
*Orang yang mencintai akan selalu menjadi orang bodoh yang bersedia melakukan apapun untuk orang yang dicintainya*
-L-
Minggu terakhir di bulan ini, fia tak merasa ingin bangun dari tidurnya, ia ingin bermalas-malasan setelah semalaman terus terjaga, ia gelisah dan matanya yang terasa perih terus mengeluarkan air, ia ingin menutup mata untuk menghentikan alirannya namun setiap ia menutup mata bayangan akan Ryan berpendar-pendar dan itu membuat hatinya berdenyut kesakitan.
fia menggulung dirinya dengan begitu ia mengira rasa sakitnya akan berkurang namun posisi apapun tak ada yang bisa membuatnya jadi lebih baik, malah menjadi semakin buruk ketika ia ingat bahwa besok adalah hari nya.
Louis berkali-kali menelpon fia tapi gagal, Maka ia putuskan untuk mengendarai Audy R8 miliknya menuju rumah fia, begitu sampai dirumah, Lili yang sedang menyiram bunga anggrek nya mengatakan fia masih tidur di kamar dan mempersilahkan Louis ke atas untuk membangunkannya, Louis menaiki tangga dan menyusuri lorong dengan santai seolah itu rumahnya sendiri, Louis mengetuk dua kali tapi tak ada Jawaban, lalu ia membuka pintunya dan melihat fia berselimut dalam tidurnya.
Louis mendekati fia dengan langkah yang tak bersuara, Louis berdiri di samping fia yang masih tak menyadari kehadirannya, Sofia pasti sedang bermimpi karena kedua alisnya bertemu di tengah dan dahinya berkerut dalam, ada setitik cairan jernih di sudut matanya seperti ia habis menangis, fia membuka mulutnya dan bergumam, meski hanya sebuah bisikan tapi Louis bisa mendengar ia menyebut nama "Ryan".
Louis terkejut dan mundur tiga langkah ke belakang, hatinya menjadi sakit seperti disayat pisau tajam, Sofia masih belum bisa melupakan Ryan bahkan dalam mimpinya ia menyebut Ryan, Louis ingat saat fia terjebak dalam kerumunan orang-orang yang marah ketika di taman hiburan kala itu, Louis datang dan menyelamatkan fia tapi yang dipanggil nya adalah Ryan, sekarang pun begitu, dalam keadaan apapun yang disebut fia hanya lah Ryan, mereka hanya baru kenal selama 1 tahun lalu bagaimana dengan Louis yang sudah mencintainya selama sepuluh tahun?
saat Louis hendak berbalik, ia tanpa sengaja menabrak meja hingga menimbulkan suara keras yang membangunkan fia, masih dalam keadaan setengah sadar dan pandangannya yang kabur, fia salah mengenali Louis sebagai Ryan dan memanggilnya dengan suara lembut dan penuh kerinduan
"Ryan..."
Louis pun tersentak namun dengan cepat ia mengumpulkan dirinya lagi, Louis berjalan untuk duduk disamping Sofia, mengangkat tangannya untuk membelai lembut pipi fia, fia mengambil tangan Louis dan menciumi punggung tangannya lalu berkata
"aku rindu..."
fia merasakan hangatnya telapak tangan Louis di pipinya, jantung Louis menggelepar mendapat perlakuan seperti itu dari fia tapi kemudian ia sadar bahwa tindakannya itu ditujukan untuk Ryan.
dengan suara selembut beludru Louis memanggil nama
"Sofia...."
"Hem..."
"buka matamu, ini aku"
mata fia terbuka dan merasa kecewa mendapati Louis yang berada di hadapannya, tangan yang ia genggam bukan lah tangan Ryan, sorot matanya menyiratkan kesedihan yang perih
"kak L..." kalau tadi fia memanggil Ryan dengan suara lembut begitu ia tahu itu Louis suaranya menjadi lirih dan sedih, Louis menarik fia, menyembunyikan wajah sedih fia dalam dadanya, Louis menepuk-nepuk punggung fia ketika ia mulai menangis tak terkendali
"iya sayang, ini aku. menangis lah sampai hatiku tenang, aku ada disini menjagamu"
****
Louis membuka pintu Audy R8 nya untuk fia, ia masuk dan langsung merasa nyaman. Louis memutar ke depan dan masuk ke kursi pengemudi sambil memasang sabuk pengaman Louis berkata
"kau siap?"
"kita mau kemana kak?"
"hari ini aku akan memanjakanmu, siap-siaplah mungkin kali ini kau akan jatuh cinta padaku".
Louis mengajak fia ke T Studio, berbeda dengan sebelumnya taman hiburan kali ini indoor sehingga fia takkan kepanasan, disini banyak pemainan baru pemicu adrenalin seperti yang fia suka dan belum pernah fia coba namun ada yang aneh karena tak ada orang lain disana yang terlihat kecuali mereka berdua dan para pekerja, tentu saja karena Louis sudah menyewa taman hiburan itu selama satu hari penuh hanya untuk mereka tapi terutama untuk kenyamanan Sofia,
harga untuk menyewa taman hiburan itu bisa untuk memberi makan satu kota kecil untuk satu hari, tapi Louis menghabiskan uang itu tanpa ragu seperti ia membeli permen, itu sepadan karena dengan begitu fia tak perlu lama berdiri untuk mengantre, ia bisa bebas menaiki wahana apapun yang ia mau sampai tenaganya habis, cukup hanya dengan fia tertawa hati Louis bisa terpenuhi kembali, Louis ingin membuat fia begitu senang hingga tak ada waktu untuk memikirkan yang lain.
"fia baru tahu tempat ini bisa di sewa"
"kalau kau punya uang tak ada yang tak bisa kau lakukan, Sofia"
Sofia memandang Louis takjub dan mengangkat kedua ibu jari nya
"orang kaya memang hebat"
"bukan, tapi aku yang hebat, aku hanya kebetulan sangat kaya"
setelah mengelilingi sebagian taman hiburan dan menaiki setengah wahana, perut fia mulai terasa lapar, mereka makan di restoran yang berada disana, Louis memesan makanan yang fia suka tanpa salah dan dengan cepat makanan sudah tersedia di meja, Louis permisi untuk pergi ke toilet sementara fia menunggu untuk makan bersama-sama, sambil menunggu dia bermain permainan game online di ponselnya.
di restoran itu ada layar TV besar yang memang di maksudkan untuk menghibur pengunjung restoran, TV itu menyiarkan berita tentang pertunangan antara putri seorang kontraktor ternama dan putra dari pewaris hotel 'Azkaisar', mereka juga menayangkan foto-foto saat kedua keluarga bertemu di sebuah perjamuan makan malam yang mewah, jelas sekali foto-foto itu sudah disiapkan untuk keperluan publikasi semata.
hati fia seketika di penuhi awan mendung dan wajahnya berubah masam, pertunangan mereka adalah yang paling di tunggu-tunggu sejak awal rumor nya beredar, seluruh stasiun TV menyiarkan rangkaian acara yang akan di gelar malam ini secara live, fia memutar-mutar spageti nya tanpa berniat untuk dimakan ia begitu senang sesaat yang lalu tapi begitu sendirian fia menjadi sedih kembali.
beberapa pelayan yang menonton juga ikut berkomentar
"itukah yang namanya Ryan? dia sangat tampan seperti pangeran, memang pantas dengan wanita secantik Maya, mereka pasangan yang serasi seperti pangeran dan putri" suara tawa mereka mengesalkan fia
"betul-betul membuat iri'" sahut pelayanan yang satu lagi. mereka berkomentar hanya dengan melihat foto-foto yang sudah di edit sedimikian rupa, fia semakin gelisah dan sebelum ia kehilangan kesabaran nya, fia meminta mereka untuk mematikan TV nya.
"permisi, bisa tolong matikan TV nya kami ingin makan dengan tenang"
kata-kata fia terdengar seperti perintah, dingin dan terus terang. mereka mematikan TV dan para pelayan yang bergosip tadi membubarkan diri sambil bersungut-sungut.
tak lama Louis kembali dan menarik kursi di depan fia, ia menyambut nya dengan sebuah senyuman, dalam sedetik fia mengubah wajahnya yang tadi masam menjadi cerah, setelah semua yang Louis lakukan untuk menyenangkannya akan sangat egois jika fia menghancurkan usaha Louis dengan suasana hati nya yang memburuk.
"kau belum makan?" fia menggeleng tenang
"aku menunggu kakak"
"makanlah, tidak enak kalau makanannya dingin"
"iya"
Louis tahu benar apa yang fia suka dan tidak suka, Louis sudah lama mengenal fia bahkan sempat tinggal bersamanya untuk beberapa waktu, setiap momen bersama fia sangat berharga bagi Louis dan disimpan rapi seperti itu adalah harta Karun, Louis ingat fia benci seledri tapi ia sangat suka dengan bawang putih goreng yang di taburi di makanannya, dan juga Louis tidak pernah lupa obsesi fia pada susu strawberry.
fia pemuja semua hal yang manis-manis, dulu saat masih kecil jika fia menangis Louis akan memberinya ice cream atau coklat dan ia akan langsung tersenyum kembali, andai sekarang semudah itu pasti akan mudah bagi Louis untuk menghiburnya, jika coklat bisa membuat fia lupa dengan kesedihannya pada Ryan, Louis akan memberikan coklat bahkan jika perlu dengan pabrik nya. sekarang apapun yang Louis lakukan sepertinya tidak pernah cukup.
Sofia bertugas menyiapkan bahan-bahan untuk BBQ, ia menyusun daging, paprika merah, sosis, paprika hijau dan potongan jagung madu di ujung tusukannya, di tusukan yang lain fia mengganti sosis dengan udang sementara Louis bertugas membakarnya. fia terus melirik jam tangan sambil menusuk bahan-bahannya, sudah pukul 8 dan acara pertunangan nya pasti sudah dimulai, entah kenapa hatinya tak tenang, tubuhnya memang disana tapi pikirannya ada bersama Ryan hingga ia tanpa sengaja menusuk tangannya sendiri.
"ah..." Louis mendengar fia berteriak dan langsung berlari ke arah nya dengan panik
"ada apa fia?" Louis melihat darah keluar dari jari fia "kau terluka..!!"
"maaf, kak. fia tak sengaja tertusuk"
"kenapa minta maaf? ayo kita obati dulu lukamu"
Louis membalut plester pada luka fia dan bertanya pada nya
"apa yang sedang kau pikirkan?" fia menjawabnya dengan tatapan
"sejak tadi aku memperhatikan mu, kau memikirkan Ryan?"
fia tak berani memandang Louis, ia tertunduk tanpa berani menjawab.
"kau melamun lagi, kau selalu seperti itu, lamban dan ceroboh"
fia diam-diam tersenyum perih
"kenapa tersenyum?"
"itu sama persis dengan apa yang Ryan katakan pada fia beberapa hari lalu, dia bilang fia lamban dan ceroboh"
Louis berpindah untuk duduk disebelah fia
"dia benar"
"kak, fia tahu kenapa kakak membawa fia bermain seharian, kakak tidak ingin aku sedih karena memikirkan Ryan kan? karena hari ini hari pertunangan nya"
Louis menghela napas
"aku hanya ingin kau senang"
"fia tahu, hari ini fia benar-benar senang, terima kasih kak"
Louis tersenyum dan menepuk puncak kepala fia
"sama-sama"
"kenapa kakak sangat baik sama fia? kenapa bukan kakak yang fia cintai?"
Louis mengusap pipi fia dengan jari-jari nya, menjawab fia dengan suara lembut namun sarat kesedihan
"iya, kenapa bukan aku yang kau cintai? akan semudah seperti bernapas jika denganku, tak ada masa lalu yang menyedihkan, hanya ada masa depan yang penuh kebahagiaan"
hati fia berkali-kali lipat lebih sakit dari luka tertusuk ribuan jarum, fia menangis dan air matanya jatuh di jari-jari Louis
"tapi fia memilih jalan yang sulit, fia bodoh ya kak"
"iya, kau bodoh dan aku menyedihkan"
Louis menghapus air mata fia entah untuk yang ke berapa kalinya, yang ia inginkan hanya memberi kebahagiaan untuk fia tapi yang terjadi malah sebaliknya
"orang yang mencintai akan selalu menjadi orang bodoh yang bersedia melakukan apapun untuk orang yang di cintainya, tak ada yang salah dengan itu" lanjut Louis.
****
pada pukul 10 mereka hendak meninggalkan Villa, fia sedang menunggu Louis dimobil, Louis berbicara dengan pengurus Villa untuk membereskan sisa-sisa pesta BBQ mereka, sambil menunggu, fia membuka portal berita di ponsel nya, ia tahu berita tentang pertunangan Ryan pasti menjadi trending topik dan memenuhi semua situs berita online, yang membuat punggung fia tegang adalah tentang headline yang ia lihat
RYAN AJI PRASETYA LARI DARI PERTUNANGAN, BATAL??
MENGHILANG!!! BENARKAH RYAN DIPAKSA BERTUNANGAN DENGAN MAYA??
PERTUNANGAN ABAD INI?? PELARIAN ABAD INI!!!
Menghilang?? waktu release berita itu adalah pukul 8 malam berarti sudah 2 jam Ryan menghilang, selama 2 jam itu kemana Ryan pergi?
ketika Louis tiba di mobil, ia melihat fia menatap ponselnya sambil menangis, dengan panik ia membuka pintu mobil dan berlutut sejajar dengan fia
"Sofia, ada apa? kau sakit?"
fia memandang Louis, berlinangan air mata ia berkata dengan bibirnya yang gemetar
"kak.... Ryan...."
.
..
...
....
.....
terimakasih, hope you enjoy this episode 🤗