Hey Sofia

Hey Sofia
Hidupku tanpa kamu adalah...




"Ada apa Sofia? apa yang menahanmu?"


Fia memandang ke arah Ryan berdiri, Sofia mendesah kuat sebelum berpaling ke Louis


"Ryan bilang dia kembali karena merindukanku"


"Lalu apa masalahnya? jangan memperumit sesuatu yang semudah seperti menjentikkan jari, Sofia. kau menunggunya pulang dan Ryan sudah kembali, dia merindukanmu dan kau juga sama, apa ini karena harga dirimu?"


Fia duduk di tepian tempat tidurnya, lalu disusul dengan Louis.


"Kak, Ryan sama sekali tidak membicarakan soal kecelakaan itu"


"Kau ingin Ryan meminta maaf?"


"Aku tidak pernah menyalahkan Ryan, aku tidak butuh maaf nya"


"Ini pertama kalinya aku tidak mengerti jalan pikiranmu Fia"


"Kakak ingat 10 tahun lalu saat berita itu tersebar dan Ryan menolak untuk bangun dari koma? ia tak sanggup dengan kenyataan yang sebenarnya karena terlalu menyakitkan, Ryan melakukannya lagi sekarang, pasti sangat sulit baginya untuk kembali dan berhadapan denganku karena Ryan merasa bersalah, tapi ia bersikap seperti tidak pernah terjadi apa-apa, sikapnya terlalu biasa, Ryan menyangkal kenyataan dan aku tidak ingin menjadi beban. Sebaliknya, aku ingin ia menjalani hidup sesuai keinginannya, masa depannya cerah dan aku tak mau Ryan terjebak bersama ku disini, aku tak mau Ryan merasa punya kewajiban untuk bersamaku demi menebus rasa bersalahnya"


Fia menatap Louis dengan tatapan yang bergetar, ia seperti menangis tanpa air mata,


Bagaimana mencintai seseorang bisa sungguh melelahkan? dan bagaimana bisa mengharapkan kebahagiaan seseorang terasa sangat menyakitkan?


"Tidakkah kakak bisa melihatnya? aku sedang membebaskan Ryan"


Louis tertegun, bukan karena kata-kata Fia tapi ekspresi wajah Fia saat ia mengatakannya,


Apa mungkin saat ini Fia sedang putus asa?


Tanpa Louis sadari, ia sudah menarik Fia dalam pelukannya


Tubuhnya kaku tapi rapuh disaat bersamaan, seperti kayu yang terbakar.


"Yang kulakukan ini benar kan kak?"


"Apapun yang kau lakukan, aku akan selalu berada di sisimu"


####


"Chef Maxime?"


Pagi ini Fia dikejutkan dengan kedatangan Maxime di dapurnya, ia berhenti memasak untuk Sofia bertahun-tahun lalu, meski Maxime menjadi lebih gempal dari yang Fia ingat tapi Fia masih bisa mengenalinya.


"Bonjour, Sofia"


"Apa yang kau lakukan disini?"


"Aku yang memanggilnya"


Louis tiba-tiba datang dari belakang Fia.


"Kakak masih disini?"


"Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian, ayo kita sarapan, Chef Maxime sudah memasak untuk kita"


Hanya Louis yang bisa mendatangkan Chef dengan Michelin star seperti Maxime cuma untuk membuatkan Fia sarapan, Fia tidak akan keberatan dengan sarapan roti panggang dan susu strawberry, tapi ini Louis . Dia adalah segalanya kecuali biasa-biasa saja. Semua akan menjadi luar biasa ketika itu dilakukan dengan cara Louis.


Dan meja makan juga sudah disiapkan, ini adalah rumahnya tapi Fia di perlakukan seperti tamu saja.


"Sudah siang, kakak belum pergi bekerja?"


"Perusahaan itu milikku, aku bisa datang kapan saja aku mau"


"Tch... Dasar sombong"


"Apa rencanamu hari ini?"


Biasanya aku akan menggambar seharian dikamar tapi sekarang sudah tidak ada lagi Daylight Star, jadi inilah aku yang baru, wanita di akhir 20an dan pengangguran.


"Aku ada janji dengan teman di Cafe, dia akan memberiku pekerjaan"


Bukan pekerjaan yang besar, itu adalah asisten dari seorang Webtoon artis yang Fia kenal, Dia hanya akan menggambar latar belakang dari Webtoon tersebut. Ini adalah kemunduran bagi Fia tapi setidaknya ia punya kesibukan untuk mengisi hari-harinya,


"Kau bisa bekerja di LA grup"


"Aku tidak mengerti apapun tentang kosmetik, bisnis atau kecantikan, aku bahkan tidak memakai make up"


"Kau bisa menjadi asisten pribadiku"


"lalu bagaimana dengan mas Sony?"


"Dia mengurus pekerjaan kantorku, kau cukup mengurus keperluan pribadi ku seperti, makan, menyiapkan baju kerja dan menyambutku ketika aku pulang"


"Terdengar seperti pekerjaan ibu rumah tangga"


"Kau mau mencobanya?"


"Apa?"


"Berumah tangga, denganku"


"Huh?"


Tanya Fia, Louis menatap Fia dan tersenyum


"Bercanda.."


###


Pertemuannya sudah selesai tapi Fia memutuskan untuk tinggal lebih lama di Cafe, perubahan suasana bagus untuk nya, itu adalah Cafe outdoor dengan pemandangan hijau yang menenangkan, udara yang sejuk dan makanan yang enak, untuk mencapai ke sana memang agak menanjak tapi dari atas pemandangannya juga luar biasa,di samping Cafe terdapat air terjun alami yang cipratan airnya sampai ke dalam beranda Cafe.


Saat sedang menikmati suasananya, Fia mendengar seseorang memanggilnya.


"Sofia?"


Wajahnya tampak tidak asing, Fia berusaha mengingat nya dan satu nama muncul


"Dr. David..?"


"Ternyata memang benar ini kau, saya sempat ragu untuk menyapa tadi, bagaimana kabarmu?"


"Baik, Dok. Silahkan duduk"


"Kebetulan yang menyenangkan, semoga saya tidak menganggu"


"Tidak sama sekali"


"Oh, saya dengar kamu menjadi Webtoon artis seperti yang selalu kamu inginkan"


Dr. David masih mengenalku setelah 10 tahun itu adalah satu hal tapi dia tahu aku menjadi Webtoon artis itu sangat aneh.


"Dari mana Dokter tahu?"


"Ryan tidak pernah berhenti membicarakan mu, bukankah aneh kita hanya bertemu 1jam sepuluh tahun lalu tapi saya bisa tahu tentang kamu, dari mana lagi kalau bukan dari Ryan?"


Ryan membicarakan ku?


"Bagaimana kabar Ryan? sejak Ryan kembali ia belum menghubungi saya"


"Baik... Sepertinya..."


"Syukurlah, saya senang Ryan bisa keluar dari kondisi Hikikomori nya"


"Hiki apa...?"


"Hikikomori"


"Apa itu, Dok.?"


"Kondisi dimana seseorang tidak keluar dari kamar atau rumah dalam waktu yang lama karena... Apa kalian tidak pernah membicarakannya?"


"Tidak"


Atau aku yang tidak memberinya kesempatan untuk bicara meski Ryan memintanya.


"Ya, itu bisa dimengerti, mungkin Ryan tak ingin kau merasa khawatir"


"Apa maksud Dokter, Ryan tak mau keluar dari kamarnya?tapi kenapa?"


"Ini bukan kapasitas saya untuk bicara , maaf Sofia"


Omong kosong, dari awal kau tidak perlu repot menyapaku atau membahas soal Ryan kalau kau memang tak ingin membicarakannya.


Dokter David hendak meninggalkan kursinya namun Fia mencegahnya pergi. Fia harus tahu apa yang terjadi pada Ryan selama di Jerman.


"Tunggu , Dok. tolong katakan ada apa sebenarnya"


David kembali duduk, ia terbujuk dengan sangat mudahnya.


"Ryan, mengalami masa-masa tersulit dalam hidupnya, ia bahkan mencoba untuk mengakhiri hidupnya 2 kali"


"A...apa?"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hope you like it 💜💜