
Mereka sampai di gerbang sekolah ketika tiba-tiba ada yang meneriaki namanya
"Sofia..!!"
Mereka kompak menoleh kebelakang dan yang memanggil dia adalah Rani, ia bersama yang lainnya ada Gema, Ayu, dan juga Putri. Mereka mematung dari tempat mereka berdiri bukan Fia atau Ryan yang mereka lihat tapi mereka lihat tangan Fia yang tersangkut di tangannya Ryan, sadar dengan arah tatapan teman-temannya dengan refleks Fia melepaskan tangan Ryan dan Ryan pun kecewa dengan itu.
Rani, Ayu, Gema dan Putri menghampiri mereka dan Rani menarik Fia menjauhi Ryan, Gema lah yang meminta izin.
"kami pinjam Fia dulu ya sebentar"
Rani menarik tangan Fia dan Gema mendorong punggung nya, yang ditarik hanya bisa pasrah, Ryan seolah tidak rela kekasihnya dibawa pergi walaupun itu oleh teman-temannya, sedangkan Ayu melewati Ryan santai
"Hey" Sapa nya pada Ryan yang masih terpaku melihat pacar nya ditarik seperti itu, terakhir adalah Putri, sambil asyik memainkan ponsel ia menyapa Ryan tanpa melirik
"Pagi"
tinggallah Ryan kebingungan di gerbang.
##
Fis ditarik sampai ke lapangan, ia di dudukkan di bangku pojok lapangan di bawah pohon dengan dikelilingi mereka ber empat, Fia menciut merasa seperti kriminal yang sedang diinterogasi, Rani lah yang paling bersemangat
"Aku lihat, eh ga kita semua lihat kalian gandengan tangan, ayo ngaku!!"
pandangan mata mereka sangat mengintimidasi, kecuali Putri, ia masih sibuk dengan ponselnya, teman-teman Fia memang mempunyai kepribadian uniknya masing-masing. Rani selalu bersemangat tentang apapun, dia tipe orang yang bisa mencairkan suasana. Gema lebih kalem, dia mungkin terlihat polos tapi saat dia membuka mulut kata-kata nya bisa sangat menusuk dan ia melakukan nya dengan ekspresi seperti bocah kecil imut, membuatmu tak bisa marah. Ayu hampir mirip gema, dia akan meneriaki apa yang ada di kepala nya, hanya saja wajah nya ketus jadi orang yang tidak mengenalnya sering salah paham, Putri yang paling santai di antara mereka, dia mungkin terlihat tidak perduli tapi sebenarnya dia mengamati, Putri adalah pemikir, dia akan menerima dan mencerna semua informasi sebelum mengatakan pendapatnya.
"Mm.. itu sebenarnya" Fia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Jawab fia" Rani tidak sabaran
"Iya"
"Kalian pacaran kan?" tanya Ayu penuh curiga, matanya menyipit
"Emm.." Hanya itu yang keluar dari mulut Fia. Fia mengangguk hati-hati, ia hampir terjatuh ke arah kanan dari tempatnya duduk karena secara tiba-tiba gema memeluknya dari samping kir
"Ah Fia selamat ya... kalian cocok banget"
"Fia.. udah punya pacar" gantian Rani yang memeluknya dari sebelah kanan, kini Fia di apit kedua sahabatnya
"Kapan jadiannya?" Tanya Gema
"Itu.. beberapa hari lalu"
wajah Fia memerah tersipu malu, akhirnya Rani dan gema melepas pelukan mereka, Fia kini bisa bernapas
"Pokoknya nanti istirahat mau ditraktir". tuntut Rani pada Fia, ini juga merupakan kelebihan Rani yang kedua, paling suka ditraktir. akhirnya Putri selesai dengan ponsel nya, entah apa yang sedang ia lakukan, lalu Putri menyimpannya di kantung depan
"Kok kalian senang banget sih?" Mereka melihat Putri heran
"Bukannya kita harus lindungi Fia ya dari para Fans nya Ryan? Pada tahu kan Fans nya Ryan sebar-bar apa?"
Mereka kompak menghela nafas.
"Ingat kan saat penyambutan siswa baru ada anak yang tebar pesona sama Ryan, siapa namanya itu"
"Susi bukan sih?" Jawab Rani
"Iya, Si Susi nempel terus sama Ryan dengan berbagai alasan dan apa yang dilakukan sama Fans nya Ryan?" Tanya Putri lagi.
"Tuh anak disuruh keliling lapangan 5 kali, hormat bendera 2 jam dan bersihin toilet cewek sendirian" Rani bergidik ngeri, tak terbayangkan jika Fia, temannya yang mengalami itu. Putri, Rani, Gema dan Ayu menatap sendu ke arah Fia.
##
POV Ryan.
Aku hanya berdiri di sana seperti domba bodoh yang tak bisa berbuat apa-apa saat mereka menculik pacar ku pergi, mereka menghilang dibalik gedung sekolah,
ternyata mereka membawa nya ke lapangan outdoor, aku bisa mengawasi mereka dari tempat Bungaku biasa duduk di kelas.... wow Gema memeluk nya, mereka terlihat senang... apa-apaan itu kenapa Rani Juga ikut memeluknya? aku saja belum pernah memeluknya!! dan dia itu pacarku!! ah ... aku kesal!!
______________________________________
Fia dan teman-teman nya kembali ke kelas, Ryan sudah menunggu Fia, memandang keluar jendela dengan wajah serius, tidak mendengarkan musik seperti biasa, Ryan melihat Fia tanpa senyum, menyuruh Fia duduk di sampingnya dengan isyarat tangan, Fia mengerti dan menuruti nya, sedetik setelah Fia duduk, Ryan menyandarkan kepalanya di bahu Fia, sontak Fia terkejut tapi tidak berani bergerak karena takut Ryan terjatuh, saat itu kelas sudah dipenuhi siswa yang lain dan mereka melirik ke arah Fia dan Ryan sambil berbisik-bisik sedangkan Rani, Ayu, Gema dan Putri tersenyum menenangkan.
"Ryan apa yang kamu lakukan? banyak yang melihat kita"
Tentu Ryan tidak tahu karena matanya terpejam.
"kamu dari mana? aku kangen". Baru juga satu hari jadian, Ryan sudah terdeteksi bucin
"Aku hanya pergi 10 menit" Fia memutar bola matanya.
"Makanya ...jangan jauh-jauh dariku"
Ryan melingkarkan tangannya di pinggang Fia, ia semakin tidak bisa bergerak dan pandangan mata teman-teman sekelasnya membuat Fia tak nyaman
"Aku orangnya mudah kangen".
Fia heran kenapa Ryan begitu manja, seperti bukan Ryan yang selama ini Fia kenal, setahu Fia Ryan orang yang sopan dan menghargai orang lain, yang tidak Fia tahu adalah kekasih nya itu sedang cemburu.
"Tadi kamu melepas tanganku"
Fia tidak bisa melihat ekspresi Ryan karena kepalanya masih santai di bahu Fia,
"Apa kau marah?"
"Emm.. karena itu biarkan aku bersandar sebentar".
Ryan mengencangkan pelukannya, membuat Fia menahan napas, Ryan sedekat itu dengannya, jantung fia berdegup liar
oh jantungku .. tolong jangan berdegup se kencang ini, nanti Ryan dengar
"Ini hukuman mu, jangan pernah melepas tangan ku" Bisik Ryan ditelinga Fia
"Baiklah..."
.
.
.
.
.
.
.
halo readers 😊
terima kasih untuk kesetiaannya membaca hey Sofia.
pastinya masih banyak kekurangan, tulis pendapat, saran atau kritik ya di kolom komentar biar novel ini bisa lebih baik.
jangan lupa tekan like dan love.
i purple you all 💜💜