
halo readers 😊
enjoy reading 🤗
****************************************
fia sangat senang setelah mendapat pesan dari Louis, ia sedang ada di kantin bersama ryan saat pesan itu masuk, Ryan melirik kasar kearah fia yang tersenyum sambil memandangi ponsel nya, pandangannya beralih ke ponsel yang fia gunakan.
itu bukan ponsel nya....
ia mengerutkan dahi karena mengenal ponsel yang ia gunakan, itu ponsel yang ingin ia beli untuk fia sebelum fia menolaknya, Ryan merubah posisi duduknya menjadi tegap, menaruh sendoknya dan bertanya penuh curiga kepada fia.
" SMS dari siapa ?" Ryan mendorong kepalanya ke depan untuk mengintip,
" kak L " fia menjawab tanpa melihat Ryan dan masih asyik dengan ponsel nya, sudut mulut Ryan menegang.
" ponsel baru ?"
tanya Ryan sambil tertunduk memainkan makanannya, fia selesai dengan ponselnya, ia baru saja mengabari ibunya untuk pulang cepat karena Louis akan datang.
" bukan, dipinjemin kak L " fia melanjutkan makan siang nya tanpa menyadari kekesalan Ryan
" oh " kata Ryan singkat.
" yank.... nanti malam aku makan dirumah aja ya, kak L mau dateng soalnya "
Ryan memegang erat sendok nya sampai terasa nyeri.
" mm " jawab Ryan dingin, sebelumnya Ryan ingin meminta fia untuk menemani nya menemui dokter karena mimpi buruknya sesekali datang lagi dan saat itu terjadi sakit kepalanya tak tertahankan tapi fia terlihat bersemangat tentang kedatangan Louis yang sudah ia tunggu-tunggu, mana tega ia menghancurkan kesenangan itu dan memintanya pergi bersamanya ke dokter,
Ryan sangat yakin dia akan memilih menemaninya ke dokter jika Ryan memintanya tapi itu juga berarti Ryan memaksa fia memilih, nanti pasti ia akan kecewa dan sedih, dua hal itu tidak ingin ia berikan pada fia, ia hanya ingin fia senang dan bahagia jadi Ryan menahan semua emosinya, percaya pada perasaan fia terhadapnya dan yakin pada cintanya.
***
ting-tong....
pukul 5 sore Louis sudah berdiri di ambang pintu rumah fia, Louis keterlaluan tampan dengan Coat hitam panjang dan setelan jas di dalamnya, ia terlihat lelah tapi senyum nya berkata sebaliknya. saat pintu terbuka, seorang gadis dengan mata besar dan cerah menyambut kedatangannya dengan senyum lebar.
deg
ia membawa rangkaian bunga anggrek ditangan kanan nya, ia ingat itu bunga kesukaan Liliana
" kak L " ayo masuk, fia menarik tangannya yang bebas dan membawanya ke dapur dimana Liliana sedang memasak untuk makan malam. ia sengaja pulang cepat demi Louis.
" ibu, kak L dateng ". ia menoleh untuk melihat Ryan dan tersenyum dengan mata berkilauan, ia berhenti memasak dan mematikan kompor, berjalan dengan tidak sabar untuk memeluk Louis,
" Louis, Tante seneng kamu ke sini, apa kabar nak?"
Liliana melepas pelukannya dengan tangan yang masih membelai punggung louis
" baik Tante, maaf baru sempat dateng " Louis menyodorkan bunga itu untuk Liliana
" ini untuk Tante " Liliana menerima bunga itu dengan suka cita
" terima kasih "
ia mengambil vas bunga dan menaruh nya di meja makan,
" kamu masih inget Tante suka bunga anggrek " di masukkan nya bunga anggrek satu per satu ke dalam vas.
fia datang dan memberikan tangannya pada Louis
" hadiah buat fia mana ?"
Louis tersenyum sebelum menjawab
" kakak "
fia menjatuhkan tangannya kesal dan kecewa, fia merengut tanda protes tapi tidak mengatakan apa-apa.
" fia, makan malam nya belum siap, kamu temenin Louis dulu ya "
" iya Bu " kata fia lemas, ia masih kecewa dengan Louis.
" yuk kak, nonton TV di depan "
" apa?" tanya fia tidak sabar
" mau lihat kamar kamu "
***
kamar fia tidak besar tapi sangat sepi dan rapi, hanya ada tempat tidur di pojokan dengan jendela yang lumayan besar, meja belajar dan lemari pakaian, ada foto dengan bingkai se tema berjajar sempurna di dinding, foto fia sendiri dengan senyum yang sangat cantik dan rambut panjangnya tertiup angin dan foto kedua orangtuanya lalu ada foto mereka bertiga...
oh ya... aku ingat foto ini. aku yang mengambil nya
di jendela kamar fia ada pemandangan laut, angin sejuk khas bau laut tercium saat fia membuka jendela nya, fia duduk di tepi tempat tidur
" ini kamar fia, ga ada apa-apa yang bisa dilihat "
fia tertunduk, kedua tangannya mengepal tepian ranjang dan kaki nya berayun di bawah tempat tidur, Louis bergabung dengan fia duduk di samping kirinya
" masih ngambek ?" tanya Louis, fia menggeleng pelan dan masih tertunduk.
Louis mengeluarkan sebuah kotak dari kantung Coat nya dan di berikan ke fia, mendadak duduk fia menjadi tegap dan ada seringai lebar di wajah nya,
" apa ini kak ?"
fia meraih kotak itu tak sabar ingin tahu isinya
" buat kamu "
dengan kasar ia membuka kotak berwarna biru langit dan mengeluarkan isinya
" ini produk terbaru kakak, baru akan launching bulan depan, kamu yang pertama punya ini "
fia mengabaikan Louis, ia masih terkagum pada botol berbentuk bunga berwarna sama dengan kotaknya
botolnya saja sangat cantik
fia mengendus harumnya tanpa di semprot kan.
" kak, ini wangi banget "
" do you like it ?"
" are you kidding, i love it "
tubuh Louis terdorong ke belakang dengan keras, beruntung refleks nya bagus, ia menahan dengan tangannya agar tidak terjatuh akibat pelukan fia yang tiba-tiba,
"thank you " bisik fia ditelinga Louis, membuat nya merinding seluruh tubuh, Louis mendorong tubuh Fia agar kembali duduk di posisi semula sebelum tangannya kehilangan tenaga dan membuat mereka jatuh diatas tempat tidur, Louis hanya menjawab dengan senyuman, ia berpaling begitu sadar wajahnya memerah, dan kembali memandang fia
padahal cuma parfume tapi reaksi nya sebagus ini
" fia ga tau kakak produksi parfum juga"
" kebetulan ketemu komposisi yang pas, wangi nya seperti bunga di musim semi tapi juga manis seperti lilac ____ kakak ciptain ini sambil mikirin kamu"
" gombal .. " kata fia tak percaya.
" coba kamu lihat apa nama parfum nya"
kata Louis dengan wajah serius , fia tak perhatikan sebelumnya karena terlalu senang dan terlanjur cinta dengan wanginya, fia mengambil kotak yang tadi ia taruh di samping nya, ada nama yang sangat ia kenal tertulis disana
' Sofia ' , ia senang, bingung dan terkejut disaat bersamaan.
" kakak serius ?"
Louis mengangguk pelan, matanya tajam melihat fia tanpa berkedip
" kamu tahu kenapa kakak kembali ke Indonesia ?" fia menggeleng keras tanpa kata-kata karena pikirannya kosong.
" aku mau penuhin janji aku yang dulu ke kamu "
" huh ?"
fia semakin bingung, louis tidak biasanya menyebut dirinya dengan sebutan ' aku ' saat dengan fia, ia selalu menggunakan kata ' kakak ' perasaan fia tidak enak dengan keseriusan Louis. fia menahan napas nya ketika Louis berkata
" i'm gonna marry you "