
POV Young Joon
"Kau terlihat bahagia sekali pagi ini." Kim tersenyum, kemudian menyilangkan kedua kakinya dengan santai di atas sofa kantorku.
Entah mengapa, pagi ini aku tidak merasa terganggu sedikitpun atas kedatangannya, yang menurutku terlalu pagi.
Yeah!
Suasana hatiku sedang sangat baik hari ini! Bahkan, inilah suasana hati terbaik dalam hidupku!
Kau pasti sudah tahu karena apa, kan!
Aku menghampiri Kim, dengan senyum sumringah, dan segera duduk tepat di sampingnya
"Ya! Aku memang dalam keadaan yang benar-benar bahagia!" Jawabku penuh semangat
"Benarkah? Mengapa?" Kim tampak begitu antusias
"Itu karena... "
'Tiiiittttt... Tiiiittt.... Tiiittt...!'
Itu suara alarm pelacak yang tersambung dengan mobil Jennifer!
Suaranya semakin keras!
Itu tandanya, Jennifer ada di sekitar sini!
Ketika aku bangkit dari dudukku, tiba-tiba telepon ruanganku ikut berdering, diikuti oleh suara ketukan pintu.
'Tok... Tok... Tok...!!!'
"Masuklah!" Sahutku.
Dan saat aku melangkahkan kakiku, entah bagaimana, kakiku tersangkut oleh kaki Kim, dan membuatku terjatuh, tepat di hadapan Kim!
Itu membuat kami saling menatap selama beberapa detik, hingga akhirnya aku menyadari, seseorang sedang memperhatikan kami!
Dan saat aku menoleh...
Jennifer!
Dia menatapku dengan tatapan yang sungguh sulit untuk ku gambarkan!
Wajahnya merah padam, dan itu cukup membuatku membeku.
"Maaf..." Ujar Jennifer, kemudian berlalu
Aku segera tersadar, dan langsung mengejarnya! Namun langkahku kalah cepat dengannya! Jenny sudah berada di dalam lift, berusaha untuk segera menutup pintunya!
Aku berlari secepat mungkin agar dapat menggapainya.
Sialnya, pintu lift tertutup ketika aku batu saja tiba tepat di depannya!
Aku segera memutar langkahku, agar dapat secepat mungkin untuk mengejarnya melalui tangga darurat!
Dan ketika tiba di parkiran mobil, sialnya Jenny sudah mulai melajukan mobilnya!
Aku segera merogoh saku celanaku.
"SIAL!" Aku mengutuk diriku sendiri!
Kunci mobilku masih berada di ruang kerjaku!
Aku bergegas ke ruang kerjaku untuk mengambil kunci mobilku dengan sedikit berlari.
Dan saat aku memasuki ruanganku, kemudian mengambil kunci mobilku, Kimberly meraih tanganku.
"Oppa..." Ucapnya dengan senyum yang memuakkan!
Aku menghempas kasar tangannya, kemudian kembali berlari.
**********************
Ketika menyalakan monitor GPS, aku menghubungi ponsel Jenny, ia menolak panggilanku!
Dan ketika aku kembali menghubunginya,
"Nomor yang Anda tuju, sedang sibuk."
Siapa yang sedang dihubungi Jenny?
Apakah itu Shierly, teman kampus Jenny? Ataukah itu Mike?
Atau...
GPS menunjukkan, Jenny pergi ke arah berlawanan denganku!
Ku pikir Jenny akan pulang ke rumah kami!
Sial!!!
Tunggu dulu!
Mobil Jenny berhenti di Hill Crest!
Itu sekitar 15km dari posisiku saat ini!
Aku segera memacu mobilku ke arah sana!
Namun, ketika jarak kami sekitar 5km lagi, mobil Jenny kembali melaju!
Kemana tujuannya kini?
Aku masih tetap mengikutinya, bahkan aku melewati tempat, dimana Jenny sempat berhenti.
Itu Mike, dan juga Shierly!
Mereka tampak bahagia...
Apakah Jenny kesini untuk menemui mereka? Atau apakah...
Siall!!!
Memikirkan hal tadi, membuat perhatianku sedikit teralihkan!
Dan Jenny saat ini telah memutar arahnya kembali!
Entah kemana tujuannya kali ini!
Pikiranku benar-benar kacau saat ini!
Namun satu hal yang pasti, fokusku saat ini hanyalah mengejar istriku, dan menjelaskan semua kepadanya!
Ya! Aku akan menjelaskan semua kepadanya, ketika aku menemuinya nanti!
Aku masih terus mengikuti arah istriku pergi, entah kemana dia kini.
Semakin aku mengejarnya, semakin jauh jarak diantara kami, hingga...
Dia kembali berhenti di suatu tempat!
Kali ini dia ke wilayah Palisades!
Aku segera memacu mobilku dengan kecepatan tinggi!
Ya! Aku harus menemukannya, sebelum dia kembali melanjutkan perjalanannya!
Ya Tuhan, apa yang ada di dalam pikiran Jenny saat ini?
Aku takut terjadi apa-apa dengannya!
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, akhirnya aku sampai di tempat dimana Jenny berada!
Aku dapat segera melihat, mobil istriku terparkir di depan sebuah rumah, yang berukuran cukup besar!
Aku langsung turun dari mobil, kemudian menuju rumah itu!
Sebelum mengetuk rumah itu, Tiba-tiba seorang pria dengan postur tubuh yang tegap, dan sedikit lebih tinggi dariku, membuka pintu rumah tersebut.
"Ada yang bisa ku bantu?" Ujar pria itu dengan tatapan curiga
"Aku mencari pemilik mobil itu." Jawabku seraya menunjuk ke arah mobil Jenny
"Dia telah pergi sekitar 15 menit yang lalu, ada a..."
Aku segera menerobos masuk ke dalam rumahnya, sebelum laki-laki itu meneruskan kaya-katanya.
"Heeyy! Apa yang kau lakukan di rumahku, bung!" Pria itu tampak kesal, dan berusaha menghentikanku, yang berusaha mencari keberadaan istriku, di setiap sudut rumah ini.
Namun nihil!
Aku tidak dapat menemukan dimana istriku berada!
"Apa yang sedang kau cari, bung!" Pria itu tampak kesal melihatku yang kini sangat frustrasi.
"Dengar, aku tahu kau pasti mengetahui keberadaan pemilik mobil itu." Kataku dengan nafas memburu.
Laki-laki itu menatapku dengan tatapan heran
"Apa maksudmu!" Kesalnya.
"Dengar! Jangan buat ini semakin rumit! Cepat katakan di..."
"Dia berkata padaku, bahwa dia hendak pergi untuk berobat." Ucapnya dengan wajah serius.
"Apa maksudmu?!"
"Hanya itu yang dia katakan, sebelum pergi dengan sepeda motorku!"
"APAAAAAAA!!!"