
Halo readers 😊
happy reading 🤗
___________________________________
*** What i feel about you
Ryan POV
Dekapan fia merupakan candu bagi Ryan, ia suka semua tentang fia, matanya yang menyipit saat tersenyum atau matanya yang bersinar saat diam, suara tawanya yang menular atau suara napasnya saat tidur, fia dengan mudah bisa dikenali dengan aroma tubuhnya yang khas, cahaya yang mengikutinya menerangi ruang dimana ia berada, tempat ternyaman didunia adalah dalam dekapannya
entah itu kegilaan atau cinta yang mendalam yang Ryan rasakan, ia tidak pernah meminum alkohol tapi ia membayangkan apa ini yang namanya mabuk?
Ryan ingin memiliki fia hanya untuknya, mengantonginya jika ia bisa, berada dalam pelukannya sampai ia mati, hal-hal gila yang ia pikirkan karena cintanya pada fia, satu perintah dari mulut fia akan ia lakukan tanpa keraguan, Budak cinta? apa itu kata yang tepat buatnya?
*What i feel about you
SOFIA POV
Ada satu bagian yang hilang di hati fia, hanya bagian kecil yang tak berarti, toh ia masih punya hati, fia berkompromi dengan hati nya
**jadilah mati rasa dan aku akan menjagamu**
begitulah cara fia bertahan hidup, tak ada yang ia rasakan kecuali hampa di hatinya, lalu dengan satu senyuman dari orang itu yang indahnya keterlaluan perjanjian mereka dilanggar, hatinya mulai berdenyut karena orang itu,
siapa sih dia?
fia sering menepuk-nepuk dadanya setiap orang itu berada di jalur pandangannya, orang itu terus membuat hati Fia berdenyut tanpa ampun, sampai satu hari fia merasa ada yang aneh pada dirinya, hatinya terasa penuh,
apa ini di dalam perutku? kupu-kupu?
perasaan aneh yang membuat fia melihat kembang api setiap berada di dekat orang itu,
lalu ada perasaan takut
apa semua kegilaan ini nyata? atau hanya terjadi di kepalaku? tunggu !! aku tidak gila kan??
****
Ryan menggenggam tangan dari tubuh yang gemetaran hanya untuk menenangkannya, dia selalu terlihat cantik tapi hari ini kecantikannya diluar nalar, mungkin karena ia memakai make-up? atau gaya rambutnya yang baru? atau karena mini dress nya? apapun yang pasti malam ini ia mempesona.
beberapa jam sebelum nya
sepulang sekolah fia menyeret putri ke rumahnya, akan ada acara penting malam ini dan fia ingin tampil sempurna, sungguh beruntung punya teman model, fia itu buta soal make up, demi Tuhan dress up bukankah kebanggaan nya, fia punya otak cemerlang tapi ia bodoh soal yang satu ini, beruntung ia cantik sejak dilahirkan,
putri begitu bersemangat mendandani fia, apalagi ia tahu alasan dibaliknya,
putri ingin makeup fia senatural mungkin tapi tetap menonjol di bagian tertentu, putri fokus di bagian mata fia, ia mengoleskan sedikit warna silver sebagai warna dasar pada lipatan mata, lalu di blend dengan sedikit warna hitam, dengan make up smokey eyes mata fia jadi lebih indah, putri menata rambut panjang fia di kuncir bawah dan membuat poni tipis di keningnya, terakhir fia memakai mini dress lengan panjang kombinasi hitam abu-abu dengan aksen mutiara di dadanya, fia tampil sempurna dan siap untuk malam ini, kecuali ia tidak bisa memakai high heels dan jatuh beberapa kali ketika mencoba berjalan, akhirnya putri memakaikan flat shoes hitam pada fia, meski kesal karena tidak sesuai keinginannya tapi ini lebih baik dari pada fia nanti jatuh dengan memalukan.
Beberapa hari sebelum nya
uhuk uhuk uhuk
"kamu ga pa-pa yank?" tanya Ryan pada fia sambil menepuk punggung nya, ia tersedak susu strawberry karena terkejut
"kamu tadi bilang apa?" uhuk uhuk
"papa aku mau ketemu kamu"
"papa kamu bukannya di Jerman?"
Ryan berhenti menepuk punggung fia lalu membuka tutup air mineral untuk diberikan kepada fia, ia meneguk nya sampai setengah kosong
fia memandang Ryan heran, ia masih mencerna kata-kata Ryan, ini bercanda kan? kalau iya kenapa wajah Ryan bisa sesantai ini.
"aku ga ngerti nih, papa kamu Presdir hotel bintang 5 yang super sibuk sampai jarang ketemu anaknya sendiri mau luangin waktu untuk pulang ke Indonesia cuma untuk ketemu aku? ini prank ya?"
Ryan menghabiskan sisa air mineral yang tadi fia sisakan, menaruh kembali botol kosong di meja dan kening fia di sentil sampai ia mengaduh
"aww... sakit...." fia mengelus keningnya
"kamu kebanyakan nonton utub"
"papa kamu mau ngapain ketemu aku? tanpa menjawab, Ryan hanya tersenyum dan melirik fia
***
"Hei" Ryan membuyarkan lamunan fia, ia bisa tahu fia gugup dari tangannya yang berkeringat dan itu membuat tangan Ryan juga basah karena mereka bergandengan
"ga usah grogi gitu, kamu cantik kok" Ryan merapikan poni fia dengan tangannya yang bebas
"pake banget" lanjutnya
sedangkan fia hanya tersenyum
"udah siap?" tanya Ryan lagi, fia pun mengangguk
"yuk masuk"
Ryan menekan tombol passcode nya, setelah terdengar bunyi Ryan mendorong pintu hingga terbuka.
yang pertama fia lihat adalah seorang pria dengan postur tegap dan garis wajah serius sedang menuruni tangga, fia menahan napas nya ketika jarak mereka semakin dekat dan kini mereka berhadapan, ia sangat tampan dan punya aura yang kuat, ia tampak berwibawa dengan kemeja hitam lengan panjang yang digulung sampai siku, pria itu memandang fia dengan sorot matanya yang tajam, fia memberanikan diri untuk menyapa dengan sedikit menundukkan kepala,
"halo om, apa kabar?" ia tak bergeming, kesan pertama fia terhadapnya adalah mencekam, Ryan berinisiatif mencairkan suasana yang membuat fia membeku di tempat.
"pah, udah deh jangan nakutin calon menantu papa, nanti dia kabur dan papa batal punya cucu"
Ha Ha Ha Ha.... tiba-tiba keheningan tadi terpecah dengan suara papa Ryan yang memenuhi seisi rumah
"maaf maaf ... om nakutin kamu ya?" fia masih terkejut dengan perubahan sikapnya yang mendadak,
"ah... iya om ga pa-pa" kata fia
"kita belum kenalan ya?"
ia menyodorkan tangan pada fia
"nama om Raytama Aji Prasetya, papa nya Ryan, kamu boleh panggil om Ray atau papa"
Ray mengedipkan matanya pada Ryan dan disambut acungan jempol oleh nya, fia menyambut tangan Ray yang ternyata hangat
"halo om nama saya Sofia, senang bertemu dengan om"
Ray melepas tangannya dan dimasukkan ke kantung celana, ia terlihat bingung.
"lho, katanya nama pacar kamu bunga?"
tanya Ray pada anaknya, raut wajahnya menuntut jawaban dari Ryan tapi malah fia yang menjawab
"iya om, nama lengkap saya Bunga Sofia Darmawan"
Ray terkejut mendengar nama lengkap fia, sudut matanya mengeras dan rahangnya menegang tapi dengan cepat ia kembali seperti semula, tersenyum ramah dan hangat, walaupun hanya beberapa detik tapi fia dengan jelas melihat perubahan pada ekspresi nya,
fia merasa kan ada yang aneh pada Ray.