
Halo readers 😊
jangan bosan ya dengan fia.
terima kasih sebelumnya
happy reading 🤗
-------------------------------------------------------------
"Ramona?"
bisik fia tidak percaya, gadis cantik itu berdiri beberapa meter di depannya dengan membawa bungkusan plastik berwarna hitam di tangannya, ia perintah kan ke tiga orang itu untuk berdiri di sampingnya dengan isyarat tangan, mereka menurut dan melepas kan tangan fia, ada tanda bekas cengkraman yang merah di kedua tangannya
"kenapa, Mona?"
tanya fia tak percaya, nama Mona tak pernah terbesit di benak fia.
"cih, Lo tanya kenapa? gue udah peringatin Lo untuk jauhin Ryan"
apa ini? ekspresi penuh benci dari Mona, selama ini Mona dikenal sebagai ketua kelas yang ramah dan murah senyum, fia tak percaya gadis yang ada di hadapannya adalah gadis yang sama yang selama ini fia kenal.
"kenapa sih, Lo ga diem aja dipojokan seperti biasa? kenapa Lo mesti godain Ryan? dia cinta pertama gue, 3 tahun gue ngejar cinta nya Ryan terus tiba-tiba Lo dateng dan rebut dia dari gue, gue sakit tau ga Lo!!?"
Mona mengelus dada nya
"Harusnya Lo mati aja ditabrak motor"
Mona mengatakannya dengan nada suara sedingin es, membuat fia merinding. Mona berharap fia mati, insiden motor bukan hanya ancaman tapi percobaan pembunuhan
"itu semua ulah kamu?"
"gue mau Lo hancur sampai Ryan ga mau lihat Lo lagi"
Mona mengeluarkan isi dari bungkusan plastik yang ia bawa dan membagikannya kepada ke tiga temannya, meski jarak mereka cukup jauh tapi fia bisa lihat dengan jelas benda yang ada di genggaman mereka.
"MATI LO!!!"
Dengan sekuat tenaga mona melemparkan batu yang sudah di siapkan nya, diikuti dengan ketiga orang lainnya,
buk buk buk buk
empat batu menghantam tepat ke arah fia, hanya takut dan gemetar yang ia rasa kan.
ini aneh, kenapa tidak terasa sakit sama sekali?
fia memberanikan diri membuka mata, disana fia lihat Ryan berdiri di hadapan nya, dengan kedua siku menempel di dinding. satu-satunya penghalang antara fia dan batu-batu itu adalah Ryan, ia gunakan tubuh nya sebagai tameng yang melindungi nya,
fia mengangkat kepala nya, melihat wajah Ryan, kekasih nya itu tersenyum sambil menahan sakit
"aku menemukan mu"
adalah kata-kata pertama yang di ucapkan Ryan, ia benar-benar lega telah menemukan fia.
melihat Ryan datang ketiga orang itu pergi dan meninggalkan Mona yang terpaku "sial, kenapa Ryan bisa kesini?" lalu salah satu gadis itu kembali untuk menarik Mona pergi dari sana.
Ryan menurunkan tangannya untuk memastikan keadaan fia, ia mengangkat dagu fia dan melihat bengkak di pipi nya, tepian bibirnya berdarah, tangan Ryan membentuk kepalan menahan marah. Ryan mundur selangkah kemudian melihat kedua lutut nya juga berdarah, Ryan menutup matanya masih menahan marah dan membukanya setelah pengendalian diri nya kembali,
Ryan memegang kedua bahu fia lembut dan berkata
"maaf aku terlambat"
terlambat? Ryan datang disaat yang tepat atau fia saat ini sudah dihujani batu, mata fia yang sudah lama perih tidak bisa ditahan lagi, ia menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Ryan, Ryan pun membalas pelukannya dan mengusap dengan hati-hati punggung fia untuk menenangkan nya.
"tidak apa-apa, kamu aman sekarang"
itu hanya membuat fia semakin keras menangis sampai dada Ryan basah karena air bening itu tak berhenti mengalir.
-----------------------------------------------------------
ga terasa udah sampai episode 20. waktu awal bikin ini, perkiraan paling cuma sampai 10 episode tapi ternyata berkembang berkat dukungan readers.
terima kasih yang sudah setia membaca hey Sofia.
terima kasih juga atas dukungannya.
i purple you all 💜