
"Berapa lama?" Ucapnya lirih.
Aku termenung...
"Jenny..."
"Joon... Sulit untuk memprediksi itu, hanya saja... Ku mohon, beri aku waktu untuk bernafas." Ucapku.
Sebelum Young Joon masuk ke ruang pengecekan tiket dan kartu identitas, lagi-lagi dia tampak ragu untuk meninggalkanku.
Young Joon kembali memelukku dengan erat...
"Jenny..." Ucapnya kemudian menguraikan pelukannya, sesaat setelah mengecup puncak kepalaku.
"Hmmm..."
"Saat aku tidak berada di sisimu, ku mohon... Jangan pernah berhubungan dengan lelaki manapun..." Ucapnya penuh harap.
Aku tertawa lepas, kemudian meninju bahunya.
"Aaawwwww!" Keluhnya.
"Heeeyy!!! Kita ini sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi!" Ketusku.
"Tapi.... Ummmm... Anggaplah, kita sedang berpacaran!" Katanya dengan senyum lebar.
Aku kembali tertawa terbahak-bahak.
Dan itu membuat Young Joon mengerutkan keningnya.
"Mengapa tertawa?!" Ketusnya.
"Mana ada seperti itu?! Kita bahkan belum..."
"Jenny, aku mencintaimu... Maukah kau menjadi kekasihku?" Ucapnya dengan wajah tulus.
Hening, hingga...
"Perhatian, para penumpang pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK357 tujuan Washington DC dipersilakan naik ke pesawat udara melalui pintu B15!"
Young Joon seolah menyadari suatu hal.
"Jenny... Ku mohon... Jawablah!"
"Young Joon! Cepatlah!"
"Aku tidak akan pergi, jika kau tidak menjawab!" Ucapnya masih bersikeras!
Aku memejamkan mata sejenak, kemudian...
"Baiklah! Aku mau!" Jawabku.
Young Joon langsung mengecup bibirku.
"Terima kasih! Sampai jumpa minggu depan!" Ucapnya setengah berlari dengan penuh semangat.
Aku tersenyum melihat tingkahnya, dan tetap berdiri di tempat ini, bahkan hingga punggung Young Joon benar-benar menghilang.
Ketika baru saja melangkah, hendak meninggalkan tempat ini, ponselku berdering.
Itu adalah notifikasi media sosialku.
Aku segera meraih ponselku, dan betapa terkejutnya aku, ketika melihat pesan masuk disana...
Mitsugi Aoyama : Jenny, aku melihatmu
Aku segera mengalihkan pandanganku ke arah sekitar, hingga ponselku kembali bergetar.
Mitsugi Aoyama : Berbaliklah!
Aku segera berbalik, dan...
Tidak ada siapapun disana!
Mitsugi Aoyama : Hahahahaaaa!!!
Jantungku berdegup hebat saat ini!
Jenny Lie : Jangan mengerjaiku!
Mitsugi Aoyama : Baiklah... Begini, 2 jam lagi adalah waktu keberangkatanku, dapatkah kau mengantarku?"
Aku tidak langsung menjawab pesan Aoyama, karena kembali teringat akan pesan Young Joon, sebelum dia pergi tadi...
"Saat aku tidak berada di sisimu, ku mohon... Jangan pernah berhubungan dengan lelaki manapun..."
Mitsugi Aoyama : Jenny?
Aku segera membalas pesannya.
Jenny Lie : Maaf, tapi aku sedang ada acara
Sejujurnya, aku merasa bersalah ketika mengetik tulisan tadi, hanya saja...
"Baiklah, tidak masalah jika kau tidak dapat mengantarku nanti!"
'Deeeeegggghhhh!'
Jantungku hampir saja terlepas, melihat pemandangan yang saat ini ada di hadapanku.
Mitsugi Aoyama!
Sejak kapan dia berada disana?!
"Setidaknya, kau dapat menemaniku selama beberapa waktu, sebelum pesawat datang!" Ucapnya dengan senyum mempesona.
**********************
"Sebenarnya aku ingin mengantar temanku, yang berangkat hari ini. Sayangnya, sepertinya aku terlambat, jadi..." Ucap Aoyama kemudian menyesap kopi.
"Eh?" Aku menoleh ke arahnya.
"Hahahaa... Ada apa denganmu?"
Aku tersenyum, salah tingkah.
Aoyama segera menoleh ke arah jam tangannya.
"Sekitar satu jam dari sekarang!"
"Jika tadi aku menyetujui ajakanmu, kau pasti akan terlambat!" Ketusku.
Aoyama kembali tertawa.
"Tentu saja tidak! Aku hanya ingin mengajakmu berkeliling bandara ini." Sahutnya, kemudian kembali menyesap kopinya.
"Maksudmu?"
Aoyama tersenyum, lalu kembali menyeruput kopinya, sambil terus menatapku yang masih keheranan.
"Aku melihatmu berdiri di pintu keberangkatan, tadi." Ucapnya.
"Eh?"
"Apa kau baru saja mengantar seseorang?"
"Eh, itu..."
"Biar ku tebak! Pasti itu adalah mantan suamimu, kan?" Ucapnya dengan senyum penuh arti.
Aku termenung sejenak, hingga...
"Hahahahaa! Santai saja nona!"
Aku tersenyum ragu, mendengar ucapannya barusan.
"Aoyama..." Ucapku ragu.
"Hmmmm... Ada apa?"
"Tentang rencanaku untuk ke Jerman..."
"Ah, ya! Bagaimana?!" Aoyama sungguh bersemangat sekali.
"Ku pikir, aku akan segera kesana, jika mereka menerimaku." Kataku, kemudian menyesap minumanku.
"Benarkah?!" Ucapnya dengan senyum lebar.
Aku mengangguk.
"Lalu, bagaimana dengan mantan..."
"Ayolah! Mengapa kau selalu membahas tentang dia?" Rengekku.
Aoyama tertawa lepas!
Satu jam telah berlalu, dan akhirnya Aoyama juga pergi meninggalkanku.
Sebelum pergi, Aoyama sempat berpesan kepadaku...
"Hubungi aku, kapanpun kau mau.. Aku akan selalu bersedia untuk..."
"Pasti!" Aku segera menyela ucapannya.
"Baiklah, aku pergi dulu..." Ucapnya kemudian berlalu.
Setelah beberapa langkah Aoyama pergi, tiba-tiba kembali menghampiriku.
"Ada apa?" Kataku heran
"Ummmm... Bolehkah aku... Ummmm... Memelukmu?" Ucapnya ragu.
Aku menatapnya heran, namun...
Aoyama langsung memelukku, serta MENGECUP KENINGKU!!!
"Selamat tinggal?!" Katanya sambil berlalu, meninggalkanku, yang saat ini membeku...
********************
Tiga hari setelah kepergian Young Joon dan juga Aoyama, aku kembali menata hidupku.
Hal pertama yang ku lakukan adalah, mengirimkan CV ke perusahaan yang Aoyama rekomendasikan, lalu saat ini...
Menghubungi Clarence, untuk mewujudkan rencana kami!
Yeah! Aku telah menemukan tempat yang cocok untuk liburan kami!
"Hai Clare!" Sapaku di seberang sini.
"Oh, yeah! Elle! Lama sekali kau menghubungiku?! Bagaimana?" Sahutnya di seberang sana.
"Semuanya baik! Aku telah menemukan tempat yang tepat untuk liburan kita!"
"Benarkah?! Dimana itu?!" Jawab Clarence penuh semangat di seberang sana.
"Lombok! Sekitar gunung Rinjani!"
"Dimana itu?"
"Tidak terlalu jauh dari Bali!"
"Benarkah? Baiklah!"
"Jadi, kapan kau akan datang?"
"Uuummm... Secepatnya! Paling lambat, besok!" Jawabnya.
"Baiklah, hubungi aku jika kau telah tiba di Jakarta!" Ucapku, kemudian menutup panggilan.
Yeah! Aku wanita bebas sekarang!
Tapi... Bukankah, saat ini, aku sedang menjalin kasih?
Hahahaaa! Masa bodoh! Hanya menjalin kasih, bukan menjalin hubungan suami istri!
Clara bilang, setidaknya sebelum kau menikah, kau bebas menjalin hubungan dengan siapapun, kan?!
Hahahahahaaaa!!!