Hey Sofia

Hey Sofia
Ryan si stalker



Author POV.


Fia mengepalkan tangan nya menahan tangis, Fia tak mau ibu nya ikut sedih karena ia tidak bisa menahan emosi nya.


"Ibu, bukankah kita sudah sepakat untuk tidak pernah lagi merayakan ulang tahun ku"


Lily mengusap lembut tangan fia yang bergetar hebat.


"Fia anak ibu.... ibu tahu kamu sedih tapi itu bukan kesalahan kamu nak, Ibu yakin Ayah juga pasti sedih diatas sana jika tahu anak kesayangannya menghukum dirinya untuk kesalahan yang ga kamu lakukan"


Sekuat tenaga Fia menahan tangis sampai tubuhnya gemetaran.


"Bagaimana Fia bisa merayakan hari ini, bu? bagaimana Fia bisa senang di hari Ayah meninggal?"


Suara fia lirih dan bergetar hebat, mati-matian menahan tangisnya...


Lily masih mencoba meyakinkan Fia bahwa kecelakaan itu bukan salahnya.


"Fia sayang, hari ini adalah hari yang paling menyedihkan buat Ibu, hari dimana ibu kehilangan belahan jiwa ibu yaitu Ayah kamu"


Fia mengencangkan kepalan tangan nya, matanya perih karena menahan sakit, merasa bersalah karena ia penyebab sang Ibu kehilangan belahan jiwanya.


"Tapi hari ini Ibu juga mendapatkan anugerah paling indah yang pernah terjadi di hidup Ibu" Lily menjeda, menarik nafas pelan sekaligus mengontrol emosinya agar tangisnya tidak pecah. "Ibu melahirkan kamu, dan itu pantas untuk dirayakan ... Ayah mu sangat bahagia saat pertama kali menggendong bayi mungilnya dan perasaan itu.... "


Lily berhenti sejenak untuk menarik napas ... ini juga berat untuk nya. setelah bisa mengendalikan emosinya Lily lanjut berkata sambil menatap mata Fia.


"Perasaan itu ga akan pernah Ibu lupa.... Kenangan bersama Ayahmu yang selamanya akan Ibu ingat"


Hati Fia sakit mendengar kata-kata Ibu nya, Fia mengepal kuat tangan yang ada di pangkuannya.


"Dan yang paling membuat ibu bahagia adalah ada bagian dari belahan jiwa Ibu hidup di kamu"


Fia tersentak... air mata yang sedari tadi ia tahan mulai menggenang


"Ada Ayah di diri kamu Fia, jiwa Ayah akan selamanya hidup di sini"


Lily menaruh tangannya di dada Fia... tangan Lily terasa panas dan membuat hati Fia jadi hangat.


"Setiap kali Ibu melihat kamu, Ibu juga melihat Ayah dan itu yang paling membahagiakan, kalau kamu hidup bahagia Ayah juga pasti bahagia, jadi Ibu minta sama kamu sayang ... kamu harus hidup bahagia sayang, supaya Ayah juga bahagia... iya kan...?"


Fia menangis sejadi-jadinya dalam pelukan ibu nya. malam itu seperti ada beban terangkat di hati Fia, semua rasa bersalah menguap seraya tangisan Fia yang terdengar sangat menyedihkan, Fia meyakinkan dirinya bahwa ini bukan kesalahannya dan berhenti menghukum dirinya sendiri agar jiwa Ayah tenang, Ayah harus tahu bahwa putrinya baik-baik saja, dan Fia berjanji untuk bahagia..


Kini saat Fia memandang langit-langit kamar nya tidak terasa hampa lagi, langit-langit kamar nya tidak pucat seperti biasanya, Sekarang langit-langit itu seperti proyektor yang memainkan wajah sang Ayah, betapa senyumnya menenangkan... betapa indah tawanya .. betapa penuh cinta tatapannya saat memandang gadis kecil yang bermanja di pangkuan nya. ya... Fia memang mirip Ayahnya. Fia benar-benar sangat merindukan semua ekspresi Ayah, tapi rindu ini tidak lagi menyesak kan. biasanya rindu ini membuatnya menangis tapi sekarang malah membuatnya tersenyum.


Lagi-lagi Fia tidak bisa tidur... malam ini Fia merindukan Ayah dengan perasaan yang berbeda, perasaan damai dan ingin bahagia.


sekali lagi, seperti malam-malam sebelumnya Fia menyelinap di rumahnya sendiri, setelah memastikan Lily sudah tidur, Fia keluar dengan menggunakan sepeda baru hadiah ulang tahun Lily. Fia pergi ke taman seperti tahun-tahun sebelumnya, Fia duduk di ayunan sambil memandang bintang, Fia bersumpah bintang-bintang itu tampak lebih bersinar malam ini, mungkin karena sekarang Fia melihatnya tanpa air mata, Fia mengangkat satu tangannya seolah bintang-bintang itu dekat dan dapat diambil, entahlah ... mungkin bisa Fia bawa pulang untuk ditempel di langit-langit di kamarnya, mereka seolah tersenyum ... Dalam hati Fia berkata


Apa kalian mengucapkan selamat ulang tahun padaku?.


.


.


.


.


.


.


.


.


Halo readers 😊.


terima kasih sudah membaca hey Sofia.


pastinya masih banyak kekurangan di sana-sini 😆😆.


silahkan isi kolom komentar biar thor bisa lebih baik lagi.


i purple you all 💜💜