
Sejak malam itu entah bagaimana mereka jadi semakin dekat, Fia jadi terbiasa berangkat dan pulang sekolah bersama Ryan, Fia terbiasa bersamanya, bersamanya terasa nyaman, dan itu menakutkan....
Satu hari Ryan mendorong Fia untuk lebih terbuka dan mencoba berteman dengan anak-anak lain nya, Fia bukannya takut hanya sedikit bingung bagaimana untuk memulai nya,
Saat itu Rani, Gema, Ayu dan Putri bersiap ke kantin di jam istirahat, Ryan mengamati Fia dari tempat nyamannya dan memberi isyarat mata agar Fia terus maju, Fia mengambil napas panjang....
"Hai..."
sapa fia canggung, mereka menoleh disaat bersamaan, semua nya memasang ekspresi kaget sekaligus heran karena untuk pertama kalinya dalam 3 tahun Fia yang menghampiri mereka dan menyapa duluan, mereka tahu Fia anak yang baik, dia hanya tidak suka... apa nama yang pantas ..? berada di keramaian? ya... itulah Fia dimata teman-teman sekelas nya. jika sekarang Fia akhirnya bicara dengan mereka itu merupakan sebuah langkah besar, mereka sadar itu bukan hal yang mudah untuk Fia.
Fia sedikit gentar melihat reaksi teman-temannya yang hanya memandangnya, Fia mundur selangkah dan melirik ke arah Ryan, matanya seakan meminta dukungan dan Ryan memberinya semangat dengan senyuman.
"Eh ... itu.. apa aku boleh ikut kalian ke kantin?" terbata Fia mengatakannya
mereka saling lirik satu sama lain. kemudian Gema lah yang pertama merespon
"Tentu saja boleh". Ada kelegaan dihati Fia melihat keempat temannya tersenyum padanya. Mereka semua sangat baik, Fia tahu itu, mereka menyambut Fia dengan hangat dan tangan terbuka.
"Ayo kita sama-sama ke kantin"
Lalu Putri menyilangkan tangannya pada Fia, disusul dengan Rani yang mendorong untuk mengikuti langkah Ayu yang memimpin dan tubuh Fia menurut saja. Fia melirik ke arah Ryan, dia tersenyum puas dan mengangkat kedua ibu jari nya berbisik kerja bagus.
Fia sedikit shock, ternyata mereka sangat ramah, mereka menerima Fia meskipun selama ini Fia mengacuhkan mereka, dan kini menjadi semakin dekat setiap hari nya.
pertama kali nya Fia bersemangat ikut pelajaran olahraga, dan kini ia sedang bertanding voli dengan sang kapten andalan sekolah, Ayu.
Fia pernah menjadi kapten tim voli saat masih SMP, meski sudah lama tidak bermain tapi Fia juga atlet yang berbakat, mereka berkumpul di pinggir lapangan setelah lelah bermain, Rani, Gema, Ayu dan Putri dan sekarang tambah Fia.... ya sekarang Fia punya teman.
"Fia tadi hebat lho bisa mengalahkan Ayu"
goda Putri pada Ayu
"Padahal selama ini tidak pernah ikut olah raga, kamu sembunyikan kehebatan mu ternyata"
sambung Gema, si gadis mungil itu memberikan botol air mineral pada Ayu yang sejak tadi merenggut
"Bisa-bisa Fia gantikan Ayu jadi kapten nih"
timpa Rani, Ayu meneguk air dari botol mineral yang Gema berikan lalu berkata
"Aku tadi cuma mengalah karena Fia kelihatan lemah gitu seh" sambil terus merenggut.
suara tawa mereka pun pecah dan menggema di lapangan indoor itu,
Ryan memandangi gadis itu dari jauh, ia bahagia melihat Fia bisa tertawa lepas seperti itu dengan teman-temannya.. entah sejak kapan kebahagiaan Fia adalah harta Karun nya.
Mereka duduk dipinggir lapangan sementara giliran anak laki-laki yang bermain, Ryan adalah bintang nya, dia sangat jago dalam olahraga, Fia pernah melihatnya bermain sepak bola dan basket, Ryan benar-benar atlet sejati, postur tubuhnya tinggi seperti model dan dia tampan seperti malaikat, pantas saja punya banyak fans terutama adik kelas, mereka menggila saat Ryan menarik bajunya untuk mengelap keringat, terlihat perut sixpack nya yang indah, pas untuk seorang anak SMA ... Fia lupa untuk berkedip sampai Rani mengagetkannya.
"Fia .!!"
"Ah... iya, Kamu tanya apa tadi?"
"Aku tanya, kamu pacaran ya sama Ryan?"
"Ga kok, kita cuma teman aja"
mereka saling lirik bergantian seperti tidak percaya,
"Seriusan deh, Ryan itu memang ramah tapi dia ga pernah ajak ngobrol cewek-cewek, dia tuh suka nya sendirian sambil dengar lagu pakai earphone nya"
Sebelumnya Fia tidak pernah memperhatikan sekitarnya makanya penjelasan Putri tidak masuk akal buat Fia. Karena Ryan saat bersamanya adalah Ryan yang mampu memberi kenyamanan dan selalu membuatnya tertawa, memberikan semangat dan dorongan untuk selalu menjadi lebih baik.
Lanjut Rani
"Putri kan dulu pernah suka sama Ryan" timpa Ayu
"Iya, dulu tapi dia cuek banget jadi males deh ... lagi pula siapa sih cewek di sekolah ini yang ga suka Ryan?"
Gema mantab mengangkat tangan, mereka pun tertawa melihat tingkah nya.
dalam hati Fia bertanya
cuek? sama putri? orang yang senyuman nya bisa membuat jantung berdegub itu dicuekin?
lalu dia jadi penasaran
kalau putri saja bisa di cuekin, maka seperti apa yang menarik perhatiannya?
Ryan menoleh ke arah Fia, mata mereka bertemu, ia tersenyum dan melambaikan tangan ke Fia, Fia membalas senyuman dan lambaian Ryan, Itu hanya membuat teman-teman nya semakin tidak percaya kalau mereka hanya berteman.
"Tuh kan, dia senyum ke kamu Fia"
kata Gema gemas
"Kamu lihat ga seh cara dia menatap kamu? di sini ada kita berlima tapi Ryan cuma senyum sama kamu, masa kalian ga pacaran seh?"
lanjut Gema
"kita benar-benar ga pacaran kok"
seakan gerakan tangan Fia bisa meyakinkan mereka
"Ya kalau begitu pasti Ryan suka sama kamu Fia"
Semua mata beralih ke Ayu dan kompak mengangguk seolah yang Ayu katakan masuk akal
"Ga mungkin ... Ryan ga mungkin suka sama aku"
.
.
.
.
.
.
.
.
halo readers 😊😊
terima kasih masih setia baca hey Sofia.
disini saya juga masih setia menunggu komen, love and like nya 😁😁.
i purple you all 💜💜