Hey Sofia

Hey Sofia
The soundtrack of my life



Aku bisa menghabiskan berjam-jam terlentang di kasurku sambil melihat putihnya langit-langit kamar ku, seakan langit-langit nya akan mendekat jika aku terus memandanginya... Kubuka jendela kamarku dan merasakan angin segar menerpa wajahku, udara laut memasuki indera penciuman ku, kulipat kedua tanganku untuk ku jadikan alas kepalaku dan menikmati anginnya sambil duduk disisi kasurku yang menempel pada dinding tempat jendelaku berada .. Mataku terpejam tapi aku bisa merasakan angin laut itu, ombak yang bergulung, burung camar yang terbang lalu tanpa sadar aku tersenyum, lucu karena walaupun rumah ku tak jauh dari laut itu sekalipun aku tak pernah pergi ke sana, laut dan aku punya cerita yang tidak mengenakkan. Sampai sebesar ini aku tidak pernah menginjakkan kakiku di pantai, tidak tahu bagaimana rasanya berjalan diatas pasir, aku cukup menikmatinya dari jendela kamarku, kadang saking asyiknya aku sampai tertidur tapi aku masih cukup sadar untuk rutin mengganti posisi tanganku yang pegal karena dijadikan alas kepalaku, aku juga cukup sadar bahwa ada seseorang yang mengamati ku dari ujung jalan itu


eh.....


aku tersadar dan membuka mataku


sepertinya tadi ada yang memperhatikan ku....


***


Habis sudah akhir Minggu ku, saat nya kembali ke sekolah, aku tidak membenci kehidupan sekolah walaupun aku tidak punya 'teman' dan aku tidak kesulitan soal itu, aku lebih suka sendiri dipojokan kelas melihat keluar jendela, memperhatikan para siswa yang bermain di lapangan atau mereka yang hanya berlalu-lalang, kelasku berada di lantai 2 menghadap tepat ke lapangan terbuka hingga aku bisa melihat aktivitas dibawah sana, kadang bergumam sendiri, biasanya hanya gumaman random dari lagu yang kudengar dijalan menuju sekolah atau kalau aku benar-benar merasa bosan aku akan melipat tanganku diatas meja dan meletakkan kepalaku lalu tidur.


"Fia... Sofia"


Aku terbangun mendengar suara manis itu dan melihat Ramona berdiri di depanku... Sang ketua kelas yang cantiknya sampai membuat ku deg-degan jika melihat wajahnya sedekat ini padahal aku perempuan.


"Apa kamu sudah menyelesaikan tugas fisika dari Pak Tinjak?"


"Ah?"


Aku masih setengah sadar dari tidurku, dia membenarkan posisi berdiri nya tidak lagi membungkuk seperti saat membangunkan ku tadi.


"Maaf, kaget ya dibangunin?"


Ia tersenyum. Wajahnya imut saat meminta maaf. Teman sekelas ku tahu kalau aku lebih tertarik untuk tidur dikelas dibandingkan berkumpul dengan mereka, aku bahkan dijuluki si Putri Tidur. Aku tak peduli, aku mendapatkan julukan itu sejak kelas 1 dan mereka sudah terbiasa dengan kebiasaanku itu. Kehidupan sekolahku memang semembosankan itu.


"Sebentar lagi pelajaran fisika tapi Pak Tinjak ada rapat di ruang guru jadi aku disuruh mengumpulkan tugas yang diberikan kemarin"


"Oh ya... Sudah selesai kok".


Aku merogoh kedalam tas punggungku dan memberikan tugasku pada Ramona


"Ini"


"Makasih ya .. Udah tidur aja lagi Pak Tinjak ga ada ini jadi kita bebas"


Aku merasa bosan dan kembali memandang keluar jendela bergumam sendiri tentang lagu yang kudengar dijalan tadi dan tiba-tiba merasa mengantuk jadi aku melipat kedua tanganku didada memejamkan mata lalu....


"Bung... Bunga"


*Hmm.... suara siapa ini? suaranya berat tapi lembut tapi kok aku dipanggil B*unga?.


Alisku bertaut heran, aku membuka mataku dengan malas. Anak laki-laki itu tidak asing ..


Ryan aji Prasetya? Batinku.


"Kenapa?" Tanyaku padanya


"Aku punya lagu bagus nih kita dengerin bareng ya"


Aku yang masih belum sepenuhnya sadar mengerjapkan mata bingung, seolah responku tak penting Ryan langsung menarik bangku untuk duduk di sebelahku dan memasangkan salah satu earphone nya ditelinga kananku dan yang satu lagi tentu saja ditelinga kirinya, sambil tersenyum dia bilang.


"Bagus kan lagu nya?"


Aku masih memandang nya bingung, saat aku tanya "kenapa" maksudku adalah "kenapa tiba-tiba kau menegurku? seingatku kita tidak pernah ngobrol bahkan tidak pernah saling sapa saat berpapasan. kenapa kau berikan salah satu earphone mu untuk ku... kenapa tiba-tiba kau tertarik bicara denganku? dan kenapa memanggil ku bunga?.


Maksudku, namaku memang bunga, Bunga Sofia Darmawan tepatnya tapi aku tidak pernah mau memakai nama itu karena nama Bunga terlalu cantik sedangkan aku biasa-biasa saja. Aku bingung harus bereaksi bagaimana sementara Ryan tanpa peduli kan pendapatku sudah asyik menikmati lagunya, Aku penasaran lagu apa ini jadi aku dengarkan. Aku belum pernah dengar lagu ini tapi benar kata Ryan, lagu ini bagus juga.... Seakan bisa membaca raut wajahku yang kebingungan Ryan berkata


"Savage garden : Crush and burn"


aku hanya mengangguk karena lagu nya memang bagus, jadi aku membiarkannya kali ini. Ryan tersenyum menatapku, aku tertegun melihat senyumannya. Aku tahu Ryan, dia adalah siswa populer disekolah ini. Selain pintar dan selalu juara sekolah wajahnya juga seperti pahatan marmer, indah tanpa cela. Kulit putih mulus, alis rapih alami dan tebal, rahang tegas yang membuatnya makin mempesona, hidung yang mancung dan bibir pink alami. Keindahannya menyilaukan, Ia begitu tampan hingga punya fan base sendiri. Tapi apa yang dilakukannya disini? Kenapa Ryan memilih duduk di sebelahku menikmati lagu sementara ia bisa bermain dengan teman-temannya. Dan benar saja, bukan hanya aku yang menganggap Ryan aneh, seisi kelas juga, karena saat ini semua mata tertuju pada kami dengan dengan ekspresi sama di wajah mereka. Bingung.


Entah kenapa perasaanku tak enak soal ini, aku merasa hari-hari tenangku tak akan sama lagi.


***


Ada yang tahu lagu nya? Crush and burn dari Savage Garden.