
Aku terhentak begitu Aoyama menyapaku secara tiba-tiba!
"Kau!!!" Pekikku, kemudian menghela nafas seraya mengusap dada.
"Hahahahaaa!!! Kau ini! Bagaimana?"
"Huuufffttt..." Aku memasang wajah muram
Aoyama tampak menekuk wajahnya.
"A-apa yang terjadi?" Katanya dengan wajah serius.
Tanpa menunggu jawaban dariku, Aoyama segera membuka pintu ruangan Mr. Marcell, orang yang mewawancaraiku tadi, namun...
Ketika ketika pintu terbuka, ternyata Mr. Marcell hendak keluar dari ruangannya!
"Baiklah, nona Lie... Aku telah meminta salah satu karyawan untuk mengantarmu ke ruanganmu." Ucapnya ramah.
Aoyama menatap tajam ke arahku, dan aku mengacungkan 2 jariku ke udara, sambil meringis menatapnya.
************************
"Nona Lie, perkenalkan, aku Lillian Köhl. Namun kau dapat memanggilku, Lilly!" Ucap seorang gadis kulit putih ramah kepadaku, kemudian dia mengulurkan tangannya.
"Hai, Lilly... Senang bertemu denganmu!" Kataku kemudian menyambut tangannya sambil tersenyum.
"Aku adalah sekretarismu, jadi... Kau dapat mengandalkanku... Uummm... Bahasa Inggris-ku tidak terlalu bagus, nona." Lilly tersipu malu.
Aku segera merangkulnya, dan tersenyum menatap wajah cantiknya, khas gadis Jerman.
"Kein problem! Sie können Deutsch mit mir sprechen, solange... Seien sie nicht so schnell, ja! Hahahahaaa!!! (Tidak masalah! Kau dapat berbicara dengan menggunakan bahasa jerman kepadaku, asal... jangan terlalu cepat, ya! Hahahaaa!!!)"
"Hahahahahaaaa!!!! Oke-oke!" Ucapnya bersemangat!
"Uhum!" Aoyama berdiri tepat di depan pintu ruanganganku, kemudian menghampiri kami.
"Ah, aku permisi dulu ya, nona Lie... Kau dapat memanggilku, jika kau butuh sesuatu! Tekan angka 2!" Katanya seraya menunjuk ke arah telepon yang terletak di atas meja kerjaku, kemudian berlalu.
"Waaahh... Sepertinya kau telah mendapat teman baru!" Ucap Aoyama sambil tersenyum.
"Hahahaaa! Yeah! Hari pertama kerja, cukup lumayan!" Kataku kemudian berjalan ke arah meja kerjaku.
"Duduklah!" Kataku, mempersilakan Aoyama untuk duduk di kursi yang terletak di seberang meja kerjaku.
"Baiklah, nona Lie!" Ucapnya kemudian duduk di tempat yang ku pinta.
"Omong-omong, apa posisimu di perusahaan ini? Sepertinya kau bebas sekali berkeliaran sesuka hatimu?!" Ucapku, kemudian menopang daguku dengan punggung tangan.
Aoyama terlihat salah tingkah, kemudian mengusap pelipis kirinya dengan ujung jari.
"Uummm... Begini..." Katanya kemudian mendekatkan wajahnya.
"Ya, ada apa?" Kataku ikut mendekatkan wajahku.
"Tapi jangan bilang siapapun, ya!" Katanya setengah berbisik.
"Hmmm... Baiklah! Ada apa?" Kataku semakin penasaran.
"Sebenarnya, aku adalah staff istimewa!" Katanya kemudian kembali duduk seperti semula.
Aku membelalakkan mata tak percaya, kemudian tertawa terbahak-bahak!
"Hahahahahaaa!!! Mana mungkin!!! Hahahahahaa!!!"
"Ssssssttttt!!! Hanya kau dan Mr. Marcell yang mengetahui hal ini!"
"Hah! Benarkah?!" Kataku, masih tak percaya.
"Ckkkk! Aku ini staff rahasia perusahaan, bagian untuk memata-matai teknologi perusahaan lain!" Ketusnya!"
"APAAAA!!!"
"Ssssssttttt!!!"
"Ayolah! Jangan terlalu berlebihan seperti itu!"
Ini tidak dapat di percaya! Benar-benar tak dapat di percaya!
*********************
Tidak terasa, sudah hampir 5 bulan aku bekerja di perusahaan ini.
Dan sudah 5 bulan juga, Young Joon sama sekali tidak menghubungiku...
Sejujurnya, ada rasa curiga di hatiku tentang dirinya, dan lagi-lagi... Pikiran jahatku selalu tertuju pada hubungan Young Joon dan juga Kimberly Tan!
Terkadang aku berpikir, apakah ungkapan cinta yang hampir dia ucapkan setiap saat itu, benar adanya?
Atau itu semua hanya sekedar bahasa lain dari permintaan maafnya kepadaku, atas semua luka yang dia torehkan kepadaku?
Entahlah!
Aku bahkan sempat berpikir, bahwa sikap baiknya selama ini terhadapku, hanyalah untuk menghapus rasa sakitku atas luka yang telah dia torehkan di hatiku?
Namun...
Pintu ruanganku tiba-tiba terbuka...
Aoyama!
Yeah! Anak tidak tahu sopan santun itu!
Hahahahaaa!!!
Entahlah! Namun sikap tidak sopannya ini, sejujurnya adalah salah satu hiburanku di tengah tugas yang membuat kepalaku pening!
"Selamat pagi, nona Lie... Ini kopimu!" Katanya, kemudian meletakan cangkir berisi kopi susu favoritku.
"Hahahaa... Terima kasih! Omong-omong, apa tugasmu telah selesai?" Kataku kemudian meraih cangkir kopi itu, lalu menyesap isi di dalamnya.
"Yeah! Tentu saja! Berkas hari ini tidak terlalu banyak!" Ucapnya lalu duduk di di kursi yang berada di depan meja kerjaku.
"Kau sendiri, bagaimana dengan tugasmu?"
"Kau dapat melihatnya sendiri!" Kataku seraya menunjukkan tumpukan map besar di meja kerjaku.
"Mengapa tidak meminta bantuan Lilly? Bukankah dia..."
"Hmmmm... Baiklah! Ummm... Jenny!"
"Hmmm..." Sahutku tanpa menoleh ke arahnya.
"Bagaimana jika malam ini kita makan malam di kedai Uncle Tom?"
Ucapan Aoyama kali ini cukup menarik perhatianku, untuk menoleh ke arahnya!
"Waahhh!!! Baiklah! Jam berapa?!" Kataku bersemangat.
"Aku akan menjemputmu jam 7 malam nanti!"
"Baiklah!"
************************
Pukul 19.39, aku dan Aoyama akhirnya mendapat tempat untuk duduk.
Kedai Uncle Tom selalu di penuhi oleh pengunjung yang begitu menggilai olahan tangannya!
Menurutku, Uncle Tom adalah 'chef' handal, karena dia cukup menguasai banyak menu lezat dari beberapa negara!
Itu terbukti, karena menu makanan disini, tidak hanya makanan khas Jerman!
Makanan khas Jerman favoritku disini, adalah Falscher Hase!
Yup! Makanan itu tidak pernah ku lewatkan tiap kali aku dan Aoyama berkunjung kesini!
Flascher Hase adalah makanan khas Jerman yang berbahan dasar daging cincang, telur, tepung dan bawang.
Semua bahan tersebut kemudian dicampurkan lalu dipanggang.
Ketika sudah matang, kemudian diiris tipis-tipis lalu disajikan bersama kentang tumbuk ataupun kentang goreng.
Tak lupa siraman saus diatasnya.
Ada yang menarik dibalik nama Falscher Hase.
Ternyata nama ini memiliki makna kelinci palsu. Walaupun tidak menggunakan daging kelinci, namun karena bentuknya seperti punggung kelinci maka dinamakanlah seperti itu.
Aaahhh! Uncle Tom juga menyediakan menu khas Indonesia!
Nasi goreng!
Hahahahahaha!!!
Aku pernah menanyakan langsung kepadanya, ketika beliau yang sesekali melayani langsung para pelanggan di kedai ini, tentang mengapa menu Indonesia yang beliau sediakan di kedainya hanya nasi goreng?
Kau tahu, apa yang beliau jawab...
"Ku pikir, hanya makanan ini yang dapat ku kuasai dengan mudah! Karena untuk menyajikan masakan Indonesia yang lezat, butuh waktu ratusan tahun, untuk mempelajarinya! Hahahahahaa!!!"
Hahahaahahaa!!!
Menurutku, sebenarnya karena bumbu-bumbu yang agak sulit untuk di dapatkan di Jerman, makanya beliau tidak menyediakan menu Indonesia lainnya, atau... Mungkin benar apa yang beliau katakan. Butuh waktu ratusan tahun untuk membuat masakan Indonesia yang lezat! Hahahahaa!
"Kalau bukan karena kelezatan masakannya, sebenarnya malas sekali rasanya untuk makan disini!" Keluh Aoyama, kemudian menyantap Flascher Hase.
"Hahahahahaaa!!! Kau benar!" Sahutku, lalu ikut menyantap Flascher Hase.
*******************
Pukul 10 malam, dan aku telah merebahkan tubuhku di atas ranjang.
Masih! Aku masih menanti panggilan dari Young Joon...
Aku menatap layar ponselku, dan membuka gallery foto disana.
Aku kembali menatap potret diriku dan juga Young Joon, ketika kami menikah dulu...
Huuufffttt... Jika kau bertanya, apakah aku menyesali keputusanku bercerai dengan Young Joon?
Jawabannya adalah TIDAK SAMA SEKALI!
Aku adalah orang yang cukup konsekwen, atas setiap keputusan yang ku buat!
Dan aku adalah...
Tiba-tiba ponselku berdering...
Clarence?
Sudah cukup lama kami tidak berkomunikasi, semenjak kejadian di Lombok waktu itu!
Aku segera menjawab panggilan darinya...
"Ya, Clare... Ada a..."
"Elle... Hiks... Hiks... Hiks..." Itu suara bibi Margareth! Suaranya terisak di seberang sana!
"Ya, bi... Ada apa?" Kataku kemudian terduduk di sisi ranjang.
"Elle... Clarence-ku... Clarence-ku, Elle..." Bibi emosional sekali di seberang sana.
"Ya, ada apa dengan Clarence, bi?"
"Clarence-ku sekarang dalam keadaan kritis... Hiks... Hiks... Hiks... Polisi telah menembaknya..."
"APAAAAA!!!"
Ada apa ini?!
Apa yang terjadi dengan Clarence?!
Mengapa polisi menembaknya?!
Perbuatan kriminal apa yang telah anak itu lakukan?!
Aku sungguh sangat mengenal anak itu! Dia tidak akan mampu melakukan hal di luar batas!
Apakah mungkin Clarence menjadi korban salah tembak?!
Atau, apakah...