
_**remind me again why i love you_
Sofia**.
Pagi yang indah di hari baru Sofia, ia sengaja bangun lebih pagi dari biasanya untuk membuat sarapan, itu hanya setangkap roti panggang yang dioles selai strawberry tapi membutuhkan banyak usaha dari fia, ia selalu sangat canggung saat di dapur dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya kecuali soal makan, fia merasa puas dengan hasil kerja kerasnya, ia mengambil foto dan di kirimkan ke Lily sebagai alat untuk membanggakan diri bahwa ia juga bisa membuat makanan.
ketika fia sedang merayakan keberhasilannya, bel rumah fia berbunyi, ia membuka pintu untuk melihat siapa yang berkunjung pagi-pagi begini, berdiri seorang pria di akhir 40an dengan rambut pirang terang menyala seperti mentari pagi dan mata biru berkilauan, di kanan kiri nya ada dua orang yang hampir mirip kecuali gender mereka yang berbeda, si pria pirang itu bernama Maxime, koki Perancis yang Louis kirim untuk mengurus makanan fia, saat Sony mengatakan akan ada koki yang datang, fia tak mengira Louis akan mendatangkan langsung koki dari Perancis, apa fia bahkan cocok dengan makanan Perancis? dua orang di belakangnya adalah si kembar kakak beradik Claude dan Jean, asisten Maxime.
Disaat yang hampir bersamaan 2 mobil Van berhenti di depan rumah fia dan segerombolan orang asing berpakaian wearpack datang menghampiri fia, mereka semua kompak berkata
"selamat pagi nona Sofia....."
fia benar-benar lupa tentang fasilitas istimewa Louis, ia tak bisa berhenti terkagum-kagum melihat berapa cepatnya mereka bekerja, benar-benar profesional dalam bidangnya dan mereka selesai di saat bersamaan sebelum fia berangkat sekolah.
fia dengan seragam sekolah lengkap sudah siap memulai hari, ia merapikan diri nya di cermin, menyisir rambut panjang nya, memakai baby powder dengan tangan telanjang dan fia selesai. ia segera keluar dimana Ryan sudah menunggu nya.
***
ini adalah jenis cuaca yang fia suka, udaranya hangat dan cerah hanya saja anginnya terlalu kencang, rok fia tersibak dan terangkat, tak mau fia merasa malu, Ryan melepas sweater dan mengikatkan nya di pinggang fia.
"begini lebih nyaman kan" kata Ryan
"terimakasih..."
***
Dengan lagu lembut yang mereka dengarkan lewat earphone dan udara yang hangat, mereka berjalan diantara dedaunan yang jatuh alami karena angin, mereka menikmati suasana pagi tanpa banyak bicara, hanya sesekali Ryan mengambil daun kering yang tersangkut di rambut fia.
Dari kejauhan, gerbang sekolah sudah terlihat, semuanya sama kecuali mini Cooper pink yang terparkir, Ryan dan Sofia tahu siapa pemilik mini Cooper itu, mereka saling memandang dan mengerti pikiran masing-masing, lalu fia berkata
"jangan menghindar lagi"
"baiklah, aku akan menurutimu walaupun aku tidak suka"
***
Maya melihat Ryan dan Sofia, ia tahu itu akan terjadi tapi begitu melihat mereka berjalan bergandengan tangan dan terlihat bahagia, Maya menjadi hilang akal, Maya keluar dengan cara yang sangat anggun namun wajah yang memerah, ia bawa serta Anna yang juga marah pada Ryan, mereka berdiri berhadap-hadapan, kakak beradik itu memasang posisi seolah seperti bintang buas yang siap menerkam mangsa
"mau apa kau ke sini?" tanya Ryan tak ramah
"aku takkan sampai ke sini kalau saja kau mengangkat telpon ku atau membuka gerbang rumah mu"
"apa yang kau inginkan Maya?"
"berani nya kau mempermalukan ku dan keluargaku di acara pertunangan kita dan kau masih bertanya apa yang ku inginkan?"
"aku minta maaf, itu kan yang ingin kau dengar? Sekarang pergilah..."
Ryan tak peduli, ia menarik fia untuk pergi dari sana, seketika Anna berteriak memanggil nya
"Sofia?! kau tidak ingat aku?"
fia merasa tak asing dengan tatapan merendah itu tapi ia tak ingat apapun tentang Anna.
"kakak kenal Sofia?"
tanya Maya, Ryan pun mau tak mau ikut penasaran
"kita pernah bertemu sekali saat di restoran bersama Louis"
"kak Louis?"
Anna bicara pada Maya meski pandangannya tak lepas dari fia
"dia adalah Sofia yang terkenal itu, yang selalu di bicarakan Louis dulu"
Maya sama terkejutnya dengan Ryan, bagaimana Maya bisa kenal dengan Louis? lalu Maya tertawa mengejek
"jadi tidak cukup dengan kak Louis, kau juga menggoda tunangan orang lain? dasar ja*ang!! manusia rendah!! cewe murahan!!" semakin bertambah alasan Maya membenci fia dan semakin terbakar pula emosi nya,
"Maya jaga ucapanmu....!!!"
"kau masih membelanya? jelas-jelas dia sudah punya pacar tapi dia selingkuh dengan tunangan orang lain, kalau bukan murahan terus apa namanya?!! pel**ur?!!"
"Maya!!! " Ryan berada di batas kesabaran nya, ia hendak meledakkan emosinya pada Maya tapi fia menahan tangan Ryan dan menggelengkan kepalanya, fia hanya berpikir kemarahan Maya adalah sesuatu yang wajar dan jika melampiaskan kemarahan adalah cara untuk membuatnya tenang, fia tak masalah meskipun ia di hina
"jangan.." kata fia pada Ryan, sedetik kemudian Anna datang, menarik fia menjauh dari Ryan dan melayangkan tangannya dengan sekuat tenaga ke pipi fia, kejadiannya begitu cepat hingga tak ada yang menyadari tindakan balas dendam Anna karena kejadian di restoran tempo hari, semuanya membeku karena terkejut untuk beberapa detik termasuk Ryan, suara tamparannya begitu keras hingga menarik perhatian siswa-siswi yang ada disana.
mereka baru sadar saat putri meneriakkan nama
"Sofia..!!"
fia menoleh kebelakang, ternyata Putri, Rani, Gema, Ayu dan anak-anak yang lainnya sedang menonton pertunjukan tetrikal mereka, teman-teman fia berlari, berdiri diantara Sofia dan kedua kakak beradik itu sebagai tameng, Ryan melihat fia cemas
"kamu ga pa-pa? " pipinya merah bekas tamparan, memang sedikit sakit dan berdenyut tapi fia merasa ia baik-baik saja
"aku ga pa-pa..." kata fia memenangkan Ryan.
"teman-teman kalian datang"
"Dari tadi kita semua lihat kalian tapi kita ga bisa diam aja lihat kamu di pukul"
Ryan tak pernah pandai mengendalikan emosinya dan jika itu menyangkut keselamatan fia, ia sanggup membalikkan dunia, melihat memar dan sedikit darah keluar dari sudut bibir fia, Ryan menjadi tak terbendung tapi meski begitu Ryan tak pernah mengangkat tangannya pada wanita
"apa kau sudah gila? kenapa kau memukulnya?!!"
"seperti itulah seharusnya gadis murahan sepantasnya di perlakukan, bahkan lebih"
dengan santainya Anna mengejek, Anna jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Louis dan ia sudah mengejar cintanya bertahun-tahun tapi Louis hanya memikirkan Sofia, ketika mereka bertemu di restoran, Louis pun mempermalukannya di depan gadis rendahan seperti Sofia,. sekarang fia pun di anggap sebagai pencuri tunangan adik nya, kebenciannya pada fia sudah sampai puncak dan ia ingin menyakiti fia lebih dari sekedar tamparan.
"kalian berdua pergilah dari sini sebelum aku memanggil security sekolah" ancam Ayu
"siapa kalian? jangan ikut campur!"
"kau berurusan dengan fia, kau berurusan dengan kami juga, kau menyakiti fia, kami akan balas menyakitimu" ancam Ayu lagi dengan wajah sungguh-sungguh. sedangkan Anna tertawa terbahak-bahak
"jadi kalian sekumpulan orang-orang rendahan yang bersatu?" bola mata Anna hampir melompat keluar ketika berkata
"kalian pikir aku takut dengan sampah seperti kalian? sampah seharusnya di buang ke tempat sampah"
keadaan akan semakin tak terkendali jika fia membiarkannya, banyak yang melihat dan mereka mungkin akan terkena masalah jika guru tahu tentang keributan ini, fia sendiri tak masalah tapi teman-teman nya tidak boleh ikut susah, mereka semua membela fia maka fia juga harus melindungi mereka.
"teman-teman... aku tidak apa-apa, kalian tenanglah"
kata-kata itu juga di tujukan untuk Ryan, fia beralih pada Maya, ia adalah pusat dari keributan ini dan bagaimanapun ia harus pergi.
"Maya, Ryan bersalah padamu dan juga keluargamu, Ryan juga sudah meminta maaf dan tamparan ini, anggap saja aku menggantikan Ryan menerimanya tapi apa kau akan bahagia jika kau memiliki tubuhnya tapi hatinya milik orang lain? cinta tak bisa kau paksakan Maya dan Ryan selamanya hanya akan mencintaiku, dia takkan pernah berpaling dariku, karena itu menyerah lah, cari kebahagiaan mu sendiri"
saat ini di mata Ryan, fia sangat mempesona, Ryan seperti jatuh cinta lagi padanya, fia tahu apa yang diinginkannya dan tegas untuk sesuatu yang ia percayai, fia semakin cantik karena percaya dirinya, dengan bangga fia mengatakan Ryan akan selamanya hanya mencintai fia, dimana fia benar soal itu.
"lihat sekeliling mu Maya, kau menjadi pusat perhatian dan percayalah, mereka bukan sedang terpesona dengan kecantikanmu, sebelum kau mempermalukan dirimu karena di usir oleh security sekolah lebih baik kau pergi sekarang"
Sofia boleh terlihat kecil dan rapuh tapi ia juga mempunyai karakter yang kuat, fia layaknya bunga yang indah namun punya duri tajam yang melindunginya, sesuatu yang Maya tidak duga adalah bagaimana fia bisa begitu tenang.
"baiklah.... aku akan pergi, jangan terlalu angkuh sofia, kau berani karena kau di kelilingi teman mu, kita lihat apa yang bisa kau lakukan jika kau sendirian"
Ryan mendesis pada Maya dan bicara dari sela-sela giginya yang terkatup
"apa itu ancaman?"
"terserah kau anggap itu apa, satu hal yang pasti, kalau aku tidak bisa mendapatkan mu maka tidak ada siapapun yang bisa memiliki mu"
"aku tahu rahasia mu, tunggulah kejutan dari ku"
Maya dan Anna masuk ke mobil nya dan pergi dengan kecepatan cahaya, pertunjukan sudah selesai, para siswa yang menonton bubar dengan sendirinya.
****
Ryan dan Sofia mengekor teman-teman nya yang sudah lebih dulu memasuki gedung sekolah tapi ada satu orang yang sejak tadi melihat dan merasa perlu untuk bicara dengan fia
"kak fia.." panggil Rendy dari kejauhan
"mau apalagi anak itu?"
"halo Ren" sapa fia canggung
"kak, apa hubungan mu dengan orang ini?" Rendy menunjuk ke arah Ryan
"apa..?" tanya fia bingung....
siapa dia tiba-tiba menanyakan hal ini
"kakak tahu, dia yang waktu itu memukul ku, dia memulai perkelahian tanpa aku tahu apa salahku, dia ini liar kak, kakak jangan mau berhubungan dengan nya, dia itu hanya anak manja yang sombong"
Ryan mengangkat tangannya hendak memukul Rendy, sejak tadi Ryan menahan diri tapi ini bisa jadi pelampiasannya...
tapi fia lagi-lagi menahan Ryan
"jangan!! kamu sudah dapat peringatan, kamu bisa di keluarkan jika sekali lagi membuat masalah"
"tapi anak ini kurang ajar! biar ku beri dia pelajaran!"
"Yan!! kubilang jangan!!"
"lihat kan, dia itu brutal kak, tidak bisa di kendalikan"
"brengsek.. sini kau!!"
"Rendy, Ryan berhenti...!!!"
fia berteriak kencang, ia berdiri diantara lelaki yang siap untuk berkelahi disebabkan olehnya, fia merentangkan tangannya dan membuat jarak
"ya Tuhan, apa kalian ini anak TK?"
"tapi yank, dia yang mulai duluan"
"kau kira aku takut?!"
"diam....!!" Sofia menghardik Ryan dan membuatnya terdiam, setelah di rasa aman, fia menurunkan tangannya
"Yan... kamu harus belajar kendalikan emosimu, mengerti?"
"iya.."
"pergilah duluan ke kelas, nanti aku menyusul"
"tapi yank..."
"sekarang..!!!"
Ryan menjadi penurut seperti seekor anak anjing yang imut dan meninggalkan fia bersama Rendy meski ia enggan.
"Rendy. aku tidak punya kewajiban untuk memberitahu mu hubungan ku dengan Ryan, tapi ya. Ryan kekasihku jadi tolong jangan berkata jelek tentang dia karena Ryan tidak seburuk yang kau kira, maaf jika aku membuatmu salah paham tapi aku hanya menganggap mu teman, tidak lebih"
Rendy merasa kecewa, lalu rasa kecewa nya menjadi kemarahan.
"apa karena dia kaya dan aku miskin?"
tadi dia menghakimi Ryan dan sekarang ia menilaiku seenaknya?
"aku tidak perlu menjawab itu" fia berbalik hendak meninggalkan Rendy
"ternyata benar kau orang yang seperti itu"
"apa maksud mu?"
"kau... Sofia, adalah j***ng yang hanya menyukai pria kaya"
seharusnya pagi ini adalah pagi yang sempurna untuk fia sampai Maya datang, dan ketika fia pikir semua sudah selesai, Rendy mencoba merusaknya lagi, fia benar-benar lelah dengan semua drama ini, fia mengambil napas berat, Rendy boleh menilainya sesuka hati dan fia tetap tidak peduli.
"iya, aku memang seperti yang orang-orang katakan. karena itu, carilah orang yang cocok dengan orang-orang baik seperti diri mu"
fia berjalan, tak menoleh lagi ke belakang. dari awal fia hanya ingin ketenangan, fia mendapatkannya di 2 tahun pertama, sekarang di tahun terakhirnya banyak sekali kejadian yang membuat hidupnya jungkir balik, itu semua terjadi sejak Ryan memanggil namanya.
fia duduk di bangkunya, memandang ke arah Ryan. ia sedang di kerubuni anak-anak yang meminta diajari matematika, itu adalah pemandangan biasa karena Ryan memang jenius di semua pelajaran, hanya saat itulah fia bisa mendapat ketenangan yang jarang ia dapatkan karena Ryan yang terus menempel padanya, bukannya fia tak suka tapi ia merindukan saat-saat ketika ia sendirian.
Fia bertopang dagu melihat keluar jendela, setelah semua kejadian pagi ini paling tidak cuaca tidak mengkhianatinya, udaranya masih hangat, masih cerah seperti yang fia suka, fia melihat pantulan wajah Ryan melalui kaca jendela dan tanpa sadar tersenyum.
Ryan selalu terlihat lebih bersinar di bandingkan yang lainnya, sedang kan aku seperti awan mendung, ia berhasil menembus lapisan awan itu dan menerangi duniaku.
fia melihat Ryan sekali lagi dan pandangan mereka bertemu, Ryan tersenyum tanpa beban dan hati fia seketika menjadi hangat
kurasa aku beruntung, bertemu denganmu membuatku merasakan hal-hal asing. rasa sakit, air mata yang tak berkesudahan, pemeran antagonis yang kupikir hanya ada di film-film, rasa rindu yang hampir membuatku kehilangan kewarasan ku, permainan takdir yang tak masuk akal dan juga pengorbanan, tapi bertemu dengan mu juga membuatku merasakan cinta luar biasa, merasa untuk pertama kalinya di butuh kan oleh orang lain, jika aku di minta untuk melalui semua kepedihan itu sekali lagi, aku akan melakukannya tanpa berpikir karena dengan begitu aku bisa memiliki mu sebagai hadiahnya.
hanya dengan satu senyum mu, hari ku pasti sempurna.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. **Halo readers 🤗...
episode kemarin minim sekali jumlah like nya... sedih aku tuh... 😆😆 tapi ga papa, aku udah seneng banget kalau kalian baca ini.
aku coba ikut lomba #youareawriters3 , pastinya banyak novel jauh yang lebih bagus dari Sofia makanya aku berharap kalian bisa kasih aku masukan untuk jadi lebih baik lagi,
oh ya sekalian mau kasih pengumuman bahwa hey Sofia akan segera tamat. mudah-mudahan ga sampai 10 episode lagi dan episode berikutnya akan lebih seru, semoga kalian suka 🤗🤗🤗
#stayathome
#stay save and stay healthy 💪💪**