Hey Sofia

Hey Sofia
Merindukanmu




*Sudah ribuan kali.... ah tidak, jutaan kali aku memimpikan bertemu dengan Ryan, banyak yang ingin aku ceritakan, banyak yang ingin aku tanyakan tapi sekarang setelah Ryan benar-benar ada berupa darah dan daging dan bukan khayalan. Dan jika aku menyentuhnya dia takkan hilang, aku tak tahu harus berkata apa.


Ryan ada dihadapanku, duduk di sofa ku tapi semua pertanyaan dan cerita-cerita itu memuai bagai embun di pagi hari, kepalaku menjadi kosong, aku kesulitan memahami apakah ini kenyataan atau hanya satu bentuk kegilaan karena terlalu lama kesepian? kenapa bibirku tak bisa bergerak? kenapa suaraku tak bisa keluar? dan kenapa tubuhku membatu? sampai kapan kami hanya diam? bagaimana memecahkan kesunyian ini*?


"Kau memotong rambutmu?"


aku tahu, aku berharap kediaman ini segera berakhir, tapi apakah hanya pertanyaan itu yah terlintas di benakmu?


"Ah... iya"


Fia secara refleks merapikan rambutnya yang tidak berantakan


"Kau cocok dengan rambut sebahu, ah tapi kau memang cantik bagaimanapun juga"


Apa hanya aku yang merasakan semua kegugupan ini? apa hanya aku yang bingung dengan situasi canggung ini? Ryan terlihat baik-baik saja, sedangkan aku, tubuhku bergetar tanpa alasan,atau Ryan tak merindukanku seperti aku merindukannya? apa semua ini hanya terjadi di kepalaku? aku membayangkan pertemuan kembali yang indah dengannya,saat ini dibandingkan merasakan bahagia aku lebih merasa kecewa, aku merasa kesepian, saat ini aku pasti terlihat menyedihkan di hadapannya, dan pujiannya malah membuatku marah.


"10 tahun....."


bisik Fia


"Apa?"


Fia mengangkat kepalanya dan menatap Ryan tepat di matanya, hal yang tidak berani ia lakukan sejak bertemu dengannya malam itu.


"Sudah 10 tahun kita tidak bertemu dan hal pertama yang kau tanyakan adalah rambutku?"


Fia tak bisa sembunyikan rasa kecewa, ia memalingkan wajahnya berusaha menahan airmatanya, ia tak mau menangis dan membuatnya terlihat lebih menyedihkan lagi.


"Maaf, bukan itu maksudku....."


Fia bangkit sebelum Ryan menyelesaikan kalimatnya, entah kenapa Fia takut tentang apa yang akan Ryan ucapkan, ia takut perasaan yang Ryan rasakan dulu padanya hilang, Fia takut kalau hanya ia yang masih mencintainya.


"Sudah malam, sebaiknya kau pulang"


"Tolong ijinkan aku menginap disini, aku tidak punya tempat tinggal jadi..."


"Pergilah ke salah satu hotelmu dan menginap di sana"


"Aku menempuh perjalanan 15 jam dan langsung kesini, aku berdiri di luar menunggumu selama 4 jam, aku sangat lelah dan kepalaku sakit, aku takkan sanggup melakukan perjalanan lagi, tolonglah... ijinkan aku menginap hanya untuk malam ini"


Bagaimana aku bisa menolak mu jika kau meminta dengan ekspresi wajah seperti itu?


"Baiklah, tapi hanya untuk malam ini saja"


"terimakasih..."


###


Ryan benar-benar lelah, ia sudah tertidur saat Fia akan memberikan bantal dan selimut untuknya, ia tidur meringkuk di sofa seperti bayi,kakinya terlalu panjang untuk sofa nya, setelah Fia ingat-ingat, Ryan memang jadi lebih tinggi, pria itu mirip dengan Ryan yang berusia 17 tahun tapi jauh lebih dewasa dan tumbuh semakin mempesona, Fia mendekati wajah Ryan yang tertidur tanpa penjagaan.


Titik hitam kecil diatas alismu masih ada, ternyata kau memang Ryan ya? aku tidak percaya kau ada disini, tidur di ruang tamu ku seperti jarak 10 tahun itu tak pernah ada, kalau aku bangun esok pagi, apa kau masih ada disini atau ini hanya mimpiku?.


###


Fia terbangun dan mencium aroma yang tak biasa, Fia mencari asal dari bau itu dan ternyata dari dapur,ada Ryan yang sedang menyiapkan sarapan.


"Apa yang kau lakukan?"


"Oh, kau sudah bangun? aku membuat nasi goreng, kuharap kau tak keberatan aku menggunakan dapurmu"


Ryan membuat nasi goreng? dia bahkan tak tahu bagaimana mencuci beras.


Sarapan sudah tertata di meja makan,itu hanya nasi goreng sederhana dengan telur setengah matang di atasnya, tak ada yang spesial tapi terasa istimewa buat Fia, ini sarapan pertama yang Ryan buat untuk nya.


Ryan yang dulu tidak bisa menyalakan kompor tapi sekarang ia membuat nasi goreng yang lezat, siapa kau?


"Apa selama 10 tahun ini kau belajar memasak?"


"Kau suka?"


"Ini enak"


"Syukurlah....mm... bunga"


Sudah lama tak ada yang memanggilku dengan nama itu


"Hem...?"


Kemarin aku berbalik karena kupikir kau hanya khayalan ku, dan aku sudah tidak marah lagi sekarang begitu aku tahu ternyata aku bukan satu-satunya yang gugup, kau juga sama takutnya denganku.


"Aku membaca Webtoon mu, aku senang cita-cita mu akhirnya jadi nyata"


Ryan membaca Daylight star?


"Mmm...Sebenarnya aku sedang mengerjakan season 4, apa kau mau melihat prosesnya?"


"Bolehkah?"


Tanya Ryan antusias. Ryan dibawa ke kamar sekaligus ruang kerja Fia, tumpukan sketsa awal tertata rapi di atas meja,meski Fia sudah sering masuk ke kamar Ryan tapi ini adalah pertama kalinya Ryan masuk ke kamar Fia, ia gugup sekaligus bersemangat, terlebih karena Fia sendiri yang mengundangnya.


"Disinilah aku bekerja"


Ryan melihat sekeliling dan mengambil salah satu sketsa lalu merasa takjub


"Apa ini Chocolate? Dia di gambar dengan indah, sangat cantik, kau benar-benar berbakat"


"Butuh waktu lama menggambar Chocolate, aku harus berganti beberapa kali sampai mendapatkan karakter Chocolate seperti yang kuinginkan"


"Kau melakukan kerja yang bagus"


Ketimbang di bilang cantik kemarin, Fia lebih senang dengan pujian Ryan sekarang, tanpa Fia mau, pipinya berubah merah.


"Terima kasih... Aku akan mulai menggambar, kau silahkan melihat-lihat"


Fia sepertinya tak bisa berkonsentrasi, sesekali ia mencuri pandang kearah Ryan yang sedang berkeliling kamar, Ryan melihat sketchbook coklat yang familiar, ia membukanya dan tak berhenti berdecak kagum sampai ia melihat satu gambar yang membuatnya tertarik,


"Bunga, apa ini aku?"


Ryan bertanya tapi sebenarnya ia tahu jawabannya, itu adalah gambarnya yang sedang tertidur, di sisi bawah sebelah kanan gambar terdapat tulisan dan tanda Fia.


*Sleeping Angel, the beautiful you.


By Sofia 🦋*.


Malu-malu Fia menjawab


"I..iya"


"Kapan kau menggambar ku? kenapa aku tidak tahu?"


"Itu... Sehari setelah kau kabur dari pertunangan mu"


"Oh.... apa aku boleh menyimpan ini?"


"Boleh.."


"Bunga... ada yang ingin ku katakan padamu sejak kemarin"


"Apa?"


"Aku merindukan mu..."


.


.


.


.


.


.


.


. NB: Chocolate atau di baca coklat adalah karakter dari Webtoon yang Fia buat, judul Webtoon nya Daylight Star 🤗🤗


.


.


.


💜💜💜