
"Maaf ya hari ini sudah buat kamu ga nyaman"
Fia mengigit ujung bibirnya, dalam hati Fia sebenarnya sadar kalau dia lah yang membuat suasana nya menjadi tidak nyaman dengan kelakuan absurd nya dan itu membuat nya semakin merasa bersalah pada Ryan, dia sudah memperlakukan nya dengan sangat baik tapi malah Ryan yang meminta maaf sekarang.
"Ah... ga kok, hari ini aku senang sekali cuma sedikit kedinginan saja tadi"
"Justru karena itu aku harus minta maaf, kamu kan ga kuat dingin tapi masih aku ajak nonton"
Ryan memang suka nonton dan alasan mereka selama ini cuma nonton DVD adalah karena Fia tidak tahan dingin, makanya dari awal Fia heran kenapa Ryan mengajak nya nonton diluar, Fia hanya diam dan berayun kecil.
"Yang ku tahu itulah yang dilakukan orang saat kencan". lanjut Ryan
Jadi ini lah sebenarnya yang ingin di bicarakan Ryan, karena sudah terlanjur terucap saat itu Ryan pikir
kenapa tidak sekalian aku ungkapkan saja.
Fia berhenti berayun, menggenggam erat rantai ayunan tanpa berani menatap Ryan, Fia bukannya tidak merasa semua perhatian dan perlakuan manis Ryan padanya karena Ryan suka tapi Fia hanya tidak berani mengakuinya karena jika dilihat, Ryan dan Fia jauh berbeda. Ryan si pewaris tunggal Hotel berbintang Azkaisar, masa depannya sudah pasti cerah berbanding dengan Fia yang hanya orang biasa dan masa depannya masih abu-abu.
"Ke.. Kencan?"
Kata-kata ini yang membuat Fia terjebak tadi tapi sekarang Fia harus menghadapi nya, Fia sudah tidak bisa kabur lagi kan?
"Aku yakin kamu sudah tahu apa yang aku maksud"
Ryan menatap Fia yang tanpa ekspresi, Fia masih mematung tak berkedip.
"Apa aku salah?"
lanjut Ryan, kata-kata nya terdengar ragu, takut selama ini yang Ryan pikiran salah, tiba-tiba Ryan merasa gelisah karena mungkin dia bisa kehilangan Fia, pikiran ini menakutkan buat Ryan, tapi dia harus menyatakan perasaan nya yang sudah dia pendam selama 5 tahun atau dia bisa gila, jika saja mereka tidak sedekat seperti sekarang mungkin Ryan tidak terlalu tersiksa.
Fia bukan tidak tahu bagaimana Ryan memperlakukan dia selama ini, dari mulai ingin berangkat sekolah bersama dan juga Ryan selalu menempel pada nya, seperti saat jam istirahat, jika Fia bilang ia hanya ingin tidur di kelas maka Ryan akan menemaninya dan memastikan Fia tidur dengan nyaman tak terganggu atau kepanasan.
Ryan hanya duduk diam di sana sambil mendengarkan lagu lewat earphone nya, bagaimana pun bersama Fia lebih menyenangkan walaupun kadang ia kelaparan, Ryan suka makan dan gadis itu suka tidur, pantas saja tubuhnya itu sangat kurus, inilah alasan sebenarnya Ryan mengajak Fia makan malam dirumahnya, Ryan hanya ingin Fia makan dengan benar, menambah kan sedikit daging di tulangnya
seperti yang dikatakan teman-temannya, Ryan hanya bicara pada Fia, dia turuti semua kata-kata Fia, tentu saja siapa yang tidak suka dengan wajah yang lebih mirip karya seni itu? Fia juga sering gugup jika berhadapan dengan Ryan,
Fia mulai mengkhawatirkan kesehatan jantungnya karena setiap saat Ryan melakukan hal yang membuat hati Fia bergetar dada jadi nya sakit,
seperti insiden mangkuk pudingnya yang pecah waktu itu, jika sebelumnya Fia ragu dengan perasaan nya maka saat itu lah Fia yakin Ryan menyukai nya,
Fia masih dalam posisi patungnya, terlalu takut untuk bergerak, dia senang tapi juga gugup dalam waktu bersamaan, dalam hati Fia meloncat kegirangan tapi malu setengah mati pada Ryan, wajah nya semakin terasa panas dan berubah menjadi abu-abu karena terbakar, lalu bagaimana Fia bisa membiarkan Ryan melihat wajah nya yang seperti hutan terbakar itu? Fia malu dan makin membenamkan kepalanya ke bawah.
Ryan mengeluarkan earphone nya, berpindah dari ayunan dan berdiri dihadapan Fia, Ryan menunduk untuk memasangkan earphone di kedua telinga Fia, Fia sedikit terkejut apalagi wajah mereka begitu dekat, tak bisa lagi mengelak Fia hanya menurut, Setelah earphone terpasang, Ryan berlutut dengan satu kaki di hadapan Fia, menyetel ponsel nya dan memilih lagu dari playlist nya,
ketemu.
Ryan memandang gadis itu dalam-dalam. ini adalah usaha terakhir Ryan untuk meyakinkan Fia. dia memegang ponsel di satu tangan dan memegang tangan kanan Fia dengan tangan kanan nya,
"Semua pertanyaan yang mungkin kamu ingin tanyakan jawaban nya ada di lagu ini, kalau kamu penasaran kenapa aku menyukai mu, kamu bisa tahu dari lagu ini, inilah tepatnya perasaanku padamu".
Lalu Ryan menekan tombol play dan lagu mulai dimainkan....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Halo readers 😊
terima kasih sudah membaca hey Sofia.
maaf masih banyak kekurangan 🙏.
mudah-mudahan kalian suka ya
i purple you all 💜💜