dan kembali menatapku.


"Jujurlah padaku, setidaknya untuk yang satu ini..." Katanya, dengan tatapan penuh harap.


"Apa itu?"


"Apa suamimu benar-benar pria yang baik?"


Aku termenung...


Young Joon... Mengingat sikapnya selama ini kepadaku, kejam rasanya jika aku mengatakan bahwa dia adalah pria yang tidak baik!


Bahkan jika harus dibandingkan dengan Mike, Young Joon tentu jauh lebih baik darinya!


Aku mengangguk samar, lalu Shierly memelukku erat...


"Aku percaya..." Ucapnya lembut


*********************


Dalam perjalanan pulang, kalimat demi kalimat yang Shierly ucapkan, kembali terngiang-ngiang di telingaku.


Semua yang dikatakan olehnya, tidak ada satupun yang terbantahkan!


Beberapa minggu ini, entah mengapa, ada banyak hal yang berubah di dalam dirinya.


Aku bahkan hampir tidak mengenalinya!


Shierly yang ku kenal, selama ini selalu bersikap layaknya adikku... Tetapi beberapa minggu ini, semua berubah menjadi sebaliknya!


Tidak mengapa, itu membuatku semakin menyayanginya!


Hahahahahaa!


Tidak terasa, aku telah tiba beberapa meter dari rumahku.


Tunggu dulu!


Pukul berapa sekarang?


Mengapa mobil Young Joon sudah berada di carport rumah kami?!


Aku segera meraih ponselku, dan menatap layarnya, begitu aku memarkirkan mobilku tepat di sebelah mobilnya.


Pukul 16.37! Tidak biasanya dia pulang jam segini!


Hawa panas dari mesin mobilnya, dapat ku rasakan, begitu aku melintasi mobil SUV ini, itu tandanya, Young Joon belum lama tiba di rumah kami.


Dan begitu aku membuka pintu rumah kami, agak terkejut rasanya, melihat Young Joon menyambutku dengan senyum sumringah!


"Wow! Kau sudah pulang!" Katanya sambil tersenyum lebar, kemudian menghampiriku.


"Yeah! Ada apa?"


"Tunggu sebentar!" Katanya kemudian berjalan ke arah tempatnya berdiri tadi, lalu meraih sebuah tas kanvas berwarna putih, bertuliskan sebuah brand ternama, dari sofa yang terdapat disana.


Young Joon kemudian menghampiriku, lalu mengulurkan tas kanvas itu.


"Ini, untukmu..." Katanya tersipu.


Aku menatap tas kanvas tersebut, kemudian meraihnya.


"Apa ini?" Kataku kemudian menoleh ke arahnya.


Young Joon tersenyum penuh harap.


"Bukalah, ku harap kau menyukainya!"


Aku segera mengeluarkan isi dalam tas kanvas itu. Dan begitu ku lihat apa yang terdapat disana, mataku terbelalak!


Aku bahkan sampai membekap mulutku, sangking takjubnya melihat gaun yang menurutku, sangat indah ini!


Aku menoleh ke arah Young Joon...


Dia seolah menunggu tanggapan dariku.


"Apa kau menyukainya?" Ucapnya penuh harap.


Aku langsung mengangguk penuh semangat!


Young Joon tersenyum lebar, dia tampak sangat bahagia melihat responku!


"Jenny..." Ucapnya tersipu.


"Hmmmm..." Aku masih mengaggumi gaun indah ini.


"Bersediakah kau mengenakan gaun ini, untuk menghadiri pesta nanti malam bersamaku?"


Aku terhenyak, sambil menatap wajahnya...