Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
SURPRISE!!!!!!!!!



Akhirnya, kami telah tiba di halaman rumah kami.


Setelah kami keluar dari mobil, kami tidak langsung masuk ke dalam, aku memilih untuk memandangi rumah kami, seperti saat pertama kali kami datang ke rumah ini.


"Padahal aku hanya meninggalkan rumah ini selama 5 hari, mengapa suasananya menjadi sedikit berbeda, ya?" Kataku, seraya menatap rumah kamu.


"Yaa... Atmosfernya kini, sudah berubah." Young Joon tiba-tiba merangkulku


"Ya, benar! Bahkan sekarang nyalimu sungguh besar." Ucapku kemudian menoleh ke wajah Young Joon, yang masih memandangi rumah kami.


Young Joon segera tersadar, dan melihat ekspresiku ketika menoleh ke arahku.


"Ayolah istriku... Kita telah melakukan lebih dari ini..." Rengeknya tanpa melepaskan rangkulannya, bahkan menempelkan keningnya di bahuku.


Aku segera tersadar akan ucapan Young Joon, sesaat sebelum kami kembali ke DC, lalu kembaliĀ  mengalihkan pandanganku ke arah rumah kami, tanpa melepaskan rangkulannya.


"Jadi, mulai hari ini, kita akan tidur dimana?" Young Joon melepaskan rangkulannya, kemudian berdiri tepat di hadapanku.


"Ya tentu saja seperti biasa!" Kataku kemudian berlalu.


Ketika aku memegang kenop pintu, Young Joon menghalangiku.


"Apa maksudmu seperti biasa?" Wajahnya kini ada tepat di depan wajahku!


Sejujurnya, aku selalu merasa tidak aman setiap kali posisi kami seperti ini, dan aku memilih untuk melepas kenop pintu, dan sedikit bergeser darinya.


"Begini, saat ini aku lelah sekali, mari kita masuk dulu, setelahnya, kita dapat memutuskan, dimana akan tidur " ujarku dengan senyum yang dipaksakan.


Young Joon tampak berpikir, lalu...


"Aah... Baiklah!" Katanya kemudian membuka pintu, setelah menekan kode keamanannya.


Setelah kami masuk ke dalam...


"Aku pulaaang...!" Aku sedikit berteriak saat mengatakan itu, lalu berjalan menuju dapur, dan bergegas menuang air ke dalam gelas, kemudian menenggaknya sampai habis.


Young Joon tiba-tiba sudah berdiri di sampingku!


Dia benar-benar membuatku terkejut, hingga hampir saja menjatuhkan gelasku!


Bahkan dia pun ikut terkejut, melihatku terkejut!


"Apa yang kau lakukan!" Umpatku


"Kau tadi bilang, kau akan memutuskan untuk kita tidur dimana, setelah masuk!" Protesnya.


Aku benar-benar mual melihat tingkahnya!


"Joon, aku mau ke kamarku dulu, aku sungguh lelah dengan perjalanan ini." Kataku kemudian berjalan menuju kamarku.


"Baiklah!" Young Joon menjawab dengan penuh semangat.


Aku bahkan heran dengannya!


Berapa banyak energi yang dia miliki? Bahkan dia sanggup 'bertarung' sebanyak 3 kali, padahal dia tidak tidur selama 2 hari!


Dan sekarang, disaat tulangku terasa remuk karena perjalanan Brooklyn-DC, dia masih saja bersemangat, seolah tidak melakukan apapun!


************


Aku telah berada di kamarku, dan langsung menjatuhkan tubuhku di atas ranjang.


"Aaahhh... Lega sekali rasanya..." Ucapku.


Aku tertelungkup sekarang, nyaman sekali rasanya!


Namun kenyamanan itu tiba-tiba lenyap, saat sosok menyebalkan itu tiba-tiba ikut merebahkan tubuhnya tepat di sampingku!


"Kau!!!!" Aku memekik kemudian segera terbangun, lalu duduk!


"Aaahhh... Sudah lama sekali aku tidak merebahkan tubuhku disini." Ucapnya tanpa rasa bersalah.


"Apa yang kau lakukan disini!!!" Aku berteriak kepadanya


"Ayolah istriku, aku lelah sekali hari ini..." Ujarnya kemudian memeluk bantal.


Aku seketika menarik tubuhnya sekuat tenagaku untuk mengeluarkannya dari kamarku!


Tubuhku terhempas ke sisi ranjang, ketika laki-laki sialan ini tiba-tiba terbangun, dan mencopot kancing kemejanya satu per satu!


Aku menelan ludah samar, dan segera tersadar, lalu berdiri di samping ranjang ku.


"Oke, baiklah! Kau boleh tidur disini." Ujarku gugup, kemudian Joon kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjangku.


Aku berdiri seraya berpikir, apa yang harus ku lakukan...


Saat aku berjalan menuju pintu, tiba-tiba pintu kamarku dibuka oleh seseorang, itu membuatku benar-benar terkejut, hingga melompat ke atas ranjangku


"Kalian sudah tiba?"


"Mama!!!!!!!" Aku berteriak, dan teriakkanku membangunkan Young Joon dari tidurnya!


"Oh... Ah, mama..." Young Joon tampak sangat senang melihat keberadaan mamaku di rumah ini.


******************


Kami berenam sudah ada di meja makan sekarang.


Pikiranku sungguh tidak karuan, di tambah lagi aku kelelahan. Aku lebih banyak diam, berbeda dengan Joon, yang sungguh bersemangat!


"Kami sudah tiga hari disini, tetangga bilang, kalian mungkin sedang berlibur." Eomma membuka percakapan


"Aaahh iya, bu! Kami baru saja pulang dari bulan madu kedua kami." Young Joon meraih tanganku, lalu mengecupnya.


Aku menoleh ke arah Young Joon, ingin sekali meninju wajahnya.


Namun aku berpikir,ada kedua orang tua kami disini, dan aku lebih memilih untuk menyembunyikan perasaanku dengan tersenyum.


"Aaahhh... Kalian ini... Manis sekali!" Sahut mamaku, seraya memegang kedua pipinya dan menatap kami.


"Kami disini tidak lama, hanya 2 minggu saja." Ujar appa


"Ya, dan kami sudah tiga hari berada disini, jadi...." Sahut papaku.


"Mengapa hanya 2 minggu? Kalian harusnya lebih lama lagi ada disini! Bagaimana kalau sebulan?" Young Joon tampak bersemangat sekali menawarkan!


Aku kembali menoleh sinis ke arahnya.


"Young Joon-ah, kami sudah membayar tiket hanya untuk 2 Minggu." Jawab eomma


"Benar, itu akan hangus." Sahut mamaku.


Aku sedikit lega mendengarnya.


"Tidak apa-apa, aku dapat membelikan kalian tiket lagi." Ucap Young Joon lagi.


Demi tuhan, laki-laki ini sungguh sangat menyebalkan!


Semua yang ada dalam ruangan itu terdiam. Hingga papaku berkata


"Young Joon, harga tiket Amerika-Indonesia itu, mahal. Kau tidak perlu menghambur-hamburkan uangmu untuk itu. Bijaklah dalam menggunakan uang. Kalian masih muda, masih banyak hal yang harus kalian persiapkan." Ucap papa bijak.


Aaaahh... Papa memang yang terbaik!


"Benar, Young Joon! Kau telah bekerja dengan sangat keras, jangan terlalu berfoya-foya." Sahut appa.


"Lagi pula, semakin lama kami disini, akan semakin lama kami menimang cucu." Eomma menimpali.


"Aaahh! Itu benar!" Ujar mamaku.


Young Joon terlihat kecewa, dan menggerutu...


"Padahal, dengan adanya kalian disini, itu akan mempercepat kehadiran cucu."


Aku segera meremas tangan Young Joon, dan berkata kepadanya.


"Kau sering lupa mengunci pintu kamar kita, sayang..." Ucapku dengan senyum yang benar-benar penuh usaha.


Young Joon kemudian menatapku.


Dan kedua orang tua kami, saling tatap, kemudian tersipu.


************************


Aku sudah berada di atas ranjang, begitupun dengan Young Joon.


"Jangan pernah berpikir macam-macam disini!" Ujarku tegas kepadanya.


Mataku masih menatap langit-langit kamar. Young Joon tiba-tiba memelukku dari belakang.


"Baiklah..." Katanya kemudian memejamkan matanya.


Aku meronta agar pelukan ini bisa terlepas!


"Jangan mencoba untuk melepas, atau kau akan tahu akibatnya!" Katanya kemudian mempererat pelukannya.


Aku langsung lemas mendengarnya berkata seperti itu, dan hanya bisa pasrah.