Hey Sofia

Hey Sofia
Yang kemarin.... Terima kasih



halo readers 😊


lagi mau fokus sama Ryan n fia 😁


Happy reading 🤗


_____________________________________


###


"Karena kamu bisa denger aku"


jawaban fia membuat Ryan mengernyitkan dahi nya karena bingung.


"kamu yang paling tau dulu aku orang yang seperti apa, aku selalu sendirian karena itu ga ada yang mau deketin aku, lama-lama aku jadi terbiasa sendirian. Ya, walaupun aku kelihatan baik-baik aja sebenernya aku kesepian, aku sakit dan hatiku berteriak minta tolong tapi ga ada yang denger aku kecuali kamu."


fia mengambil tangan kanan Ryan untuk kemudian di genggam


"kamu inget ga lagu pertama yang kamu kasih ke aku?"


"crush and burn" Ryan menjawabnya tanpa berpikir dan dibalas senyuman oleh fia.


"let me be the one you call, if you jump i'll break your fall, lift you up and fly away with you in to the night, if you need to fall apart, i can mend a broken heart, if you need to crush then crush and burn you're not alone."


fia menyanyikan liriknya dengan mulus padahal sebelumnya ia tak tahu lagi itu,


"lagu itu seolah bilang emang kenapa kalo kamu sakit? kan ada aku. Terus kenapa kalo kamu hancur dari dalam? kamu kan ga sendirian.


karena lagu itu aku jadi bisa berdamai sama hati aku"


mata fia mulai berkaca-kaca tapi masih ada yang ingin ia sampaikan pada Ryan, isi hatinya yang terdalam ingin ia ungkapkan sebagai tanda terima kasih karena sudah menyelamatkan hidupnya yang dulu menyedihkan, jadi fia menahan air matanya sebelum mengalir, sambil terus memegang tangan Ryan dan suara yang bergetar fia melanjutkan kata-katanya.


"kamu juga kasih aku lagu kedua"


"there's gonna be more to life"


"Hem" fia mengangguk


" Aku selalu merasa hidup aku hampa banget, setiap hari cuma ngelakuin hal yang sama berulang-ulang, aku bahkan ga punya gambaran tentang masa depan aku bakal kayak gimana nanti, aku benar-benar cuma hidup untuk hari itu aja. sampai kamu kasih aku lagu itu"


kini fia tak bisa lagi membendung air matanya, cairan bening itu mengalir deras tanpa ada niat untuk dihentikan. Ryan melepas genggaman tangan fia untuk menghapus air matanya


"aku ga tau lagu yang aku kasih punya pengaruh sampai kayak gini buat kamu"


"kamu tuh benar-benar luar biasa hebat, kamu bisa dengar aku walaupun aku ga ngomong apa-apa, kamu bisa tahu apa yang aku butuhkan tanpa aku minta, kamu tuh kayak tinggal di kepala aku tau ga"


fia melingkarkan tangannya di leher Ryan dan berbisik ditelinga nya "Aku suka sama kamu"


bisikan fia membuat bulu kuduk Ryan berdiri


"cuma suka aja nih?" goda Ryan, demi menutupi rasa gugupnya tapi jantung Ryan tidak pintar berpura-pura, jantungnya berdegup tak karuan, fia mempererat pelukannya, kini tubuh mereka tak ada jarak.


"aku cinta sama kamu"


Ryan mengangkat tubuh Fia hingga duduk di pangkuan nya, fia terkejut tapi juga tidak keberatan, kini mereka bertatapan dan tangan fia masih santai melingkari leher Ryan.


"aku juga cinta kamu"


Ryan mengelus pipi yang tadi basah karena menangis, jarinya bergerak ke arah bibir fia dan sepertinya betah berlama-lama di sana, dengan suara bergetar seperti orang ketakutan, Ryan meminta ijin fia.


"aku boleh ga cium kamu?"


anggukan fia pelan dan malu-malu, pipi nya merona merah membuatnya semakin cantik.


"boleh" bisik fia pelan.


setelah mendapat ijin tangan kanan Ryan berpindah ke tengkuk fia, sentuhannya membuat fia merinding, sedang tangan yang satunya memeluk pinggang fia, Ryan menarik fia mendekat ke wajah nya, semakin jarak mereka terkikis, semakin kencang debaran jantung fia, jadi ia memejamkan matanya agar tenang, hal berikut nya yang ia rasakan adalah bibir Ryan yang menyentuh bibir nya, ciuman ryan begitu lembut dan manis, tak ada lumatan atau pun permainan lidah, lebih mirip gesekan antara dua bibir,seperti gesekan pada senar biola yang menghasilkan nada indah, itulah kata-kata yang tepat untuk ciuman mereka. Indah.


tak ada satu pun diantara mereka yang berinisiatif untuk menyudahi ciuman itu kecuali fia yang sudah kehabisan napas, Ryan mengecup kening fia dan membiarkan gadis itu mengambil napas.


"Ryan..."


"Hem..."


"Terima kasih.... untuk yang kemarin"


___________________________________


NB: maafin ya kalau ada lirik yang salah di lagu itu.


oh ya, itu bukan arti dari lirik yang tadi ya, cuma murni pemikiran fia aja, dan itu diambil dari keseluruhan lirik lagu.


😊😊🙏🙏