
Entah apa yang membawaku kesini...
Entah berapa jauh aku mengendarai sepeda motor kesini...
Yang jelas, tempat ini sungguh jauh dari rumahku, terutama, Park Young Joon...
Aku menyewa sebuah motel yang cukup nyaman, dan murah.
Ah, aku akan istirahat sejenak, lalu menghubungi Rob.
Ketika membaringkan tubuhku di atas ranjang, aku kembali mengingat kejadian pagi tadi...
Wanita itu...
Kimberly Tan...
Dia kakak kelas 1 tingkat di atasku, dan 1 tingkat di bawah Young Joon, waktu kami bersekolah di China dulu.
Dia menyukai Young Joon, dan Young Joon sangat baik kepadanya.
Bahkan aku cemburu kepadanya!
Kau tahu mengapa?
Young Joon pernah menahan tanganku ketika aku hendaj meninju wajah cantiknya yang menyebalkan itu, karena terus-menerus mengatakan, bahwa Young Joon tidak mungkin menyukai gadis liar seperti diriku!
YoungJoon marah sekali padaku saat itu...
Aku berpikir bahwa Young Joon mungkin menyukai Kim.
Itulah sebabnya, aku tidak pernah menyatakan perasaanku kepadanya.
Dan sejak kejadian 2 Minggu lalu, saat pertama kalinya aku kembali bertemu dengan Kim setelah sekian lama.
Lebih tepatnya, ketika Kim mengantar Young Joon dalam keadaan mabuk berat, hatiku seolah bersiap-siap.
Mungkin untuk hari ini, dan hari selanjutnya...
Saat ini aku tersadar, mereka masih terhubung, bahkan bertahun-tahun setelah kepulangan ku ke Indonesia, kemudian ke Amerika, bahkan saat pernikahan kami, bahkan hingga hari ini!
Mungkin, gadis yang selama ini dimaksud oleh Young Joon adalah dia...
Kimberly Tan...
Gadis yang selalu di hubungi oleh Young Joon melalui sambungan telepon setiap kali aku pulang kuliah...
Gadis yang mungkin mengobrol melalui pesan dengan Young Joon tiap malam, hingga membuatnya tersenyum bahagia di depan layar laptop...
Gadis yang ingin Young Joon beri kejutan hingga membuatnya mungkin tidak akan pulang ke rumah hari ini...
Serta... Gadis yang saat ini membuatku hancur...
Aku kembali menangis, meratapi kisah cintaku yang begitu menyedihkan.
Aku ingin sekali menghubungi Arjuna, tapi mana mungkin?!
Aku tidak mengaktifkan ponselku, agar tidak dilacak Joon.
Aku juga tidak berniat membuka media sosialku, karena dia pasti akan melacak keberadaanku melalui media sosialku.
Entahlah!
Semenjak mengetahui fakta bahwa Young Joon meletakkan alat pelacak pada mobilku, aku jadi merasa sedikit paranoid!
Aaarrrgghhh!!!
Mungkin mandi bisa meredakan semua rasa lelah yang ada pada diriku saat ini.
**********************
Aku sudah berada di dalam bathtub berisi air hangat di kamar mandi motel ini, dan kembali termenung...
Banyak hal yang membuatku seperti ini, namun yang paling mendominasi adalah, Park Young Joon...
Lama sekali aku berada disini, berharap semua lelahku hilang, terbawa oleh air yang membilas tubuhku.
Nyatanya tidak! Air tadi hanya menghilangkan sedikit lelah badanku, tetapi tidak dengan hati dan perasaanku!
Aku memutuskan untuk menghubungi Rob menggunakan telepon motel, agar dia tidak khawatir.
Saat panggilan terhubung...
"Rob, ini aku..." Sapaku di seberang sini.
"Ah, Jen..." Sahut Rob di seberang sana
*******************
Aku tertidur setelah melakukan panggilan dengan Rob, hingga...
'Tok... Tok... Tok...!'
Suara ketukan mengusik tidurku.
'Tok... Tok... Tok!'
Aaahhh... Ketukan itu berasal dari kamar ini ternyata!
Aku segera terbangun, dan berjalan ke arah pintu.
Sebelum membukanya, aku mengintip melalui celah pintu, ah itu Rob!
Aku segera membuka pintunya!
"Masuklah!" Kataku
"Aku sudah berdiri selama 15 menit disana!" Ketus Rob, kemudian duduk di sofa yang tidak jauh dari ranjang ku
"Maaf..." Kataku lalu menghampirinya.
Aku menoleh ke arah beberapa bungkusan yang Rob bawa.
"apa yang kau bawa?" Tanyaku
"Aaahh... Ini, makanlah!" Ucapnya kemudian meraih salah satu bungkusan, dan memberikannya padaku.
"Aaahhh... Terima kasih! Kebetulan aku belum makan apapun, semenjak tiba disini." Kataku, kemudian meraih bungkusan itu.
"APAAAA!!!" Rob berteriak kepadaku, hingga membuatku terkejut setengah mati!
"Ada apa denganmu!" Protesku
"Mengapa kau tidak makan? Apa kau se-frustrasi itu!" Rob tampak kesal terhadapku.
"Bagaimana aku bisa makan? Aku bahkan baru saja bangun tadi saat kau mengetuk pintu..." Kataku, kemudian menyantap Hamburger yang Rob berikan.
"Maksudmu?" Rob memastikan.
"Aku baru saja terbangun sejak kedatanganku disini karenamu!" Jelasku
"APAAAA!!!" Rob kembali berteriak.
"Ada apa denganmu! Mengapa dari tadi kau berteriak kepadaku!"
"Kau tahu, sudah berapa lama kau tertidur?!" Rob berkata kepadaku dengan wajah yang sangat jengkel.
"Berapa lama?" Ucapku santai sambil mengunyah hamburger.
"Kau sudah tertidur selama 2 hari!" Rob berkata dengan sangat jengkel, dan aku terbatuk mendengar itu.
***********************
"Laki-laki itu datang sepuluh menit setelah kau pergi." Rob melanjutkan percakapan kami
"Hah... Oowwhh... Itu..."
"Park Young Joon!" Rob menatap tajam ke arahku.
"Heeeyy! Mengapa kau baru datang sekarang! Jika kau tidak datang, mungkin aku akan tertidur hingga..."
"Dia berada di depan rumahku selama dua hari." Rob menatap wajahku dalam.
Jujur saja, aku cukup terkejut mendengar ucapan Rob tadi.
"Ba-bagaimana kau tahu?"
"Kau sudah tahu bagaimana keadaan rumahku, berapa cctv yang ku pasang untuk mengawasi keadaan sekitar rumahku, kan?" Rob kembali menjelaskan
"Ya... Tentu..." Tatapanku kosong saat mendengar penjelasan Rob.
"Laki-laki itu tetap berada di depan rumahku selama dua hari, bahkan tanpa terlelap! Aku bahkan sempat berpikir, bahwa dia adalah seorang Intel!" Rob terlihat sedikit cemas
"Aku sudah menjelaskan padamu sebelumnya, kan? Bahwa dia hanyalah pria kantoran biasa." Jawabku menenangkannya.
"Dia sempat menggeledah seluruh isi rumahku, tahu!" Ketusnya
"Hahahaha... Lalu, bagaimana akhirnya kau bisa kesini?" Ucapku lagi.
"Aku pergi 15 menit setelah dia meninggalkan tempat itu!" Jawabnya.
"Apa kau yakin, dia tidak membuntutimu ketika kau menuju kesini?" Aku memastikan.
"Kau pikir aku sebodoh itu! Jelas saja aku pergi melalui jalan rahasia!" Rob menjelaskan, dan itu membuatku sedikit lega.
"Tunggu dulu, jika dia berada di depan rumahmu selama dua hari berturut-turut, bagaimana dengan rencananya..."
"Maaf?" Rob tiba-tiba menyela ucapanku
"Aaahh... Tidak... Tidak... Ini tidak ada hubungannya denganmu." Ujarku sambil tersenyum konyol.
********************
"Baiklah, aku akan kembali lagi nanti. Dan kau, makanlah yang cukup, jangan sampai kurus!" Ujar Rob sebelum pergi
"Ya, terima kasih, Rob."
"Kau harus terus menghubungiku." Pesan Rob
"Ya, kau juga harus menghubungiku setelah sampai."
"Tentu, baiklah! Aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik!"
"Ya, kau juga... Hati-hati di jalan." Ucapku kemudian menutup pintu setelah punggung Rob menghilang.
*****************
Aku kembali memikirkan kata-kata Rob.
Rob bilang Young Joon ada di depan rumahnya selama dua hari, tanpa terlelapterlelap
Kalau Young Joon ada disana selama dua hari, apa rencananya gagal?
Aku benar-benar tidak habis pikir!
Aku mencari remot untuk menyalakan televisi, agar sedikit menghilangkan rasa bosanku, dan juga rasa penasaranku terhadap rencana Young Joon, hingga tiba-tiba...
'Tok... Tok... Tok...!'
Suara ketukan itu, berasal dari kamar ini! Mungkin Rob meninggalkan sesuatu disini!
Aku bergegas ke arah pintu dan langsung membukanya, namun...
"Waaaaahh... Kamar motel di Brooklyn lumayan juga! Aku tidak pernah membayangkan." Laki-laki itu langsung menerobos masuk ke dalam kamarku, tanpa permisi dulu.
Itu cukup membuatku membeku, terpaku, dan lemas sekali rasanya...
Dadaku sesak dan nyeri secara bersamaan. Mataku berkaca-kaca, menahan semua rasa itu.
Park Young Joon!
Laki-laki itu, kini menghampiriku, kemudian sedikit membungkuk dan menatap wajahkuwajahku.
"Bagaimana keadaanmu?" Ucapnya, dengan suara yang agak bergetar.
Aku dapat melihat dengan jelas raut wajahnya. Sangat kusut, dan tampak kurang tidur...
Dia masih mengenakan pakaian kerja yang waktu itu dia kenakan saat aku datang ke kantornya!
Benar apa yang dikatakan Rob, Young Joon berada di depan rumahnya selama dua hari, dan tidak tidur!
Dan kemungkinan dia mengikuti Rob kesini, melalui perjalanan selama 4 jam!
Jika saja, aku tidak mengetahui rencananya untuk menyatakan perasaannya kepada gadis itu...
Jika saja, aku tidak melihat kejadian di kantornya waktu itu...
Jika saja...
Ya tuhan, aku sangat ingin memeluknya...
Aku...
Tak terasa air mataku menetes, tepat dihadapan Joon...
Disaksikan olehnya...
Dan tiba-tiba Young Joon memelukku...
Erat sekali...
"Mengapa kau sepeti ini..."
Aku mendengarnya terisak...
"Kau benar-benar menyiksaku..." Isak tangisnya semakin menjadi.
Aku bahkan ikut terisak mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulutnya...
" Kau hampir saja membunuhku..." Kali ini dia menangis sambil terus memelukku semakin erat, seperti menahan sakit yang teramat...
Kau tahu, aku tidak mengerti keadaan ini!
Ini membuatku semakin sesak!
Aku berusaha melepas pelukan Young Joon, dan untungnya Young Joon segera melepaskan pelukannya.
Aku segera menghapus air mataku, dan...
"Apa yang kau lakukan disini?" Ucapku, tanpa menatapnya
"Aku mencari istriku." Jawabnya dengan mata yang sembab, dan air mata yang masih tersisa di pelupuk matan.
"Hah! Bukankah kau seharusnya menyatakan perasaanmu kepada gadismu?" Sindirku
"Gadisku pergi meninggalkanku..." Jawabnya lirih.
Young Joon menatap mataku dalam, begitupun dengan diriku.
Ada banyak pertanyaan dalam hatiku.
Apakah Kim meninggalkan Young Joon ketika Young Joon pergi mengejarku?
Apakah Kim merasa tersinggung karena kejadian itu, hingga memutuskan hubungan dengan YoungJoon?
Atau, apakah...
"Ciiisss... Jadi kau mencari istrimu karena gadismu pergi meninggalkanmu, dan..."
"Gadisku meninggalkanku lalu pergi ke Brooklyn, karena mungkin dia telah salah paham atas kejadian dua hari yang lalu di ruang kerjaku..."
YoungJoon meneteskan air mata, ketika mengucapkan kata-kata tadi...
Aku bahkan hampir saja terjatuh mendengar kata-katanya barusan, dan kembali meneteskan air mata.