
"Kenapa lu nggak mati aja sih, supaya perjodohan ini gugur!" Rengekku di atas ranjang.
Young Joon yang sedang asyik dengan ponselnya, menoleh ke arahku.
"Ah, ok! Aku tidur di sofa, dan kau tidur di ranjang, aku mengerti kau pasti belum siap." Ucapnya, kemudian berjalan ke arah sofa dan berbaring.
Aku membuang nafas kasar, kemudian menatap kesal ke arahnya!
Apa maksudnya berkata demikian! Dia pikir dia itu siapa!
"Tidurlah... Aku lelah sekali hari ini." Ujarnya santai, kembali menoleh ke arah ponselnya.
"Nggak usah mikir yang aneh-aneh, ya! Lu pikir gw mau..."
"Ssssssttttt.... Jangan berisik!" Ucapnya sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibir.
Dan aku menangis, meratapi nasibku... Menikahi cinta pertamaku yang telah lama ku kubur dalam.
Young Joon yang sebelumnya telah merebahkan badannya, kini terduduk, dan menatapku heran.
"Kau ini kenapa? Ada apa denganmu?" Ucap Young Joon agak kesal
"Joon, gini... Gw emang pernah cinta, aahh... Suka, iya oke, tapi itu dulu... Duluuu banget! Ya tuhan, itu sebelum gw ketemu sama Mike! Joon, cinta gw yang sekarang itu, Mike. Bukan lu lagi. Lu itu cuma masa lalu gw..." Kataku sambil terisak
"Kau ingin membeli anak anjing, dan memberinya nama Mike? Ah, oke. Besok kita akan cari" Katanya dengan santai, lalu kembali berbaring.
Aku melemparnya dengan bantal, kemudian menghampirinya.
"Aaawwwwwwww!" Young Joon mengerang, lalu aku duduk di tempatnya berbaring
"Dengar, pertama, aku tidak ingin membeli anak anjing." Ujarku mengintimidasinya
"Lalu, apa? Anak serigala?" Ucapnya santai kemudian memejamkan mata
"Kedua, Mike adalah kekasihku!" Ujarku menekankan, dan ini membuatnya membuka mata, kemudian duduk di hadapanku.
"Maaf?" Dia memastikan bahwa dia tidak salah dengar.
Ekspresi Young Joon kali ini membuatku salah tingkah!
Sejujurnya, aku merasa bersalah ketika mengucapkan kata-kata tadi, hanya saja, itu keluar begitu saja dari mulutku!
"A-aku..."
"Kau mencintai kekasih Amerika-mu itu?"
Sulit rasanya untuk mengungkapkan ekspresi wajah Young Joon saat ini. Satu hal yang pasti, itu membuatku sangat sesak!
"Bu-bukan begitu, hanya saja..."
"Jika kau mencintainya, mengapa kau tidak menikah dengannya saja?"
'Deggggghhhh!!!'
Apa yang baru saja dia katakan?!
Apa aku tidak salah dengar?!
Jantungku hampir saja copot! Bahkan air mataku mengalir begitu saja saat ini!
Young Joon bahkan sama sekali tidak menampakkan penyesalan, setelah mengucapkan kalimat itu!
"A-aku..."
"Hahahahahahahahaaaaaa!!!!" Dia tertawa terbahak-bahak melihatku menangis!
Apakah dia akan mulai menunjukkan sifat aslinya mulai sekarang?
Entah mengapa, aku merinding melihatnya seperti ini!
Apa jangan-jangan, Young Joon adalah seorang psikopat?
Bukankah itu mengerikan?!
Young Joon menghentikan tawanya, dan mengulurkan tangannya ke arah wajahku, aku secara reflek menghindarkan wajahku, namun tetap menatapnya dengan tatapan aneh!
Namun Young Joon dengan sigap menggeser tubuhnya, agar mendekat lalu menghapus air mataku.
"Jika kau merindukannya, mengapa kau tidak menghubunginya?" Katanya sesaat setelah menghapus air mataku.
Tatapan matanya begitu teduh, namun bagiku, itu bagaikan sebuah umpan! Ya! Itu bisa saja terjadi!
Dia bisa saja menusukku ketika aku sedang asyik berbincang melalui telepon dengan Mike! Benar kan?!
"Hey! Mengapa kau menatapku seperti itu?!" Young Joon mengerutkan keningnya.
Aku dengan sigap, segera berdiri dan menjauhinya. Young Joon tampak heran melihat sikapku, dan hendak menghampiriku.
"Tetap disana!" Kataku sambil berjalan mundur ke arah ranjang
"Jennifer, ayolah! Ada apa denganmu?!" Young Joon kini telah berdiri, dengan raut wajah putus asa
"Jangan mendekat, ku bilang!" Aku memekik, seraya menutup kedua telingaku.
"Jenny! Mengapa kau bersikap seolah aku ingin menyakitimu!" Young Joon tampak kehabisan kesabaran melihat sikapku.
Aku segera melepaskan tanganku dari telinga, kemudian menatapnya.
"Siapa kau?!" Ucapku sambil menunjuk wajahnya dengan jari telunjuk.
Young Joon meringis, kemudian mencengkeram rambut dengan kedua tangannya, kemudian berjongkok!
"Jennifer Elizabeth! Ada apa denganmu, yaTuhan!" Young Joon berteriak.
Itu membuatku merasa aneh! Ada apa ini sebenarnya?! Hah!
Aku segera membekap mulutku.
Young Joon terlihat benar-benar putus asa, kemudian berdiri, lalu menatapku dengan tatapan yang membuatku iba.
"Dengar! Pertama, aku bukanlah seekor monster yang akan mengancam nyawamu." Katanya kemudian menghela nafas.
"Kedua, aku telah berjanji di hadapan Tuhan, bahwa..."
"Maafkan aku..." Ucapku kemudian menatap ke arah bawah.
"A-aku hanya..."
"Jenny, aku tidak memiliki sedikitpun niat untuk menyakitimu jadi, berhentilah selalu bersikap waspada terhadapku." Ucapnya, kemudian berlalu ke arah pintu yang menuju kolam renang.
Aku menghela nafas kasar setelahnya, kemudian duduk di bibir ranjang, dan... Kembali menangis!
Ada apa denganku?! Mengapa aku bersikap seperti ini?!
Namun, bukankah tadi Young Joon juga bersikap aneh! Ya Tuhan! Ini aneh! Benar-benar aneh!
Aku berniat untuk ngambil ponselku, ku pikir aku akan menghubungi seseorang untuk menghilangkan rasa gundahku, namun...
Huufffttt! Untuk apa?!
Itu justeru akan memperkeruh keadaan!
Pada akhirnya aku memutuskan untuk merebahkan tubuhku di atas ranjang, sambil terus berusaha untuk melupakan kejadian tadi, walau hanya sejenak.
Namun tetap saja! Seberapapun kuatnya aku berusaha, itu semakin membuatku terus teringat!
Young Joon belum juga kembali! Ini sudah lebih dari 1 jam! Apa yang dia lakukan di luar sana?!
Apa dia tidak merasa kedinginan?
Aku segera turun dari ranjang, kemudian berjalan menuju jendela yang menghadap ke arah kolam renang, untuk melihat keadaan suamiku, umm... Maksudku Young Joon.
Ketika membuka gorden yang menutupi kaca jendela ini, aku begitu terkejut melihat Young Joon yang saat ini tengah menghisap rokok, sambil menatap lurus ke depan!
Aku tidak mengetahui bahwa dia adalah seorang perokok! Ini adalah fakta baru untukku!
Aku memang bukan orang yang alergi dengan orang-orang yang merokok, karena aku begitu akrab dengan orang yang seperti itu, bahkan aku pernah beberapa kali menghisap rokok, ketika aku sedang benar-benar frustrasi! Hanya saja... Ini aneh, jika yang melakukan itu adalah Park Young Joon!
Akhirnya aku memutuskan untuk kembali merebahkan tubuhku di atas ranjang, dan berusaha untuk dapat memejamkan mataku.
******************************
Hawa dingin begitu mengusikku, namun enggan rasanya membuka mataku, karena ini sungguh sangat nyaman!
Aku kemudian meletakan tangannya, di bawah pipiku, sebagai bantalan. Ini semakin terasa nyaman, hingga orang tersebut membelai lembut rambutku.
Itu membuatku tersenyum sambil terus memejamkan mata.
"Makasih..." Ucapku dengan suara berat khas orang mengantuk.
Tunggu! Ada apa ini?!
Aku merasa bahwa orang ini sedang memperhatikanku!
Tidak! Ini bukan mama, ataupun papa!
Aku segera membuka mataku, dan menatap tangan yang saat ini sedang berada di bawah pipiku, lalu menatap si empunya tangan!
APAAA!!!!
Aku segera duduk dan bergeser menjauhi sosok itu, sambil terus membelalakkan mataku padanya.
Dia terlihat heran melihat sikapku
"A-apa yang kau lakukan!" Kataku dengan tatapan penuh curiga.
Young Joon! Ya! Sosok itu kini meringis menatapku.
"Hey! Kau yang meraih tanganku, kemudian menjadikannya sebagai bantalmu." Katanya sambil meringis menahan kesal!
Aku merasa agak bersalah kepada Young Joon, mengingat, apa yang dikatakannya itu benar adanya.
"A-aku..."
"Lupakan! Lanjutkan tidurmu, sekarang masih jam 7 pagi, aku mau keluar sebentar." Katanya kemudian berlalu.
Aku segera turun dari ranjang, kemudian berjalan menuju kamar mandi, hendak mencuci wajahku.
Selesai mencuci wajah, aku kembali melihat pantulan wajahku melalui cermin.
Tidakkah sikapku sangat berlebihan kepada Young Joon?
Aku selalu saja curiga berlebihan, padahal Young Joon telah berkata bahwa...
Tidak! Aku tidak dapat mempercayai ucapannya begitu saja!
Pada akhirnya aku memutuskan untuk langsung mandi! Ya! Bukankah aku juga ingin berkeliling di tempat ini?
Selepas mandi, aku langsung menuju koperku, ya Tuhan! Hanya tersisa 1 stel pakaian lagi disana! Sedangkan sisanya? Huuufffttt!
Hanya tersedia hotpants serta kaos tanpa lengan disini, serta pakaian dalam yang sungguh tidak nyaman untuk kugunakan!
Namun apa boleh buat, hanya ini yang tersisa!
Aku telah mengenakan celana dalam, hotpants serta bra.
Ponselku tiba-tiba berdering, ketika aku meraih kaos tanpa lengan berwarna putih.
Aku kembali meletakkan kaos itu, kemudian sedikit berlari ke arah nakas yang berada di sebelah ranjang, untuk meraih ponselku.
Aku menoleh ke arah layar ponselku sekilas, sebelum menjawab panggilan, Clara! Kebetulan sekali!
"Jenoooollll!!!" Bersemangat sekali dia di seberang sana!
"Clara, sialan!!! Setan lu ya!" Umpatku di seberang sini.
"Lu kedengarannya senang banget! Gimana honeymoon nya?" Dia tampak tidak merasa bersalah sama sekali di seberang sana
"Senang pala lu! Lu gimana sih, Ra!" Kataku kemudian berjalan menuju sofa yang berada di depan ranjang
"Gimana apanya?"
"Heh! Yang bener aja kenapa sih lu! Maksud lu apa, bawain gw baju buat mangkal gitu!" Umpatku lagi
Kemudian merebahkan badanku di atas sofa
"Yakan emang itu baju dinas!" Sahutnya santai!
Aku segera beranjak dari atas sofa, dan bercakak pinggang sangking kesalnya.
"Dinas?! Dinas mata lu!" Aku benar benar-benar tidak habis pikir dengan gadis ini!
Bisa-bisanya dia tertawa terbahak-bahak di seberang sana
"Tapi gimana, malam pertama lu, sukses nggak?"
Aku membelalakkan mata, serta menganga tak percaya mendengar ucapannya!
"GILA LU YAAAA! MALAM PERTAMA GW SUUUKKKSEESS BANGEEETTTT!!! BANGET BANGET, RA...."
Tiba-tiba pintu masuk ruangan ini terbuka!
Itu Young Joon! Park Young Joon!
Aku mematung, begitupun dia yang kini melihat penampakanku saat ini.
Dia tidak berkedip, dan sedikit membuka mulutnya!
Bahkan dia menjatuhkan sebuah bungkusan yang dia bawa.
"Jenol! Ko' diam! Jenol!!!"
Aku segera tersadar! Dan langsung berlari ke arah koper, dan berjongkok lalu meraih kaos tanpa lengan yang ku taruh tadi, kemudian langsung mengenakannya.
"Ra, udah dulu ya!" Ucapku kemudian menutup panggilan, lalu kembali berdiri.
Young Joon meringis sambil mengusap tengkuknya
"A-aku..."
"Tidak dapatkah kau mengetuk pintu dulu, sebelum masuk!" Ketusku sambil menatap tajam ke arahnya
"Ma-maaf..." Katanya
Aku termenung mendengar ucapannya.
Sempat hening sejenak, hingga...
"Harusnya kau yang minta maaf kepadaku!" Ketusnya
Dan itu membuatku membelalakkan mata tak percaya! Aku menghela nafas kasar setelahnya!
"Apa maksudmu!" Pekikku
"Kau membuat jantungku hampir saja copot karena penampilanmu tadi, tahu!" Ketusnya lagi, kemudian berjalan ke arahku, yang kini kesal setengah mati kepadanya
"Ini, aku membelikanmu sarapan." Ucapnya seraya menyodorkan sebuah bungkusan.
Aku menatapnya dengan tatapan yang sungguh teramat kesal!
Aku sungguh ingin meninju wajahnya! Tidak! Tidak hanya meninju! Mungkin membunuhnya!
Nafasku kini tidak beraturan! Bahkan aku telah menyeringai kini!
"Ka-kau... Mengapa kau menatapku seperti itu?!" Young Joon terlihat cemas
"Aku ingin membunuhmu!"
"Hey, apa maksudmu?!" Jawabnya sambil berjalan mundur, ke arah pintu yang menuju kolam renang.
Aku mengikutinya, dengan tatapan memburu.
"Jenny, dengar... A-aku bisa menjelaskan ini!" Katanya masih dengan langkah mundur, sambil sesekali menoleh ke arah belakang.
Aku masih terus berjalan ke arahnya, hingga...
'BYUUUURRRRR!'
Young Joon tercebur ke dalam kolam renang!
Dan akupun tertawa puas!
Hahahaaaaaa!!! Rasakan!