
Aku telah berada di atas ranjang! Pakaianku? Aku segera membuka selimut, dan... Siapa yang menggantinya?
KILAS BALIK
POV YOUNG JOON
Aku segera menghubungi Clara, sesaat setelah Jennifer meninggalkanku.
"Hai Clara! Ini aku, Young Joon." Sapaku di seberang sini
"Hai Young Joon, ada apa?" Jawab Clara di seberang sana
"Clara, jangan katakan pada Jenny bahwa aku menghubungimu." Aku sungguh berhati-hati di seberang sini.
"Eehhmm... Baiklah, ada apa Young Joon?"
"Jenny bilang, dia akan pergi bersamamu tadi, namun dia tidak memberitahuku hendak kemana. Dapatkah kau memberitahuku, kemana kalian akan pergi?" Aku agak memohon kepadanya.
"Um.. begini, Young Joon..." Clara terdengar ragu di seberang sana
"Jangan khawatir, aku percaya kepadamu, bahwa kau tidak akan menjerumuskan saudara sepupumu sendiri " Aku memastikan di seberang sini
"Ah, baiklah Young Joon, kami berencana pergi ke Spynx pub, tidak jauh dari apartemen kalian, percayalah, kami akan menjaga Jen dengan baik." Clara meyakinkanku
"Ya, aku percaya itu..."
"Young Joon, Jenny sudah mendekat, aku tutup ya. Bye..." Kemudian Clara menutup panggilan.
***********************
Aku segera bersiap untuk menyusul Jennifer, dan segera mengganti pakaianku, tidak lupa, ku kenakan topi berwarna hitam, agar Jennifer tidak mengenaliku ketika aku mengawasinya.
Setelah masuk ke dalam mobil, aku segera memacu mobilku.
Ini akan memakan waktu 15 menit untuk sampai ke tempat yang Clara sebutkan saat di telepon tadi.
Setelah tiba di parkiran, dapat ku lihat mobil Clara terparkir tidak jauh dari tempatku memarkirkan mobil. Aku tersenyum, dan merasakan senang, ternyata Clara tidak menipuku.
Aku segera membuka sabuk pengaman, kemudian keluar dari mobil. Ketika masuk ke dalam pub itu, aku mencari sosok Jennifer disana.
Mataku akhirnya menangkap sosok Jennifer yang tengah berbincang dengan seseorang di depan meja bartender.
Aku mendekat, namun tetap memberi jarak, agar Jennifer tidak mengetahui keberasaanku.
Aku terus memperhatikan Jennifer dan juga laki-laki yang tampak sangat akrab sekali dengan istriku, ummm maksudku... Mantan istriku...
"Siapa laki-laki itu?" Pikirku dalam hati.
Seorang pelayan datang menghampiriku,
"Mau pesan apa, tuan?" Sapa pelayan itu ramah, aku kemudian menatap pelayan itu.
"Bawakan aku cocktail." Jawabku lalu kembali memperhatikan Jennifer.
Mataku terus fokus ke arah Jennifer, aku bahkan melihat Jennifer saling menunjukkan layar ponsel dengan laki-laki itu!
Pelayan akhirnya datang membawa pesananku.
"Terima kasih." Kataku, kemudian pelayan berlalu.
Aku meneguk minuman yang ku pesan, saat melihat Gina dan Clara menghampiri Jennifer. Jennifer tampak memperkenalkan dua sahabatnya dengan laki-laki itu.
Aku meneguk kembali minumanku, ketika Jennifer turun dari kursi, kemudian terbangun hendak menghampiri ke arah Jennifer, saat Jennifer jatuh, namun akhirnya ditangkap oleh laki-laki itu, dan itu membuatku kembali ke tempatnya semula.
Dan saat Jennifer berjalan ke arah lantai dansa, kemudian laki-laki itu mengikuti Jennifer, aku melihat sekilas laki-laki yang sejak tadi berbincang akrab dengan mantan istriku tersebut...
"Mitsugi Aoyama?" Pikirku.
Aku kembali memastikan apa yang baru saja ku lihat.
Dan ketika laki-laki itu saling berhadapan dengan Jennifer di meja dansa, aku benar-benar meyakini apa yang baru saja ku duga!
Laki-laki itu memang Mitsugi Aoyama! Teman satu kampusku ketika kami kuliah di Australia dulu...
Teman yang baru saja ku temui kemarin... Teman yang...
Aku terbelalak ketika melihat Aoyama berusaha mencium Jennifer!
Aku segera bangkit dari tempat dudukku, dan hampir saja menghampiri mereka, jika saja aku tidak mengingat kata-kata Jennifer sebelum dia meninggalkanku...
"Ingatlah tentang kenyataan bahwa tidak ada hubungan apapun lagi diantara kita... Jadi, berhentilah untuk selalu mempedulikanku."
Aku segera menghentikan niatku.
Aku tidak ingin membuat Jennifer semakin membenciku!
Lagipula, Jennifer terlihat memalingkan wajahnya tadi.
Aku sangat mengenal Jennifer, lebih dari siapapun!
Aku mengetahui pasti, bahwa Jennifer adalah wanita terhormat, yang tidak akan membiarkan dirinya disentuh oleh laki-laki yang baru saja dikenalnya!
Bahkan aku mengetahui bahwa, ciuman pertama Jennifer dilakukan denganku, bukan dengan kekasihnya, Mike!
Aku kembali ke tempat dudukku, dan menatap ke arah gelas yang berisi cocktail yang tadi dia pesan, lalu kembali menoleh ke arah lantai dansa dimana Jennifer dan Aoyama berada.
Namun mereka sudah tidak ada disana!
Aku segera bangun dari tempat dudukku, mataku kembali mencari sosok Jennifer, hingga akhirnya, aku melihat Jennifer tampak berbincang kembali dengan Aoyama di sebelah tangga di depan jalan menuju kamar kecil.
Aku memperhatikan mereka, hingga mereka berjalan ke arahku.
Aku kembali duduk, lalu membelakangi Jennifer dan juga Aoyama.
Mereka duduk tepat di belakangku, jadi... Aku dapat dengan jelas mendengar percakapan mereka.
Mataku kini berkaca-kaca saat mendengar Aoyama berkata...
"Izinkan aku untuk mengenalmu lebih jauh."
Jantungku berdegup dengan kencang!
Ingin sekali memukul wajahnya!
Terlebih, ketika Jennifer berkata bahwa dia berencana bekerja di Jerman, dan Aoyama menawarkan Jennifer bekerja di perusahaan tempatnya bekerja di Jerman!
Itu artinya, mereka akan terus terhubung!
Air mataku mulai menetes!
Itu sudah tidak terbendung lagi. Membayangkannya saja sudah membuatku merasa sakit!
Mengapa pernikahanku harus berakhir! Bukankah waktu itu hubungan kamu sudah jauh lebih baik?
Mengapa pada akhirnya kami berpisah?!
Kimberly Tan!
Ya! Wanita sialan itu! Aku begitu membencinya! Bahkan hanya membayangkan namanya saja, sudah cukup membuatku gusar!
Sepertinya Jennifer sudah sangat mabuk, itu terdengar dari cara bicaranya yang mulai meracau!
Namun Aoyama sepertinya tidak terlalu mabuk, karena dia menawarkan tumpangan kepada Jennifer.
Aku segera bangun kemudian menghampiri mereka. Aoyama tampak terkejut.
"Hey, bro! Apa yang kau lakukan disini?" Sapa Aoyama.
"Aku mau menjemput gadisku!" Sahutku memudian meraih tubuh Jennifer.
"Ayo kita pulang sekarang." Ucapku kepada Jennifer.
Aoyama tampak keheranan.
"Diaaa iniii... Mantan suamiku... Aku adalah jandanya dia... Dan dia adalah dudaku... Hahaha..." Jennifer kembali menceracau.
Aoyama tampak berpikir...
"Biar aku yang mengantarnya..."
"APA KAU INGIN MEMBUNUHNYA!!!" Aku berteriak kepada Aoyama.
Aoyama tampak tidak dapat menerima
"Apa masalahmu!!!"
"Ssssstttt.... Jangan berisik! Aku sedang berkencan dengan pria tampan itu..." Jennifer menunjuk ke arah Aoyama
"Kau dalam pengaruh alkohol! Itu dapat membuatnya celaka!" Ucapku kemudian merangkul tubuh Jennifer.
Kami meninggalkan Aoyama yang masih tampak bingung.
"Hey tampan! Jangan lupa mengirimi ku pesan melalui media sosialku! Aku tunggu ya.... Mmuuuaaachhh..." Jennifer menceracau dalam rangkulanku saat kami berlalu
*******************
"Kaaauuuu... Mengapa kau datang kesini! Kau sudah merusak rencanaku tahu!"
Jennifer benar-benar mabuk! Aku tidak pernah melihat Jennifer seperti ini sebelumnya.
"Aku sedang berusaha melupakanmu! Mengapa kau hadir kembali ke dalam hidupku! Bagaimana aku bisa melupakanmu!" Jennifer menceracau sambil menangis.
Aku menatap wajahnya, lalu menangis...
"Maafkan aku, aku tidak pernah mau berpisah denganmu..." Ucapku kemudian meraih tangan Jennifer, lalu mengecupnya, dan kembali menatap ke arah depan.
"Aku membencimu... Sangat membencimu! Mengapa kau harus selalu bertemu dengan Kimberly Tan!"
Aku menangis sepanjang perjalanan mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Jennifer yang saat ini mabuk berat.
*********************
Kami telah tiba di kamar Jennifer.
Aku segera melepaskan pakaian Jennifer.
"Heeeyy... Apa yang mau kau lakukan? Kau mau melakukan seperti di Brooklyn, ya? Hahahaha..."
Aku merapikan pakaian Jennifer, lalu mencari baju untuk Jennifer kenakan di dalam koper.
"Tidakkah kau ingin menyentuhku? Hanya ada kita berdua disini... Tapi aku sedang datang bulan..."
Aku segera menghampiri Jennifer yang benar-benar sudah sangat mabuk.
Ketika baru saja selesai mengenakan kaos pada Jennifer, dan hendak mengenakan Jennifer bawahan, Jennifer tiba-tiba menciumku!
Aku terkejut! Dan aku segera membalas ciuman Jennifer!
Namun pada akhirnya, aku tersadar...
Aku tidak ingin mengambil kesempatan!
Ya! Aku menghentikan ciumannya, lalu mengenakan Jennifer bawahan.
"Mengapa berhenti... Oh ya, aku lupa! Aku sedang datang bulan... Hahahaha!"
Aku membopong tubuh Jennifer ke sisi atas ranjang, kemudian merebahkannya disana, dan tiba-tiba Jennifer berkata...
"Tidurlah di sampingku... Temani aku sampai aku terlelap... Peluklah aku.. aku sangat merindukanmu... Oppa... Aku masih sangat mencintaimu..."
Aku tak kuasa menahan tangis mendengar ucapan Jennifer...
Aku langsung memeluk tubuh Jennifer erat.
"Mengapa kau sungguh kejam kepadaku... Aku benar-benar tulus mencintaimu... Namun mengapa kau selalu saja membuatku sakit! Aku membencimu... Aku membencimu... Aku..."
Jennifer tertidur...
Aku menangis di punggung Jennifer!
Aku benar-benar menyesali setiap kejadian yang membuat Jennifer pergi meninggalkanku...
"Maafkan aku, sayang... Maafkan aku... Aku tidak pernah berniat sedikitpun untuk menyakitimu... Aku sangat mencintaimu..."