
halo readers 😊😊
masih dalam mode flashback nih 😁
happy reading.
hope you like it
___________________________________
" kak, fia capek " kata fia lesu, mereka dalam perjalanan pulang sekolah
" muka kamu kok merah, are you sick?"
Louis mengecek keadaan fia dan menyentuh keningnya dengan telapak tangan.
" kayak nya kamu demam"
" ga tau kak, fia lemes banget "
Louis berdiri membelakangi fia, merendahkan tubuh dan melipat kedua lututnya hingga menempel di jalan beraspal, Louis bertumpu pada kakinya.
" naik ke punggung kakak"
fia yang sudah lemas jatuh pasrah di punggung Louis, tanpa kesulitan berarti Louis berdiri sambil menggendong fia di punggungnya, fia melingkarkan kaki nya di pinggang Louis,
" kak "
" ya "
"fia berat ya?"
" of course, you're a big girl now, how old are you?"
" twelve "
"right"
fia memejamkan matanya, kepalanya terasa berputar
" kak "
"ya"
" punggung kakak hangat "
entah karena demam atau tidak tapi punggung Louis memang sangat nyaman hingga fia tertidur, ia tak sadar kalau sudah sampai rumah, ia juga tidak tahu kalau sang ibu sangat khawatir saat Louis mengantarnya pulang dalam keadaan demam, Louis membaringkan fia di ranjang nya, Liliana menelpon dokter dan menyiapkan kompres selagi menunggu dokter, beberapa saat kemudian dokter datang memeriksa fia dan memberikan resep untuk demam nya, Louis menolak untuk beranjak dari sisi fia, atas ijin ibu nya Louis tetap disana merawat fia, dengan telaten Louis mengganti kompresan di kening fia, panas nya masih belum turun dan kini ia mulai mengigau.
" Ayah maafin fia, fia yang salah, fia yang salah, ini salah fia.... maafin fia "
mendengar itu hati Louis serasa teriris, bahkan dalam mimpi fia menyalahkan dirinya atas kecelakaan sebulan yang lalu, ada setitik air di sudut mata fia yang terpejam.
"Ayah jangan pergi, fia minta maaf "
udara di kamar itu seolah terhisap habis, membuat Louis sesak napas, Louis memalingkan pandangannya dari fia sambil menahan tangis, melihat keadaan fia sungguh menyesakkan untuk nya tapi apakah ia akan bertingkah lemah saat fia sangat membutuhkannya? Louis menghirup napas panjang dan menghapus air mata fia, air mata yang berusaha ia hapus selama sebulan ini.
masih segar dalam ingatan Louis seolah itu baru terjadi kemarin, bagaimana Liliana mengabarkan dengan sangat berat kabar kematian ayah fia akibat kecelakaan yang mereka alami, padahal fia baru saja bangun setelah tak sadarkan diri selama satu Minggu, adegan fia menangis histeris dalam pelukan ibunya terus berputar seperti roll film di kepala Louis, jika Louis saja merasa sesuatu *** jantungnya sampai serasa akan meledak, lalu bagaimana perasaan fia saat itu? ada berapa pisau yang menghujam hatinya? dan betapa sakit nya itu Louis hanya bisa membayangkan nya lewat raut wajah fia yang memilukan.
tubuh Fia berkeringat dan gemetaran, saat Louis menghapus keringat fia dengan handuk kecil ia sadar betapa kurus nya fia, napsu makannya belum kembali sejak sebulan lalu,
satu waktu Louis harus membujuk nya makan dan di waktu lain Louis juga ikut mogok makan bersama nya, bagaimana ia bisa makan saat fia kelaparan?
it doesn't make any sense
bahkan Louis pernah memaksa fia keluar dari kamar setelah 2 hari mengunci diri disana, Louis maju saat Liliana mundur dari membujuk fia.
knock knock
" fia ini kakak, buka pintu nya"
" fia ga pa-pa kak, cuma mau sendirian " suara dibalik pintu itu terdengar serak
akibat menangis.
" fia, i know you're sad and im not telling you to stop crying, just let me cry with you, don't be alone..... please open the door"
setelah keheningan beberapa detik terdengar suara langkah kaki yang mendekat, kenop nya bergerak dan pintunya terbuka, fia berdiri di sana dengan mata yang bengkak, seolah itu tidak cukup, ia memperburuk keadaan nya dengan terus menangis, kaki Louis lemas dan hampir jatuh melihat keadaan nya, sungguh suasana ini memuakkan, saat fia hancur Louis pun tak selamat tapi dia harus kuat untuk fia dan membantu nya melewati masa-masa gelap ini, dia lah poros dari dunia fia, agar dunia fia terus berputar maka ia harus tegar,
Louis menyilangkan rambut ke belakang telinga fia yang berantakan, sambil tersenyum Louis merengkuh wajahnya yang kecil dan berbisik
" i'm here for you"
fia memeluk Louis dan meneruskan tangis nya, Louis membelai rambut dia sambil mengatakan " it's okay "
berulang-ulang.