Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
Park Young Joon : Satisfying!



POV PARK YOUNG JOON


Jennifer...


Rasanya seperti mimpi melihatnya tertidur di dalam dekapanku, kini...


Dia terpejam, ketika aku mengecup tengkuknya, dan mulai tidur nyenyak, setelahnya...


"Maafkan aku, untuk setiap rasa sakit yang ku berikan kepadamu, termasuk yang tadi..." Bisikku lembut, tepat di belakang telinganya.


"Joon...!" Jenny tiba-tiba berbalik ke arahku.


Aku terkejut! Ku pikir Jenny telah terlelap


"Kau belum tidur?" Ucapku, dengan nada terkejut.


"Kejadian tadi membuatku sulit untuk tidur!" Protesnya.


Aku membelai wajahnya... Lalu mengusap lembut bibirnya


"Apa masih terasa sakit?" Aku menatap matanya


"Yang mana?" Ucapnya, menatap dalam ke arah mataku.


Pertanyaannya kali ini membuatku sedikit bingung, dan bingung harus menjawab apa.


"Maafkan aku..."


Hanya kata itu yang dapat ku ucapkan.


Jenny tersenyum lembut sekali.


Jenny akhirnya menanyakan suatu hal, yang membuat hatiku merasa nyeri.


"Apa ini, 'cara' yang kau maksud, untuk mencegahku pergi?"


Entahlah...


Agak sulit untuk menjelaskan ini.


Aku bahkan tidak begitu memahami, mengapa aku harus melakukan hal senekat ini!


Menyentuhnya, menciumnya, bahkan merenggut kesuciannya...


Itu terjadi begitu saja...


Semua di luar kontrolku!


Namun aku sungguh menikmati itu semua!


Aku nyaman melakukan itu semua, bahkan merasa bangga!


Namun...


Hatiku teriris ketika harus berbohong kepadanya mengenai 'pengalaman pertama'.


Tapi kali ini sungguh berbeda!!!


Ketika melakukan dengan Kimberly, aku tidak melakukannya atas keinginanku sendiri!


Bahkan bisa dibilang, aku melakukannya dalam keadaan tidak sadar!


Sangat berbeda ketika aku melakukannya dengan Jenny!


Aku mencintainya... Sangat!


Rasanya sungguh sangat berbeda!


Kalau boleh jujur, aku bahkan merasa, sepertinya aku memang tidak pernah melakukannya dengan Kimberly!


Dia hanya menjebakku, agar aku merasa bersalah!


Dua minggu setelah kejadian pertama kali aku melakukannya dengan Kimberly, seorang teman memberitahuku fakta bahwa, Kimberly menyerahkan kesuciannya kepada salah satu petinggi di perusahaanku, jauh sebelum kejadian dimana kami pertama kali melakukannya.


Dan saat kejadian ke-dua kalinya, hampir sama seperti kejadian pertama!


Satu hal yang paling ku ingat saat pertama kali kami melakukannya adalah, aku melihat Jennifer menanggalkan seluruh pakaiannya!


Dan itu benar-benar membuatku sungguh bergairah, lalu aku tidak tahu, apa yang selanjutnya terjadi!


"Aku mencintaimu..."


Obrolan kami berakhir dengan ucapan cintaku kepadanya, hingga berkali-kali, hingga aku terlelap.


Aku bangun lebih dahulu dibanding Jenny... Setidaknya, aku dapat memandangi wajah cantik istriku dengan puas!


Membelai lembut wajah dan rambutnya, mencium serta mengecupnya, lalu, mengingat kembali kejadian semalam!


Untukku, kejadian semalam adalah pertama kali dalam hidupku!


Karena aku melakukannya dalam keadaan sadar, dan dengan orang yang ku cintai, juga mencintaiku!


Sejujurnya aku bukanlah orang yang berpengalaman dalam urusan bercinta, karena seperti yang kau tahu, dengan Kimberly, aku bahkan tidak mengetahui secara pasti, apa kami benar-benar melakukannya atau tidak!


Dan jika Jennifer berpikir aku cukup berpengalaman, ayolah!


Aku ini pernah muda!


Aku sudah cukup banyak menonton blue film! Dan kebiasaanku menonton blue film, berhenti ketika aku resmi menjadi suami Jennifer.


Kalau boleh jujur, saat malam pertama kami resmi menjadi sepasang suami-istri, aku sungguh sangat berhasrat ingin menyentuhnya. Namun, aku cukup tahu diri, melihat sikapnya yang begitu dingin kepadaku.


Hampir setiap malam, aku membayangkan dapat menyentuh istriku, dan hampir setiap malam pula, aku melampiaskan dengan... Aaahhh... Sudahlah!


Dan semalam, hasratku yang sudah berbulan-bulan terbendung, pada akhirnya terlampiaskan juga...


Jenny yang tidak pandai memimpin, namun dapat diajak bekerja sama...


Ya Tuhan..


Hanya mengingatnya saja, membuatku kembali berhasrat!


Entah apa yang ada dalam diri Jenny, dia benar-benar membuatku merasakan sensasi yang entah bagaimana menggambarkannya, satu hal yang pasti, itu sungguh membuatku tidak ingin berhenti!


Kau tahu, ketika kami telah sama-sama mencapai puncaknya, aku selalu ingin mengulanginya lagi, dan lagi!


Aku sangat menyukai caranya menatapku...


Aku sangat menyukai caranya terpejam, ketika menerima tiap sentuhan yang ku berikan kepadanya...


Dan aku menyukai ketika dia tersenyum, tiap kali ku kecup tengkuknya...


Aku menyukai semua yang ada pada diri istriku!


Ya! Semua tentangnya, membuatku kagum!


Seandainya saja Jenny tidak mengeluhkan rasa sakit di area sensitifnya, mungkin sampai saat ini, aku masih akan tetap mengajaknya bercinta!


Entahlah!


Jennifer begitu menjadi candu untuk diriku!


Wajahnya... Oohh Tuhan! Dia begitu sungguh mempesona!


Sikapnya... Meskipun terkadang dia bersikap begitu dingin kepadaku, entah mengapa, itu merupakan daya tarik sendiri untukku!


Aroma tubuhnya... Itu membuatku selalu ingin terus mencumbuinya!


Bahkan bayangannya... Ya Tuhan! Walau hanya melihat bayangannya saja, sudah dapat membuat jantungku berdegup kencang!


Aku kembali membayangkan, jika saja kami mengulangi momen semalam lagi... Aaahhh...


Dan ketika khayalanku sudah mulai melanglang buana, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu motel.


'Tok... Tok... Tok!'