Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
(Not) My First Kiss!



Young Joon kini tengah berada di ruang kerjanya.


Dia meminta orang untuk membuat sebuah ruangan di sisa ruang yang terdapat tepat di sebelah kamarnya, yang akan dia gunakan untuknya menyelesaikan tugas kantor, beberapa hari setelah kami menempati rumah ini.


Sedangkan aku?


Aku kini tengah tertelungkup di atas ranjang, dan menghadap layar laptop dengan tugas yang cukup membuatku muak!


"Aaarrggghhh!!! Banyak banget siihh! Kapan selesainya ini!" Aku mengacak-acak rambutku.


Aku lelah! Sungguh sangat lelah!


Sebenarnya aku bisa saja menyelesaikan tugas ini dengan mudah, hanya saja... Pikiranku kini telah terbagi...


Huufffttt... Kejadian tadi siang, seolah menari-nari di pikiranku, disaat aku tengah mengerjakan tugas ini!


Arjuna!


Aku segera duduk, dan memangku laptopku.


Ku tutup file tugasku, kemudian aku beralih ke akun media sosialku, dan langsung memilih ikon pesan!


Masa bodoh dengan tugasku! Toh, masih ada beberapa hari lagian, untuk menuntaskannya!


Jenny Lie : Jun


10 menit berlalu, namun Arjuna tidak juga membalas pesan dariku!


Jenny Lie : Jun


Jenny Lie : Jun


Jenny Lie : Jun


Jenny Lie : Jun!!!!!!


Arjuna : Ada apaan Jenny!!!!!!!!!!!!!!


"Yeay!!!" Aku memekik, kemudian membekap mulutku, sangking senangnya!


Sepertinya Young Joon tidak mendengar pekikanku, karena dia tidak mengetuk pintu kamarku!


Huuufffft... Aku mengelus dada, lega...


Jenny Lie : Arjunaaaaaaa!!! Gw galaaaauuu!!!


Arjuna : Galau kenapa lagi???? Idup kayaknya penuh dengan kegalauan, yah!


Aku tersenyum, sambil menggigit bibir bawahku, ketika melihat balasan darinya.


Jenny Lie : Jun, wajar gk sih, semisal gw kesel?


Arjuna : kesel kenapa?


Aku tidak langsung membalas pesan Arjuna, dan lebih memilih untuk berpikir, kata-kata apa yang harus ku ketik, untuk menjelaskan apa yang membuatku merasa kesal!


Jenny Lie : Wajar gk, klu Young Joon ngomong cinta ke orang, di depan gw?


Arjuna tidak langsung menjawab pertanyaanku, hingga...


Arjuna : Tergantung!


Aku mengerutkan keningku, ketika melihat balasan dari Arjuna.


Jenny Lie : Tergantung gimana?


Arjuna : Ya tergantung sama sikap lu ke dia!


Aku melebarkan kedua mataku, sebelum membalas pesannya.


Jenny Lie : Maksudnya?


Arjuna : Ya, lu gimana ke dia?


Arjuna : Gini lho, Jenny... Dia kan tau, klu lu tuh punya cowok, dah gitu, dia juga tau, klu lu tuh masih hubungan sama cowok lu


Jenny Lie : Terus?


Arjuna : Ya gk terus²! Terus lu kesal gegara ini, gitu?


Aku terhenyak melihat balasan dari Arjuna! Seketika aku merasa haus!


Huuufffttt! Aku segera turun dari ranjang, hendak pergi ke lantai bawah, untuk minum tanpa mengeluarkan media sosialku, karena ku pikir, aku akan kembali 'mengobrol' dengan Arjuna setelahnya.


Ketika aku melewati ruang kerja Young Joon, pintunya agak terbuka, terdapat sedikit celah disana yang membuatku dapat melihat apa yang sedang Young Joon lakukan.


Aku kembali memundurkan langkahku, dan menatapnya dari celah pintu ruang kerjanya.


Dia tersenyum, di depan layar laptopnya. Aku tidak pernah melihatnya senyum seperti itu, selama kami bersama.


Apa yang sedang lakukan? Apa tugas kantor begitu menyenangkan, hingga membuatnya dapat tersenyum seperti itu?!


Ku rasa tidak!


Senyumnya tampak seperti seseorang yang tengah berbincang dengan kekasih!


"Hah!" Aku membelalakkan mata, serta membekap mulutku!


Ada apa ini! Mengapa rasa tidak nyaman ini kembali hadir?!


Aku segera mempercepat langkahku agar dapat sampai secepat mungkin ke lantai bawah!


Aku bahkan meneguk air putih dengan terburu-buru ketika minum!


Apa ini?! Ada apa dengan hatiku?! Mengapa terasa nyeri?!


Aku kembali melangkah menuju lantai atas, dan ketika tiba di depan ruang kerja Young Joon, aku kembali melihat senyum itu...


Entahlah! Hanya saja... Rasanya aku tidak dapat menahannya lagi!


Aku segera mengetuk pintu itu.


'Tok... Tok... Tok!'


"Masuklah!" Sahutnya dari dalam.


Aku segera menghampirinya, dan entah mengapa, Young Joon dengan sigap, langsung menutup laptopnya, seolah tak ingin ku lihat, apa yang terdapat disana.


"Ada apa, hmmm?" Katanya kemudian menghampiriku.


Aku tersenyum sinis.


"Kelihatannya, kau bahagia sekali ketika menatap layar laptop itu, hingga seperti tak ingin ku ketahui?" Sindirku


Young Joon terlihat salah tingkah, sambil mengusap belakang kepalanya.


"Oowwhh... Itu... Hey! Bagaimana kau bisa tahu..."


Aku segera menyela ucapannya...


"Ketika hendak minum tadi, aku melihatmu tersenyum dari celah pintu itu, dan..."


"Yeah... Aku tengah berbincang dengan seseorang, tadi."


"A-apakah dia..."


"Hey! Sudah pukul..." Young Joon menatap arloji di tangannya.


"Sepuluh, bukankah besok kau harus kuliah?" Katanya kemudian memasukkan tangan ke dalam saku celana.


"I-itu..."


Young Joon memegang kedua bahuku, sambil tersenyum menatap mataku.


"Tidurlah..."


Aku tersenyum getir, kemudian berlalu. Namun, ketika aku baru saja menyentuh kenop pintu...


"Selamat tidur... Mimpi indah, istriku..."


Langkahku terhenti... Aku tersenyum, tanpa menoleh ke arahnya, kemudian berlalu.


Aku tersenyum, bahkan sampai aku menutup pintu kamarku, dan senyumku pudar, ketika mengingat ucapannya bahwa...


"Aaaaaarrrrrgggghhhhh!!!" Aku berteriak, hingga beberapa detik kemudian...


'Tok... Tok... Tok...!'


"Jenny, ada apa denganmu?!"


'Deeegggghhh!'


Bodoh! Jenny bodoh!


Mengapa kau harus berteriak!!!


Kau membuat laki-laki yang selalu ingin tahu itu akhirnya mengetuk pintu kamarmu!


"Y-ya... A-aku tidak apa-apa..." Sahutku dari dalam


"Kau yakin?" Young Joon terdengar ragu, dengan jawabanku.


"Y-ya... Kau lanjutkanlah pekerjaanmu! Aku mau melanjutkan tugasku." Sahutku.


"Baiklah..."


Huuufffttt... Aku mengusap dada lega, dan kembali menaruh laptop di pangkuanku.


Arjuna : Jen, lu masih disitu?


Arjuna mengirim pesan itu, beberapa menit yang lalu.


Jenny Lie : Iya... Lanjut!


Kataku sambil melihat ulang beberapa pesan sebelumnya.


Arjuna : Gimana?


Jenny Lie : Gimana apanya?


Arjuna : Ya lu kesel gegara laki lu ngomong cinta ke orang, di depan lu?


Aku termenung sejenak, hingga...


Jenny Lie : Iya...


Arjuna : Gw rasa, lu cemburu deh!


Jenny : Mana mungkin!


Arjuna : Ya terus?


Jenny Lie : Menurut gw, sikapnya tuh, gk sopan!


Arjuna : Terus, apa kabarnya tentang lu yang waktu itu teleponan sama Mike, sebelum lu ke celakaan waktu itu?


'Deeeegggghhh!'


Kejadian itu... Bukankah aku berkata 'aku menyayangimu' kepada Mike, sambil menatap wajah Young Joon?


Apa jangan-jangan Young Joon hendak membalas dendam kepadaku, atau...


Arjuna : Jen


Pesan Arjuna membuyarkan lamunanku.


Jenny Lie : Ooiiii


Arjuna : Feeling gw sih ya... Feeling gw


Jenny Lie : apa?


Arjuna : Kayaknya lu jatuh cinta lagi deh, sama laki lu


"WHAAAAAATTTTTTTT!!!!!" Aku berteriak sangat keras, hingga membuat Young Joon menerobos pintu kamarku, dan berdiri di sampingku, yang kini membelalakkan mata di hadapan laptop.


"Ada apa?!" Young Joon terlihat sangat mencemaskanku.


Aku segera menoleh ke arahnya, dan buru-buru menutup laptopku, lalu berdiri di hadapannya.


"Ti-tidak apa-apa..." Kataku sambil tersenyum konyol.


Young Joon menatap ke arah laptopku, dan aku segera bergeser ke arah dimana dia menatap.


"Ada apa denganmu, huh?" Young Joon benar-benar terlihat sangat mengkhawatirkanku. Dia memegang kedua bahuku


"Aku bersumpah, aku baik-baik saja..." Kataku kemudian bergergeser ke arah punggungnya, lalu menyentuh punggungnya, dan mendorongnya ke arah pintu kamarku.


"Kau yakin tidak apa..."


BIBIR KAMI SALING MENYAPA, ketika Young Joon membalikkan tubuhnya ke arahku!


Hening, hingga...


Young Joon menatap ke arah dalam mataku, lalu mendekatkan wajahnya, namun aku dengan sigap kembali mendorong tubuhnya sampai ke luar kamar, hingga...


BIBIR KAMI LAGI-LAGI SALING MENYAPA!!!


Hening kembali, hingga Young Joon tersenyum konyol sambil mengusap belakang kepalanya...


"I-itu..."


"Selamat malam!" Kataku kemudian menutup pintu, dan menguncinya!


Apa tadi?!


Itu bukan ciuman pertama, kan?!


Aku menyentuh bibirku!


Ada apa apa ini?


Jantungku?! Mengapa ini berdegup keras sekali!!!!!!!!


Aaaaaarrrrgggghhhh!!!! Bagaimana aku dapat menemuinya besok!!!