
Young Joon terlihat santai, kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang, seolah tak peduli dengan tatapanku yang setajam pisau!
"Apa yang kau lakukan disana!"
Young Joon terduduk, dan menatapku heran.
"Apalagi?! Tentu saja istirahat! Ayolah Jenny... Aku sungguh sangat lelah..." Ucapnya lalu kembali merebahkan tubuhnya.
Aku dengan sigap segera menghampirinya, lalu menarik tubuhnya, agar menyingkir dari sana.
"Turun!" Kataku, serata menarii-narik tubuhnya.
"Heeeyyy!!! Apa yang kau lakukan!"
"Turun ku bilaaaa..."
Yeah! Mudah sekali baginya, untuk menyergap tubuhku, lalu mendekapku...
"Jangan bergerak, tetap seperti ini..." Ucapnya di belakang punggungku.
"Aku selalu merindukan momen seperti ini..." Ucapnya lagi, kemudian mengecup tengkukku.
Nyaman... Hanya itu...
Bahkan berada di dalam pekukannya, mampu membuatku terlelap...
Esoknya, tidurku terusik oleh suara seseorang yang menceburkan diri ke dalam air.
Aku membuka mataku perlahan, dan menoleh ke arah sekitar ranjang.
Young Joon tidak ada di sisiku...
Ku raih ponsel, dan ku tatap layarnya.
Pukul 08.37
Aku segera terbangun, dan berjalan menuju kolam renang.
Begitu tiba di pintu, aku terdiam sambil memandangi pemandangan yang ada di hadapanmu kini...
Bukan hanya hamparan pegunungan, namun juga... Park Young Joon!
Dia tampak sangat menikmati kegiatannya pagi ini.
Sesekali mengibas-ngibaskan rambutnya, tanpa menyadari kehadiranku, yang saat ini tersenyum menatapnya.
Akhirnya aku memutuskan untuk menghampirinya, dan berjongkok di tepi kolam renang.
"Ah... Kau sudah bangun, sayang?!" Ucapnya bersemangat.
Aku mengangguk, sambil tersenyum.
Young Joon segera menghamoiriku, namun sepertinya tidak berniat untuk keluar dari kolam.
"Mau berenang?" Katanya
"Tidak!" Kataku kemudian beranjak.
Namun telat! Young Joon telah lebih dulu menarik tanganku, hingga...
'Byuuuuuurrrrrrrr!"
"Hahahaahahahahahaaaaaa!!!!" Dia puas sekali melihatku yang kini tengah basah kuyup!
Aku segera berjalan menghampirinya! Ingin sekali rasanya untuk meninjunya!
"KAAUUU!!!"
"Ayolah, sayang... Aku ingin sekali berenang bersamamu..." Rayunya.
Aku masih menatap tajam ke arahnya, namun... Tidak ada salahnya berenang bersamanya, kan!
Aku sedikit menyeringai ke arahnya, seraya melepas satu persatu kancing blous ku.
Young Joon terlihat malu, dan hendak memalingkan wajahnya.
"A-apa yang ka-kau lakukan?" Katanya sedikit merunduk.
Sikapnya membuatku tertawa terbahak-bahak! Dan itu membuatnya bergidik ngeri! Hahahaahhaaa!
"Apa aku harus mengenakan ini, ketika berenang?!" Kataku seraya menunjukkan blous ku yang telah terlepas kepadanya.
Young Joon terperangah menatapku yang saat ini hanya mengenakan pakaian dalam.
"Tidak usah bersikap naif seperti itu! Bahkan isinya pun telah kau lihat, kan!" Kataku kemudian berenang, setelah menatap sekilas ke arah Young Joon yang wajahnya memerah, mendengar ucapanku tadi.
Setelah cukup lama berenang, akhirnya kami memutuskan untuk merebahkan tubuh di atas kursi malas, yang berada di tepi kolam renang ini.
Kau tahu, selama kami berenang tadi, Young Joon seolah terus menghindariku!
Hahahaa!!! Dia seolah merasa terganggu melihat tampilanku yang hanya mengenakan pakaian dalam begini! Hahahahaaa!!!
Bahkan ketika di kursi malas, dia baru berani berbicara kepadaku, di saat aku telah membalut tubuhku dengan kain.
"Jenny... Ummmm..."
"Ya... Ada apa, Joon?" Kataku, kemudian menoleh ke arahnya.
Young Joon tersenyum canggung, kemudian menyesap orange juice, yang beberapa waktu lalu diantarkan oleh petugas penginapan ini.
"Apa kau selalu mengenakan pakaian seperti itu, tiap kali berenang?" Katanya, sesaat setelah meletakan juice nya di atas meja.
"Apa kau tidak pernah melihat gadis berenang mengenakan bikini?" Ketusku.
"Bu-bukan seperti itu... Hanya saja..."
"Hanya saja apa?!" Ketusku lagi
"Aneh rasanya, jika kau yang mengenakan itu..." Ucapnya kemudian tertunduk.
"Lebih aneh lagi, jika kau berkata seperti itu!" Sinisku lalu menyesap juice.
"Young Joon..."
"Hmmmm?" Young Joon menoleh ke arahku.
"Bagaimana jika kita berkeliling tempat ini, sebelum aku kembali ke Jakarta besok?" Kataku.
"A-apa maksudmu?! Aku bahkan baru tiba kemarin!" Protesnya
"Aku telah membeli tiket pulang-pergi, hanya untuk seming..."
"Batalkan saja! Aku akan..."
"Tidak bisa! Aku harus mempersiapkan diriku, sebelum keberangkatanku ke..."
"Jenny..." Young Joon menatapku dengan tatapan frustasi.
"Perjalanan Amerika-Indonesia, bukanlah perjalanan yang singkat... Tidak dapatkah..."
Aku segera menghampirinya, lalu memegang kedua baahunya, sambil terus menatapnya.
"Bukankah aku pernah bilang..."
"Jenny..."
Aku segera mendaratkan kecupan hangat di bibirnya...
"Ku mohon, sayang..." Ucapnya sesaat setelah melepas ciumanku.
"Tidak bisa... Mengertilah..." Kataku sedikit memohon.
Hening sejenak, hingga...
"Baiklah..." Ucapnya dengan berat hati.
**************************
Pada akhirnya, meskipun singkat, kami berdua benar-benar menikmati liburan yang sangat singkat ini!
Mengunjungi beberapa destinasi wisata yang tadinya akan aku dan Clarence kunjungi...
Mencicipi beberapa kuliner yang beberapa diantaranya, membuatku dan Young Joon tertawa terbahak-bahak, karena menurut kami, rasanya agak aneh! Hahahahaaaa...
Hingga perjalanan ini berakhir dengan, ciuman hangat kami, saat matahari terbenam...
"Aku sungguh sangat mencintaimu, Jennifer..." Ucap Young Joon, dengan tatapan teduhnya kepadaku.
Aku tersenyum, kemudian memeluknya...
"Jangan terus menerus mengatakan hal itu..." Kataku, lalu Young Joon menguraikan pekukannya.
"Mengapa? Apa kau merasa terganggu oleh ungkapan cinta dariku?" Ucapnya panik.
Aku menggeleng, seraya tersenyum.
"Bukan itu... Hanya saja... Aku takut, jika ucapan itu terus menerus keluar dari mulutmu, akan membuatmu merasa muak, suatu saat nanti..."
Young Joon tersenyum lebar, mendengar ucapanku tadi, kemudian kembali memelukku erat.
"Tidak akan pernah..." Ucapnya
*******************
"Aku akan kembali ke Jakarta bersamamu." Ucap Young Joon yang saat ini juga tengah merapikan pakaiannya.
"Mana mungkin?!" Kataku tak percaya.
Young Joon segera meraih ponselnya, dia tampak mencari sesuatu disana, lalu menunjukkan layar ponselnya kepadaku.
"Bukankah ini adalah pesawatmu?" Katanya
Mana mungkin?!
Bagaimana bisa?!
Kapan dia memesan tiket itu?!
"Tentu saja bisa!" Ujarnya!
Aku sungguh sangat terkejut mendengar ucapannya tadi!
Apakah Young Joon dapat mendengar suara hatiku?!
Apakah...
"Aku sudah tahu, apa yang ada di dalam benakmu!" Ujarnya sambil tersenyum bangga!
"Iiissshhhh!!! Pria ini!" Kesalku.
************************
"Omong-omong, kapan kau akan pergi ke Jerman?" Ucap Young Joon kemudian menyesap kopinya, sambil terus menatap ke arah pegunungan.
"Pekan depan!" Jawabku lalu tersenyum kepadanya.
Young Joon masih terus fokus menatap ke arah pegunungan...
"Berapa lama kau akan berada disana?" Katanya lalu menatapku.
Aku bahkan tidak mengetahui secara pasti, bagaimana aku harus menjawab pertanyaannya yang satu ini, karena jujur saja, aku bahkan tidak tahu, berapa lama aku akan berada disana.
"Entahlah..." Jawabku, lalu menatap ke arah pegunungan.
"Jenny..."
"Hmmmmmm?"
"Bagaimana jika aku ikut bersamamu ke Jerman?"
Seketika aku terbelalak mendengar ucapan Young Joon tadi!
"A-apa maksudmu!" Pekikku
"Jenny, tidak ada jaminan, bahwa kau tidak akan menjalin hubungan dengan..."
"Young Joon... kepergianku kesana adalah murni karena aku ingin..."
"Ingin apa?"
"Aku ingin membuka lembaran baru..."
"Termasuk kisah cintamu?"