Hey Sofia

Hey Sofia
Jaga diri



halo readers 😊


happy reading 🤗


hope you like it


_____________________________________


Tak butuh waktu lama bagi Ryan untuk jatuh dalam tidur lelap setelah fia mulai menyanyikan nya lagu,


hoam.... fia menguap tanpa suara, kemudian dengan pelan dan sangat hati-hati ia memindahkan kepala Ryan dari pangkuannya ke atas bantal, setelah yakin Ryan sudah pulas fia bergegas pulang, begitu fia membuka pintu langit sudah terang benderang dan jam menunjukkan pukul 6 pagi.


sudah ratusan kali fia melewati jalan antara rumah nya dan rumah ryan, jalan nya terlihat aman pagi itu tapi saat langit masih gelap jalan itu berubah menakutkan, kemarin fia sempat ragu untuk menerobos kegelapan menuju ke rumah Ryan tapi ketakutannya pada gelap tidak bisa dibandingkan dengan kekhawatiran nya pada keadaan Ryan saat itu,


rasanya kayak mau mati


kalimat itu menusuk jantung fia hingga ia hilang akal dan yang ada dipikirannya hanya ryan, bagaimana bisa mimpi buruk membuatnya sangat tersiksa sampai mau mati?


ketika fia memasuki kamar Ryan dan menemukannya meringkuk di lantai, kaki fia terasa lemas, benarkah sesuatu yang buruk terjadi padanya?


dengan langkah gontai fia mendekati Ryan pelan, betapa leganya fia saat mendengar ryan mengigau memanggil namanya, ia menaruh kepala Ryan dalam pangkuannya, mengusap keringat yang membanjiri keningnya dan berusaha membangunkannya.


***


Dengan tenang dan diam fia memasuki rumahnya, sudah sering fia menyelinap keluar rumah dan itu bukan hal yang sulit baginya, ia seperti melangkah di atas kaca tipis, begitu hati-hati dan lembut ketika melewati kamar sang ibu, fia mengintip dari balik pintu yang sedikit terbuka dan mendapati ibu nya masih terlelap di ranjang nya, fia sedikit merasa lega.


fia memasuki kamarnya dengan tidak sabar, sebenarnya ia juga sangat lelah dan mengantuk, fia membiarkan long cardigan milik Ryan yang semalam ia pakai tergeletak di lantai setelah ia membuka nya, ia merangkak ke atas ranjang dan tidur seperti bayi, ia berencana tidur seharian sebelum rasa lapar mengkhianati nya, fia terpaksa bangun karena kelaparan dan saat itu sudah jam makan siang, tanpa mandi ia langsung menuju dapur di mana sang ibu sudah menyiapkan makan siang.


"ibu.... fia laper" rengek manja fia pada ibunya


"anak gadis ibu baru bangun... kamu habis begadang?"


ibu bertanya tanpa curiga dan hanya di balas senyuman oleh fia, ia kini sudah duduk manis di meja makan.


"hari ini kita makan apa Bu?"


"sayur asem, tempe tahu, ikan asin sama sambel terasi, kesukaan kamu".


saat sedang menikmati makanannya tiba-tiba fia ingat Ryan,


apa dia sudah bangun? sudah makan atau belum?


"fia, kamu udah punya pacar ya?"


uhuk uhuk fia tidak menyangka ia diberi Quiz dadakan oleh ibunya sendiri, fia mengambil segelas air dan meminumnya, sampai air itu habis rasa gugup fia tidak hilang.


"kok gugup gitu? ibu kan cuma tanya"


"fia ga gugup Bu, cuma kaget aja kok tiba-tiba ibu tanya gitu?"


"ya, kamu beda aja, belakangan ini muka kamu ceria dan makin cantik"


"ibu bisa aja" fia tertunduk malu


"kenalin dong" pinta sang ibu


"iya nanti fia kenalin" lanjut fia masih tertunduk malu.


"fia, ibu ga larang kamu untuk punya pacar tapi kamu juga ga boleh lupa sama tanggung jawab dan kewajiban kamu"


kali ini fia mengangkat kepalanya, memandang ibunya dan menjawab dengan yakin.


"iya bu, fia ga akan lupa, fia akan giat belajar sampai jadi orang sukses dan buat ayah sama ibu bangga"


"anak ibu udah dewasa ya, kamu juga harus bisa jaga diri ya nak"


ibu Liliana memegang tangan fia, ada raut kecemasan dari sang ibu yang mengetahui anak gadis nya sudah dewasa dan punya pacar, fia menangkap kecemasan ibunya dan berusaha meyakinkan ibunya kalau ia pantas diberi kepercayaan dan ia berusaha menenangkan ibu nya


"ibu, fia tau kok mana yang baik dan yang ga baik buat fia, fia bisa jaga diri"


"iya, ibu percaya fia anak baik"


deg kenapa fia merasa kalau ibu nya tahu ia menyelinap keluar kemarin, tiba-tiba fia merasa bersalah dan takut kalau ibunya kecewa, maka ia berjanji akan menjaga kepercayaan ibunya.


fia membantu mencuci piring, setelah selesai ia kembali ke kamarnya dan langsung berbaring di ranjang, masa bodoh dengan kata orang 'habis makan ga boleh tiduran'.


fia menatap langit-langit kamarnya, semakin lama semakin mengantuk,


dan fia tertidur lagi.....