Love, Life, and Jennifer

Love, Life, and Jennifer
Shierly-ku Sayang...



Berhasil!


Wajahnya memerah, lagi...


Young Joon tersipu, dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini!


"Baiklah, aku pergi sekarang! Bye!" Kataku, kemudian bergegas.


"Hey, tung..."


Aku langsung menutup pintu mobil, sebelum Young Joon melanjutkan ucapannya!


Hahahaaaa!


Apakah semudah itu, membuat Young Joon tak berkutik?!


Hahahahaaa! Aku tersenyum sendiri, hingga...


"Jenny!" Shierly menepuk bahuku.


Aku tersentak! Dan Shierly membelalakan matanya.


"Aaahh.. Kau!" Kataku seraya mengusap dada.


"Ada apa denganmu?" Di tampak heran, kemudian kami melanjutkan langkah kami.


"Aaahh... I-itu... Ti-tidak apa-apa." Kataku kemudian merangkulku.


"Oowwhh... Hey, Jen! Tadi ku lihat mobilmu di kemudikan sese..."


"I-itu sopir pribadiku! Heheheee..." Aku tersenyum konyol, seraya mengusap belakang kepalaku.


Shierly mengerutkan kening, kemudian terlihat berpikir.


"Waaahh... Pria tua itu sepertinya sangat kaya!" Shierly sedikit memajukan bibirnya.


"Hahaha... Sudahlah..."


"Jenny!" Shierly tiba-tiba menghentikan langkahnya, dan membuatku menoleh ke arahnya.


Dia menatap tajam ke arahku, yang kini berada beberapa langkah darinya.


"Sepertinya sopirmu itu, masih muda dan..."


"Apa maksudmu! Ayolah!" Aku segera merangkulnya, dan kembali berjalan.


**********************


Ketika di kantin, aku, Shierly, Mike, serta Mark tengah berencana untuk mengadakan perayaan kecil-kecilan di sebuah bar, yang biasa kami kunjungi.


Oh, ya! Kami juga berencana untuk mengundang Rob!


"Ayolah, Jenny! Kau bahkan belum mengabari Rob, tentang kedatanganmu kembali kesini!" Ujar Mike.


Mark dan Shierly mengangguk setuju.


"Aaahh! Itu benar!" Sahut Shierly


"Hey! Dia juga harus mengetahui tentang pernikahanmu..." Mark tidak berani melanjutkan ucapannya, ketika kami bertiga menatap tajam ke arahnya.


"Uummm... M-maksudku..."


"Apa kau sudah gila!" Shierly memekik kepadanya.


Aku segera membelai pundak Shierly.


"Sudahlah..."


Tiba-tiba ponselku bergetar!


Ku raih ponsel yang berada di saku depan celana jeansku.


Ketika ku buka kunci layar, terdapat sebuah pesan disana... Young Joon!


Aku menatap ketiga temanku yang saat ini tengah berdebat sekilas, lalu membuka pesan dari Young Joon.


Y. J. : Kau pulang jam berapa?


Aku menarik nafas dalam, dan kembali menatap ketiga temanku yang masih berdebat, lalu membalas pesan dari Young Joon.


Aku : Pukul 4 petang nanti, ada apa?


Aku kembali menaruh ponselku di saku depan celana, lalu kembali bergabung dengan perdebatan mereka, walau aku sendiri tidak begitu mengerti apa yang sedang mereka perdebatkan, karena aku begitu fokus saling berbalas pesan dengan suamiku... Ummm... Maksudku Young Joon.


"Bagaimana menurtumu, Jen?" Shierly menoleh ke arahku, begitupun dengan Mike, serta Mark.


Jujur, aku sungguh bingung hendak menjawab apa, karena aku sendiri tidak memahami, apa yang tadi mereka bicarakan!


"Aahhh... I-itu..."


Ponselku kembali bergetar!


"Sebentar." Kataku kembali mengeluarkan ponsel dari saku celanaku.


Y. J. : Baiklah, aku akan menjemputmu!


"APAAAAA!!!" Tanpa sadar aku berdiri dan berteriak, sambil membelalakan mata ke arah layar ponsel!


Ketiga temanku menatapku heran, begitupun dengan orang-orang yang berada di kantin ini!


Dan ketika aku menyadari tatapan aneh mereka terhadapku, aku tersenyum konyol sambil mengusap tengkukku, lalu kembali duduk.


"Ada apa denganmu, huh?" Mark agak meringis menatapku.


"Hahahaa... I-itu..."


"Sesuatu terjadi lagi?" Mike menggenggam tanganku, dan aku reflek menarik tanganku darinya.


"I-itu..."


Bagaimana ini! Mereka bertiga mengerutkan kening, menatap ke arahku!


Itu membuatku semakin salah tingkah!


"I-itu... Ummm... Aaahh! Shierly! Begini..." Ucapku kemudian menggenggam tangan Shierly.


"Hmmmm, ada apa?" Shierly menatapku.


"Ummm... Bukankah kau ingin mengetahui dimana rumahku?" Ucapku.


Shierly tampak sungguh bersemangat!


"Yeah! Tentu saja! Lalu?" Ucapnya antusias!


"Dapatkah kau mengantarku pulang hari ini?"


"Tentu saja!" Jawabnya penuh semangat


"Hey, aku dapat..."


Aku segera menyela ucapan Mike.


"Mike, ini akan sedikit merepotkan jika..."


"Mike! Ada apa denganmu!" Shierly menyela ucapanku, seraya menatap wajah Mike.


"Hey! Ada apa denganmu! Dia itu kekasih..."


"Orang asia begitu menghormati pernikahan!" Ketus Shierly.


"Apa menurutmu orang Amerika tidak..."


"Bukankah kau itu orang Amerika!" Sahut Shierly


"Lalu apa hubungannya dengan..."


"Apa menjalin hubungan dengan istri orang lain adalah menghormati pernikahan?!"


Kami bertiga tercengang mendengar ucapan Shierly tadi!


Sesungguhnya, apa yang Shierly ucapkan, tidaklah salah! Hanya saja, agak aneh rasanya, jika kata-kata tadi, di ucapkan oleh seorang Shierly!


Hahahaaa!!! Beberapa bulan setelah kepergianku, aku seolah merasa ada hal yang berbeda dengan Shierly!


Kau tahu, Shierly adalah sosok gadis yang memiliki daya pikir yang lemah! Agak sulit memberi penjelasan yang sedikit rumit kepadanya!


Pada akhirnya, Shierly yang mengantarku pulang.


Aku sempat mengirim pesan kepada Young Joon bahwa dia tidak perlu menjemputku, karena aku akan pulang bersama Shierly.


Young Joon sempat protes, namun aku kembali mebujuknya dengan cara...


Aku : Oppa... Akan sulit menjelaskan tentang siapa dirimu, di depan teman-temanku... Ku mohon, mengertilah... Beri aku waktu


Young Joon tidak langsung menjawab pesanku, hingga saat Shierly telah melajukan mobilnya, Young Joon akhirnya membalas.


Y. J. : Baiklah...


"Yessss!!!" Aku tersenyum lebar, hingga menarik perhatian Shierly yang tengah fokus di balik rida kemudi.


"Ada apa denganmu, Jen?" Shierly mengerutkan kening, menoleh ke arahku sekilas.


"Aahh... I-itu..."


"Jenny..." Ucap Shierly tanpa menoleh ke arahku.


"Hmmm..."


Aku menoleh ke arah Shierly. Entahlah, aku tidak pernah melihat wajah Shierly se-serius ini!


Lampu lalu lintas berwarna merah, Shierly menatap wajahku dalam.


"Apa yang akan kau lakukan terhadap Mike?"


'Deeggghhhh!'


Aku terbelalak mendengar ucapannya. Tatapan Shierly semakin dalam.


"Tidakkah kau terlihat begitu mengerikan saat ini?"


"Apa yang kau..."


"Jen!" Shierly menyela ucapanku.


"Tidakkah kau merasa, bahwa saat ini kau sedang menyakiti dua hati secara bersamaan?!"


Hatiku terasa nyeri, mendengar ucapan Shierly tadi! Bagaimana dia bisa...


"Pilihlah salah satu dari mereka, atau..."


"Shierly!" Aku segera menghentikan ucapan Shierly.


Air mataku mengalir, dan aku langsung menyekanya.


Lampu lalu lintas telah berganti warna, dan Shierly telah kembali melajukan mobilnya.


Wajahnya terlihat murung, di tengah fokusnya mengemudikan mobil ini.


"Aku tidak berniat untuk melukai hatimu... Justeru aku takut, kaulah yang nantinya akan terluka, Jen!" Katanya dengan mata yang berkaca-kaca.


Aku menatap nanar ke arahnya, seraya membekap mulutku tak percaya.


Bagaimana mungkin, Shierly yang polos dapat mengucapkan kata-kata seperti tadi? Bagaimana mungkin...


Shierly tiba-tiba menghentikan laju mobil, tepat di depan rumahku.


Bagaimana mungkin dia mengetahui dimana rumahku?


Bukankah...


"Seminggu yang lalu, aku bertemu ibumu. Kami sempat makan siang bersama." Ucapnya sambil menatapku.


Aku sungguh terkejut mendengar penjelasannya.


"Banyak hal yang beliau katakan kepadaku, hingga akhirnya aku mengantarnya kesini." Shierly tersenyum getir.


"Ketika beliau memintaku untuk mampir, secara kebetulan, ibuku menghubungiku, jadi..."


Aku langsung memeluk Shierly, dan menangis...


Samar ku dengar, Shierly mulai terisak.


"Sayang... Aku akan membantumu untuk melepaskan diri dari Mike..." Ucapnya sambil terisak.


Aku segera menguraikan pelukan, serta menghapus air matanya, dan menangis setelahnya.


Kini Shierly menghapus air mataku.


"Aku sungguh memahami, apa yang mengganjal di hatimu saat ini, sayang." Katanya dengan tatapan lembut.


"Sayang, kami semua, bahkan Mike sendiri pun tahu, bahwa kau tidak mencintainya!"


"Shierly, aku..."


"Ibumu bilang, suamimu adalah pria yang baik." Ucapnya sambil tersenyum.


Aku terbelalak mendengar ucapannya.


Apa jangan-jangan, mama memberitahu Shierly tentang Young Joon yang sebenarnya?!


"A-apa saja yang ibuku katakan tentang suamiku?" Ujarku memastikan.


Shierly terlihat berpikir, sebelum menjawab...


"Ibumu bilang, dia pria yang sangat baik, dan juga bertanggung jawab!" Jawabnya yakin.


"Selain itu?"


"Sepertinya cuma itu."


Aku menghela nafas lega, setelahnya...


"Ada apa?" Shierly terlihat heran menatapku.


"Aahh... I-itu... Tidak apa-apa." Sahutku dengan senyum konyol.


"Baiklah, Jen! Sudah hampir pukul 6! Aku harus secepatnya tiba di rumah." Shierly mengingatkan


"Kau tidak ingin mampir dulu?"


"Lain kali saja."


"Baiklah!" Kataku kemudian memeluknya.


"Jangan khawatirkan tentang Mike!" Ucapnya kemudian menguraikan pelukan.


"Aku akan mengurusnya!" Ucapnya pasti.


Dan akupun tersenyum.


Ketika hendak menutup pintu mobilnya, Shierly berseru.


"Jangan lupakan rencana kita besok!"


"Tentu saja!" Sahutku, kemudian menutup pintu mobilnya, dan Shierly pun berlalu.


Aku tidak langsung masuk ke dalam rumahku, dan lebih memilih untuk berdiri di depan rumah, sambil mengingat kembali ucapan Shierly, beberapa waktu lalu.


Shierly, gadis polos itu... Kini telah menjelma menjadi seorang wanita dewasa, yang begitu memahami diriku.


Gadis yang selalu ku perlakukan layaknya adik kamdungku sendiri, walaupun umur kami sebenarnya hanya berbeda beberapa bulan saja...


Gadis yang...


Tunggu!


Bukankah itu mobilku?!


Tapi... Siapa yang mengemudikan mobilku?!


Bukan! Itu bukan Young Joon!


Siapa pria itu?!


Mobilku kini telah berhenti tepat di carport rumahku.


Aku segera berjalan menuju mobilku, untuk mencari tahu, siapa sosok yang membawa mobilku ini.


Dan ketika pintu mobil terbuka....